Madad Rosulullah

Madad Rosulullah Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Madad Rosulullah, Sumber.

kami hadir sebagai oase dipadang tandus ... penyejuk sekaligus pelepas dahaga bagi para jiwa yang kering ...

semoga kehadiran halaman ini menjadi amal jariyah bisa bermanfaat bagi kita semua ...

Alhamdulillah ala kulli hall ...Maaf baru sempat buka halaman Madad Rosulullah lagi semenjak 10 ahir romadhon sengaja sa...
22/03/2026

Alhamdulillah ala kulli hall ...

Maaf baru sempat buka halaman Madad Rosulullah lagi semenjak 10 ahir romadhon sengaja saya fokuskan untuk bermunjat ...

Dan kini lebaran telah usai meski terlambat saya ucapkan minal aidin wal faizin ... Mohon maaf lahir dan batin ...

Perang antara kekaisaran Persia dan Romawi berlangsung selama 700 tahun, di mana mereka bertempur lebih dari 1000 kali, ...
06/03/2026

Perang antara kekaisaran Persia dan Romawi berlangsung selama 700 tahun, di mana mereka bertempur lebih dari 1000 kali, hingga Khalid ibn al-Walid datang dan menghancurkan kedua kekaisaran tersebut hanya dalam waktu 4 tahun.

Ia mengalahkan Persia dalam 15 pertempuran hingga negara mereka runtuh, dan ia mengakhiri kehadiran Romawi, yang telah berlangsung di Timur selama seribu tahun, setelah mengalahkan mereka dalam 9 pertempuran.

Mereka bahkan bersatu dalam Pertempuran Al-Furat pada tahun 12 Hijriah dengan 200.000 pejuang di tepi Sungai Eufrat... Namun Khalid meraih kemenangan atas mereka hanya dengan 15.000 prajurit dan atas izin Allah Subhanawata'alla.

- Jika Anda sudah selesai membaca, jangan lupa sholawat untuk Nabi.
"Allahumma sholi ala Muhammad wa'ala ali Muhammad "

berat

1000 BULAN vs 1 MALAM: Hitungan Matematis yang Gila atau Fakta Ilmiah?Coba pikir. Rata-rata umur manusia mungkin 60-70 t...
06/03/2026

1000 BULAN vs 1 MALAM: Hitungan Matematis yang Gila atau Fakta Ilmiah?

Coba pikir. Rata-rata umur manusia mungkin 60-70 tahun. Lalu tiba-tiba ada “malam” yang nilainya setara dengan 83 tahun lebih (1000 bulan). Logika mana yang bisa menerima ini? Apakah ini hanya janji surgawi, atau ada skenario kosmik yang sengaja Allah atur di malam itu?

Berhenti melihat Lailatul Qadar hanya sebagai ritual. Malam ini adalah fenomena multidimensi. Dan sains, dengan segala keterbatasannya, mulai bisa mencium keanehan malam yang satu ini.

MENGAPA MALAM ITU TERASA "SEJUK"?

Bukan perasaanmu saja. Malam itu benar-benar lebih sejuk secara fisik.

Ahrens (2012) dalam Meteorology Today menjelaskan bahwa kombinasi tekanan udara dan kelembapan yang ideal bisa menciptakan kondisi "termal nyaman". Di malam Lailatul Qadar, angin biasanya tenang, suhu stabil.
Artinya? Allah menciptakan kondisi lingkungan yang paling prima untuk ibadah. Alam sedang diam, agar suaramu yang terdengar oleh-Nya.

Hadits menyebut malam itu "cerah dan tenang". Sains menyebut ini atmospheric window.

Phillips (2017) bilang, angin stratosfer bisa membersihkan partikel aerosol, mengurangi polusi cahaya. Hasilnya? Langit jadi transparan.

Mata fisikmu mungkin melihat bintang lebih terang, mata hatimu mungkin melihat "pintu langit" sedang dibuka. Apakah ini kebetulan? Atau desain untuk memberi tanda pada orang-orang yang berakal?

Ciri paling ikonik: Pagi harinya matahari terbit "tanpa sinar yang menyilaukan", seperti bejana perak.

Bohren & Huffman (1998) menjelaskan ini sebagai fenomena hamburan cahaya.

