Bolo Ngaji Bolo Ngabdi

Bolo Ngaji Bolo Ngabdi Akun resmi bolo ngaji bolo ngabdi

Kyai Pasti santriSELAMAT HARI SANTRI + GURU NASIONALAdab Murid/Santri pada GuruMenarik sekali kitab yang dibaca turun te...
22/10/2025

Kyai Pasti santri

SELAMAT HARI SANTRI + GURU NASIONAL

Adab Murid/Santri pada Guru

Menarik sekali kitab yang dibaca turun temurun di pesantren, yaitu Ta’lim al-Muta’allim yang ditulis oleh Burhanuddin al-Zarnuji, Beliau menyatakan dalam syair yang dikutipnya, sebagai berikut:

أَلَا لَـنْ تَنَــالُ الْــعِـلْمَ إِلَّا بِسِــتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ مَجْمُوْعِهَا بِبَيَانِ
ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاصْطِبَارٌ وَبُلْغَةٌ وَإِرْشَادُ أُسْتَاذٍ وَطُـوْلُ زَمَانِ

Kata beliau, “Engkau tidak akan mencapai ilmu itu kecuali dengan enam hal. Aku akan jelaskan kepadamu secara garis besarnya: cerdas, sungguh-sungguh, sabar, ada bekal, ada guru yang membimbing dan masa yang panjang.”

Ia jelas-jelas meletakkan peranan guru sebagai salah satu syarat mutlak mendapatkan ilmu. Jika tidak dipenuhi, maka ilmu itu tidak akan engkau capai (lan tanal).

Ini pernyataan bukan serba-serbi atau penghias bibir saja. Benar adanya bahwa tanpa guru kita akan kehilangan inti ilmu, ilmu yang hakiki mustahil didapat. Bahkan akan berpotensi besar menuju kesesatan. Makanya dalam Islam ada ilmu sanad, di mana ilmu itu mengalir melalui periwayatan sejak Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassallam, kepada para sahabat, kepada para tabiin, kepada para tabiuttabiin, kepada para ulama dan sampailah ilmu itu kepada kita semuanya.

Guru adalah mursyid, pembimbing. Di zaman kini, di dunia akademik maupun di perusahaan, ada konsultan atau supervisor. Guru adalah mirip-mirip dengan itu, yang membimbing, mensupervisi, menjadi konsultan kita dalam meniti jalan mencapai ilmu mengenali kebenaran hakiki.
Apa gunanya semua itu? Gunanya agar potensi kesalahan tidak banyak dan kesuksesan lebih mudah diukurnya.

Menurut al-Zarnuji dalam Ta’lim-nya, guru ibu bapak kita dalam ilmu. Oleh karena itu guru harus kita ta’dzimi dan hormati. Bahkan saking urgennya guru, Khalifah keempat Ali r.a menyatakan:

“Aku adalah hamba orang yang mengajariku satu huruf. Jika ia mau bisa menjualku dan bisa juga memerdekakanku.”

Dengan artian, bukan berarti Sayyidina Ali r.a. ingin menjadi budaknya guru, namun saking terhormatnya seorang guru di mata Islam, maka seakan-akan kita menjadi budaknya. Walaupun tentunya tidak bisa dengan ini seorang guru semena-mena memperlakukan murid-muridnya.

Seorang guru hakiki itu sudah mempunyai seribu pengalaman, semantara murid masih sebiji sawi pengalaman. Oleh karena itu, jika kita mau menjadi orang yang betul-betul berilmu harus mempersering satu forum, satu meja, bahkan talaqqi dengan guru. Ada pepatah Arab yang senada dengan ini:

Maksudnya, seorang murid itu baru permulaan dalam menuntut ilmu, sehingga pengetahuannya masih terbatas. Sementara syeikh, guru, sudah nihayah, mempunyai pengetahui yang kompleks. Jika sering-sering murid bersama guru, tanpa perlu banyak baca buku akan mendapatkan ilmu-ilmu yang dipancarkannya, baik melalui statemen-statemennya maupun dari uraian-uraiannya yang merupakan saringan dari berbagai buku hasil bacaannya.

Tidak Mudah Menjadi Guru Sejati

Menjadi guru bukan sekedar mentrasfer ilmu, lalu selesai, seperti di zaman kita hari ini. Di dunia modern, guru tak ubahnya sebatas pembantu kita mentrasnfer ilmunya kepada kita. Jika demikian yang terjadi, itu namanya sekedar pengilmuan, menjadikan kita mengetahui ilmu yang diajarkan. Padahal, guru tidak semudah itu tugasnya. Guru adalah mereka yang mempunyai beban mengantarkan muridnya menjadi beradab.

