MISRU JEMUR

MISRU JEMUR Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from MISRU JEMUR, Pejagoan.

27/03/2021

Bismillahir Rohmaanir Rohiim

Dalam Kitab Syu’abil Iman, lil Baihaqi, juz 5 halaman 360, hadits nomor 3552:



أَخْبَرَنَا أَبُوْ بَكْرٍ مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ عَبْدِ اللهِ الْمَنْصُوْرِيُّ النُّوْقَانِيُّ، بِهَا أَخْبَرَنَا أَبُوْ حَاتِمٍ مُحَمَّدُ بْنُ حَسَّانَ بْنِ أَحْمَدَ الْبُسْتِيُّ، نا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُعَافَى بِصَيْدَا، نا هِشَامُ بْنُ خَالِدٍ الْأَزْرَقُ، نا أَبُوْ خُلَيْدٍ وَهُوَ عُتْبَةُ بْنُ حَمَّادٍ، عَنِ الْأَوْزَاعِيِّ، وَابْنِ ثَوْبَانَ، عَنْ أَبِيْهِ، عَنْ مَكْحُولٍ، عَنْ مَالِكِ بْنِ يُخَامِرَ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " يَطَّلِعُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَى خَلْقِهِ فِي اللَّيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ "



…..dari Mu’adz bin Jabal, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:”Allah memperhatikan kepada semua mahkluk-Nya pada malam Nishfu Sya’ban. Makai Dia memberi ampunan kepada semua mahkluk-Nya, kecuali kepada orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan.”

Catatan : Hadits di atas juga diriwayatkan oleh Aththabarani dalam al Mu’jam al Kabier juz 15 halaman 21, hadits nomor 16639, dan Al Mu'jam Al Ausats juz 7 halaman 36, hadits nomor 6776

Al Hafizh Al Haitsami berkata dalam Kitab Majma’uzzawaaid juz 3 halaman 395 :



رَوَاهُ الطَّبَرَانِيُّ فِي الْكَبِيْرِ وَالْأَوْسَطِ وَرِجَالُهُمَا ثِقَاتٌ



Hadits tsb diriwayatkan oleh Aththabarani dalam Al Kabier dan Al Austah, Rijal keduanya tsiqat.

Dalam Kitab Sunan Tirmidzi juz 2 halaman 121-122, hadits nomor 736, cetakan ke II tahun 1403 H, Daarul Fikr, Beirut:



حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيْعٍ حَدَّثَنَا يَزِيْدُ بْنُ هَارُوْنَ أَخْبَرَنَا الْحَجَّاجُ بْنُ أَرْطَاةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِيْ كَثِيْرٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ فَقَدْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً فَخَرَجْتُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيْعِ فَقَالَ أَكُنْتِ تَخَافِيْنَ أَنْ يَحِيْفَ اللهُ عَلَيْكِ وَرَسُوْلُهُ ؟ قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَاءَكَ فَقَالَ إِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمِ كَلْبٍ



………dari Urwah, dari Aisyah, beliau berkata “Pada suatu malam, saya kehilangan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Maka sayapun keluar mencarinya, ternyata beliau ada di Baqi’, beliau bersabda: “Apakah kamu takut Allah dan Rasulnya mengabaikanmu?”.

Aku menjawab: “wahai Rasulullah, saya mengira engkau mengunjungi sebagian di antara istri-istri engkau”. Nabi bersabda: “Sesungguhnya (rahmat) Allah turun ke langit yang paling bawah pada malam Nishfu Sya’ban dan Ia mengampuni dosa-dosa yang melebihi dari jumlah bulu kambing milik suku Kalb”.



وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِيْ بَكْرٍ الصِّدِّيْقِ قَالَ أَبُوْ عِيْسَى حَدِيْثُ عَائِشَةَ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ مِنْ حَدِيْثِ الْحَجَّاجِ وَسَمِعْتُ مُحَمَّدًا يُضَعِّفُ هَذَا الْحَدِيْثَ



Didalam Bab ini (ada riwayat) dari Abu Bakar AshshiddiqAbu Isa berkata, Hadits Aisyah diatas tidak kami ketahui kecuali dari wajah ini dari haditsnya Al Hajjaj.Saya mendengar bahwa Muhammad mendhaifkan hadits ini.

