30/09/2026
Warga Diminta Waspada, Potensi Karhutla Diprediksi Kembali Meningkat 3–5 Oktober
PONTIANAK – Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat mulai menunjukkan perkembangan positif. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada karena masih terdapat periode yang berpotensi memicu kemudahan terjadinya karhutla pada 3–5 Oktober 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kalbar, Ridwan mengatakan, berdasarkan data BMKG hingga 28 September 2026 pukul 23.59 WIB, hampir seluruh kabupaten/kota di Kalbar sudah tidak memiliki titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi. Saat ini, hanya Kabupaten Ketapang yang masih tercatat memiliki empat titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Sementara berdasarkan pemantauan aplikasi Sipongi menggunakan data satelit Tera Aqua, SNPP, dan NOAA, hampir tidak terlihat lagi titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Kalbar.
Perbaikan kondisi juga terlihat dari jarak pandang. Di Kota Pontianak dan Kubu Raya, jarak
pandang pada pagi hari berada di kisaran 2 hingga 5 kilometer. Sedangkan di Sintang masih
sekitar 700 meter. Ridwan mengatakan, potensi hujan masih terdapat di hampir seluruh wilayah Kalbar sehingga diharapkan kondisi tersebut dapat membantu pemulihan situasi. “Untuk potensi hujan harian, hampir seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kalbar mempunyai potensi hujan yang cukup bagus,” kata Ridwan, Selasa (29/9/2026). Meski kondisi membaik, BPBD Kalbar mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Periode 3–5 Oktober diperkirakan menjadi masa yang perlu diwaspadai, terutama pada 4 dan 5 Oktober.
“Untuk itu kami terus mengingatkan masyarakat, baik itu secara pribadi ataupun korporasi,dilarang untuk membakar lahan,” tegasnya.
Ridwan juga mengajak masyarakat ikut menjaga kondisi yang mulai membaik agar tidak kembali terjadi peningkatan titik api. “Maka kami mengimbau kepada masyarakat secara keseluruhan untuk tidak membakar lahan, sehingga hal-hal tersebut yang sudah terjadi sebelumnya tidak terulang lagi di kemudian hari,” pesannya.