RUMAH AMAL Daarul Ihya Pontianak

RUMAH AMAL Daarul Ihya Pontianak Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from RUMAH AMAL Daarul Ihya Pontianak, Religious organisation, Pontianak.

22/12/2024

Masjid Daarul Ihya Ponpes Habib Sholeh Al Hadad Sei Ambawang Pontianak 2024

29/12/2021

🕋
10 Cara Rasulullah SAW menjemput Rahmat Allah SWT

Suatu hari Baginda Nabi Muhammad SAW didatangi Jibril, kemudian berkata, “Wahai Muhammad, ada seorang hamba Allah yang beribadah selama 500 tahun di atas sebuah bukit yang berada di tengah-tengah lautan. Di situ Allah SWT mengeluarkan sumber air tawar yang sangat segar sebesar satu jari, di situ juga Allah SWT menumbuhkan satu pohon delima, setiap malam delima itu berbuah satu delima.

Setiap harinya, hamba Allah tersebut mandi dan berwudhu pada mata air tersebut. Lalu ia memetik buah delima untuk dimakannya, kemudian berdiri untuk mengerjakan shalat dan dalam shalatnya ia berkata: “Ya Allah, matikanlah aku dalam keadaan bersujud dan supaya badanku tidak tersentuh oleh bumi dan lainnya, sampai aku dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan bersujud”.

Maka Allah SWT menerima doa hambanya tersebut. Aku (Jibril) mendapatkan petunjuk dari Allah SWT bahwa hamba Allah itu akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan bersujud. Maka Allah SWT menyuruh: “Masukkan hamba-Ku ini ke dalam surga karena rahmat-Ku”. Akan tetapi, hamba tersebut berkata: “Ya Allah, masukkan aku ke dalam surga karena amal ibadahku”.

Maka Allah SWT menyuruh lagi: “Masukkan hamba-Ku ini ke dalam surga karena rahmat-Ku”. Akan tetapi, hamba tersebut berkata lagi: “Ya Allah, masukkan aku ke dalam surga karena amal ibadahku”. Untuk yang ketiga kalinya Allah SWT menyuruh lagi: “Masukkan hamba-Ku ini ke dalam surga karena rahmat-Ku”. Akan tetapi, hamba tersebut pun berkata lagi: “Ya Allah, masukkan aku ke dalam surga karena amal ibadahku”.

Maka Allah SWT menyuruh malaikat agar menghitung seluruh amal ibadahnya selama 500 tahun dengan nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya. Setelah dihitung-hitung ternyata kenikmatan Allah SWT tidak sebanding dengan amal ibadah hamba tersebut selama 500 tahun. Maka Allah SWT berfirman: “Masukkan ia ke dalam neraka”. Maka ketika malaikat akan menariknya untuk dijebloskan ke dalam neraka, hamba tersebut berkata lagi: “Ya Allah, masukkan aku ke dalam surga karena rahmat-Mu. (HR Sulaiman Bin Harom, dari Muhammad Bin Al-Mankadir, dari Jabir RA).

_Dari kisah di atas, jelaslah bahwa seseorang bisa masuk surga karena rahmat Allah SWT_, bukan karena banyaknya amal ibadah. Lantas muncul pertanyaan, bagaimana dengan amal ibadah yang kita lakukan setiap hari, seperti shalat, zakat, sedekah, puasa, dan amalan-amalan lainnya tidak ada arti?
_Jangan salah persepsi_.
Sungguh, tidak ada amal ibadah yang sia-sia, amal ibadah adalah sebuah proses atau alat untuk menjemput rahmat Allah SWT. Karena rahmat Allah tidak diobral begitu saja kepada manusia. Akan tetapi, harus diundang dan dijemput.

Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya beberapa cara agar rahmat Allah itu bisa diraih.

Pertama
berbuat ihsan dalam beribadah kepada Allah SWT dengan menyempurnakan ibadah kepada-Nya dan merasa diperhatikan (diawasi) oleh Allah.
(QS al-A'raf [7]: 56)

Kedua
bertakwa kepada-Nya dan menaati-Nya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya
(QS al-A'raf [7]: 156-157).

Ketiga
kasih sayang kepada makhluk-Nya, baik manusia, binatang. maupun tumbuhan.

Keempat
beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah (QS al-Baqarah [2]: 218).

Kelima
mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menaati Rasulullah SAW (QS an-Nur [24]: 56).

