Surau Nurul Azhar

Surau Nurul Azhar Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Surau Nurul Azhar, Mosque, Pekanbaru.

Anjuran Mengucapkan Sayyidina kepada Rasululullah SAW, Keluarga dan Sahabatnya(Wa dari Ustad Muhammad Karim pukul 00.18)...
18/04/2024

Anjuran Mengucapkan Sayyidina kepada Rasululullah SAW, Keluarga dan Sahabatnya

(Wa dari Ustad Muhammad Karim pukul 00.18)

Rasulullah saw sebagai manusia paling terhormat layak disebut dengan cara yang paling terhormat p**a, jika kita menyebut pak atau ibuk untuk menghormati orang lain, maka Rasulullah saw lebih layak dipanggil dengan sayyidina. Lihatlah bagaimana Allah swt menegaskan hal ini:

لِّتُؤْمِنُوا بِالله وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا [الفتح : 9]

Supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan menguatkan agama-Nya dan membesarkan-Nya dan supaya kalian bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang (QS. Al Fath: 9)

Lafadz
وَتُوَقِّرُوهُ
Pada ayat ini secara harfiah bermakna "supaya kalian mengagungkan Allah atau Rasul-Nya". (Lihat Tafsir Jalalain)

Lebih jelas dalam kitab fathul qodir, Imam As-Syaukani menyebutkan bahwa makna dari وتوقروه yaitu:
تعظموه وتسودوه
Supaya kalian membesarkan dan memberikan penghormatan (bersiyadah) kepada Nabi Muhammad SAW.

Ini didukung dari sabdanya:
أنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَوَّلُ مَنْ يَنْشَقُّ عَنْهُ الْقَبْرُ وَأَوَّلُ شَافِعٍ وَأَوَّلُ مُشَفَّعٍ

Saya adalah sayyid (penghulu) anak Adam pada hari kiamat. Orang pertama yang bangkit dari kubur, orang yang pertama memberikan syafa’at dan orang yang pertama kali diberi hak untuk memberikan syafa’at. (HR. Muslim)

Bagaimana dengan keluarganya (Alu Bait)?

Sahabat Abu Huairah ra pernah memanggil Imam Hasan bin Ali ra dengan panggilan "Yaa Sayyidi". Lalu dia ditanya:
تقول يا سيدي ؟
Kamu mengucapakan panggilan Yaa Sayyidi?

Kemudian ia menjawab:
إني سمعت رسول الله يقول: إنه لَسَيِّدٌ
Sungguh aku telah mendengar Rasulullah saw mengatakan "Sesungguhnya dia adalah seorang Sayyid. (HR. An-Nasa'i)

Apakah ada anjuran mengucapkan sayyid kepada sahabatnya?

Sayyiduna Umar Ibn Khattab ra mengucapan "Sayyiduna" kepada Sahabat Abu Bakar ra dan Sahabat sayyiduna Bilal ra,
أبو بَكْرٍ سَيِّدُنَا وَأَعْتَقَ سَيِّدَنَا
Abu Bakar itu Sayyiduna dan ia telah memerdekakan Sayyiduna (Bilal). (HR: Bukhari)

Syekh Ali Jum'ah mengatakan:
فإطلاق السيادة على أهل البيت وأولياء الله الصالحين أمر مشروع ، بل هو مطلوب شرعا لما فيه من حسن الأدب معهم والتوقير والإجلال لهم

Maka mengucapkan Siyadah kepada Ahlul Bait, kekasih-kekasih Allah, orang-orang sholeh suatu perkara yang disyaria'atkan, bahkan dituntut oleh syara', karena hal tersebut bagian dari adab yang baik, penghormatan dan pengagungan kepada mereka.

Lebih lengkap lihat: kitab Syekh Ali Jum'ah, Fatawa Al-Baiti Al-Muslim, Halaman 420-423.

Semoga kedepannya tidak ada lagi kita mendengar para muballigh menyebut nama Sahabat Nabi dengan panggilan yang tidak baik dan memberi bumbuh-bumbuh cerita yang kurang sedap.