Dalam Kitab Sunan Ibn Majah juz 1 halaman 444, hadits nomor 1388:



حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْخَلَّالُ ثنا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا ابْنُ أَبِيْ سَبْرَةَ عَنْ إِبْرَاهِيْمَ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ جَعْفَرٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ قَالَ قَالَ رَسُوْل اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ ( إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوْا لَيْلَهَا وَصُوْمُوْا نَهَارَهَا . فَإِنَّ اللهَ يَنْزِلُ فِيْهَا لِغُرُوْبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا . فَيَقُوْلُ أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِيْ فَأَغْفِرَ لَهُ أَلَا مِنْ مُسْتَرْزِقٍ فَأَرْزُقَهُ أَلَا مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ )


..dari Ali bin Abu Thalib, beliau berkata: Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:Apabila telah datang malam Nishfu Sya’ban, maka ber qiyamullaillah pada malam harinya dan berpuasalah pada siang harinya, sesungguhnya (rahmat) Allah turun pada malam itu ke langit yang paling bawah ketika terbenamnya matahari, kemudian Allah menyeru “Adakah orang yang meminta maaf kepadaku, maka akan Aku ampuni. Adakah yang meminta rizqi, maka Aku akan melimpahkan rizqi kepadanya. Adakah orang yang sakit, maka akan Aku sembuhkan”. Dan hal-hal yang lain sampai terbitnya fajar”.

Assindi berkata dalam Hasyiyah Ibn Majah juz 3 halaman 178:



وَفِي الزَّوَائِد إِسْنَادُهُ ضَعِيْفٌ لِضَعْفِ ابْن أَبِيْ بُسْرَة وَاسْمه أَبُوْ بَكْر بْن عَبْد اللهِ بْن مُحَمَّدٍ أَبِيْ بُسْرَة قَالَ فِيْهِ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ وَابْنُ مَعِيْنٍ يَضَعُ الْحَدِيْثَ



Didalam Kitab Azzawa`id, bahwa isnad hadits diatas adalah dhaif, karena lemahnya ibn Abi Sabrah, dia bernama Abu Bakar bin Abdullah bin Muhammad Abi Sabrah. Imam Ahmad bin Hanbal dan Ibn Ma’in berkata bahwa dia memalsukan hadits.

Dalam Kitab Al Umm juz 1 halaman 231:



( قَالَ الشَّافِعِيُّ ) وَبَلَغَنَا أَنَّهُ كَانَ يُقَالُ إنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِيْ خَمْسِ لَيَالٍ فِيْ لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةِ الْأَضْحَى وَلَيْلَةِ الْفِطْرِ وَأَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ وَلَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ



Imam Syafi’i berkata: Telah sampai kepada kami bahwa doa dikabulkan dalam lima malam, yaitu : Malam Jumat, Malam Al Adha, Malam Al Fithri, Malam awal Rajab dan Malam Nishfu Sya’ban

Dalam Kitab Nuz_hatul Majalis, lishshofuuri, juz 1 halaman 165 :



قَالَ عَطَاءُ بْنُ يَسَارٍ مَا بَعْدَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ أَفْضَلُ مِنْ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ وَهِىَ مِنَ اللَّيَالِى الَّتِيْ يُسْتَجَابُ فِيْهَا الدُّعَاءُ



Atha` bin Yasaar berkata : Tidak ada malam yang lebih utama setelah Lailatul Qadar dibandingkan dengan malam Nishfu Sya’ban. Ia merupakan salah satu malam yang mustajab berdoa didalamnya.

