GKPI Trans PISP Kota Tengah

GKPI Trans PISP Kota Tengah GKPI Trans PISP Kota Tengah adalah salah satu Gereja Kristen Protestan di Rokan Hulu

08/07/2024
02/07/2024

Renungan 2 Juli 2024

"Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, dibumi seperti di surga." (Matius 6:10)

Hari ini, kita akan merenungkan kata-kata Tuhan Yesus dalam doa Bapa Kami, khususnya dalam Matius 6:10, dimana kita diajarkan untuk:

1. Mengundang Kerajaan Allah:
Saat kita berdoa, kita diminta untuk mengundang kehadiran kerajaan Allah dalam hidup kita. Ini berarti bahwa kita menyerahkan kehidupan kita pada Kuasa dan Kedaulatan Tuhan sehingga Tuhan yang memerintah dalam hati kita dan bukan akal pikiran maupun kehendak kita lagi.
Kita wajib tunduk dan taat pada Perintah-Nya sekaligus menjadikan Tuhan sebagai fokus utama dalam segala hal yang kita lakukan. (bandingkan dengan ayat 33)

2. Mengutamakan Kehendak Allah:
"Jadilah kehendak-Mu,dibumi seperti di Sorga"
Doa ini mengajarkan kita untuk memprioritaskan kehendak Allah di atas keinginan dan rencana kita sendiri.
Kita seringkali jatuh dalam masalah dan pencobaan karena kita sering mengutamakan diri sendiri demi memenuhi keinginan-keinginan kita yang kebanyakan bersifat duniawi, oleh karena hal inilah Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk mengutamakan kehendak Tuhan. ini menuntut kesediaan kita untuk menyerahkan segala hal pada kebijaksanaan dan rencana-Nya yang sempurna.
" bayangkan dan imani saat kita meminta Allah untuk menghadirkan Kerajaan-Nya, dan kitapun turut akan kehendak-Nya, maka kita bisa merasakan kehidupan dibumi seperti di Sorga, dimana kebahagiaan dan damai sejahtera, ketenangan hati dan ketentraman senantiasa kita rasakan. Adakah hal yang lebih indah daripada hidup dalam kasih Tuhan?.

Renungan:
Hari ini, marilah kita berdoa dengan penuh keyakinan dan kesediaan untuk mengundang kehadiran Allah dalam kehidupan kita. Biarkanlah kehendak-Nya yang baik dan sempurna menjadi panduan hidup kita, sehingga hidup ini menjadi cermin dari kasih dan keadilan-Nya.

Semoga hari-hari kita didunia, penuh dengan berkat dan damai sejahtera, sebagaimana disorga.
Amin.
Tuhan Yesus memberkati.

01/07/2024

Renungan 1 Juli 2024

Tuhan Hakim yang Adil

"Tetapi, TUHAN semesta alam, yang menghakimi dengan adil, yang menguji batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu atas mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku."
(Yeremia 11:20)

historis:
Nabi Yeremia adalah salah satu nabi besar dalam tradisi Yahudi dan Kristen, yang hidup sekitar abad ke-7 SM. Dia dikenal sebagai "nabi yang menangis" karena sering mengungkapkan kesedihan atas dosa-dosa umatnya dan nasib tragis yang akan menimpa mereka. Yeremia sering memperingatkan bahwa jika bangsa Yehuda tidak bertobat dari dosa-dosanya dan kembali kepada Tuhan, Yerusalem akan dihancurkan oleh bangsa asing. Peringatannya sering kali tidak dihiraukan, dan dia sering kali mengalami penolakan dan penganiayaan karena pesannya yang keras.
Yeremia sering berkonflik dengan raja-raja Yehuda dan para pemimpin agama. Dia dituduh mengkhianati bangsa karena pesannya yang pesimistis dan dianggap merendahkan moral rakyat. Salah satu peristiwa yang terkenal adalah ketika dia dipenjara di sumur karena nubuatannya tentang kehancuran Yerusalem.
Pada tahun 586 SM, nubuat Yeremia terbukti benar ketika bangsa Babel, di bawah pimpinan Raja Nebukadnezar, menaklukkan Yerusalem, menghancurkan Bait Suci, dan mengangkut banyak penduduk Yehuda ke pembuangan di Babel. Yeremia sendiri tetap tinggal di Yehuda bersama sisa-sisa penduduk yang tersisa.
Setelah kehancuran Yerusalem, Yeremia dipaksa untuk ikut dengan kelompok orang Yahudi yang melarikan diri ke Mesir. Di sana, dia terus bernubuat tentang kehancuran yang akan datang kepada mereka yang tidak taat kepada Tuhan.