Malam sebelumnya, atmosfer "dicuci" (mungkin oleh ketenangan angin dan pengurangan partikel), sehingga saat pagi, cahaya merah/kuning matahari terhambur minimal.
Matahari terbit lembut, seolah alam sedang menjaga suasana khusyuk itu tetap terasa hingga pagi.

Tiba-tiba hati jadi tenang, damai luar biasa, bahkan mungkin menangis tanpa sebab. Itu bukan cuma soal "emosi".
Persinger (2003) dalam Neuropsychological Bases of God Beliefs menyebut aktivitas geomagnetik bumi bisa memicu pola gelombang otak yang rileks (gelombang Alpha/Theta).
Bayangkan jika malam itu bertepatan dengan titik di mana gangguan elektromagnetik bumi minimal. Batin jadi adem, fokus ibadah maksimal. Sains menyebutnya "kondisi psikologis optimal", kita menyebutnya "Malaikat turun membawa kedamaian".

Jangan remehkan kekuatan keyakinan.
Koenig et al. (2012) dalam Handbook of Religion and Health membuktikan bahwa ekspektasi spiritual dan ibadah (doa, meditasi) secara signifikan menurunkan kortisol (hormon stres).
Mereka yang meyakini dan mencari Lailatul Qadar secara psikologis lebih siap menerima kedamaian. Ditambah kondisi lingkungan yang mendukung (sejuk, langit cerah), maka "pengalaman spiritual" menjadi ledakan yang luar biasa dahsyatnya.

Sains menjelaskan bagaimana mekanismenya (tata surya, atmosfer, gelombang otak). Spiritual menjelaskan mengapa dan siapa di balik mekanisme itu.

Ada yang bilang ini hanya kebetulan alam. Tapi bagi yang beriman, ini adalah "tanda" (ayat) bagi orang-orang yang berpikir.
Jadi, malam ini jangan cari "malam seribu bulan".

Bagaimana menurutmu?

Sang Pendidik Sejati, Pendidik Hati, Pendidik Ruhani, Abuya Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki Al-Hasani.Abuya As-Sayy...
06/03/2026

Sang Pendidik Sejati, Pendidik Hati, Pendidik Ruhani, Abuya Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki Al-Hasani.

Abuya As-Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki, Seorang Alim Allamah, Al-Muhaddits (Pakar Hadits), Ahlu Baiti Rosulillah, Kaya Raya dan dermawannya tidak keukur. Dan itu diakui Ulama dunia, buka sekedar pengakuan muridnya. Rumah beliau tempat kedua yang dikunjungi di Makkah setelah Masjidil Haram. Bahka Habib Abdul Qodir bin Ahmad Asseggaf mengatakan “Termasuk kesempurnaan Haji ialah Ziaroh ke As-Sayyid Muhammad Al-Maliki”.

Beliau bukan sekadar seorang pendidik yang mentransfer ilmu. Beliau adalah pendidik hati, pendidik jiwa dan pembina akhlak. Beliau tidak hanya mengajarkan kitab, tetapi membentuk karakter orang-orang yang dididiknya.

Bahkan didikan itu beliau mulai dari rumahnya sendiri.

Suatu hari, ketika putra beliau Sayyid Alawi masih duduk di bangku sekolah dasar (jika di Indonesia), saat Sayyid Alawi mau berangkat sekolah, Abuya melihat buku tulis anaknya. Di cover buku itu tertulis nama:

“As-Sayyid Alawi.”

Begitu melihatnya, Abuya langsung mencoret kata “As-Sayyid” dari tulisan tersebut. Lalu beliau berkata kepada putranya:

“Jangan memakai gelar Sayyid sekarang. Nanti saja ketika engkau sudah mengajar dan berdakwah.”

Tidak berhenti di situ. Setelah itu Abuya langsung menelepon guru anaknya, yang juga merupakan santri beliau sendiri. Kepada guru tersebut Abuya berpesan:

“Mulai sekarang jangan panggil anak saya dengan sebutan Sayyid. Panggil saja Alawi. Biarkan dia belajar dahulu. Belum waktunya memakai gelar itu.”