Qadha Shalat Orang Yang Sudah Meninggalمن مات وعليه صلاة فرض لم تقض ولم تفد عنه، وفي قول: إنها تفعل عنه، أوصى بها أم لا،...
21/10/2023

Qadha Shalat Orang Yang Sudah Meninggal

من مات وعليه صلاة فرض لم تقض ولم تفد عنه، وفي قول: إنها تفعل عنه، أوصى بها أم لا، حكاه العبادي عن الشافعي لخبر فيه، وفعل به السبكي عن بعض أقاربه

Orang yang sudah meninggal dan memiliki hutang shalat wajib tidak diwajibkan qadha dan tidak p**a bayar fidyah. Menurut satu pendapat. Dalam pendapat lain dianjurkan qadha’, baik diwasiatkan maupun tidak, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-‘Abadi dari Imam As-Syafi’i karena ada hadis mengenai persoalan ini. Bahkan, As-Subki melakukan (qadha shalat) untuk sebagian sanak-familinya.

Sumber: Fathul Muin

Qadha Shalat Bagi Si Murtadإنما تجب المكتوبة أي الصلوات الخمس على كل مسلم مكلف أي بالغ عاقل ذكر أو غيره طاهر فلا تجب على...
18/10/2023

Qadha Shalat Bagi Si Murtad

إنما تجب المكتوبة أي الصلوات الخمس على كل مسلم مكلف أي بالغ عاقل ذكر أو غيره طاهر فلا تجب على كافر أصلي وصبي ومجنون ومغمى عليه وسكران بلا تعد لعدم تكليفهم ولا على حائض ونفساء لعدم صحتها منهما ولا قضاء عليهما بل تجب على مرتد ومتعد بسكر

Bahwasanya shalat fardlu diwajibkan bagi semua kaum muslim yang mukallaf, dalam arti baligh dan berakal, baik lelaki maupun perempuan yang dalam keadaan suci. Maka shalat tidak wajib dilakukan oleh orang kafir asli, anak-anak, orang gila, ayan, dan mabuk yang tak disengaja, karena hilangnya sifat taklif dari mereka, juga bagi orang yang haid, dan nifas karena mereka berdua tidak sah melaksanakan shalat, dan mereka tidak wajib meng-qadla-nya, berbeda dengan orang murtad dan orang yang sengaja mabuk, mereka wajib qada shalat yang ditinggalkan

Sumber: Fathul Muin

Jama’ Taqdim Shalat Jum’at dengan AsharBoleh bagi seorang musafir menjama’ taqdim shalat jum’at dengan Ashar, pendapat i...
13/10/2023

Jama’ Taqdim Shalat Jum’at dengan Ashar

Boleh bagi seorang musafir menjama’ taqdim shalat jum’at dengan Ashar, pendapat ini senada dengan apa yang disampaikan Imam Ar Rafi’I, An Nawawi dan lainnya.

Sumber: Fatawa Al Azra'i

Darurat harus baca Al Qur'an padahal lagi junub, apa yang harus dilakukan?يحرم تلاوة القرآن للجنب ، فان اضطر كأن كان في ...
12/10/2023

Darurat harus baca Al Qur'an padahal lagi junub, apa yang harus dilakukan?

يحرم تلاوة القرآن للجنب ، فان اضطر كأن كان في حالة نقاش مع أجنبي وكان جنبا ، فينوى الذكر ، أو الدعاء ، عملا بالمذهب المالكي

Haram membaca Al Qur'an saat junub, namun jika dalam keadaan darurat seperti orang yang sedang berdebat, penting baginya membaca Al Qur'an, maka niatkanlah zikir atau doa, mengikuti mazhab Maliki.

Sumber:
Fatawa Al Ashr, Wahbah Al Zuhaili

S: Apakah Mani Suci?J: Suci menurut Mazhab Syafi'i, karena mani asal manusia, sedangkan menurut Mazhab Hanafi mani itu n...
12/10/2023

S: Apakah Mani Suci?
J: Suci menurut Mazhab Syafi'i, karena mani asal manusia, sedangkan menurut Mazhab Hanafi mani itu najis

Sumber:
Fatawa Al Ashr, Dr. Wahbah Al Zuhaili

Nama lain Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallamBanyak ulama menyebutkan angka yang berbeda sesuai dengan tela'ah ya...
29/09/2023

Nama lain Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam

Banyak ulama menyebutkan angka yang berbeda sesuai dengan tela'ah yang mereka lakukan, di antaranya Ibnu Dahiah menyimpulkan dari perkataan Al Hafizh As Sakhawi dalam Al Qawlul Badi', Qadhi Iyadh dalam Asy Syifa, Ibnul Arabi dalam Al Qubs dan Al Ahkam, begitu juga dengan Ibnu Sayyidinnas dan ulama lainnya, jumlah nama lain Nabi itu mencapai 400. Selain itu, kita juga menemukan ulama lainnya yang menyimpulkan lebih dari itu.