renungan :
1. Kepercayaan pada Keadilan Tuhan:
Yeremia menegaskan keyakinannya bahwa Tuhan adalah hakim yang adil. Dalam hidup, kita sering dihadapkan pada situasi yang tampak tidak adil, di mana kebenaran dan keadilan seolah-olah tidak terwujud. Ayat ini mengingatkan kita untuk percaya bahwa Tuhan mengetahui segala sesuatu dan Dia akan menghakimi dengan adil.

2. Tuhan Menguji Batin dan Hati:
Tuhan tidak hanya melihat tindakan luar seseorang, tetapi juga memahami motivasi dan hati yang tersembunyi. Ini memberikan kenyamanan bahwa Tuhan melihat kebenaran sepenuhnya, tetapi juga mengingatkan kita untuk menjaga kemurnian hati dan motivasi kita.

3. Penyerahan Perkara kepada Tuhan:
Yeremia menunjukkan teladan penyerahan total kepada Tuhan. Ketika dia menghadapi penganiayaan dan ketidakadilan, dia tidak mencari balas dendam secara pribadi, melainkan menyerahkan perkaranya kepada Tuhan. Ini mengajarkan kita untuk mengandalkan Tuhan dalam menghadapi masalah kita, percaya bahwa Dia akan bertindak tepat pada waktunya

4. Harapan Akan Pembalasan Tuhan:
Yeremia meminta untuk melihat pembalasan Tuhan atas mereka yang berbuat jahat. Dalam konteks ini, pembalasan bukanlah tentang dendam pribadi, tetapi pada keadilan Ilahi yang memulihkan kebenaran. ( bandingkan Ibrani 10:30) Ini mengingatkan kita bahwa Tuhan adalah pembela orang benar dan Dia akan membalas kejahatan dengan adil.

Aplikasi Pribadi:
Ayat ini mengajak kita untuk introspeksi dan memastikan bahwa kita hidup dengan integritas dan keadilan, serta menyerahkan segala persoalan kita kepada Tuhan. Kita diajak untuk berdoa dan mengandalkan Tuhan dalam setiap situasi yang kita hadapi, yakini bahwa Dia pasti mengerti dan peduli akan segala permasalahan hidup kita dan Dia akan bertindak sesuai dengan kebijaksanaan-Nya.

Renungan ini menguatkan kita untuk tetap teguh dalam iman, percaya pada keadilan Tuhan, dan tetap mengandalkan Dia dalam setiap aspek kehidupan sehingga langkah kita tetap terjaga dan tetap berkenan kepada-Nya.
Amin..

26/06/2024

"Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku". (Mazmur 23:4)

Renungan:

Ayat ini menggambarkan situasi yang menakutkan, "lembah kekelaman", dapat diartikan sebagai masa-masa sulit, penuh ketidakpastian, atau penderitaan dalam hidup kita. Namun, Daud, penulis Mazmur ini, menyatakan keyakinannya yang teguh bahwa ia tidak perlu takut karena Tuhan ada bersamanya. Ada beberapa hal yang dapat kita renungkan dari ayat ini:

1. Kehadiran Tuhan:
Ketika kita berada dalam situasi sulit, mungkin kita merasa sendirian dan tidak berdaya. Mazmur ini mengingatkan kita bahwa Tuhan selalu hadir bersama kita, bahkan dalam kegelapan yang paling pekat sekalipun. Kehadiran-Nya memberikan ketenangan dan penghiburan.

