22/07/2020
Hendaknya kaum muslimin, tidak terpancing dengan oknum yang tidak bertanggung jawab, memancing keributan umat Islam dengan berbagai tujuan, mulai dari menutup kejadian2 besar dengan berita seperti ini atau memang tidak s**a dengan Islam
Mereka yang buat berita, mereka yang komentari dan mereka yang viralkan
Berikut tulisan lama kami:
# Hati-Hati Penggiringan Media Menjelekkan Islam
Kasus razia buka warung di bulan Ramadhan yang berujung digugatnya perda syariah, jadi teringat kasus TKW yang diancam hukum mati dahulu dan di blow-up media juga, sumbangan sampai 1,2 Miliyar oleh pemirsa
Beberapa tokoh Islam, membaca arah media menggiring berita:
Yaitu memberikan label kejam pada hukum Islam di Saudi dan akhirnya tujuan mereka sampai, sebagian muslim terpengaruh, bahkan dimanfaatkan untuk menyuarakan putus hubungan diplomatik dengan Saudi
Memang berita belum tentu benar, tetapi silahkan cari sendiri berita-berita yang sudah terlalu banyak, bahwa: TKW tersebut tidak amanah dengan sumbangan tersebut, bahkan teman seperjuangan sesama TKW hanya dikasi 20 juta saja
Hasilnya para penyumbang tersebut menjadi berbalik marah, bahkan saya menonton sendiri di TV nasional yang dulu membuka donasinya, malah memberitakan negatif mengenai TKW tersebut karena tidak amanah dengan sumbangan 1,2 miliyar
Ini sudah lewat dan kita doakan mereka sudah lebih baik dari sekarang, sudah saatnya kaum muslimin dan bangsa Indonesia cerdas dan tidak terjatuh dalam lubang yang sama, dalam hadits:
“Seorang yang beriman tidak terperosok di satu lubang yang sama dua kali” [HR. Bukhari Muslim]
Bukannya membela negara Saudi mati-matian, akan tetapi kita perlu tahu berita yang berimbang. Mengenai kasus TKW atau TKI yang terkena hukumana mati di Saudi, Media Indonesia memberitakan bahwa semua TKW yang didzalimi di Saudi, serta Saudi adalah negara kejam dengan syariat Islam-Nya
Tentu ini tidak benar, tidak selalu Saudi yang dzalim, tetapi kesalahan juga ada di pihak TKW/TKI dan jasa penyedia TKW yang tidak bertanggung jawab melatih skil dan bahasa mereka.
baca:
https://muslimafiyah.com/bijak-menyikapi-hukuman-mati-di-saudi.html
BACA SELENGKAPNYA:
https://muslimafiyah.com/hati-h