Kemudian Abuya menyinggung seseorang -seorang anak dari ulama besar- yang ketika kecil terlalu diagung-agungkan oleh para santri ayahnya. Karena sejak kecil selalu dimuliakan, ia tidak pernah merasakan khidmah dan akhirnya tumbuh dengan sifat sombong.

Abuya tidak ingin hal itu terjadi pada anak-anaknya.

Beliau ingin mereka tumbuh dengan tawadhu’, rendah hati, dan bersih dari kesombongan.

Begitulah cara Abuya mendidik putra-putranya.

Dan hasil didikan itu terlihat nyata.

Kerendahan hati itu juga tampak pada para santri beliau. Banyak dari mereka menjadi ulama besar -baik dari kalangan kiai maupun habaib- namun tetap rendah hati, tidak berlebihan dalam penampilan, dan sangat tawadhu’ kepada siapa saja.

Salah satu contohnya adalah guru kami, Abina KH. Ihya Ulumiddin.

Suatu ketika, saat beliau sedang bersama Abuya dalam sebuah perjalanan di Malaysia, Abi Ihya menelpon seseorang. Karena orang yang ditelepon tidak mengetahui siapa yang berbicara, Abi Ihya spontan berkata:

“Ini saya, Ustadz Ihya.”

Mendengar itu, Abuya langsung menoleh kepadanya dan berkata:

“Ustadz? Engkau ustadz?”

Kemudian Abuya berkata dengan kalimat yang sangat dalam maknanya:

يا إحياء، ما زلتَ طالبًا
“Wahai Ihya’, engkau selamanya tetap seorang santri.”

MasyaAllah.

Begitulah cara Abuya menjaga hati murid-muridnya. Pastinya belia mengaakan itu bukan karena beliau sombong, tetapi Abuya mengingatkan agar benih kesombongan tidak pernah tumbuh di hati muridnya.

Didikan seperti inilah yang membentuk Abi Ihya. Sampai hari ini, kepada para santri beliau sendiri, Abi Ihya tidak pernah menulis “KH. Ihya” atau “Abi Ihya”.

Jika beliau menulis pesan kepada kami para santrinya, beliau menutupnya dengan kalimat:

محبكم، الطالب، إحياء علوم الدين
“Yang mencintai kalian, Kang Santri, Ihya’ Ulumiddin.”

MasyaAllah.

Begitulah didikan sang murabbi, Abuya Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki.

Dan kami sendiri bisa menyaksikan buah dari didikan itu ketika berkumpul bersama para murid beliau.

Di antara mereka ada yang sudah sangat sepuh, ada yang memiliki ratusan bahkan puluhan ribu santri, ada p**a yang hanya mengajar sederhana di pesantren-pesantren kecil. Bahkan ada yang tidak punya pondok ataupun jama’ah, hanya ikut ngajar di pesantren temanya. Namun di antara mereka tidak ada sekat.

Santri lama dan santri yang baru p**ang dari Makkah sama saja.
Tidak ada perbedaan antara Kiyai besar, Habib besar, atau anak orang biasa.

Semua merasa satu keluarga.

Semua merasa sebagai anak-anak didik Abuya Al-Maliki.

Bahkan kami yang bukan siapa-siapa (hanya muhibbin yang s**a khidmah) ketika berkumpul bersama beliau-beliau, diperlakukan sama. Jika mereka makan enak, kami juga diajak makan bersama. Tidak ada yang menyendiri, semuanya duduk berbaur penuh kehangatan.

Inilah buah didikan seorang Murabbi Sejati.

Beliau mendidik ilmu,
mendidik akhlak,
mendidik jiwa,
dan mendidik cara bersikap.

Hingga akhirnya para murid beliau -baik dari kalangan Habaib maupun Kiai- tidak pernah membanggakan diri mereka, tidak membanggakan nasab mereka, tidak p**a membanggakan kedudukan mereka.

Yang mereka banggakan hanyalah satu:

Menjadi anak didik Abuya Al-Maliki.

Mereka menisbatkan diri kepada beliau dengan penuh cinta:

أولاد أبوي المالكي

Anak-anak didik Abuya Al-Maliki.

Semoga Allah melimpahkan rahmat yang luas kepada beliau.

رحمه الله تعالى رحمة واسعة

Address

Sumber

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Madad Rosulullah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share