Ucapan “Taqabballallahu minkum” setelah ShalatDiringkas dari fatwa Dar al-Ifta’ al-MashriyahUcapan ini biasa kita ucapka...
25/09/2023

Ucapan “Taqabballallahu minkum” setelah Shalat
Diringkas dari fatwa Dar al-Ifta’ al-Mashriyah

Ucapan ini biasa kita ucapkan setelah shalat dengan lafaz “Taqabbalallahu minna wa minkum”. Kalimat ini jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maknanya “semoga Allah menerima darimu”. Menerima yang dimaksud dalam ucapan ini amal ibadah yang dikerjakan. Ucapan ini merupakan do’a yang jika diucapkan setelah shalat maknanya “semoga Allah menerima shalatmu, zikirmu dan ibadah yang baru saja dilakukan”.

Ucapan ini tentu saja do’a yang disunnahkan sebagaimana sunnah membaca doa lainnya. berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ (غافر: 59)
Dan Tuhanmu berfirman, Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (QS. Ghafir: 59)

Dalam ayat lainnya disebutkan:
ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً (الأعراف: 55)
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut (QS. Al-A’raf: 55)

Dalam Hadis yang diriwayatkan oleh An-Nu’man bin Basyir ra Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ الدُّعَاءَ هُوَ الْعِبَادَةُ
Do’a adalah Ibadah
(HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, Ibnu Majah, Ahmad Abu Daud, Ath-Thabrani. Dishahihkan oleh al-Hakim dalam al-Mustadrak)

Ayat dan hadis di atas menunjukkan perintah berdo’a tanpa ada ketentuan waktu dan tempat termasuk di antaranya berdo’a setelah shalat. Lebih dari itu, doa yang dibaca setelah shalat terdapat perintah khusus sebagaimana yang dapat difahami dari ayat berikut:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللهَ (النساء: 103)
Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah (QS. Annisa: 103)

Dalam Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Umamah ra, ia mengatakan:

قيل: يا رسول الله، أي الدعاء أسمع؟ قال: جَوْفَ اللَّيْلِ الآخِرِ، وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ (أخرجه الترمذي وحسَّنه، والنسائي في السنن الكبرى)

Ada yang berkata: Ya Rasulullah. Do’a apa yang paling didengar? Rasulullah saw menjawab: doa di tengah malam terkahir, dan doa setelah shalat-shalat wajib. (HR. At-Turmuzi & An-Nasa’i)

Adapun Redaksi do’a “taqabbalallahu minna wa minkum” dapat kita temukan dalam beberapa ayat, di antaranya do’a Nabi Ibrahim alaihissalam:

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (البقرة: 127)

Ibnu Hajar al-Asqallani dalam kitab “Juz’un fi al-Tahin’at fi al-A’dyad” mengatakan:

وقد ورد في خصوص "تقبَّل الله" دليل قوي لمشروعيَّةِ ذلك لمن فعل مأموراته أن يسأل الله تعالى يتقبل الله منه ذلك، وهو ما حكى الله تعالى عن خليله إبراهيم عليه السلام وولده حين بنيا الكعبة؛ حيث قال: وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ..

Terdapat kekhususan ucapan “taqabbalallahu” pada dalil yang kuat dalam penysariatannya. Ucapan ini dibaca untuk orang yang mengerjakan perintah-perintah Allah agar Ia menerimanya. Dan ini ada dalam kisah khalilullah Ibrahim alaihissalam dan anaknya ketika selesai membangun Ka’bah dalam surat al-Baqarah ayat 127 di atas.