2. Perlindungan dan Bimbingan:
Gada dan tongkat adalah simbol perlindungan dan bimbingan dari seorang gembala. Tuhan menggunakan "gada" untuk melindungi kita dari bahaya dan "tongkat" untuk membimbing kita ke jalan yang benar. Ini menunjukkan betapa besar kasih Tuhan dalam menjaga dan memimpin kita.

3. Keberanian dan Kepercayaan:
Daud menunjukkan bahwa dengan Tuhan di sisinya, ia tidak takut akan bahaya apapun. Kepercayaan kita kepada Tuhan harus memberikan kita keberanian untuk menghadapi segala tantangan hidup. Keberanian ini tidak berasal dari kekuatan kita sendiri, tetapi dari keyakinan bahwa Tuhan yang Mahakuasa berjalan bersama kita.

4. Penghiburan dalam Penderitaan:
Tuhan tidak hanya melindungi kita, tetapi juga menghibur kita di saat-saat sulit. Dalam penderitaan, kehadiran Tuhan memberikan penghiburan yang luar biasa, melebihi penghiburan duniawi manapun. Ini mengajarkan kita untuk mencari penghiburan dalam Tuhan ketika hati kita gelisah.

Aplikasi dalam Kehidupan Sehari-Hari

- Saat menghadapi tantangan atau masa-masa sulit, ingatlah bahwa Tuhan selalu ada bersama kita. Berdoalah dan mintalah kekuatan dari-Nya.
- Percayalah pada bimbingan Tuhan. Kadang-kadang jalan yang kita lalui tampak menakutkan atau tidak pasti, tetapi percayalah bahwa Tuhan membimbing kita ke tempat yang baik. baca Yeremia 29:11.
- Temukan penghiburan dalam Tuhan. Saat merasa tertekan atau sedih, bacalah Firman Tuhan, berdoa, dan cari penghiburan dalam hadirat-Nya.
- Jadilah penghibur bagi orang lain. Bagikan keyakinan dan pengalaman Anda tentang kehadiran dan perlindungan Tuhan kepada mereka yang mungkin sedang melalui "lembah kekelaman" mereka sendiri.

Mazmur 23:4 adalah pengingat yang kuat bahwa kita tidak pernah sendiri dalam menghadapi kegelapan hidup. Tuhan, Sang Gembala yang setia, selalu hadir, melindungi, membimbing, dan menghibur kita. Mari kita terus mempercayakan hidup kita kepada-Nya dan menjalani hari-hari kita dengan keberanian dan penuh keyakinan.

24/06/2024

Selamat Pagi..

Hari ini kita akan merenungkan Habakuk 2:3, sebuah ayat yang memberikan pengharapan dan kekuatan bagi kita dalam menantikan penggenapan janji Tuhan. Habakuk adalah seorang nabi yang hidup dalam masa penuh tantangan, dan ia bertanya kepada Tuhan mengenai keadilan dan penggenapan janji-Nya. Tuhan menjawab dengan pesan yang kuat tentang waktu dan kepastian janji-Nya.

"Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh." (Habakuk 2:3 TB)

Poin-poin Renungan:

1. Penglihatan yang Menanti Saatnya
- Tuhan memberikan penglihatan atau janji yang pasti, tetapi seringkali kita harus menunggu waktu penggenapannya. sebagai contoh Abraham yang kita kenal aebagai bapanya orang percaya, harus menunggu bertahun-tahun untuk kelahiran Ishak, anak yang dijanjikan Tuhan kepadanya.

2. Keyakinan dalam Waktu Tuhan.
- Janji Tuhan selalu datang pada waktu yang tepat. Waktu Tuhan bukanlah waktu kita, dan seringkali kita perlu belajar untuk bersabar dan percaya pada pengetahuan dan rencana Tuhan, sebagaimana tertulis dalam kitab Yesaya.
- "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN." (Yesaya 55:8)

3. Iman dalam Proses Penantian
- Penantian bukan berarti pasif, tetapi aktif dalam iman. Sambil menunggu, kita harus tetap berdoa, bekerja, dan mempercayai Tuhan sepenuhnya. dari kisah alkitab kita tahu Yusuf harus menunggu bertahun-tahun dalam berbagai situasi sulit sebelum janji Tuhan melalui mimpi kepadanya digenapi.

