Bethany Negara

Bethany Negara kita memiliki Tuhan Yesus untuk memujinya dan menyembahnya dalam setiap waktu yang kita miliki

24/06/2022

Sunday service

22/07/2020

Bethany negara

20/07/2020

Syalom jemaat semua,untuk saat ini Bethany Negara sudah beribadah seperti biasa,tetapi dengan adanya covid-19 protokol harus di patuhi dengan menggunakan masker,jaga jarak,dan selalu cuci tangan .Untuk info lebih lanjut bisa WA 082236535127
GBU ALL😇😇😇😇😇

16/03/2020
14/03/2020

sonor aq2 by
percussion by

16/11/2015

Persembahan dari sdra Bp angga ,kalo mati lampu tolong angkat tangan :D ( Sorry sound gak terlalu bagus )

12/08/2015

Seorang Anak muda yang tinggal bersama istri dan tiga orang anaknya mengeluh tentang rumahnya yang sempit dan sangat tidak nyaman untuk ditinggali oleh mereka sekeluarga. Suatu hari, ia berkunjung ke seorang guru bijak untuk mengemukakan permasalahannya itu.

“Guru, apa yang harus saya lakukan untuk mengatasi persoalan yang tengah saya hadapi ini?” tanya anak muda itu.
“Apakah kamu memelihara hewan danternak di rumahmu?” sang guru bijak balik bertanya.
“Ya Guru, di pekarangan rumah, saya memelihara beberapa ekor ayam, bebek, dan kambing,” jawab si anak muda.
“Baik,” lanjut sang guru, “Mulai nanti malam, kamu masukkan semua ternak dan hewan peliharaanmu ke dalam rumah. Dan, setelah satu minggu, kamu kembali lagi ke tempat saya untuk melaporkan hasilnya.”
Anak itu pun kembali ke rumahnya dan mulai menjalani nasihat dari guru bijak itu. Lima ekor ayam, 8 ekor bebek, dan 4 ekor kambing yang biasanya ditempatkan di kandang mereka di halaman rumah, mulai malam itu semuanya dimasukkan ke dalam rumah, berjejal-jejalan bersama penghuninya.

Semalaman anak muda itu dan keluarganya tidak bisa tidur karena udara di dalam rumah menjadi sangat pengap, bau kotoran ternak, dan berisik dengan suara-suara hewan peliharaan tersebut. “Mengapa jadinya seperti ini?” pikir anak muda itu dalam hati, “Saya mencari penyelesaian masalah, tetapi mengapa persoalan
yang lebih besar yang harus saya hadapi?”

Seminggu kemudian, anak muda itu sudah tidak sabar untuk menemui si guru bijak. “Guru, setelah saya menuruti nasihat Guru, persoalan yang saya hadapi bukannya berkurang malah jadi bertambah”, ungkap anak muda itu.

Sembari tertawa, si guru bijak menjawab, “Kalau begitu mulai nanti malam, kamu keluarkan semua hewan peliharaanmu dari dalam rumah. Kembalikan mereka ke kandangnya masing-masing.”

Mendengar perintah guru bijak itu, si anak muda bergegas kembali ke rumahnya untuk mengeluarkan semua hewan peliharaanya dari dalam rumah. “Wah, sekarang benar-benar terasa lega, rumahku tidak sempit seperti dulu lagi,” seru anak muda itu kegirangan.

“”””””
Ada sebuah ungkapan bijak yang mengatakan, “Jika kamu ingin merasa bersyukur dengan apa yang kamu miliki, pura-puralah kehilangan semua yang kamu miliki, kemudian kamu menemukannya kembali.”

Hal ini akan membantu kita untuk mensyukuri apa saja yang kita miliki. Ada orang menangis karena tidak bisa membeli sepatu, kemudian ia berhenti menangis dan bersyukur ketika melihat ada orang lain yang tidak punya kaki. Maka, “Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah,” kata D”Masiv

“Mengucap syukurlah senantiasa”.

11/08/2015

Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.” (Roma 8:1)

Alkitab menceritakan kepada kita tentang seorang perempuan yang terlibat dalam dosa perzinahan. Pemimpin agama pada jaman itu telah menghukum perempuan tersebut dalam pemikiran mereka, sedangkan hukum yang berlaku pada saat itu menyebutkan bahwa si perempuan harus diempari dengan batu. Karena rasa ingin tahu yang besar, orang-orang ini membawa perempuan tersebut kepada Yesus untuk melihat apa yang akan Ia lakukan kepadanya.

Tanggapan Tuhan Yesus mengenai masalah tersebut sangat mengejutkan mereka. Bukannya menghukum perempuan yang dianggap berdosa tersebut, Tuhan Yesus malah menunjukkan kasih dan perhatiannya kepada perempuan itu. Ia menoleh dan berkata kepada kerumunan orang banyak tersebut,

“Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Baca Yohanes 8:1-11).

Semua orang yang menuduh perempuan tersebut satu persatu pergi meninggalkan dia. Tuhan Yesus menoleh kepada perempuan itu dan bertanya, “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Perempuan itu menjawab, “Tidak ada, Tuhan.” Lalu Tuhan Yesus mengatakan sesuatu yang memiliki arti mendalam yang membuka mata hati kita untuk mengenal isi hatiNya kepada kita dan seluruh umat manusia yaitu,

“Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Pada dasarnya, Tuhan Yesus berkata kepada kita semua, “Aku tidak menyetujui adanya penghukuman. Bukan itu tujuanKu datang ke dunia ini. Aku datang untuk membebaskan seluruh umat manusia dari dosa dan maut.”

Mungkin belakangan ini Anda harus menghadapi beberapa orang yang ingin menuduh dan “melempari Anda dengan batu”, ketahuilah bahwa itu bukan maksud dan mau Tuhan. Tuhan tidak pernah akan melempari Anda dan saya dengan batu sebagai hukuman atas kesalahan dan dosa yang pernah kita lakukan; Tuhan tidak akan menjatuhkan kita. Ia sangat mengasihi kita dan ingin memperlengkapi Anda dan saya untuk hidup dalam kebebasan sejati karena tidak ada lagi penghukuman bagi setiap mereka yang percaya kepadaNya

11/08/2015

kita memiliki Tuhan Yesus untuk memujinya dan menyembahnya dalam setiap waktu yang kita miliki

Address

Negara

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bethany Negara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Bethany Negara:

Share