18/05/2013
CIRENG & BA’WAN
Dengan perut kosong seanak kecil merajuk kepada bundanya. “Nda.., bunda beli kue nda, itu ada penjual cireng nda”. “Ya bentar bunda ambil duit dulu”. Sang bunda baranjak mencari2 sesuatu kirannya masih ada uang kecil yang terselip, dimana ya…di tempat sisir ga ada, oh inget..di meja dapur…, bah tadi udah dibelikan bumbu masak,…sang bunda masih mondar-mandir dgn kening sdikit berkerut lirak-lirik…….yap matanya menangkap sebuah benda merana tersudut di pojokan dinding bawah lemari. Ah kau yang dulu terhempas oleh ulah jempol kakiku namun aku cuekin karena lagi banyak duit waktu itu. Terimakasih kau logam rupiah jadi penghilang rewel anakku.
Sang bunda menghampiri penjual jajanan, didapatinya beberapa pilihan makanan “Berapaan mang?”. “Lima ratusan Bu, yang mana bu?”. Si bunda terdiam seperti berfikir untuk kemudian bergumam, ”cireng…cilok…ba’wan”. Si bunda seperti kembali berfikir Cireng & cilok terbuat hanya dari aci, mendingan juga ba’wan terbuat dari terigu, ada sayuran kol, toge dan wortelnya, ya mending ba’wan aja yang bervitamin menyehatkan anak bangsa. “Bu ini bu..” si penjual memberikan bungkusan berisi cireng, cilok & ba’wan. Si bunda tergaget kemudian menjawab “Eh..anu mang ba’wan aja” sembari mengambil satu ba’wan dan meninggalkan logam 5 ratusan yg di genggamnya, si bunda berlalu dari penjual jajanan yang terlihat menyatukan 2 bibirnya hingga menyembul keluar…”pruut”
“Nih nak” si bunda segera memberikan ba’wan kepada sang anak yang sekarang sedang bermain dengan temannya”. Si anak melihat ba’wan di tangannya kemudian menatap wajah bundanya, ”lo kok ba’wan sih bu…nanda kan mintanya cireng”. Si bunda menjawab “Nak ba’wan lebih bervitamin drpd cireng...”. “Tapi nanda maunya cireng, pokoknya beli cireng..”. “Ya udah nanti…”si bunda memberi pengertian. ”Sekarang…beliii”. “Nak…bunda udah gak punya duit lagi..”. “ Nggak mau… pokoknya beli cireeeng…!” sang anak menangis meraung sambil akhirnya melempar ba’wan keluar rumah…., hups..! tanpa harus koprol ba’wan yang melambungpun dengan mudahnya ditangkap oleh teman sang anak yang padahal bukanlah seorang keeper yang lapar, kemudian dengan tanpa menoleh berlalu dengan santainya menjauhi kegaduhan mereka.
*Zam180513*