19/02/2026
“Wahai Manusia,
Sesungguhnya telah menaungi kamu bulan yang agung dan penuh berkah (Ramadhan). Bulan yang didalamnya terdapat suatu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Pada bulan itu, Allah menjadikan puasanya sebagai suatu kewajiban dan qiyam atau sholat dimalam harinya sebagai ibadah sunnah.
Siapa yang mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebajikan, maka nilainya sama dengan mengerjakan kewajiban dibulan lain.
Siapa yang mengerjakan suatu kewajiban dalam bulan Ramadhan tersebut, maka sama dengan menjalankan tujuh puluh kewajiban dibulan lain.
Ramadhan itu adalah bulan kesabaran; sedangkan ketabahan dan kesabaran; balasannya adalah Surga. Ramadhan adalah bulan pertolongan, pada bulan itu rizki orang-orang mukmin ditambah.
Siapa yang memberikan makanan untuk berbuka bagi orang yang berpuasa dibulan itu, maka ia akan diampuni dosanya, dibebaskan dari api Neraka. Orang itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tersebut. Sedangkan pahala puasa bagi yang melakukannya, tidak berkurang sedikitpun.
Para sahabat bertanya : “Wahai rasulullah, kami tidak semua memiliki makanan untuk berbuka bagi orang lain”.
Bersabda Rasulullah ﷺ : “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberikan sebutir kurma, atau seteguk air, atau seteguk susu”. Dialah Ramadhan, bulan yang permulaannya dipenuhi dengan rahmat, periode pertengahannya dipenuhi dengan ampunan dan maghfirah, pada periode terakhirnya merupakan pembebasan manusia dari azab neraka. Barang siapa yang meringankan beban pekerjaan pembantu-pembantu rumah tangganya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan membebaskannya dari api neraka. Oleh karena itu dalam bulan Ramadhan ini, hendaklah kamu sekalian dapat meraih empat bagian. Dua bagian pertama untuk memperoleh ridha Tuhanmu dan dua bagian lain adalah sesuatu yang kamu dambakan.
Dua bagian yang pertama ialah bersaksi dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan hendaklah memohon ampunan kepada-Nya. Dua bagian yang kedua yaitu kamu memohon
(Dimasukkan kedalam) Surga dan berlindung dari api Neraka. Siapa yang memberi minuman kepada orang yang berpuasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari Telaga-Ku, suatu minuman yang seseorang tidak akan merasa haus dan dahaga lagi sesudahnya, sehingga ia masuk kedalam Surga”.
Ngaji Sabtu Pagi MWC NU Mertoyudan
14 Februari 2026
Sumber : Petikan Kitab Mukasyafatul Qulub
MadiNU Center
20 Februari 2026
Infokom MadiNU