4. Bergerak Menuju Penggenapan
- Ayat ini menyebutkan bahwa penglihatan itu "bersegera menuju kesudahannya". Ini mengajak kita untuk terus bergerak maju dalam iman, melakukan bagian kita sambil menantikan janji Tuhan.
- "Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia." (1 Korintus 15:58)

5. Pengharapan yang Tidak Mengecewakan
- Janji Tuhan tidak akan menipu atau mengecewakan. Tuhan setia dan janji-Nya pasti akan digenapi. Harapan kita dalam Tuhan adalah pasti.
- "Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita." (Roma 5:5)

Aplikasi Praktis:

- Berdoa dan Mengandalkan Tuhan: Dalam masa penantian, sering-seringlah berdoa dan menyerahkan segala kekhawatiran kepada Tuhan.
- Tetap Beriman dan Bersabar: Latihlah kesabaran dan tetaplah percaya bahwa Tuhan mengetahui waktu yang tepat untuk setiap janji-Nya dalam hidup kita.
- Lakukan Bagian Kita: Teruslah bekerja dan berusaha dengan setia sambil menantikan penggenapan janji Tuhan.
- Bersyukur dalam Proses: Bersyukurlah atas setiap tahap dalam proses penantian, karena setiap langkah adalah bagian dari rencana Tuhan yang lebih besar untuk hidup kita.

Penutup:
Habakuk 2:3 mengajarkan kita untuk menanti dalam iman dan keyakinan bahwa Tuhan akan menggenapi setiap janji-Nya pada waktu yang tepat. Marilah kita mempercayai Tuhan sepenuhnya, sabar dalam penantian, dan terus bergerak maju dalam iman, sambil selalu bersyukur atas kasih setia Tuhan dalam hidup kita. Amin.

24/06/2024

Renungan Harian dari Filipi 2:5
Ayat:
"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus."

Renungan:
Ayat ini mengingatkan kita untuk memiliki sikap dan pikiran yang sama seperti Kristus Yesus dalam setiap aspek kehidupan kita. Kristus adalah teladan sempurna dalam hal kerendahan hati, kasih, dan pengorbanan. Merenungkan ayat ini mengajak kita untuk introspeksi diri dan melihat sejauh mana kita sudah meniru karakter Kristus dalam hidup sehari-hari.

Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari:
1. Kerendahan Hati:
Kristus menunjukkan kerendahan hati yang luar biasa dengan datang ke dunia sebagai manusia dan melayani orang lain, bahkan hingga kematian di kayu salib. Dalam kehidupan kita, kerendahan hati dapat diwujudkan dengan tidak merasa lebih baik dari orang lain, bersedia mendengarkan, dan mau belajar dari siapa saja, termasuk mereka yang mungkin kita anggap lebih rendah statusnya. Dengan Kerendahan hati maka kita bisa belajar untuk membuang ego dan saling menghargai.

2. Kasih:
Kasih Kristus adalah kasih yang tak bersyarat dan penuh pengorbanan. Dia mengasihi kita bahkan ketika kita belum layak untuk dikasihi. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat meniru kasih Kristus dengan mengasihi orang lain tanpa pamrih, memberikan perhatian dan dukungan kepada mereka yang sedang dalam kesulitan, dan mengampuni mereka yang bersalah kepada kita.

Contoh:
Mengasihi tetangga yang mungkin sering membuat kita kesal, memberikan waktu untuk mendengarkan teman yang sedang memiliki masalah, atau membantu anggota keluarga yang sedang membutuhkan bantuan finansial atau emosional dengan menerapkan dari hal-hal sederhana ini dapat melatih kepekaan sosial yang membuat nama Tuhan semakin dipermuliakan.

3. Pengorbanan:
Kristus mengorbankan kenyamanan dan hidup-Nya demi keselamatan kita. Pengorbanan dalam kehidupan kita bisa berarti memberikan waktu, tenaga, dan sumber daya untuk membantu orang lain, bahkan ketika itu berarti kita harus mengorbankan kepentingan pribadi.