Keenam
berdoa kepada Allah SWT untuk mendapatkannya dengan bertawasul dengan nama-nama-Nya yang Mahapengasih (ar-Rahman) lagi Maha penyayang (ar-Rahim). Firman Allah SWT, “Wahai Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).” (QS al-Kahfi [18]: 10).

Ketujuh
membaca, menghafal, dan mengamalkan Alquran (QS al-An'am [6]: 155).

Kedelapan
mentaati Allah SWT dan Rasul-Nya (QS Ali Imran [6]: 132).

Kesembilan
mendengar dan memperhatikan dengan tenang ketika dibacakan Alquran (QS al-A'raf [7]: 204).

Kesepuluh
memperbanyak istigfar, memohon ampunan dari Allah SWT.
Firmannya,
“Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat.” (QS an-Naml [27]: 46).
🤲🙏🕋
IG

10/11/2021
18/10/2021
Rasulullah menganjurkan untuk memperbanyak doa di waktu sujud. Pasalnya, sujud adalah waktu di mana Allah dan seorang ha...
20/09/2021

Rasulullah menganjurkan untuk memperbanyak doa di waktu sujud. Pasalnya, sujud adalah waktu di mana Allah dan seorang hamba begitu dekat. Anjuran ini tentu saja berlaku bagi orang yang shalat sendiri, bukan bagi imam dalam shalat berjamaah.
Anjuran ini tercatat dalam hadits sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

Artinya :, “Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, ‘Momentum terdekat seorang hamba dan Tuhannya adalah ketika sujud. Oleh karena itu, perbanyaklah doa saat itu,’” (HR Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i).

Siapa sih yang tidak menginginkan pahala yang terus mengalir tanpa henti, bahkan mengalir terus sampai kita sudah mening...
18/09/2021

Siapa sih yang tidak menginginkan pahala yang terus mengalir tanpa henti, bahkan mengalir terus sampai kita sudah meninggal dunia nanti. Semua orang tentunya mengharapkan hal tersebut, karena itulah salah satu pahala yang nantinya akan membantu manusia mendapatkan pertolongan dari Allah saat hidup di dunia maupun di akhirat kelak. Salah satu cara untuk mendapatkannya adalah dengan berwakaf.

*Pengertian Wakaf*
Wakaf adalah ibadah mulia yang bisa dilaksanakan oleh kaum muslimin, terlebih jika yang mendapatkan manfaatnya adalah orang-orang muslim yang kemudian mendoakan para pemberinya. Salah satu wakaf yang ringan dan bisa ditunaikan oleh umat muslim adalah wakaf Al-Quran.
Wakaf Al-Quran merupakan salah satu amal jariyah dan akan menjadi sumber pahala yang Insya Allah terus mengalir bagi orang-orang yang melaksanakannya. Hanya dengan wakaf Al-Quran untuk masjid dan diniatkan karena Allah, selama masih ada orang yang membacanya, maka setiap bacaan juga akan menjadi pahala yang terus mengalir bagi orang yang mewakafkan Al-Quran tersebut.

*Wakaf Alquran Termasuk dalam Amal Jariyah*
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang shalih”. (HR. Muslim no. 1631)

Sedekah jariyah yang dimaksud adalah perbuatan baik yang manfaatnya dapat terus dirasakan seperti wakaf tanah dan wakaf Al-Quran.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
“Sesungguhnya yang didapati oleh orang yang beriman dari amalan dan kebaikan yang ia lakukan setelah ia mati adalah:
(1) Ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan.
(2) Anak soleh yang ia tinggalkan.
(3) Mushaf Al-Qur’an yang ia wariskan.
(4) Masjid yang ia bangun.
(5) Rumah bagi ibnu sabil (musafir yang terputus perjalanan) yang ia bangun
(6) Sungai yang ia alirkan.
(7) Sedekah yang ia keluarkan dari harta ketika ia sehat dan hidup. Semua itu akan dikaitkan dengannya setelah ia mati.”
(HR. Ibnu Majah no. 242)

Dari dua hadis di atas sudah menjelaskan bagaimana amal jariyah yang dilakukan oleh manusia akan menjadi sumber pahala yang terus mengalir, dan salah satu di antaranya adalah dengan wakaf Al-Quran.
🙏

Bersedekah merupakan hal yang sangat dianjurkan oleh agama kita. Banyak sekali keutamaan bagi ‎orang-orang yang mau memb...
17/09/2021