Juga ditemukan dalam do’a Sayyidah Maryam alaihassalam:
إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (آل عمران: 35)

Dengan demikian disimpulkan bahwa kata taqabbalallahu minna wa minkum setelah kegiatan bermakna mendoakan agar ibadahnya diterima
Mendoa’akan orang setelah ibadah adalah kebiasaan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Tercatat bahwa Nabi mendoakan orang yang selesai melaksanakan ibadah Haji dan orang yang baru berbuka dari puasanya, begitup**a orang yang taubat dari dosanya. Di antaranya dalam Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu radhiallahu anhuma ia menceritakan bahwa ada anak muda yang akan melaksanakan ibadah haji datang kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Sambil berjalan Nabi mendoakannya:

يَا غُلَامُ، زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى، وَوَجَّهَكَ الْخَيْرَ، وَكَفَاكَ الْهَمَّ
Wahai anak muda, semoga Allah menambahkan ketaqwaan untukmu, mengarahkanmu pada kebaikan, dan menjauhimu dari hal yang menyusahkan

Tatkala anak muda itu p**ang dari hajinya, ia mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam, lalu Nabi mengangkat kepala dan mendoakannya:

يَا غُلَامُ، قَبِلَ اللهُ حَجَّكَ، وَكَفَّرَ ذَنْبَكَ، وَأَخْلَفَ نَفَقَتَكَ (أخرجه الإمام الطَّبراني في "الكبير" و"الأوسط"، والإمام ابن السني في "عمل اليوم الليلة)

Wahai anak muda; Allah menerima hajimu, menghapus dosamu dan mengganti hartamu. (HR. Ath-Thabrani dan Ibnu as-Sinni)

Dalil lainnya dikiaskan dari sunnahnya mengucapkan “taqabbalallahu minkum” di hari raya. Ucapan ini juga pop**ar dibaca di hari raya sejak dari zaman Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan sahabat dilanjutkan ke tabi’in dan salafussaleh. Khalid bin Ma’dan menceritakan:

لقيت واثلة بن الأسقع رضي الله عنه في يوم عيد، فقلت: تقبل الله منا ومنك، فقال: نعم، تقبل الله منا ومنك، قال واثلة: لقيت رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم يوم عيدٍ، فقلت: تقبل الله منا ومنك، قال: «نَعَمْ، تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكَ» أخرجه الطبراني في "المعجم الكبير" و"الدعاء"، والبيهقي في "السنن الكبرى

Aku bertemu dengan Watsilah bin al-Asqa’ radhiallahu anhu pada hari raya. Lalu aku ucapkan “taqabbalallahu minna wa minka”. Lalu ia mengatakan: iya, taqabbalallahu minna wa minka”. Lalu Watsilah mengatakan lagi: aku bertemu dengan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pada hari raya. Lalu aku katakana padanya taqabbalallahu minna wa minka. Ia menjawab: na’am, taqabbalallahu minna wa minka. (HR. Ath Thabrani dan Al-Baihaqi)
Ucapan ini sudah biasa di kalangan sahabat yang kemudian dilanjutkan oleh tabi’in dan salafussaleh setelahnya. Selain itu, kalimat ini juga dianjurkan ketika selesai shalat jum’at. Hal ini dapat kita temukan dalam Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiallahu anhu. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ لَقِيَ أَخَاهُ عِنْدَ الِانْصِرَافِ مِن الْجُمُعَةِ فَلْيَقُلْ: تَقَبَّلُ اللهُ مِنَّا وَمِنْكَ؛ فَإِنَّهَا فَرِيضَةٌ أَدَّيْتُمُوهَا إِلَى رَبِّكُمْ عَزَّ وَجَلَّ. رواه الحافظ أبو نعيم في "تاريخ أصبهان" والديلمي في "مسند الفردوس
Bara
ngsiapa yang berjumpa dengan saudaranya ketika beranjak dari shalat jum’at maka ucapkanlah “taqabbalallahu minna wa minka” karena itu adalah kewajiban yang kamu tunaikan kepada Tuhanmu azza wa jalla (HR. Abu Nu’aim & Al-Dailami)

Riwayat-riwayat ini menunjukkan bahwa do’a yang diucakan seorang muslim untuk saudaranya setelah melaksanakan shalat agar ibadah mereka diterima merupakan perkara yang dianjurkan dalam syari’at. Jika ibadah hari raya, haji dan shalat jum’at dianjurkan maka ini menunjukkan bahwa pada shalat-shalat fardhu lebih dianjurkan karena shalat-shalat fardhu merupakan ibadah yang paling agung dan paling penting didoakan agar diterima Allah.

