Naqshbandiyya Aliyya Medan

Naqshbandiyya Aliyya Medan Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Naqshbandiyya Aliyya Medan, Religious Center, Medan.

30/03/2025

09/01/2025

Nilai Kehidupan Dunia dan Pentingnya Akhirat
Mawlana Shaykh Muhammad Adil, Fajr 9/1/2025

As-Salāmu ‘Alaykum wa RahmatuLlāhi wa Barakātuh. A'ūdhubillahi Minash-shayṭānir-rajīm. Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm. Waṣ-Salātu was- Salāmu ‘alá Rasūlinā Muḥammadin Sayyidil- Awwalīna wal-Akhirīn. Madad yā RasūlAllāh, Madad yā Sādāti Aṣḥābi Rasūlillāh, Madad yā Mashāyikhinā, Dastūr Mawlana Syekh Abdullāh al-Fā’iz ad-Dāghistāni, Syekh Muḥammad Nāẓim Adil al-Ḥaqqānī. Madad. Ṭarīqatunā aṣ-Suḥbah wal-Khayru fil jamiah.

Allah Yang Maha Kuasa menggambarkan dalam Al-Qur'an bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah permainan dan hiburan semata. Kehidupan di dunia ini tidak lain hanyalah hiburan dan kesenangan sementara. Karena kehidupan dunia ini hanyalah hiburan, dunia itu sendiri tidak memiliki nilai. Allah Yang Maha Kuasa telah membuat kita hidup di dunia ini, namun kita harus menyadari bahwa dunia ini tidak memiliki nilai karena dunia ini bukanlah tempat yang kekal. Dan sesuatu yang tidak kekal pada hakikatnya tidak memiliki nilai.
Namun, manusia saling berperang demi dunia ini, mereka melancarkan peperangan satu sama lain demi dunia ini, mereka saling membunuh demi dunia ini, dan mereka melakukan kejahatan satu sama lain demi dunia ini. Tapi untuk apa semua itu, jika sesuatu itu tidak memiliki nilai? Yang bernilai adalah akhirat, dan yang bernilai di dunia ini adalah rumah-rumah Allah Yang Maha Kuasa: Ka'bah, Masjidil Haram, Masjid Nabi kita yang mulia di Madinah, dan juga Masjid Al-Aqsa yang suci di Yerusalem. Selain ketiga tempat suci ini, semua masjid adalah tempat yang berharga dan mulia. Masjid-masjid ini, rumah-rumah Allah Yang Maha Kuasa, adalah hal yang berharga di dunia ini. Di luar tempat-tempat bernilai ini, tidak ada yang berharga di dunia ini.
Masjid-masjid tersebut tidak bernilai untuk dunia ini, melainkan untuk akhirat. Ka'bah, rumah Allah Yang Maha Kuasa, Masjid Nabi kita yang diberkahi, dan semua masjid lainnya didedikasikan untuk Allah Yang Maha Kuasa. Semua masjid, semua dergah, dan makam para wali adalah tempat yang didedikasikan untuk akhirat, untuk Allah Yang Maha Kuasa. Tempat-tempat ini bukanlah untuk dunia, dan karena mereka bukan untuk dunia, mereka bernilai. Tempat-tempat ini—masjid, dergah, dan makam para wali—adalah tempat yang memiliki nilai, bukan gedung-gedung pencakar langit atau kota-kota terkenal yang sering dianggap istimewa atau bernilai. Tempat-tempat tersebut tidak memiliki nilai di mata Allah Yang Maha Kuasa.
Namun, manusia sering melakukan kebalikan. Mereka memberi nilai pada tempat dan benda yang tidak bernilai, sementara kepada yang bernilai mereka tidak memberi perhatian. Bahkan, manusia begitu ekstrem dalam pandangan mereka sehingga mereka meninggalkan tanah air dan rumah mereka demi mengejar tempat-tempat duniawi yang sebenarnya tidak memiliki nilai. Mereka meninggalkan rumah dan tanah air mereka tanpa paksaan dan tanpa kebutuhan yang nyata, hanya untuk mengejar dunia ini.
Satu-satunya alasan yang sah untuk berhijrah adalah ketika seseorang tidak bisa menjalankan agamanya dan menaati perintah Allah Yang Maha Kuasa di tempat ia tinggal. Allah Yang Maha Kuasa menciptakan dunia ini begitu luas, sehingga seseorang dapat menemukan tempat untuk hidup di mana saja. Namun, seseorang tidak seharusnya meninggalkan rumahnya demi ambisi duniawi atau kehidupan yang lebih mewah. Jika ini menjadi alasan seseorang meninggalkan tanah airnya, maka ia tidak akan mendapatkan manfaat dari usahanya, dan Allah Yang Maha Kuasa tidak akan ridha kepadanya. Sebab, Allah Yang Maha Kuasa adalah pemberi rezeki, dan Dia akan memberikan rezeki-Nya di mana pun seseorang berada.
Oleh karena itu, berhati-hatilah dan perhatikan apa yang ditujukan untuk akhirat. Namun, manusia sering melupakan bahwa Allah Yang Maha Kuasa adalah pemberi rezeki, dan mereka tetap khawatir akan rezeki mereka, sehingga meninggalkan rumah dan tanah air mereka. Di mana pun Anda berada, Allah Yang Maha Kuasa akan memberikan rezeki kepada Anda. Anda harus berhati-hati dalam mengambil keputusan, terutama ketika merencanakan untuk meninggalkan rumah Anda. Pertimbangkanlah: apakah Anda dapat menjaga agama Anda di tempat yang baru? Apakah anak-anak Anda akan mampu menjaga agama mereka di tempat itu? Apakah keturunan Anda, cucu-cucu Anda, juga dapat menjaga agama mereka di tempat tersebut? Inilah yang perlu kita perhatikan dan khawatirkan.
Di mana pun kita berada, kita harus memastikan bahwa kita berada di tempat yang disukai Allah Yang Maha Kuasa, dan rumah-rumah Allah Yang Maha Kuasa dapat ditemukan di mana-mana. Di mana pun Anda berada di dunia ini, akan selalu ada masjid, dergah, atau tempat Allah Yang Maha Kuasa di mana Anda dapat mencari perlindungan kepada-Nya. Carilah perlindungan kepada Allah Yang Maha Kuasa di tempat-tempat yang didedikasikan untuk-Nya, dan Allah Yang Maha Kuasa akan menolong dan mendukung Anda. Semoga Allah Yang Maha Kuasa menolong dan mendukung umat Muslim agar kita dapat menjaga agama kita, sehingga agama anak-anak kita dan keturunan kita juga dapat terlindungi.