Contoh:
Mengorbankan waktu liburan untuk mendampingi teman yang sedang sakit, atau menyisihkan sebagian dari penghasilan kita untuk disumbangkan kepada mereka yang kurang beruntung.

Refleksi Harian:
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada situasi di mana kita bisa memilih antara mengutamakan diri sendiri atau meniru pikiran dan perasaan Kristus. Saat kita memilih untuk meniru Kristus, kita akan melihat bagaimana tindakan kita dapat membawa dampak positif bagi orang lain. Kita akan menjadi sumber inspirasi, dukungan, dan kasih bagi mereka yang kita temui.

Mari kita renungkan, adakah situasi dalam hidup kita saat ini di mana kita bisa lebih meniru pikiran dan perasaan Kristus? Apakah ada seseorang yang bisa kita bantu dengan kerendahan hati dan kasih? Apakah kita bisa mengorbankan sedikit waktu atau tenaga kita untuk kebaikan orang lain?

Meniru Kristus bukanlah hal yang mudah, tetapi melalui kasih karunia-Nya, kita bisa terus bertumbuh dan menjadi lebih seperti Dia. Mari kita memohon kekuatan dari-Nya agar kita dapat menampilkan pikiran dan perasaan Kristus dalam setiap aspek kehidupan kita.
Setiap hari, luangkan waktu sejenak untuk merenungkan satu aspek dari kehidupan Kristus yang ingin Anda terapkan. Misalnya, hari ini fokus pada kerendahan hati. Besok, fokus pada kasih. Dan hari berikutnya, fokus pada pengorbanan. Dengan demikian, kita dapat lebih mendalami dan menghidupi ajaran Kristus dalam keseharian kita.

Doa:
"Tuhan Yesus, terima kasih atas teladan hidup-Mu yang penuh kerendahan hati, kasih, dan pengorbanan. Ajari kami untuk meniru pikiran dan perasaan-Mu dalam kehidupan kami sehari-hari. Berikan kami hati yang rendah hati, penuh kasih, dan siap berkorban demi kebaikan sesama. Bimbinglah langkah kami agar semakin hari kami semakin serupa dengan-Mu. Amin."

Berseru kepada Tuhan dalam Kesesakan(Mazmur 107:23-32)Renungan:Bagian dari Mazmur ini mengisahkan pengalaman para pelaut...
23/06/2024

Berseru kepada Tuhan dalam Kesesakan
(Mazmur 107:23-32)

Renungan:

Bagian dari Mazmur ini mengisahkan pengalaman para pelaut yang menghadapi badai di laut. Mereka melihat kebesaran Tuhan melalui angin badai yang menimbulkan gelombang tinggi dan menakutkan. Situasi ini menggambarkan bagaimana manusia bisa merasa sangat kecil dan tak berdaya di hadapan kekuatan alam dan tantangan hidup yang besar.

Namun, pada titik terendah mereka, ketika mereka kehilangan akal dan merasa tidak ada jalan keluar, mereka berseru kepada Tuhan. Respon Tuhan terhadap seruan mereka menunjukkan belas kasih dan kuasa-Nya. Tuhan meredakan badai dan menuntun mereka ke tempat yang aman, sebuah simbol dari penyelamatan dan pemulihan.

Poin-poin Renungan:

Kesadaran akan Kebesaran Tuhan: Seperti para pelaut yang melihat pekerjaan Tuhan di laut yang dalam, kita diingatkan untuk melihat dan mengenali keajaiban-keajaiban Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Menghadapi Tantangan Hidup: Badai dan gelombang tinggi melambangkan tantangan dan kesulitan yang kita hadapi. Pengalaman para pelaut menunjukkan bahwa meskipun kita mungkin merasa tak berdaya, kita bisa bergantung pada Tuhan.

Berseru kepada Tuhan: Ketika berada dalam kesulitan, penting bagi kita untuk berseru kepada Tuhan. Mengakui ketidakberdayaan kita dan mencari pertolongan-Nya adalah langkah iman yang penting.

