05/01/2026
๐๐๐ค๐ฎ๐ญ ๐๐ญ๐ฎ ๐๐จ๐ซ๐ฆ๐๐ฅ, ๐๐๐ซ๐ก๐๐ง๐ญ๐ข ๐๐ญ๐ฎ ๐๐๐ฌ๐๐ฅ๐๐ก
Yosua 1:9 โBukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.โ
Ayat ini tidak lahir dalam situasi yang aman. Yosua sedang berdiri di ambang masa depan yang besar dan penuh tantangan. Musa telah tiada. Tanggung jawab memimpin bangsa Israel kini ada di pundaknya. Tanah Perjanjian belum ditaklukkan, musuh masih ada, dan jalan ke depan belum jelas.
Namun di tengah ketidakpastian itu, Tuhan tidak memberikan peta lengkap tentang apa yang akan terjadi. Tuhan tidak menjelaskan semua detail perjalanan. Yang Tuhan tegaskan hanya satu hal: "penyertaan-Nya".
Sering kali kita menuntut kepastian sebelum melangkah. Kita ingin memahami hasilnya, menghitung risikonya, dan memastikan akhirnya.
Namun Tuhan tidak menjanjikan bahwa kita akan selalu mengerti.
Kepada Yosua dan kepada kita hari ini Tuhan berjanji satu hal yang lebih kuat dari sekedar mengerti: โAku akan menyertai engkau.โ
Iman sejati tidak dibangun di atas kejelasan keadaan, melainkan di atas kesetiaan Tuhan. Masa depan boleh tidak terlihat seutuhnya, rencana boleh berubah, tetapi Tuhan tetap sama: "setia dan dapat dipercaya".
Perintah Tuhan adalah: โkuatkan dan teguhkanlah hatimuโ
๐ Ini menunjukkan bahwa rasa takut itu nyata.
Dan Tuhan tidak menegur Yosua karena takut. Tuhan menguatkannya supaya ketakutan itu tidak menguasai langkahnya.
Demikian juga dengan kita. Takut bukan tanda kurang iman. Yang jadi masalah adalah ketika kita berhenti melangkah karena takut.
Hari ini Tuhan mengundang kita untuk berani percaya, tetap berjalan di jalan kemurahan-Nya meski hati masih gemetar.
Dengan satu janji yang sederhana namun kokoh: โTUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.โ
Bukan hanya di tempat aman, tetapi juga di medan yang asing. Bukan hanya saat berhasil, tetapi juga ketika gagal.
Di awal tahun, kita mungkin belum melihat jawabannya, belum melihat jalannya, bahkan belum melihat hasilnya. Tetapi kita melihat satu hal yang pasti: Tuhan ada bersama kita.
Masa depan tidak harus jelas agar kita bisa melangkah. Yang terpenting adalah memastikan siapa yang berjalan bersama kita. Selama Tuhan menyertai, kita tidak berjalan sendirian.
Mari melangkah dengan iman, bukan karena kita kuat, tetapi karena Tuhan setia.
Bahwa masa depan tidak terlihat seutuhnya, tetapi kuasa penyertaan Tuhan konstan. Amin.