08/01/2025

Orang yang beruntung adalah orang yang beriman dan bersama orang baik
Mawlana Shaykh Muhammad Adil, Fajr 8/1/2025

As-Salāmu ‘Alaykum wa RahmatuLlāhi wa Barakātuh. A'ūdhubillahi Minash-shayṭānir-rajīm. Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm. Waṣ-Salātu was- Salāmu ‘alá Rasūlinā Muḥammadin Sayyidil- Awwalīna wal-Akhirīn. Madad yā RasūlAllāh, Madad yā Sādāti Aṣḥābi Rasūlillāh, Madad yā Mashāyikhinā, Dastūr Mawlana Syekh Abdullāh al-Fā’iz ad-Dāghistāni, Syekh Muḥammad Nāẓim Adil al-Ḥaqqānī. Madad. Ṭarīqatunā aṣ-Suḥbah wal-Khayru fil jamiah.

Allah Yang Maha Kuasa menggambarkan orang-orang yang beriman, yang memiliki rasa takut dan kesadaran terhadap-Nya, sebagai mereka yang kelak di Surga akan berada di tempat yang tinggi. Mereka tidak akan merasakan panas maupun dingin, tetapi akan berada di bawah naungan yang sejuk. Di tempat yang mulia itu, mereka akan duduk bersama dengan indah, menikmati janji Allah kepada hamba-hamba-Nya yang dicintai-Nya.
Janji ini diberikan kepada mereka yang meninggalkan dunia ini dalam keadaan beriman. Hari ini, berdasarkan kalender Hijriah, menandai hari ketika Mawlana Shaykh Nazim berpindah ke alam akhirat, yakni pada tanggal 8 Rajab. Ini adalah peringatan wafatnya beliau, tetapi kehadiran spiritualnya tetap bersama kita setiap hari. Beliau terus hadir, membimbing saudara-saudari kita dengan cara-cara yang tak pernah kita bayangkan.
Kedermawanan dan rahmat Mawlana Shaykh Nazim terus berlanjut. Beliau masih melayani umat, mempersiapkan mereka untuk Surga, karena itulah takdir mereka. Kehidupan di dunia ini hanyalah sementara, terdiri dari tiga hari: kemarin, hari ini, dan esok. Yang penting adalah kehidupan abadi di akhirat, dan untuk memperoleh berkah di sana, penting bagi kita untuk bersama hamba-hamba Allah yang baik.
Beruntunglah kita jika memiliki kesempatan untuk bersama orang-orang seperti itu. Banyak orang berpikir bahwa keberuntungan berarti memiliki banyak uang atau kesuksesan materi. Namun, keberuntungan sejati bukanlah itu. Keberuntungan sejati adalah menjadi salah satu hamba yang dicintai Allah dan berada di jalan bersama mereka yang dicintai Allah.
Semoga Allah melindungi kita dan menjadikan kita teguh di jalan ini. Semoga Allah menambah jumlah orang-orang yang mengikuti jalan ini melalui berkah Mawlana Shaykh Nazim. Beliau adalah cahaya yang membimbing banyak orang, dan setiap orang yang mendapat hidayah melalui beliau akan menambah catatan amal baik beliau, yang akan terus terbuka hingga Hari Kiamat.
Hidup di dunia ini hanya sementara, tetapi amalan baik kita akan menyertai kita ke akhirat. Kita akan dipertemukan kembali dengan beliau di akhirat nanti, insya Allah, di dalam Surga. Karena itu, penting bagi kita untuk fokus bersama orang-orang yang baik.
Jika Anda bertanya tentang nasihat, maka nasihat kami adalah: bersamalah dengan orang-orang yang baik dan jauhilah orang-orang yang buruk. Jangan biarkan orang-orang yang buruk menarik Anda ke dalam jurang mereka. Jika mereka mencoba, jauhilah mereka, dan berusahalah untuk tetap berada di antara orang-orang yang baik.
Orang-orang yang buruk membawa kejahatan, dan semoga Allah melindungi kita dari kejahatan mereka. Melalui berkah Mawlana Shaykh Nazim, semoga Allah terus menunjukkan rahmat-Nya kepada beliau, mengangkat derajatnya, dan semoga kita semua dipertemukan dengan beliau di akhirat, di dalam Surga. Al Fatiha