Dalam Kitab Al Ghun_yah, Lisysyaikh Abdul Qadir Al Jilani, juz 1 halaman 250 :



وَعَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ يُعْرَضُ عَمَلُ السَّنَةِ فِيْ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَخْرُجُ الرَّجُلُ مُسَافِرًا وَقَدْ نُسِخَ مِنَ الْأَحْيَاءِ إِلَى الْأَمْوَاتِ وَيَتَزَوَّجُ وَقَدْ نُسِخَ مِنَ الْأَحْيَاءِ إِلَى الْأَمْوَاتِ



Dari Atha` bin Yasaar, (beliau berkata) : Amal perbuatan dalam satu tahun disodorkan pada malam Nishfu Sya’ban. Bisa saja terjadi seorang laki-laki bepergian padahal dia telah disalin dari daftar orang hidup ke daftar orang mati. Bisa juga terjadi dia kawin padahal dia telah disalin dari daftar orang hidup ke daftar orang mati.

Dalam Kitab Tafsir Addurrul Mantsur, Lissuyuthi, juz 7 halaman 402 :



وَأَخْرَجَ ابْنُ أَبِي الدُّنْيَا عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ : إِذَا كَانَ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ دُفِعَ إِلَى مَلَكِ الْمَوْتِ صَحِيْفَةٌ فَيُقَالُ اِقْبِضْ مَنْ فِيْ هَذِهِ الصَحِيْفَةِ فَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَفْرِشُ الْفِرَاشَ وَيَنْكِحُ الْأَزْوَاجَ وَيَبْنِي الْبُنْيَانَ وَإِنَّ اسْمُهُ قَدْ نُسِخَ فِي الْمَوْتَى



Ibn Abiddunya mengeluarkan riwayat dari Atha` bin Yasaar, beliau berkata: Ketika malam Nishfu Sya’ban, diserahkanlah buku catatan kepada malakul maut. Dikatakan kepadanya: Cabutlah nyawa orang-orang yang ada dalam buku catatan ini. Maka ada seorang hamba membentangkan kasur, dia kawin dengan isteri-isterinya, dia membangun bangunan padahal namanya sudah disalin masuk ke daftar orang-orang yang mati. Wallaahu A’lamu bishshowaab. Bersambung, Insya Allah.

27/03/2021

Membaca surah yasiin sebanyak 3x sesudah sembahyang sunat ba’diah maghrib dengan Niat sebagai berikut:

1. NIAT YANG PERTAMA

BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIIM. Ya Allah Ya Tuhanku ampunilah segala Dosaku dan Dosa ibu bapaku dan Dosa keluargaku dan dosa jiranku dan Dosa muslimin dan muslimat, dan panjangkanlah umurku di dalam tha’at ibadat kepada engkau dan kuatkanlah imanku dengan berkat surat Yasiin.

2. NIAT YANG KE DUA

BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIIM. Ya ALLAH YA TUHANKU ampunilah segala dosaku dan dosa ibu bapaku dan dosa keluargaku dan dosa jiranku dan dosa muslimin dan muslimat, dan peliharakanlah diriku dari segala kebinasaan dan penyakit, dan kabullanlah hajatku dengan berkat surat Yasiin.

3. NIAT YANG KETIGA

BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIIM. YA ALLAH YA TUHANKU ampunilah segala dosaku dan dosa ibu bapaku dan dosa keluargaku dan dosa jiranku dan dosa muslimin dan muslimat, dan kayakanlah hatiku dari segala makhluk dan berilah aku dan kelurgaku dan jiranku HUSNUL KHATIMAH dengan berkat surat Yasiin.

Amalan di Malam Nishfu Sya’ban

Mengenai doa dimalam nisfu sya’ban adalah sunnah Rasul saw, sebagaimana hadits2 berikut :

Sabda Rasulullah saw : “Allah mengawasi dan memandang hamba hamba Nya di malam nisfu sya’ban, lalu mengampuni dosa dosa mereka semuanya kecuali musyrik dan orang yang pemarah pada sesama muslimin” (Shahih Ibn Hibban hadits no.5755)

berkata Aisyah ra : disuatu malam aku kehilangan Rasul saw, dan kutemukan beliau saw sedang di pekuburan Baqi’, beliau mengangkat kepalanya kearah langit, seraya bersabda : “Sungguh Allah turun ke langit bumi di malam nisfu sya’ban dan mengampuni dosa dosa hamba Nya sebanyak lebih dari jumlah bulu anjing dan domba” (Musnad Imam Ahmad hadits no.24825)

berkata Imam Syafii rahimahullah : “Doa mustajab adalah pada 5 malam, yaitu malam jumat, malam idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan rajab, dan malam nisfu sya’ban” (Sunan Al Kubra Imam Baihaqiy juz 3 hal 319).

