21/12/2023
Mengapa mereka yg menamakan diri "Hamba Tuhan " Ini tidak meluruskan kekeliruan jemaat.
Malah mereka memanfaatkan, menikmati kekeliruan yg terjadi.
Berbeda dengan Petrus, Paulus dan para Rasul yg menolak untuk dihormati, justru mereka² ini lupa diri, haus penghormatan.
Bukankah mereka "hamba Tuhan"?
Berikan kepada Tuhan penghormatan dan pengagungan dari jemaat, kembalikan ke Tuhan.
Ada kalanya manusia/ jemaat yg terbatas ini hanya dapat memahami bahwa pekerjaan mulia dan kuasa itu terjadi karena dan melalui manusia yg bisa dilihatnya; dalam hal ini seharusnya mereka² yg mengaku hamba Tuhan inilah yg menjelaskan kebenarannya, bahwa mereka hanyalah hamba, tidak perlu diberikan penghormatan apapun, dalam bentuk apapun.
Ingatlah, Hai "hamba Tuhan" kita ini hamba.
Kata Ibrani `eyed, 'budak, hamba, pelayan'. Artinya, seseorang bekerja untuk keperluan orang lain, untuk melaksanakan kehendak orang lain (G. A Smith). Ia pekerja, yg menjadi milik tuannya (Zimmerli).
Dalam Perjanjian Baru, kata Yunani yang digunakan Paulus untuk “hamba” adalah doulos yang memiliki arti “budak” baik secara tidak sukarela (belian) maupun sukarela.”
Merujuk kepada surat-surat yang ditulis Paulus dapat diketahui bahwa Paulus menjelaskan, dirinya adalah hamba Tuhan yg tidak menggunakan kesempatan dan kekeliruan dari jemaat untuk digunakan sebagai kesempatan untuk dihormati. Beberapa kali itu terjadi dalam pelayanan nya. Dia tahu seluruh hidupnya harus total dalam ketaklukan dan ketaatan penuh kepada Yesus Kristus. Paulus menyadari bahwa sebagai hamba Yesus Kristus, maka ia harus mentaati Tuannya.
Melihat Fenomena saat ini, sudah lebih cocok kita pakai istilah "pejabat Tuhan" untuk mereka² yg mengaku hamba Tuhan tetapi bermental pejabat duniawi, pejabat publik.
Sejatinya hamba Tuhan, tidak menerima penghormatan dari jemaat, karena dia hanyalah hamba, penghormatan yg diberikan kepadanya harus ditolak, diluruskan, bahwa dia tidak patut menerima itu, karena dia hanyalah hamba.
Namun sekarang ini, para hamba ini telah menempatkan dirinya sebagai penerima bagian yg patutnya diberikan kepada TUHAN.
Malaikat dalam Wahyu 22 tidak mau mencuri kehormatan dan kemuliaan Tuhan, jelas dia berkata: janganlah berbuat begitu, aku ini hamba Tuhan.
Sebagai manusia biasa, Yohanes jujur dia pun tersungkur di depan malaikat yg hebat itu.
Nah, jikalau jemaatmu kagum, terpesona bahkan tersungkur karena perbuatan TUHAN yg besar dilakukan Tuhan melalui dirimu;
Harusnya engkaupun meluruskan kekeliruan itu dengan berkata, "jangan begitu, aku hanya hamba Allah"