08/01/2025

Kuliah Hadits, Mawlana Shaykh Muhammad Adil, 7/1/2025

Bismillahirahmanirahim,
Segala puji bagi Allah, dan shalawat serta salam tercurah kepada Nabi kita tercinta, Muhammad SAW, yang mengajarkan kita keindahan akhlak mulia, kemudahan dalam ibadah, dan jalan menuju kebenaran.
Nabi Muhammad SAW memberikan panduan tentang apa yang harus dilakukan jika wudhu batal saat sedang shalat, seperti karena buang angin atau pendarahan mendadak. Beliau bersabda, jika hal ini terjadi, seseorang hendaknya menutup hidungnya dengan tangan dan meninggalkan tempat shalat dengan sopan.
Gerakan sederhana ini mencegah rasa malu dan menjaga adab di tempat ibadah. Ajaran yang indah ini menunjukkan perhatian Nabi SAW terhadap kehormatan kita dan dorongan beliau untuk selalu menjaga akhlak yang baik.
Nabi SAW juga memperingatkan tentang upaya setan yang mencoba menimbulkan keraguan selama shalat. Beliau bersabda bahwa setan mungkin menciptakan sensasi seolah-olah wudhu Anda batal dengan menarik rambut di bagian bawah tubuh Anda. Namun, jika Anda tidak mencium bau apa pun atau mendengar suara apa pun, maka wudhu Anda tetap sah.
Jangan biarkan bisikan ini mengganggu konsentrasi Anda. Lanjutkan shalat dengan yakin, karena keraguan semacam ini hanyalah tipu daya setan yang bertujuan untuk mengganggu fokus dan ketenangan hati Anda.
Nabi SAW juga menasihati bahwa jika Anda merasa sangat mengantuk saat shalat—terutama pada shalat malam—lebih baik beristirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan. Beliau menjelaskan bahwa dalam keadaan seperti itu, seseorang mungkin secara tidak sengaja mengucapkan sesuatu yang tidak pantas, seperti mencela diri sendiri alih-alih memohon rahmat Allah.
Jika rasa kantuk menguasai Anda di masjid saat menunggu shalat, Nabi menganjurkan untuk berpindah tempat duduk guna menghindari tertidur. Panduan praktis ini memastikan ibadah kita tetap bermakna dan penuh kesadaran.
Nabi SAW menekankan keutamaan memakai sorban saat shalat, menyebutnya sebagai mahkota seorang Muslim. Beliau mengajarkan bahwa shalat dengan memakai sorban memiliki pahala yang lebih besar—dua rakaat dengan sorban lebih baik daripada 70 rakaat tanpa sorban. Shalat Jumat dengan sorban juga 70 kali lebih berharga dibandingkan tanpa sorban.
Namun, Nabi juga mengingatkan bahwa secara umum, seseorang tidak seharusnya datang ke masjid dengan mengenakan baju perang, melainkan dengan memakai sorban, yang mencerminkan kesopanan dan penghormatan dalam beribadah.
Sebagai manusia, kita rentan terhadap lupa, bahkan saat shalat. Nabi SAW mengajarkan bahwa jika Anda lupa berapa rakaat yang telah Anda lakukan—tiga atau empat—maka asumsikan jumlah yang lebih sedikit dan selesaikan shalat. Sebelum mengakhiri dengan salam, lakukan dua sujud tambahan (sujud sahwi).
Sujud ini berfungsi untuk menutupi kekurangan atau kelebihan rakaat, memastikan shalat Anda sah. Nabi SAW mengingatkan kita bahwa beliau juga seorang manusia, seperti kita, dan beliau juga pernah lupa. Dengan demikian, beliau memberikan solusi yang sederhana dan penuh kasih untuk mengatasi kesalahan dalam ibadah.
Dalam semua ajaran ini, kita melihat kasih sayang dan kebijaksanaan Nabi Muhammad SAW. Beliau mendorong kita untuk tidak membebani diri dengan keraguan atau kesulitan yang tidak perlu dan mendekati ibadah dengan kejelasan dan kemudahan. Islam adalah agama keseimbangan dan kasih sayang, dan praktik yang diajarkan Nabi SAW mencerminkan hal ini.
Semoga Allah memberikan kita hikmah untuk mengikuti ajaran ini, melindungi kita dari bisikan setan, dan memberi kita kemampuan untuk beribadah dengan keikhlasan, kejelasan, dan kerendahan hati. Semoga kita senantiasa meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW, yang merupakan contoh terbaik dalam karakter dan petunjuk.