dengan fatwa ini maka kita memperbanyak doa di malam itu, jelas p**a bahwa doa tak bisa dilarang kapanpun dan dimanapun, bila mereka melarang doa maka hendaknya mereka menunjukkan dalilnya?,

bila mereka meminta riwayat cara berdoa, maka alangkah bodohnya mereka tak memahami caranya doa, karena caranya adalah meminta kepada Allah,

pelarangan akan hal ini merupakan perbuatan mungkar dan sesat, sebagaimana sabda Rasulullah saw : “sungguh sebesar besarnya dosa muslimin dengan muslim lainnya adalah pertanyaan yang membuat hal yang halal dilakukan menjadi haram, karena sebab pertanyaannya” (Shahih Muslim).

disunnahkan malam itu untuk memperbanyak ibadah dan doa, sebagaimana di Tarim para Guru Guru mulia kita mengajarkan murid muridnya untuk tidak tidur dimalam itu, memperbanyak Alqur’an doa, dll

Pada malam tanggal 15 Sya'ban (Nisfu Sya'ban) telah terjadi peristiwa penting dalam sejarah perjuangan umat Islam yang tidak boleh kita lupakan sepanjang masa. Di antaranya adalah perintah memindahkan kiblat salat dari Baitul Muqoddas yang berada di Palestina ke Ka'bah yang berada di Masjidil Haram, Makkah pada tahun ke delapan Hijriyah.

Sebagaimana kita ketahui, sebelum Nabi Muhammad hijrah ke Madinah yang menjadi kiblat salat adalah Ka'bah. Kemudian setelah beliau hijrah ke Madinah, beliau memindahkan kiblat salat dari Ka'bah ke Baitul Muqoddas yang digunakan orang Yahudi sesuai dengan izin Allah untuk kiblat salat mereka. Perpindahan tersebut dimaksudkan untuk menjinakkan hati orang-orang Yahudi dan untuk menarik mereka kepada syariat al-Quran dan agama yang baru yaitu agama tauhid.

Tetapi setelah Rasulullah saw menghadap Baitul Muqoddas selama 16-17 bulan, ternyata harapan Rasulullah tidak terpenuhi. Orang-orang Yahudi di Madinah berpaling dari ajakan beliau, bahkan mereka merintangi Islamisasi yang dilakukan Nabi dan mereka telah bersepakat untuk menyakitinya. Mereka menentang Nabi dan tetap berada pada kesesatan.

Karena itu Rasulullah saw berulang kali berdoa memohon kepada Allah swt agar diperkenankan pindah kiblat salat dari Baitul Muqoddas ke Ka'bah lagi, setelah Rasul mendengar ejekan orang-orang Yahudi yang mengatakan, "Muhammad menyalahi kita dan mengikuti kiblat kita. Apakah yang memalingkan Muhammad dan para pengikutnya dari kiblat (Ka'bah) yang selama ini mereka gunakan?"

Ejekan mereka ini dijawab oleh Allah swt dalam surat al Baqarah ayat 143:

وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِى كُنْتَ عَلَيْهَا إلاَّ لِيَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَى عَقِبَيْهِ.

Dan kami tidak menjadikan kiblat yang menjadi kiblatmu, melainkan agar kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot…

Dan pada akhirnya Allah memperkenankan Rasulullah saw memindahkan kiblat salat dari Baitul Muqoddas ke Ka'bah sebagaimana firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 144.