Kasih Setia Tuhan: Tuhan tidak hanya mendengarkan seruan kita tetapi juga bertindak untuk menyelamatkan. Kasih setia-Nya nyata dalam cara Dia meredakan badai kehidupan kita dan membawa kita ke tempat yang aman.

Ucapan Syukur: Respon yang pantas terhadap penyelamatan Tuhan adalah rasa syukur. Kita diundang untuk bersyukur kepada Tuhan dan memuji-Nya di tengah-tengah jemaat, mengakui perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib.

Dengan merenungkan Mazmur ini, kita diingatkan bahwa Tuhan selalu hadir dan siap menolong kita dalam setiap badai kehidupan. Dia adalah penyelamat yang setia, dan kita dipanggil untuk mempercayai dan memuji-Nya.

Renungan:Ketika Yesus dan murid-murid-Nya berada di tengah danau, tiba-tiba badai besar mengamuk. Ombak menghantam perah...
23/06/2024

Renungan:
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya berada di tengah danau, tiba-tiba badai besar mengamuk. Ombak menghantam perahu mereka dan membuat murid-murid ketakutan. Di tengah-tengah kekacauan itu, Yesus justru tidur dengan tenang. Ketika murid-murid membangunkan-Nya dengan penuh kekhawatiran, Yesus bangun, menghardik angin dan danau, dan badai pun reda.

Kisah ini mengajarkan kita beberapa hal penting tentang iman dan pengharapan:

1. Yesus Selalu Bersama Kita: Seperti Yesus yang berada di dalam perahu bersama murid-murid-Nya, Dia juga selalu bersama kita di tengah badai kehidupan. Tidak peduli seberapa besar badai yang kita hadapi, kita tidak pernah sendirian.

2. Percaya di Tengah Badai: Murid-murid merasa takut dan panik, tetapi Yesus menunjukkan bahwa iman mereka seharusnya mengalahkan ketakutan mereka. Dia bertanya, "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" Ini adalah pengingat bagi kita untuk mempercayai kuasa dan kasih Tuhan, bahkan ketika situasi tampak mengerikan.

3. Kuasa Yesus Mengatasi Segalanya: Yesus memiliki kuasa untuk menenangkan badai. Ketika kita menghadapi masalah besar, percayalah kita tetap memiliki pengharapan bahwa Yesus mampu mengatasi segala sesuatu yang mengancam kita.

Poin Refleksi:

-. Mengandalkan Yesus: Apakah kita mengandalkan Yesus di tengah badai kehidupan? Mari kita belajar untuk beralih kepada-Nya dan percaya bahwa Dia akan menenangkan badai dalam hidup kita.

-. Meningkatkan Iman: Bagaimana kita bisa memperkuat iman kita agar tidak mudah goyah oleh ketakutan? Renungkan kasih dan kuasa Tuhan yang telah terbukti dalam hidup kita dan dalam Alkitab.

-. Mengalami Damai Sejahtera: Yesus tidur dengan tenang di tengah badai, Ia mengajarkan dan menunjukkan seperti apa damai sejahtera yang sempurna. Bagaimana kita bisa mengalami damai sejahtera yang sama? Dengan mempercayai dan menyerahkan segala kekhawatiran kita kepada-Nya.

Doa:
Tuhan Yesus yang penuh kasih, terima kasih karena Engkau selalu bersama kami, bahkan di tengah badai kehidupan. Ajarlah kami untuk percaya sepenuhnya kepada-Mu dan tidak takut. Ingatkan kami bahwa Engkau memiliki kuasa untuk menenangkan setiap badai yang kami hadapi. Berikan kami damai sejahtera yang melampaui segala pengertian dan teguhkan iman kami agar kami selalu mengandalkan Engkau. Dalam nama Yesus kami berdoa, Amin.

22/06/2024

Renungan Harian dari Keluaran 34:10:

"Firman-Nya: "Sungguh, Aku mengadakan suatu perjanjian. Di depan seluruh bangsamu ini akan Kulakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib, seperti yang belum pernah dijadikan di seluruh bumi di antara segala bangsa; seluruh bangsa, yang di tengah-tengahnya engkau diam, akan melihat perbuatan TUHAN, sebab apa yang akan Kulakukan dengan engkau, sungguh-sungguh dahsyat."