07/01/2025

Tujuan Penciptaan Kita: Beribadah kepada Allah SWT
Mawlana Shaykh Muhammad Adil, Fajr 7/1/2025

As-Salāmu ‘Alaykum wa RahmatuLlāhi wa Barakātuh. A'ūdhubillahi Minash-shayṭānir-rajīm. Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm. Waṣ-Salātu was- Salāmu ‘alá Rasūlinā Muḥammadin Sayyidil- Awwalīna wal-Akhirīn. Madad yā RasūlAllāh, Madad yā Sādāti Aṣḥābi Rasūlillāh, Madad yā Mashāyikhinā, Dastūr Mawlana Syekh Abdullāh al-Fā’iz ad-Dāghistāni, Syekh Muḥammad Nāẓim Adil al-Ḥaqqānī. Madad. Ṭarīqatunā aṣ-Suḥbah
wal-Khayru fil jamiah.

Banyak orang bertanya, “Mengapa Allah SWT menciptakan kita?” Pertanyaan ini sering muncul karena kebanyakan manusia tidak memahami tujuan keberadaan mereka dan hikmah di balik penciptaan mereka. Padahal, Allah SWT telah menjelaskan dengan sangat jelas dalam firman-Nya:
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Tujuan utama penciptaan kita adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Mereka yang memahami hikmah ini akan menemukan kedamaian di hati mereka. Mereka tidak akan larut dalam kebingungan atau meragukan makna keberadaan mereka. Mereka tahu bahwa hidup mereka memiliki tujuan yang jelas, yaitu pengabdian kepada Allah yang Maha Kuasa.
Namun, bagi mereka yang tidak mengetahui atau menyadari tujuan ini, hidup akan terasa hampa dan tidak berarti. Ketidaktahuan ini sering membawa seseorang pada keputusasaan, bahkan hingga mengakhiri hidupnya sendiri karena merasa kehilangan arah. Tanpa memahami tujuan hidup, mereka menganggap dunia ini hanyalah keberadaan yang kebetulan, tanpa makna dan tanpa tujuan.
Ketika seseorang berpikir bahwa dirinya tercipta secara acak, ia akan menjalani hidup tanpa arah. Mereka tidak memiliki alasan untuk berjuang atau tujuan untuk dicapai. Pola pikir seperti ini menjadikan seseorang hidup dalam penyangkalan, rasa tidak bersyukur, dan kehilangan iman.
Mereka yang mengingkari Allah SWT tetap berharap menemukan kedamaian, kebaikan, dan keberkahan dalam hidup mereka. Namun, bagaimana mungkin seseorang yang menolak keimanan dan mengabaikan ibadah kepada Allah SWT dapat merasakan kedamaian sejati?
Hati manusia hanya akan menemukan ketenangan melalui keimanan dan dzikir kepada Allah SWT. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an:
"Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra’d: 28)
Bahkan jika seseorang memiliki kekayaan sebesar dunia ini, hatinya akan tetap resah tanpa keimanan dan pengabdian kepada Allah. Kepuasan sejati hanya dapat ditemukan dengan kembali kepada-Nya.
Dalam ketidaktahuannya, ada sebagian orang yang menyalahkan orang tua mereka atas keberadaan mereka di dunia ini. Mereka berkata, “Mengapa kalian menciptakan aku?”
Padahal, bukan orang tua yang menciptakan mereka; Allah-lah yang menciptakan kita semua. Orang tua hanyalah perantara yang Allah pilih untuk menghadirkan kita di dunia.
Menyalahkan orang tua adalah tindakan yang tidak adil dan bertentangan dengan ajaran Islam. Sebaliknya, Islam memerintahkan kita untuk menghormati dan berbuat baik kepada orang tua, sebagai bentuk pengabdian kita kepada Allah SWT. Menghormati orang tua adalah bagian dari ibadah dan tanda kesadaran kita akan tujuan penciptaan.
Hikmah di balik penciptaan kita sederhana namun mendalam: untuk menyembah Allah SWT.
Ibadah tidak hanya terbatas pada shalat, puasa, atau ritual keagamaan lainnya. Segala perbuatan yang dilakukan dengan niat ikhlas dan sesuai dengan syariat Allah adalah bentuk ibadah. Ketika hidup kita diarahkan untuk beribadah kepada Allah, kita akan merasakan kedamaian, keberkahan, dan kepuasan, baik di dunia maupun di akhirat.
Sebaliknya, mereka yang mengejar kehidupan duniawi semata tanpa mengingat Allah akan terus merasa gelisah. Tidak peduli seberapa banyak kenikmatan dunia yang mereka raih, mereka tetap akan merasa hampa.
Allah SWT telah membuka jalan ibadah dan kebenaran untuk semua orang. Jalan ini tidak terbatas hanya untuk segelintir orang. Siapa saja yang ingin mengikuti jalan ini akan, dengan izin Allah, menemukan kedamaian dan kebahagiaan sejati.
Semoga Allah SWT membimbing kita semua untuk hidup sesuai dengan tujuan penciptaan kita. Semoga kita senantiasa mengingat bahwa hidup ini bukanlah sekadar tentang dunia, melainkan tentang pengabdian kepada Sang Pencipta.
"Tujuan penciptaan kita adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Dengan memenuhi tujuan ini, kita akan meraih kedamaian sejati di dunia dan akhirat."
Semoga Allah memberikan kita kekuatan, keikhlasan, dan kemampuan untuk menyembah-Nya dengan cara yang paling indah. Al Fatiha