Diantara kebiasaan yang dilakukan oleh umat Islam pada malam Nisfu Sya'ban adalah membaca surat Yasin tiga kali yang setiap kali diikuti doa yang antara lain isinya adalah:

"Ya Allah jika Engkau telah menetapkan aku di sisi-Mu dalam Ummul Kitab (buku induk) sebagai orang celaka atau orang-orang yang tercegah atau orang yang disempitkan rizkinya maka hapuskanlah ya Allah demi anugerah-Mu, kecelakaanku, ketercegahanku, dan kesempitan rizkiku.."

Bacaan Yasin tersebut dilakukan di masjid-masjid, surau-surau atau di rumah-rumah sesudah salat maghrib.

Sebagian dari orang-orang yang mengaku ahli ilmu telah menganggap ingkar perbuatan tersebut, menuduh orang-orang yang melakukannya telah berbuat bid'ah dan melakukan penyimpangan terhadap agama karena doa dianggap ada kesalahan ilmiyah yaitu meminta penghapusan dan penetapan dari Ummul Kitab. Padahal kedua hal tersebut tidak ada tempat bagi penggantian dan perubahan.

Tanggapan mereka ini kurang tepat, sebab dalam syarah kitab hadist Arbain Nawawi diterangkan bahwa takdir Allah swt itu ada empat macam:

1. Takdir yang ada di ilmu Allah. Takdir ini tidak mungkin dapat berubah, sebagaimana Nabi Muhammad saw bersabda:

لاَيَهْلِكُ اللهُ إلاَّ هَالِكًا

"Tiada Allah mencelakakan kecuali orang celaka, yaitu orang yang telah ditetapkan dalam ilmu Allah Taala bahwa dia adalah orang celaka."

2. Takdir yang ada dalam Lauhul Mahfudh. Takdir ini mungkin dapat berubah, sebagaimana firman Allah dalam surat ar-Ra'du ayat 39 yang berbunyi:

يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ.

"Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan apa yang dikehendaki, dan di sisi-Nyalah terdapat Ummul Kitab (Lauhul Mahfudz)."

Dan telah diriwayatkan dari Ibnu Umar, bahwa beliau mengucapkan dalam doanya yaitu "Ya Allah jika engkau telah menetapkan aku sebagai orang yang celaka maka hapuslah kecelakaanku, dan tulislah aku sebagai orang yang bahagia".

3. Takdir dalam kandungan, yaitu malaikat diperintahkan untuk mencatat rizki, umur, pekerjaan, kecelakaan, dan kebahagiaan dari bayi yang ada dalam kandungan tersebut.

4. Takdir yang berupa penggiringan hal-hal yang telah ditetapkan kepada waktu-waktu yang telah ditentukan. Takdir ini juga dapat diubah sebagaimana hadits yang menyatakan: "Sesungguhnya sedekah dan silaturrahim dapat menolak kematian yang jelek dan mengubah menjadi bahagia." Dalam salah satu hadits Nabi Muhammad saw pernah bersabda,

إنَّ الدُّعَاءَ وَالبَلاَءَ بَيْنَ السَّمَاءِ والاَرْضِ يَقْتَتِلاَنِ وَيَدْفَعُ الدُّعَاءُ البَلاَءَ قَبْلَ أنْ يَنْزِلَ.

"Sesungguhnya doa dan bencana itu diantara langit dan bumi, keduanya berperang; dan doa dapat menolak bencana, sebelum bencana tersebut turun."

Diantara kebiasaan kaum muslimin pada malam Nisfu Sya'ban adalah melakukan salat pada tengah malam dan datang ke pekuburan untuk memintakan maghfirah bagi para leluhur yang telah meninggal dunia. Kebiasaan seperti ini adalah berdasar dari amal perbuatan atau sunnah Nabi Muhammad saw. Antara lain ada hadist yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam Musnadnya dari Sayidah Aisyah RA, yang artinya kurang lebih sebagai berikut:

