21/06/2026
๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐
Kejadian 1:5
"Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama."
Shalom Bapak/Ibu dan Saudara yang dikasihi Tuhan.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita pada sebuah kebenaran sederhana namun sangat mendalam:
"Jadilah petang dan jadilah pagi."
Sejak awal penciptaan, Allah tidak menciptakan dunia yang selalu terang. Allah menetapkan adanya siang dan malam, terang dan gelap, petang dan pagi.
Demikian p**a kehidupan kita.
Ada masa ketika segala sesuatu berjalan baik dan kita dapat melihat jalan di depan dengan jelas.
Tetapi ada juga masa ketika kita harus berjalan dengan iman, tanpa mengetahui apa yang akan terjadi esok hari.
Masalah terbesar kita sering kali bukan karena malam itu ada, melainkan karena kita berharap malam itu tidak pernah datang kepada kita.
Padahal Tuhan tidak pernah menjanjikan hidup tanpa malam.
Yang Tuhan janjikan adalah penyertaan-Nya yang konstan bahkan ketika hari di sedang malam.
Ketika kesehatan menurun,
ketika usaha terasa berat,
ketika hubungan mengalami masalah,
atau ketika doa yang sudah lama dinaikkan belum juga terjawab,
Tuhan tetap hadir.
Dan sama seperti Allah menetapkan adanya petang dan pagi,
Tuhan juga mengingatkan kita bahwa tidak ada malam yang berlangsung selamanya.
Pagi akan datang pada waktunya.
Karena itu jangan letakkan pengharapan kita pada hal-hal yang dapat berubah.
Karena. . . ,
Kesehatan bisa berubah.
Keuangan bisa berubah.
Manusia bisa berubah.
Keadaan bisa berubah.
Tetapi Tuhan tidak pernah berubah.
Orang yang menggantungkan hidupnya pada keadaan akan mudah goyah ketika keadaan berubah.
Namun orang yang berharap kepada Tuhan memiliki dasar yang tetap kokoh, sekalipun sedang melewati musim yang sulit.
Mungkin saat ini kita sedang berada dalam "malam" kehidupan.
Tetapi malam tidak selalu berarti Tuhan sedang menghukum atau meninggalkan kita.
Sering kali justru dalam malam itulah Tuhan membentuk iman, memurnikan hati, dan mengajarkan kita untuk bersandar sepenuhnya kepada-Nya.
Karena itu, jangan hanya memuji Tuhan ketika matahari terbit.
Belajarlah juga memuji Tuhan ketika matahari terbenam.
Jangan hanya percaya ketika doa dijawab.
Belajarlah tetap percaya ketika langit masih terasa sunyi.
Jangan hanya mencari Tuhan ketika semua sandaran lain hilang.
Berharaplah kepada Tuhan setiap hari, dalam setiap musim kehidupan.
Sebab Tuhan yang menyertai kita pada pagi hari adalah Tuhan yang sama yang memegang kita pada malam hari.
Dan suatu hari nanti, kita akan tiba pada pagi yang sempurna, tempat yang tidak lagi mengenal malam, air mata, ataupun kesedihan.
Sebelum hari itu tiba, tetaplah berharap kepada Tuhan.
Setiap hari.
Setiap musim.
Setiap keadaan.
Tuhan Yesus memberkati.