28/10/2025
🌿 CERITAKU — DARI GELAP MENUJU TERANG
Dulu… aku pikir aku bahagia.
Aku punya teman, tawa, kesenangan dunia, dan kebebasan yang katanya membuat hidup terasa “hidup.” Tapi entah kenapa, setiap malam hatiku tetap kosong. Ada lubang yang tak bisa diisi, seberapa pun aku mencoba.
Aku tersesat dalam dosa yang perlahan mengikatku.
Aku tahu itu salah, tapi aku tak tahu bagaimana keluar.
Sampai akhirnya, di titik terendah — ketika semua orang menjauh, dan aku sendiri — aku mendengar suara lembut di hati yang berkata,
“Aku tetap mengasihimu.”
Air mata pun jatuh.
Aku sadar… Yesus tak pernah meninggalkanku, bahkan saat aku meninggalkan-Nya.
Dia menungguku pulang, bukan untuk menghukum, tapi untuk memeluk.
Dan sejak hari itu, hidupku berubah.
Damai yang dulu kucari di dunia,
akhirnya kutemukan dalam kasih Kristus.
Sekarang aku tahu,
kebebasan sejati bukan ketika aku bisa melakukan apa saja,
tapi ketika aku bisa berkata “tidak” pada dosa dan “ya” pada Tuhan.
Aku bukan lagi orang yang sama.
Aku sudah ditebus, dipulihkan, dan dicintai.
✨ Inilah ceritaku. Bukan tentang seberapa jauh aku jatuh,
tapi tentang seberapa besar kasih Tuhan yang mengangkatku.
đź“– Ayat renungan:
“Sebab kasih setia TUHAN tidak berkesudahan, rahmat-Nya tidak habis-habisnya. Selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” — Ratapan 3:22–23
🙏 Doa:
“Tuhan, terima kasih karena kasih-Mu lebih besar dari masa laluku.
Ajarku berjalan dalam terang-Mu setiap hari.”
Sumber: https://kesaksian.sabda.org/node/1014