06/01/2025

ALLAH TIDAK MEMANDANG RUPA LAHIRIYAH
Mawlana Shaykh Muhammad Adil, Fajr 6/1/2025

As-Salāmu ‘alaykum wa raḥmatu Llāhi wa barakātuh.
A‘ūdhu biLlāhi mina sh-shayṭāni r-rajīm. Bismi Llāhi r-Raḥmāni r-Raḥīm.
Wa ṣ-ṣalātu wa s-salāmu ‘alá Rasūlinā Muḥammadin Sayyidi l-awwalīn wa l-ākhirīn.
Madad yā Rasūla Llāh, madad yā Sādāti Aṣḥābi Rasūli Llāh, madad yā Mashāyikhinā.

Nabi kita yang tercinta, Rasulullah Muhammad SAW, mengajarkan sebuah hikmah besar: Allah SWT tidak melihat wajah atau penampilan luar Anda ketika memberikan pahala, tetapi Dia melihat perbuatan, amal, dan keikhlasan hati Anda. Inilah yang menjadi pengingat bagi kita bahwa yang paling utama di sisi Allah adalah ketaatan dan kemurnian niat.
Namun, kita melihat kecenderungan di zaman ini yang sangat memprihatinkan. Orang-orang begitu sibuk mempercantik penampilan luar mereka. Mereka habiskan waktu, tenaga, bahkan harta untuk wajah dan tubuh, tetapi mengabaikan kondisi hati dan jiwa mereka. Mereka berpikir, dengan memperindah fisik, kebahagiaan akan mereka peroleh. Tetapi mereka lupa, tubuh hanyalah pinjaman yang sifatnya sementara. Tidak peduli berapa banyak diubah atau dihias, tubuh ini akan menua, melemah, dan akhirnya kembali menjadi tanah.
Demi ego, banyak orang rela menjalani kesulitan yang bahkan tidak mereka lakukan untuk Allah. Mereka rela menjalani operasi yang menyakitkan, menahan lapar berhari-hari, atau menghabiskan waktu berjam-jam berolahraga demi terlihat menarik di mata manusia. Tetapi, untuk melaksanakan dua rakaat salat, mereka merasa berat. Untuk membaca Al-Qur'an atau berdzikir beberapa menit saja, mereka sering lalai.
Upaya-upaya ini untuk kecantikan duniawi sebenarnya tidak bermakna. Mereka hanya fokus pada jasad, yang pada akhirnya akan membusuk. Semua usaha ini hanya untuk memperindah tubuh yang fana. Mereka lupa bahwa kecantikan sejati ada di hati dan jiwa. Yang lebih parah, mereka tidak melakukannya untuk Allah SWT, melainkan demi ego mereka dan untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain.
Allah SWT menciptakan kita dengan sebaik-baiknya bentuk. Dia adalah Ahsanul Khaliqin, Pencipta yang Paling Baik. Setiap bagian tubuh kita, dari mata, hidung, telinga, hingga tangan, adalah anugerah yang penuh hikmah. Semua ini bukan untuk menarik perhatian orang lain, tetapi untuk digunakan dalam ibadah kepada Allah, untuk mengenal dan mensyukuri ciptaan-Nya.
Daripada menghabiskan waktu dan tenaga untuk mempercantik penampilan luar, lebih baik kita berfokus pada memperbaiki hati, memperbaiki karakter, dan meningkatkan spiritualitas. Jika kita menggunakan dedikasi yang sama untuk menyucikan hati kita seperti saat kita mengurus fisik, kita akan mencapai kedekatan dengan Allah yang luar biasa.