"Pada suatu malam Rasulullah saw berdiri melakukan salat dan beliau memperlama sujudnya, sehingga aku mengira bahwa beliau telah meninggal dunia. Tatkala aku melihat hal yang demikian itu, maka aku berdiri lalu aku gerakkan ibu jari beliau dan ibu jari itu bergerak lalu aku kembali ke tempatku dan aku mendengar beliau mengucapkan dalam sujudnya: "Aku berlindung dengan maaf-Mu dari siksa-Mu; aku berlindung dengan kerelaan-Mu dari murka-Mu; dan aku berlindung dengan Engkau dari Engkau. Aku tidak dapat menghitung sanjungan atas-Mu sebagaimana Engkau menyanjung atas diri-Mu." Setelah selesai dari salat beliau bersabda kepada Aisyah, "Ini adalah malam Nisfu Sya'ban. Sesungguhnya Allah 'azza wajalla berkenan melihat kepada para hamba-Nya pada malam Nisfu Sya'ban, kemudian mengampunkan bagi orang-orang yang meminta ampun, memberi rahmat kepada orang-orang yang memohon rahmat, dan mengakhiri ahli dendam seperti keadaan mereka."

Nabi Muhammad saw pada malam Nisfu Sya'ban berdoa untuk para umatnya, baik yang masih hidup maupun mati. Dalam hal ini Sayidah Aisyah RA meriwayatkan hadits:

إنَّهُ خَرَجَ فِى هَذِهِ اللَّيْلَةِ إلَى الْبَقِيعِ فَوَجَدْتُهُ يَسْتَغْفِرُ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ وَالشُّهَدَاءِ.

"Sesungguhnya Nabi Muhammad saw telah keluar pada malam ini (malam Nisfu Sya'ban) ke pekuburan Baqi' (di kota Madinah) kemudian aku mendapati beliau (di pekuburan tersebut) sedang memintakan ampun bagi orang-orang mukminin dan mukminat dan para syuhada."

Banyak hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad bin Hanbal, at-Tirmidzi, at-Tabrani, Ibn Hibban, Ibn Majah, Baihaqi, dan an-Nasa'i bahwa Rasulullah saw menghormati malam Nisfu Sya'ban dan memuliakannya dengan memperbanyak salat, doa, dan istighfar.

27/03/2021

KEUTAMAAN DIBULAN NISFU SYA’BAN

أخبرنا أبو عبد الله الحافظ, و أبو عبد الله إسحاق بن محمّد بن يوسف السوس و أبو بكر محمّد بن الحسن , قالوا : أخبرنا أبو العباس محمّد بن يعقوب , قال : حدّثنا يزيد بن محمّد بن عبد الصمد الدمسقي, قال : حدّثنا هشام بن خالد, قال: حدّثنا أبو خليد – وهو عتبة بن حمّاد- عن الأوزعي, و ابن ثابت – وهو عبد الرحمن بن ثابت بن ثوبان – عن أبيه عن مكحول عن مالك بن يخامر عن معاذ بن جبل عن النبي صلى الله عليه وسلم : ( يطلع الله تبارك و تعالى إلى خلقه فى ليلة النصف من شعبان, فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن ).

‘’ Telah mengabarkan kepada kami abu abdillah al-hafidh, dan abu abdillah ishaq bin Muhammad bin yusuf as-sus dan abu bakar Muhammad bin al-hasan, mereka berkata : telah mengabarkan kepada kami abu al-‘abbas Muhammad bin ya’qub, berkata : telah menceritakan kepada kami yazid bin uhammad bin abdishomad al-dimasqy, berkata : telah menceritakan kepada kami hisyam bin kholid, berkata: telah menceritakan kepada kami abu khulaid ( ngutbah bin hammad ) – dari al-auza’I, dan ibni tsabit ( abdrurrahman bin tsabit bin tsauban ) – dari bapak-nya, dari makhul, dari malik bin yakhamir, dari mu’adz bin jabal, dari nabi Muhammad shollallahu ‘alahi wasallam, bersabda: ( sesungguhnya pada malam nisfu sya’ban ( pertengahan bulan sya’ban ) allah akan melihat makhluknya, lalu allah akan mengampuni kesalahan seluruh makhluknya, kecuali orang yang musyrik atau orang yang bertengkar )’’( fadhail al-awqat – imam abi bakar ahmad bin Husain al-baihaqi – wafat thn 458 H. ).