Ayat ini mencatat janji Tuhan kepada Musa dan bangsa Israel setelah mereka memperbaharui perjanjian dengan Tuhan di Gunung Sinai. Tuhan berjanji untuk melakukan perbuatan-perbuatan ajaib yang akan menunjukkan kemuliaan dan kekuatan-Nya, dan seluruh bangsa akan menyaksikan perbuatan Tuhan yang dahsyat.

Poin Renungan:

1. Keajaiban Tuhan dalam Hidup Kita:
Tuhan adalah Allah yang melakukan keajaiban. Sama seperti yang dijanjikan-Nya kepada bangsa Israel, Tuhan juga bekerja dengan cara-cara yang ajaib dalam kehidupan kita. Kadang-kadang kita mungkin tidak menyadari atau tidak mengerti rencana-Nya, tetapi kita dapat percaya bahwa Dia bekerja dengan cara yang menakjubkan untuk kebaikan kita.

2. Perjanjian dan Kesetiaan Tuhan:
Ayat ini mengingatkan kita tentang kesetiaan Tuhan terhadap perjanjian-Nya. Ketika kita hidup dalam ketaatan dan iman kepada-Nya, kita dapat yakin bahwa Tuhan akan memenuhi janji-Nya. Kesetiaan-Nya tidak pernah gagal, dan Dia selalu setia pada firman-Nya.

3. Kesaksian kepada Dunia:
Perbuatan-perbuatan ajaib Tuhan adalah kesaksian kepada bangsa-bangsa. Hidup kita sebagai orang percaya seharusnya mencerminkan kemuliaan Tuhan sehingga orang lain dapat melihat perbuatan Tuhan yang dahsyat melalui kita. Kita dipanggil untuk menjadi terang dunia dan menunjukkan kasih serta kuasa Tuhan kepada mereka yang belum mengenal-Nya.

4. Pengalaman Pribadi dengan Tuhan:
Setiap kita memiliki pengalaman pribadi dengan Tuhan. Tuhan berjanji untuk melakukan hal-hal yang dahsyat dengan bangsa Israel, dan Dia juga ingin melakukan hal-hal yang luar biasa dalam kehidupan kita masing-masing. Pengalaman kita dengan Tuhan dapat memperdalam iman dan kepercayaan kita kepada-Nya.

5. Mengandalkan Tuhan dalam Segala Hal:
Dalam menghadapi tantangan dan situasi sulit, kita diingatkan untuk selalu mengandalkan Tuhan. Dia mampu melakukan hal-hal yang melebihi pikiran dan pemahaman kita. Ketika kita menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya, kita akan melihat bagaimana Dia bekerja dengan cara yang menakjubkan dalam hidup kita.

Semoga renungan dari Keluaran 34:10 ini menguatkan iman kita dan mengingatkan kita akan keajaiban serta kesetiaan Tuhan yang tidak pernah berubah.

Amin.

21/06/2024

Renungan dari Yeremia 14:21

Ayat: Yeremia 14:21 (TB)
_"Janganlah Engkau menampik kami, oleh karena nama-Mu, dan janganlah Engkau menghinakan takhta kemuliaan-Mu!
Ingatlah perjanjian-Mu dengan kami, janganlah membatalkannya!"_

Pendahuluan

Saudara-saudara yang terkasih, hari ini kita akan merenungkan Yeremia 14:21, sebuah permohonan yang tulus dari nabi Yeremia kepada Tuhan di tengah krisis yang dihadapi oleh bangsa Israel. Ayat ini mengandung permohonan yang mendalam agar Tuhan tetap setia kepada perjanjian-Nya dan memulihkan umat-Nya.