Obsesi terhadap kecantikan luar sering kali membawa manusia pada dosa. Mereka ingin terlihat menarik, membangkitkan hasrat, dan memperoleh pujian dari orang lain. Tetapi, semua ini hanya didorong oleh ego. Pernahkah kita mendengar ada orang berkata, “Aku akan mempercantik diriku untuk menyenangkan Allah”? Tidak ada. Semua ini dilakukan untuk diri sendiri dan untuk dunia.
Ketahuilah, obsesi ini adalah salah satu jebakan setan di zaman fitnah ini. Di generasi terdahulu, orang-orang lebih peduli pada hati dan hubungan mereka dengan Allah. Tetapi sekarang, perhatian telah bergeser sepenuhnya pada penampilan luar.
Semoga Allah melindungi kita dari tipu daya setan dan ego. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang bersyukur atas penciptaan-Nya. Kita tidak perlu mengubah apa yang telah Allah tetapkan untuk kita. Yang terpenting adalah bagaimana kita memperbaiki hubungan kita dengan Allah dan memperindah hati kita.
Semoga Allah jadikan kami termasuk orang-orang yang selalu mensyukuri nikmat-Mu. Bimbing kami untuk mengutamakan apa yang Engkau ridai, dan jauhkan kami dari tipu daya dunia. Amin. Al Fatiha




05/01/2025

Jalan kita mengikuti Rasulullah SAW
Mawlana Shaykh Muhammad Adil, Fajr 5/1/2025

Segala puji bagi Allah SWT yang dengan kebijaksanaan dan kasih sayang-Nya yang tiada batas telah mengutus Nabi kita tercinta, Muhammad SAW, sebagai teladan terbaik bagi umat manusia. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

"Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan hari akhir, dan banyak menyebut Allah." (QS. Al-Ahzab, 33:21)

Nabi Muhammad SAW adalah contoh sempurna dari kebajikan, akhlak yang mulia, dan perilaku yang agung. Beliau mengajarkan kepada kita bagaimana menjalani hidup sebagai manusia sejati yang selaras dengan perintah Allah SWT dan membawa rahmat bagi sesama. Siapa saja yang mengikuti teladan beliau akan menjadi manusia yang sesungguhnya, yang hidup dengan martabat dan tujuan yang Allah tetapkan bagi mereka.

Namun, kita menyadari bahwa tidak ada seorang pun yang dapat meniru Nabi SAW dengan sempurna karena beliau adalah makhluk Allah yang paling sempurna. Kendati demikian, tugas kita sebagai umatnya adalah berusaha sekuat tenaga untuk meneladani beliau dalam segala aspek kehidupan. Ini termasuk mengikuti Sunnah beliau—perkataan, perbuatan, dan caranya menjalani hidup. Sunnah adalah cahaya yang menerangi jalan kita, dan meninggalkannya akan menjerumuskan kita ke dalam kegelapan.

Tariqat Naqshbandi adalah jalan yang menekankan pentingnya mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW dengan sangat teliti. Inti dari tariqat adalah menghidupkan Sunnah dalam setiap tindakan kita, baik lahir maupun batin. Tariqat adalah tentang mencintai Nabi SAW dengan sepenuh hati hingga kita terdorong untuk meniru akhlak Beliau, kasih sayangnya yang tulus, kebijaksanaannya, dan kepatuhannya yang total kepada Allah SWT.

