Sahabat Kasih Kristus

Sahabat Kasih Kristus non profit page just share love and kindness for others

⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪Mejuah-juah bagi kita semua."REMA"  Renungan Lima Menit Gereja Batak Karo ProtestanKamis, 11 Juni 2026📖 J...
10/06/2026

⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪
Mejuah-juah bagi kita semua.
"REMA" Renungan Lima Menit Gereja Batak Karo Protestan
Kamis, 11 Juni 2026
📖 Jop 8: 20
🗣️ Dilayani oleh : Pdt. Immanuel Kemenangen Ginting, S.Th
Tuhan Yesus Memberkati.
⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪
👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦
💪💪💪💪💪💪💪💪




`

⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪Mejuah-juah bagi kita semua."REMA" Renungan Lima ...

Shalom selamat pagi,Lewi adalah seorang Yahudi yang diangkat pemerintah Roma sebagai pemungut cukai. Untuk menjadi pemun...
10/06/2026

Shalom selamat pagi,

Lewi adalah seorang Yahudi yang diangkat pemerintah Roma sebagai pemungut cukai. Untuk menjadi pemungut cukai, ia harus menyetor sejumlah uang kepada pemerintah Roma. Ia kemudian memungut pajak dari penduduk maupun pedagang yang lewat di kota kekuasaannya. Dari situ mereka memperoleh komisi. Posisi ini membuat mereka sangat dibenci kaum sebangsa mereka. Selain dianggap s**a menipu, mereka juga dipandang sebagai kaki tangan penjajah.

Situasi inilah yang memicu kemarahan orang Farisi ketika menyaksikan Tuhan Yesus duduk makan dan berada di rumah pemungut cukai bersama Lewi serta sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain. Orang Farisi menganggap perbuatan Tuhan Yesus yang bergaul dengan para pemungut cukai itu sebagai tindakan yang tidak pantas. Mereka lebih memperhatikan citra mereka sebagai orang suci daripada kepedulian terhadap sesama, kritikan daripada dorongan, kehormatan dari luar daripada bantuan praktis. Kecaman mereka pun ditanggapi enteng oleh Tuhan Yesus dengan perkataan,

Lalu jawab Yesus kepada mereka, "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit."
Lukas 5:31

"Menggarami laut" menggambarkan sesuatu yang sia-sia dan tidak berguna. Kita, sebagai garam dunia, bukankah seharusnya berada di tempat yang tepat agar hidup kita dapat memberikan dampak yang baik?

Selamat beraktivitas. Jika kita terus berkutat nyaman dalam gereja dan enggan hidup bersama masyarakat di luar gereja, adakah gunanya? Saatnya kita meneladani hidup Kristus: ada waktu untuk keluar dari gereja dan menjadi kesaksian bagi sesama.
Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.

⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪Mejuah-juah bagi kita semua."REMA"  Renungan Lima Menit Gereja Batak Karo ProtestanRabu, 10 Juni 2026📖 Ma...
09/06/2026

⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪
Mejuah-juah bagi kita semua.
"REMA" Renungan Lima Menit Gereja Batak Karo Protestan
Rabu, 10 Juni 2026
📖 Matius 22: 37
🗣️ Dilayani oleh : Pdt. Bangun Firdaus Depari, S.Th
Tuhan Yesus Memberkati.
⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪
👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦
💪💪💪💪💪💪💪💪




`

⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪⛪Mejuah-juah bagi kita semua."REMA" Renungan Lima ...

dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau; Aku menjawab engkau dalam persembunyian guntur, Aku telah me...
09/06/2026

dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau; Aku menjawab engkau dalam persembunyian guntur, Aku telah menguji engkau dekat air Meriba. Sela
Mazmur 81:8

09/06/2026

Pemahaman sempit meniadakan pengharapan pasti
#/TB Matius 22:41-46

Berulang-kali orang-orang Farisi berusaha mencobai Yesus, namun di luar perhitungan mereka ternyata Yesus tidak pernah terjerat oleh tipu muslihat mereka.

Pada kesempatan ini, bukan lagi mereka yang bertanya kepada Yesus tetapi Yesus yang menanyai mereka: bagaimana pemahaman mereka tentang Mesias (42a). Mereka tahu dengan pasti bahwa Mesias yang dinantikan adalah keturunan Daud, seperti yang mereka baca dalam nubuatan nabi-nabi. Mereka memahami secara hurufiah makna nubuatan ini maka penantian mereka pun adalah melihat kepada garis keturunan Daud. Berdasarkan pemahaman inilah maka dengan lantang mereka menjawab pertanyaan Yesus (42b). Pemahaman sepotong ini telah membawa mereka kepada penantian yang sia-sia, karena mereka melupakan bagian Kitab Suci lain seperti yang dikutip oleh Yesus, dimana Daud menyatakan tentang Mesias (43-44). Ketika mereka mendengar penjelasan Yesus yang berpijak p**a dari kebenaran firman Tuhan, maka mereka menjadi mati kutu, tak kuasa lagi mempertahankan argumentasi mereka tentang Mesias anak Daud. Akhir bacaan kita mencatat bahwa sejak saat itu mereka tidak lagi berani menjebak Yesus dengan pertanyaan tipu muslihat mereka, karena mereka benar-benar mati kutu (44).