Bersedekah merupakan hal yang sangat dianjurkan oleh agama kita. Banyak sekali keutamaan bagi ‎orang-orang yang mau memberi sedekah. Allah telah menjanjikan balasan bagi mereka yang gemar ‎bersedekah yang terdapat pada hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
‎ اليَدُ العُلْيَا خَيْرٌ مِنَ اليَدِ السُّفْلَى، فَاليَدُ العُلْيَا: هِيَ المُنْفِقَةُ، وَالسُّفْلَى: هِيَ السَّائِلَةُ
“Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah orang yang ‎memberi dan tangan yang dibawah adalah orang yang meminta.” (HR. al-Bukhari no.1429 dan Muslim ‎no.1033).‎
Sedekah merupakan bukti kejujuran iman seseorang, karena sedekah identik dengan orang yang ‎pemurah dan s**a memberi. Bagaimana bisa? Orang yang bersedekah akan rela memberikan ‎apa yang mereka punya serta mengikhlaskan apa yang mereka usahakan dengan tenaga dan ‎waktunya. Berkata Abu Malik al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,‎
‎وَالصَّلَاةُ نُورٌ، وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ، وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ
‎”Shalat adalah cahaya, sedekah merupakan bukti nyata, sabar itu sinar panas, sementara Al-Quran bisa ‎menjadi pembelamu atau sebaliknya, menjadi penuntutmu.” (HR. Muslim 223).‎
Sedekah tidak harus berupa ‎harta atau uang. Ada sedekah yang sangat mudah untuk kita lakukan, tanpa perlu banyak mengeluarkan ‎tenaga. Sedekah itu ialah “senyuman” Hanya dengan sedikit ‎saja menarik wajah dan bibir sehingga menciptakan sebuah senyuman yang indah dan manis. ‎Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
‎تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ
‎“Senyummu terhadap wajah saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi 1956, ia berkata: “Hasan ‎gharib”. Dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Targhib).‎
Kalaupun kita sulit untuk memberikan senyuman, janganlah sampai menampakkan wajah yang masam ‎dan sinis. Tampilkan wajah yang indah, menyenangkan, dan menenangkan untuk dipandang, karena ‎menampakkan keceriaan wajah kepada saudara kita akan mendapatkan pahala sama seperti ‎pahala orang yang bersedekah. (Lihat kitab Tuhfatul ahwadzi 6/75-76). Rasulullah shallallahu ‘alaihi ‎wa sallam bersabda,‎
‎لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْق
‎“Janganlah engkau meremehkan kebaikan sekecil apapun, walaupun itu berupa cerahnya wajahmu ‎terhadap saudaramu.” (HR. Muslim no. 2626).‎
Selain memberikan senyuman, alangkah lebih indah dan mulia apabila dibarengi dengan ‎mengucapkan salam ketika bertemu sesama muslim. Ucapan salam merupakan sapaan terbaik ‎dari pada ucapan-ucapan yang lain, seperti ucapan yang dianggap lebih gaul dan yang lagi tren saat ‎ini. karena ucapan salam merupakan doa untuk orang lain. Dengan salam berarti kita mendoakan ‎keselamatan baginya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,‎
‎‎ لَا تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا، أَفَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى أَمْرٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ
“Tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan kalian tidak dikatakan beriman hingga kalian ‎saling mencintai. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang jika dilakukan akan membuat kalian saling ‎mencintai? Sebarkan salam diantara kalian.” (HR. Muslim, no.54).‎
Ucapan salam selain mengandung doa juga akan memberikan banyak manfaat. Dengan ‎mengucapkan salam maka dapat menumbuhkan rasa cinta. Bukan cinta karena nafsu, ‎melainkan cinta karena agama dan cinta karena Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),
‎‎“Sembahlah Ar-Rahman semata, berikanlah makan (kepada yang membutuhkan), tebarkanlah ‎salam, maka engkau akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad 981, ‎Ibnu Majah 3694, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah,2/115).

Address

Pontianak

Opening Hours

Monday 08:00 - 21:00
Tuesday 08:00 - 21:00
Wednesday 08:00 - 21:00
Thursday 08:00 - 21:00
Friday 08:00 - 21:00

Telephone

+6281348068533

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when RUMAH AMAL Daarul Ihya Pontianak posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share