Tariqat bukanlah sesuatu yang terpisah dari Syariah, melainkan ia adalah inti dan ruhnya. Syariah adalah badan yang kokoh, sedangkan tariqat adalah jiwa yang menghidupkan. Jalan hidup yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah jalan cahaya, jalan petunjuk, dan jalan yang penuh kebaikan. Jika umat manusia mengikuti jejak beliau, maka kezaliman, keburukan, dan ketidakadilan akan sirna. Sebaliknya, dunia akan dihiasi oleh kedamaian, kasih sayang, dan keharmonisan.
Sayangnya, di zaman ini, ada kelompok-kelompok yang menyerang umat Islam dan menolak praktik-praktik yang telah mapan. Mereka menciptakan perpecahan dan meremehkan Sunnah, padahal Sunnah adalah penghubung kita kepada Nabi SAW dan kepada Allah SWT. Kita bersyukur kepada Allah karena menjadikan kita sebagai pengikut jalan tarekat, yang dengan penuh hormat dan kasih menjaga Sunnah Nabi.
Tariqat mengajarkan kita untuk tidak hanya meneladani Sunnah secara lahiriah, tetapi juga untuk meresapi cinta, kasih sayang, dan pengabdian Nabi Muhammad SAW kepada Allah SWT. Inilah jalan keselamatan dan kebahagiaan sejati, di dunia maupun di akhirat. Semoga Dia memberikan kekuatan kepada kita untuk teguh mengikuti jalan Nabi Muhammad SAW. Semoga Dia melindungi kita dari hawa nafsu dan kesesatan. Semoga Dia membimbing kita menuju cahaya dan keindahan jalan kenabian.
Dan semoga Dia memberikan kesuksesan kepada kita di dunia dan akhirat melalui keberkahan Nabi Muhammad SAW. Al-Fatihah.




04/01/2025

Hikmah
Mawlana Shaykh Muhammad Adil, Fajr 4/1/2025

Bismillahirrahmanirrahim.
Allah SWT, dengan rahmat dan karunia-Nya yang tak terbatas, menganugerahkan hikmah kepada sebagian hamba-Nya. Diberi hikmah berarti dikaruniai dengan nikmat yang agung dan ilahi. Namun, apakah hikmah itu? Hikmah adalah kemampuan untuk memahami apa yang baik, mengejar kebaikan, melaksanakan kebaikan, dan membimbing orang lain menuju kebaikan. Hikmah bukan sekadar berbicara dengan indah atau fasih, tetapi tentang hakikat dan kedalaman di balik kata-kata.
Kata-kata, betapa pun indahnya susunan dan kefasihannya, dapat membawa dampak negatif jika tidak mengandung hikmah. Mengapa demikian? Karena keindahan hikmah terletak pada kedalamannya, pada kemampuannya untuk membedakan kebenaran yang tersembunyi di balik tampak luar, serta kekuatannya untuk mengungkap hakikat. Hikmah bukanlah apa yang terlihat oleh mata, tetapi apa yang dapat dipahami dengan hati dan wawasan.
Hikmah berbeda dari pengetahuan. Pengetahuan dapat diperoleh melalui belajar dan pembelajaran, tetapi hikmah adalah anugerah yang langsung berasal dari Allah SWT. Saat ini, banyak orang mengaku sebagai ulama yang berpengetahuan luas. Mereka membanggakan kecerdasan, ceramah, dan pidato mereka. Namun, hanya sedikit dari mereka yang benar-benar memiliki hikmah.
Ironisnya, beberapa dari mereka yang mengaku ulama malah menggunakan ilmu yang mereka miliki untuk menyerang dan menolak tradisi serta praktik yang telah berakar kuat dalam Islam. Mereka melabeli amalan-amalan ibadah yang telah dihormati selama berabad-abad sebagai bid'ah, dan mereka mengklaim bahwa amalan-amalan tersebut tidak berasal dari Sunnah.
Sebaliknya, mereka tidak menggunakan kemampuan mereka untuk melawan maksiat, amoralitas, dan kerusakan yang merajalela di masyarakat. Sebagai gantinya, mereka menyerang umat Islam. Mereka mengkritik praktik-praktik seperti puasa di bulan suci Rajab, meskipun menghormati bulan Rajab adalah tradisi yang diwariskan sejak zaman Rasulullah SAW, para sahabat, serta generasi tabi’in dan tabi’ut tabi’in. Selama lebih dari 1.400 tahun, umat Islam telah menghormati bulan Rajab dengan berbagai amalan, termasuk puasa.
Namun, orang-orang ini muncul dan menyangkal keberadaan amalan-amalan tersebut. Mereka mengabaikan kenyataan yang telah ditetapkan oleh generasi terdahulu, dan penyangkalan mereka adalah tanda kurangnya hikmah. Mereka lebih memilih untuk menargetkan umat Islam yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah, sementara mereka tidak melakukan apa pun terhadap kejahatan dan dosa-dosa besar yang merajalela di sekitar mereka.
Sangat berbahaya bagi kita untuk mendengarkan atau mengikuti orang-orang yang tidak memiliki hikmah. Berada di sekitar mereka hanya akan membawa kerugian, bukan manfaat. Orang-orang seperti itu biasanya dikuasai oleh ego, kemunafikan, atau bahkan pengkhianatan. Semoga Allah SWT melindungi kita dari kejahatan mereka.
Kebijaksanaan sejati akan membawa seseorang untuk melawan dosa dan keburukan, menginspirasi mereka untuk mendukung umat, serta menegakkan tradisi yang mendekatkan umat kepada Allah SWT.
Semoga Allah SWT untuk menganugerahkan kepada kita hikmah yang sejati, membimbing kita kepada orang-orang yang memiliki hikmah, dan melindungi kita dari orang-orang yang tidak memiliki hikmah. Semoga Allah melindungi kita dari bahaya orang-orang yang egois, munafik, dan sesat. Semoga Allah SWT selalu menjaga kita di jalan kebenaran. Al-Fatihah.