Betapa mengherankan, orang-orang Farisi yang menguasai Kitab Suci ternyata tidak mampu menjawab dengan tepat dan benar. Hal ini dikarenakan pemahaman yang sempit dan sepenggal-sepenggal akan firman Tuhan, sehingga mereka hanya terpaku pada apa yang tertera dan tertulis, dan bukan kepada kebenaran yang diungkapkan secara utuh dan berkesinambungan. Kita menyadari betapa berbahayanya pemahaman demikian, karena akan membawa kita kepada pengharapan yang sia-sia. Apabila kita salah memahami firman Tuhan maka akan berakibat: pengenalan yang sempit akan Yesus Kristus, kehidupan rohani yang dangkal, dan pengharapan yang tidak pernah berujung kenyataan. Betapa sia-sianya hidup iman kita!

Renungkan: Jangan mudah puas dengan pemahaman Anda saat ini, teruslah belajar menggali dan memahami firman Tuhan dengan benar dan utuh, sehingga Anda memiliki pemahaman yang benar dan pengharapan yang pasti.

Shalom selamat pagi,Dalam liputan sebuah stasiun televisi, ditampilkan kehidupan keluarga pasangan difabel yang tinggal ...
09/06/2026

Shalom selamat pagi,

Dalam liputan sebuah stasiun televisi, ditampilkan kehidupan keluarga pasangan difabel yang tinggal di Pati, Jawa Tengah. Meskipun mengalami keterbatasan secara fisik, mereka tidak memanfaatkan hal itu untuk meminta belas kasih orang lain dengan mengemis. Keduanya bekerja untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga dan pendidikan dua anak mereka. Bukan hanya itu, mereka mengangkat dua anak asuh.

Berbagi mungkin bukan masalah besar bagi yang berkelimpahan. Tetapi, bagaimana jika pemberian itu bersumber dari keterbatasan? Bukankah nilainya lebih berharga dari yang pertama? Tuhan Yesus pun mengakui hal ini. Dua peser persembahan janda miskin, di mata Tuhan Yesus, merupakan persembahan yang paling berharga. Jumlahnya memang tidak besar, tetapi, bagi sang janda, jumlah itu mewakili seluruh nafkah. Itulah harta berharga kepunyaannya. Perlu kerelaan hati untuk menyerahkannya.

Mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan seluruh nafkah yang dimilikinya.
Lukas 21:4

Tuhan tidak melihat persembahan yang kita berikan berdasarkan ukuran, pengaruh, atau keberhasilannya. Tuhan lebih melihat kadar pengabdian, pengurbanan, iman, dan ketulusan pribadi yang menyertainya.

Selamat beraktivitas. Keterbatasan fisik atau finansial, bukan alasan untuk membatasi persembahan kita. Kita bisa memberikan waktu, tenaga, dana, kemampuan, dan apa pun yang kita miliki sebagai persembahan yang kudus dan berkenan bagi-Nya.
Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.

maka kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu. Biarkanlah kami hidup, maka kami akan menyerukan nama-Mu. Ya TUHAN, Allah ...
08/06/2026

maka kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu. Biarkanlah kami hidup, maka kami akan menyerukan nama-Mu. Ya TUHAN, Allah semesta alam, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.
Mazmur 80:19-20

08/06/2026

Ketika Tuhannya Daud berbicara
#/TB Matius 22:34-46

Semakin kita menelusuri kisah-kisah Yesus, semakin kita takjub terhadap-Nya. Orang Farisi tampil lagi untuk mencoba mengukur ortodoksi iman Yesus. Lagi-lagi jawaban Yesus semakin membuat diri Yesus cemerlang di hadapan mereka dan orang banyak.

Tentang hukum terbesar dalam Taurat Yesus merangkumkan Sepuluh Perintah Allah ke dalam dua hukum kasih, mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama (ayat 37-40; Ul. 6:5; Im. 19:18). Ajaran Yesus selaras dengan Perjanjian Lama. Jawaban Yesus sebenarnya tidak hanya memaparkan kebenaran, tetapi juga menelanjangi kejahatan mereka. Apabila Yesus Putra Allah, mereka sudah melanggar hukum pertama sebab mereka tidak mengasihi, tetapi mencobai Yesus. Apabila Yesus hanya manusia biasa, mereka sudah melanggar hukum kedua sebab tujuan mereka bertanya adalah untuk menjatuhkan.

Kini Yesus mengambil prakarsa membalikkan posisi dan status-Nya. Dari ditanya dan mempertahankan diri, kini Ia berbalik menanya dan mendesak mereka (ayat 42). Pertanyaan-Nya sederhana, yaitu siapa Mesias menurut mereka. Jawab menurut iman ortodoks dan tradisi Farisi, Mesias adalah anak Daud. Muatan di dalamnya bernuansa politis. Lalu Yesus makin menyudutkan mereka. Bagaimana mungkin Daud memanggil Mesias sebagai Tuan jika Mesias hanya anaknya, manusia biasa! Artinya, pengharapan mereka tentang siapa dan apa karya Mesias salah, jika hanya di sekitar konsep manusia belaka. Mesias dan karyanya pastilah ilahi sebab Daud menuankan Mesias jauh di atasnya (ayat 45).

Jangan kita ulangi kesalahan Farisi itu, iman ortodoks dan doktrin tanpa tunduk pada Tuhan tidaklah cukup. Bila iman hanya sebatas persetujuan akali, rohani kita menjadi dangkal dan buta.

Renungkan: Mengasihi Tuhan dan sesama, mempertuhankan Yesus dalam hidup bukan soal teori tetapi soal gerak-gerik dan kelakuan sehari-hari.

Address

Medan

Telephone

+6281365200300

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sahabat Kasih Kristus posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Sahabat Kasih Kristus:

Share