Mendidik manusia beradab tidak semudah mentransfer ilmu. Sebab, menjadikan orang beradab itu berarti menjadi orang disiplin dalam dirinya, diri dengan alamnya, diri dengan Penciptanya. Dan tugas ini tidak bisa diemban kalau hanya menjadi guru kelas kacangan, kelas guru-guruan. Mesti guru sejati yang mengembannya.

Mengapa demikian? Hal itu karena yang mau dididik itu manusia, bukan hewan, bukan binatang. Manusia secara komprehensif mempunyai jasad, akal dan ruh. Pendisiplinan jasad, akal dan ruh dalam sebuah proses pendidikan itu yang dinamakan ta’dib. Yakni menjadikan manusia beradab, dan menjauhkan manusia dari biadab atau bidunil adab.

Manusia yang sudah beradab pasti mengenal dan mengakui Allah Subhanahu Wata’ala. Mengenal maksudnya sudah berilmu dengan ilmu yang komprehensif, baik ilmu yang level rendah, menengah maupun tinggi, sehingga tahu hakekat kebenaran (haqiqatul asya’) dan mengakui dengan artian ia berkomitmen menjalankan atau mengamalkan ilmunya sesuai yang diinginkan oleh Sang Pencipta sistem kedisiplinan (adab), baik dalam mikrokosmos (manusia) ataupun dalam makrokosmos (alam raya). Itulah yang disebut pendidikan sebenarnya dalam Islam. Dan itulah sebenarnya tugas guru sejati. Dari sini kita akan melihat bahwa menjadi guru sejati itu tidaklah semudah menjadi pentransfer ilmu saja.

Seorang guru sejati adalah yang fokus kepada tugas pendisiplinan (ta’dib) murid-muridnya. Ia tentu saja tidak disibukkan dengan urusan dunia, seandainya itu dalam keadaan normal. Walaupun ada kondisi di saat ini kondisi guru sangat sulit karena kurang diperhatikan oleh penguasa, sehingga guru-guru terpaksa berbisnis sebagai aktifitas sampingan. Padahal semestinya, sebagai pengemban tugas yang berat, kesejahteraan guru sudah terjamin. Sebab, ilmu yang hendak disampaikan atau murid yang hendak mencari ilmu, akan berhadapan dengan ilmu yang tak terbatas banyaknya. Sementara usia para murid terbatas. Apalagi usia guru yang biasanya jauh lebih senior. oleh karena itu, perjuangan guru memang luar biasa besarnya dan berat bebannya.

Ya Allah... anugerahilah guru-guru kami umur panjang penuh berkah, kesehatan dan rizki yg melimpah, dan kumpulkanlah kami bersama mereka dalam istana ridloMu fid dun-ya wal akhiroh. Aamiiin

• Bolo_ngaji_bolo_ngabdi_

🇮🇩
16/08/2025

🇮🇩


31/01/2025

Masih tema milad ke-10 Bolo Ngaji Bolo Ngabdi

Mewakili pengurus Bolo Ngaji Bolo Ngabdi, kami sampaikan
Terimakasih atas ucapan dan do'anya dari DARUL ULUM Peterongan Jombang 🙏

Selamat Harlah Bolo_Ngaji_bolo_ngabdi yang ke 10
Semoga hari ini menjadi awal dari tahun yang penuh dengan kebahagiaan, kesuksesan dan keberkahan. 🤲

Guru atau kiai pasti mendoakan murid atau santrinya. Ketika doa guru dan murid sudah bersinergi, Insyaallah keberkahan i...
27/01/2025

Guru atau kiai pasti mendoakan murid atau santrinya. Ketika doa guru dan murid sudah bersinergi, Insyaallah keberkahan ilmu terkristal dengan sendirinya. "Sementara

البركة تؤتى ولا تاءتي

barokah itu harus dicari, tidak cukup dengan belajar. Tapi juga dengan cara berkhidmat (mengabdi) dan hormat kepada pengajar ilmu (kiai atau guru)".

الصبر عالى لسان النساء مما يمتحن به الاولياءهSabar Menghadapi lisan perempuan adalah bagian dari ujian para wali ( امام ...
14/09/2024

الصبر عالى لسان النساء مما يمتحن به الاولياءه

Sabar Menghadapi lisan perempuan adalah bagian dari ujian para wali ( امام الغزالى )

📚 ihya' Juz 2 hal 38

Nasihat Jumuah soreAlloh memberi Rizqi sesuai kapasitas seng di butuhno hambane, bukan seberapa seng hambae pinginiSeder...
13/09/2024

Nasihat Jumuah sore

Alloh memberi Rizqi sesuai kapasitas seng di butuhno hambane, bukan seberapa seng hambae pingini

Sederhana mawon lek durung terkabul, ngge... artine kamu belum butuh

Nangisi Dunyo teruss... Nangisi Dusone kapan ?

Address

Pasuruan

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bolo Ngaji Bolo Ngabdi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Bolo Ngaji Bolo Ngabdi:

Share