I. Konteks Yeremia 14

Yeremia 14 berada dalam konteks masa kekeringan dan kelaparan yang melanda Yehuda sebagai akibat dari dosa dan pemberontakan bangsa itu terhadap Tuhan. Nabi Yeremia mengungkapkan kesedihan dan penderitaan bangsa Israel dan memohon belas kasihan Tuhan. Ini adalah masa di mana Tuhan tampak murka terhadap dosa umat-Nya, dan Yeremia berdiri sebagai perantara yang memohon pengampunan dan pemulihan.

II. Permohonan Atas Nama Tuhan

Yeremia memulai dengan permohonan, ".Janganlah Engkau menampik kami, oleh karena nama-Mu" Ini menunjukkan pengakuan bahwa nama Tuhan adalah kudus dan penuh kuasa. Yeremia mengingatkan Tuhan akan kehormatan dan kekudusan nama-Nya, dan memohon agar Tuhan tidak menolak umat-Nya demi nama-Nya sendiri. Hal ini mencerminkan kepercayaan bahwa Tuhan akan bertindak demi menjaga nama-Nya tetap mulia.

III. Takhta Kemuliaan Tuhan

"janganlah Engkau menghinakan takhta kemuliaan-Mu!" Takhta kemuliaan Tuhan merujuk pada Bait Allah di Yerusalem, tempat di mana hadirat Tuhan bersemayam. Yeremia memohon agar Tuhan tidak membiarkan tempat kudus-Nya menjadi tercemar oleh dosa dan kehancuran bangsa itu. Ini adalah seruan untuk memelihara kekudusan dan kemuliaan tempat penyembahan kepada Tuhan.

IV. Ingat Perjanjian-Mu

"Ingatlah perjanjian-Mu dengan kami!" Yeremia mengingatkan Tuhan akan perjanjian yang dibuat-Nya dengan bangsa Israel. Ini adalah perjanjian yang penuh janji tentang pemeliharaan dan berkat bagi umat-Nya. Yeremia mengakui kesalahan dan dosa bangsa itu, tetapi dia juga memohon agar Tuhan mengingat kasih setia-Nya dan perjanjian-Nya.

Aplikasi dalam Kehidupan Sehari-Hari

1. Mengandalkan Nama Tuhan: Ketika kita berada dalam masa kesulitan dan krisis, marilah kita belajar dari Yeremia untuk memohon kepada Tuhan atas dasar nama-Nya yang kudus dan mulia. Percayalah bahwa Tuhan akan bertindak demi nama-Nya yang Agung dan Kudus.

2. Memelihara Tempat Kudus Tuhan: Dalam kehidupan kita, mari kita menjaga kekudusan dan kemuliaan "takhta" Tuhan, yang sekarang dapat dimaknai sebagai hati kita sendiri, tempat di mana Roh Kudus berdiam. Hindari dosa dan pelihara kehidupan yang menyenangkan Tuhan.

3. Mengandalkan Perjanjian Tuhan: Ingatlah janji-janji Tuhan dalam firman-Nya. Tuhan setia kepada perjanjian-Nya, dan kita dapat berpegang pada janji-Nya dalam situasi apapun. Berdoalah dengan iman bahwa Tuhan akan mengingat dan menepati setiap janji-Nya.

4. Pertobatan dan Pemulihan: Seperti Yeremia yang mengakui dosa bangsa Israel, kita juga harus siap untuk mengakui dosa kita dan memohon pengampunan Tuhan. Pertobatan membawa pemulihan dan membuka jalan bagi Tuhan untuk bekerja dalam hidup kita.

Penutup

Saudara-saudara yang terkasih, marilah kita belajar dari doa dan permohonan Yeremia dalam Yeremia 14:21. Di tengah kesulitan, marilah kita selalu mengandalkan nama Tuhan yang kudus, menjaga kekudusan hidup kita, mengingat perjanjian dan janji-janji Tuhan, serta senantiasa hidup dalam pertobatan. Tuhan yang setia akan mendengar dan menjawab doa-doa kita, memulihkan, dan memberkati kita sesuai dengan kasih setia-Nya.

Amin.

Address

SP. 3 TRANS PISP KOTA TENGAH
Pasir Pangaraian
28559

Opening Hours

08:00 - 12:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GKPI Trans PISP Kota Tengah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category