Syarat Memberi Fatwaشروط المفتىومن شروط المفتي : أن يكون عالما بالفقه أصلا وفرعا ، خلافا ومذهبا . وأن يكون كامل الآلة في...
24/09/2023

Syarat Memberi Fatwa
شروط المفتى

ومن شروط المفتي : أن يكون عالما بالفقه أصلا وفرعا ، خلافا ومذهبا . وأن يكون كامل الآلة في الإجتهاد ، عارفا بما يحتاج إليه في إستنباط الأحكام من النحو واللغة ومعرفة الرجال وتفسير الآيات الواردة في الأحكام والأخبار الواردة فيها.

Di antara syarat m***i (orang yang mengeluarkan farwa) adalah sebagai berikut:

1. Alim (mengetahui secara mendalam) ilmu fikih, baik usul maupun furu'nya, dan mengetahui p**a perbedaan pendapat serta pendapat yanh mewakili mazhab

2. Memiliki perangkat ilmu yang dibutuhkan dalam ijtihad (yaitu; kaedah-kaedah ushul fikih)

3. Menguasai ilmu-ilmu yang mendukung istinbath seperti Ilmu Nahu, Bahasa Arab, Tokoh Ulama, Tafsir maupun Hadis yang bersinggungan dengan hukum.

Tiga hal ini merupakan kategori umum yang harus dimiliki seseorang agar bisa berfatwa. Jika tidak, jangan katakan pendapat kita sebagai fatwa tapi katakanlah "pendapat saya".

Lihat: Syarah Al Waraqat

Berdiri Menyambut Kehadiran SyaikhSebagian Guru tidak s**a melihat muridnya berdiri menyambut kedatangannya karena ketaw...
23/09/2023

Berdiri Menyambut Kehadiran Syaikh

Sebagian Guru tidak s**a melihat muridnya berdiri menyambut kedatangannya karena ketawadu’an merasa tak pantas dihormati. Namun, di sisi lain sang murid ingin menunjukkan rasa hormat kepada sang guru. Dua hal ini selalu menjadi hal indah dalam majlis ilmu.

Pada dasarnya berdiri menghormati orang yang layak dimuliakan bukanlah hal tang tercela. diriwayatkan bahwa Sayyidah Fathimah berdiri menyambut kehadiran ayahanda Rasulullah saw:

وكانت السيدة فاطمة الزهراء رضي الله عنها إذا دخلت على النبي صلى الله عليه وسلم قام إليها فقبها وأجلسها في مجلسه ، وكان النبي صلى الله عليه وسلم إذا دخل عليها قامت من مجلسها فقبلها وأجلسته في مجلسها (رواه أبو داود والترمذي عن السيدة عائشة رضي الله عنها)

Apabila Sayyidah Fathimah Az Zahra radhiallahu anha datang, maka Rasulullah saw berdiri dan mempersilahkannya duduk di majlisnya. Begitu p**a sebaliknya jika Rasulullah saw datang maka Sayyidah Fathimah Az Zahra’ radhiallahu anha berdiri dan mencium tangannya dan mempersilahkannya duduk di majlisnya. (HR. Abu Daud, Turmuzi dari Sayyidah Aisyah radhiallahu anha)

Imam An Nawawi membuat tulisan khusus dalam bab ini yang diberi judul
الترخيص بالقيام لذوى الفضل والمزية

Dalam muqddimahnya mengatakan:
فإن الله تعالى أمر باللطف بالمسلمين وإكرام أهل العلم والورع والدين، فقال تعالى : واخفض جناحك للمؤمنين (الحجر: ٨٩) ومن اللطف بهم والإكرام أن يحترم بإلانة القول لهم والقيام ، لا على طريق الرياء والإعظام بل على ما ذكرناه من التكرم والاحترام.