حدثنا الحسن بن علي الخلال, حدثنا عبد الرزاق, أنبأنا ابن أبي سبرة عن إبراهيم بن محمد عن معاوية بن عبد الله بن جعفرعن أبيه عن علي بن أبى طالب رضي الله عنه, قال : قال رسول الله عليه و سلم : ( إذا كان ليلة النصف من شعبان فقومو ليلتها, و صوموا نهارها, فإن الله ينزل فيها لغروب الشمس إلى سماء الدنيا , فيقول : ألا من مستغفر لى فأغفر له, ألا مسترزق فأرزقه, ألا مبتلى فأعافيه, ألا كذاو ألا كذا حتى يطلع الفجر)

Telah menceritakan kepada kami al-hasan bin ali al-khalal, telah menceritakan kepada kami abdurazzaq, telah memberitakan kepada kami ibnu abi sabrah, dari Ibrahim bin Muhammad dari muawiyah bin abdillah bin ja’far dari bapak-nya dari sayyidina ali bin abi thalib ra., berkata : rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : ( apabila malam nisfu sya’ban ( pertengahan bulan sya’ban ) telah tiba, maka shalatlah di malah harinya, dan berpuasalah di siang hari, sesungguhnya allah turun ke langit bumi pada saat itu ketika matahari terbenam, kemudian allah berfirman : adakah orang yang meminta ampunan kepada-ku, maka aku mengampuninya ? adakah orang yang minta rezeki, maka aku akan memberinya rezeki ? adakah orang yang mendapat cobaan, maka aku akan menyembuhkannya? Adakah begini….dan adakah begini….hingga terbitnya fajar ).

حدثناعبدة بن عبد الله الخزاعي و محمد بن عبد الملك أبو بكر قالا : حدثنا يزيد بن هارون, أنبأنا حجاج عن يحيى بن أبى كثير عن عروة عن عائشة قالت: فقدت النبي صلى الله عليه و سلم ذات ليلة, فخرجت أطلبه فإذا هو بالبقيع رافع رأسه إلى السماء , فقال: ( ياعائشة , أكنت تخافين أن يحيف الله عليك ورسوله ؟ ), قالت : قد قلت : و ما بي ذلك ؟ و لكنّى ظننت أنّك أتيت بعض نسائك , فقال : ( إن الله تعالى ينزل ليلة النصف من شعبان إلى السماء الدنيا , فيغفر لأكثر من عدد شعر غنم كلب )

Telah menceritakan kepada kami abdah bin abdillah al-khuza’I dan Muhammad bin abdil malik abu bakar, keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami yazid bin harun, telaha memberitakan kepada kami hajjaj dari yahya bin abi katsir , dari urwah, dari aisyah RA., dia berkata ; ( suatu malam aku kehilangan nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, maka aku pun keluar dan mencarinya, ternyata beliau berada di baqi’ menengadahkan kepalanya ke langit , beliau lalu bersabda ; wahai aisyah, apakah engkau takut allah dan rasulu-nya mengurangi ( hakmu ) atasmu?’’ ia menjawab : aku telah mengatakan tidak , hanya saja aku khawatir engkau mendatangi seorang dari istrimu. Maka beliau pun bersabda : sesungguhnya pada malam nisfu sya’ban allah akan turun ke langit bumi, lalu allah mengampuni orang-orang yang lebih bayak dari jumlah bulu kambing ).( RH. Ibnu majah-wafat 275 H. ).

Latihan hadrohan😀💪💪💪
24/03/2021

Latihan hadrohan😀💪💪💪

Laporan pendanaan pengecetan Madrash Islamiyah Salafiyah Roudlatul Ulum DAN MUSHOLA Anwarussholihin Jemur pejagoan kebum...
21/03/2021

Laporan pendanaan pengecetan
Madrash Islamiyah Salafiyah Roudlatul Ulum DAN MUSHOLA Anwarussholihin
Jemur pejagoan kebumen

Address

Pejagoan

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when MISRU JEMUR posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share