03/01/2025

Pentingnya Menghormati Hak Orang Lain
Mawlana Shaykh Muhammad Adil, Fajr 3/1/2025

Bismillahirahmanirahim,
Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah memerintahkan kita untuk menghormati hak orang lain dan tidak melanggar hak siapa pun. Allah SWT, dengan rahmat-Nya yang tak terbatas, dapat mengampuni banyak dosa karena Dia adalah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Namun, jika berkaitan dengan hak-hak manusia, pengampunan hanya dapat diperoleh dari orang yang haknya telah dilanggar.
Jika kita telah berbuat salah kepada seseorang, maka kita wajib meminta maaf atau menebus kesalahan tersebut. Hanya dengan cara ini kita dapat melepaskan diri dari beban pelanggaran tersebut. Jika orang tersebut memaafkan kita atau kita mengganti kerugiannya, maka kita terbebas dari konsekuensinya. Namun, jika kita gagal mendapatkan maaf atau menebus kesalahan tersebut, hal ini akan menjadi sumber kesulitan besar di Hari Kiamat.
Pada Hari itu, Allah SWT akan mengambil pahala kita dan memberikannya kepada orang yang haknya telah kita langgar. Dan jika pahala kita habis, dosa orang tersebut akan dialihkan kepada kita. Ini adalah peringatan yang sangat serius bagi kita semua agar senantiasa berhati-hati dalam hidup ini untuk menghormati hak orang lain dan hidup dengan jujur.
Jangan pernah merasa bahwa dengan merampas hak orang lain Anda telah memperoleh keuntungan. Sesungguhnya tidak ada manfaat sama sekali dalam mengeksploitasi orang lain; sebaliknya, itu hanya membawa kerugian. Jika Anda masih hidup dan menyadari telah berbuat salah kepada seseorang, Anda masih memiliki kesempatan untuk meminta maaf dan menebus kesalahan. Namun, jika orang tersebut tidak memaafkan Anda, maka masalah ini akan terus berlanjut hingga Anda mempertanggungjawabkannya di akhirat.
Pelanggaran terhadap hak orang lain tidak hanya terbatas pada kerugian material. Orang juga memiliki hak spiritual yang harus dijaga. Sebagai contoh, dengan sengaja menempatkan seseorang dalam bahaya demi keuntungan pribadi adalah pelanggaran berat terhadap hak tersebut. Perilaku seperti ini bertentangan dengan prinsip kebenaran dan kesetiaan yang diperintahkan oleh Islam.
Rasulullah Muhammad SAW menekankan hal ini dalam sabdanya, bahwa pelanggaran hak terburuk terhadap seseorang adalah memberikan kesaksian palsu. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW mengulang peringatan ini beberapa kali:
"Sesungguhnya dosa yang paling besar adalah memberikan kesaksian palsu."
Para sahabat Rasulullah SAW begitu terpengaruh oleh penekanan yang berulang-ulang ini hingga mereka merasa berat mendengarnya. Pengulangan tersebut menggarisbawahi betapa besar dosa kesaksian palsu dan mengingatkan kita bahwa pelanggaran hak, baik material maupun spiritual, adalah masalah yang sangat serius dalam Islam.
Sebagai Muslim, kita diperintahkan untuk menegakkan kebenaran dan berlaku jujur dalam segala urusan. Melanggar hak, berbohong, atau mengeksploitasi orang lain bertentangan dengan prinsip ini. Ego kita sering kali memperdaya kita dengan menjadikan keburukan tampak baik. Karena itu, kita harus memohon perlindungan Allah SWT dari tipu daya tersebut.
Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita dari godaan ego dan membantu kita untuk menjaga hak-hak sesama, baik dalam urusan duniawi maupun spiritual. Al Fatiha




Address

Medan

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Naqshbandiyya Aliyya Medan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share