Sesungguhnya Allah memberintakan hambanya berbuat santun terhadap kaum muslimin dan memuliakan ahlul ilmi dan wara’. Berdasarkan firman Allah: dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang beriman (QS. Al-Hijr: 89). Di antara bentuk kesantunan dan kemuliaan itu menghormati mereka dengan bahasa yang santun dan berdiri, bukan atas dasar riya akan tetapi dalam rangka pemuliaan dan penghormatan.

Berdo'a Di Samping Kuburan Orang solehQuburiyun (para penyembah kubur), itulah celaan yang dilontarkan kaum akal pendek ...
08/09/2023

Berdo'a Di Samping Kuburan Orang soleh

Quburiyun (para penyembah kubur), itulah celaan yang dilontarkan kaum akal pendek terhadap mereka yang menyengajakan diri pergi ke kuburan orang soleh dan berdoa di tempat tersebut.

Perlu diketahui bahwa menurut para Ulama ahlussunnah wal jamaah masalah ini masuk dalam bab "berdo'a di tempat yang diberkahi", dengan keyakinan mencucurnya rahmat dari Allah di tempat tersebut. Jadi, persepsi berbeda antara penuduh dan pelaku menyebabkan beda hukum. Si penuduh menganggapnya meminta ke isi kubur, sedangkan pelaku hanya memilih tempat yang diberkahi agar doa lebih dikabulkan.

Mengapa kuburan orang-orang soleh diyakini keberkahannya? karena di tempat itu kekasih Allah dikebumikan. Imam Al Hafizh Adz Dzahabi menggolongkan kuburan orang Soleh sebagai tempat yang mustajab. Ini terlihat ketika ia menjelaskan biograpi Sayyidah Nafisah:

الدعاء مستجاب عند قبرها ، بل وعند قبور الأنبياء والصالحين....

Doa dikabulkan di kuburannya, sebagaimana dikabulkan di kuburan para Nabi dan orang-orang Soleh. (Siyar A'lam An Nubala'). Tidak hanya ini, Adz Dzahabi juga memberikan komentar yang sama terhadap beberapa kuburan orang soleh lainnya.

Pendapat yang sama juga dapaat ditemukan dari Ibrahim Al Harbi, seorang Ulama hadis yang mengomentari kuburan Al Karkhi:

قبر معروف الترياق المجرب

Kuburan yang dikenal penawar yang mujarab

Catatan; kuburan Imam Al Karkhi ini dikenal sebagai kuburan yang mustajab jika berdoa di tempat itu.

Ada komentar Muhammad bin Abdul Wahab dalam hal ini:

هذا هو صواب بلا ريب ، وكون الشارح ذكر كلام الحربي أن القبر معروف الترياق المجرب ، فهذا لا ينكر ، لأن العلماء يذكرون في المسألة القولين أو أكثر.

Ini benar dan tidak diragukan, pensyarah menyebutkan ucapan Al Harbi bahwa kuburan itu penawar yang mujarab, ini tidak diinkari karena para Ulama menyebutkannya dalam beberapa pendapat. (Ad Durar As Saniah)

Jima' Menghadap Kiblatمسألة : هل يكره الجماع مستقبل القبلة في الصحراء ، أو في البنيان ، هل فيه خلاف لأحد العلماء ؟Permas...
08/09/2023

Jima' Menghadap Kiblat

مسألة : هل يكره الجماع مستقبل القبلة في الصحراء ، أو في البنيان ، هل فيه خلاف لأحد العلماء ؟

Permasalahan:
Apakah makruh bersetubuh menghadap kiblat di tempat terbuka atau dalam bangunan ? Apakah ada perbedaan pendapat Ulama dalam masalah ini?

الجواب : لا يكره ذلك ، لا في الصحراء ولا في البنيان ، هذا مذهب الشافعي والعلماء كافة ، إلا بعض أصحاب مالك

Jawab:
Tidak mengapa, baik di tempat terbuka maupun dalam bangunan. Ini merupakan pendapat Mazhab Syafi'i dan Ulama lain, kecuali sebagian Ulama kalangan Mazhab Maliki.

Catatan:
Menurut Imam Al Ghazli lebih elok tidak menghadap kiblat sebagai bentuk pemuliaan (Al Ihya', Bab Adabul Jima')

Address

Pekanbaru

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Surau Nurul Azhar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share