Pastor Ervan Daud M

Pastor Ervan Daud M Kabar baik

04/11/2022

Tentang persembahan persepuluhan dalam Alkitab.

Persepuluhan adalah isu yang digumuli kebanyakan orang Kristen. Di banyak gereja, persepuluhan terlalu ditekankan.
Pada saat yang sama, ada juga orang Kristen menolak untuk menaati pengajaran Alkitab sehubungan dengan memberi persembahan perpuluhan untuk pekerjaan pelayanan.

Persepuluhan/persembahan seharusnya menjadi hal yang menyenangkan, jika saja keinginan kita untuk memberi dengan kerelaan untuk menunjang pelayanan kepada dombaNya, Sayang sekali, hal itu dizaman sekarang justru ada yang mempersoalkan, mungkin penyebab utamanya karena perpuluhan tersebut banyak disalah gunakan untuk kepentingan pribadi dari pemimpin jemaat pada suatu gereja.

Persepuluhan adalah konsep Perjanjian Lama. Persepuluhan adalah peraturan Hukum Taurat, di mana setiap orang Israel memberi 10% dari segala yang mereka peroleh untuk Tabernakel/Bait Suci (Imamat 27:30; Bilangan 18:26; Ulangan 14:24; 2 Tawarikh 31:5).
Sebagian orang menganggap persepuluhan dalam Perjanjian Lama sebagai pajak untuk mencukupi kebutuhan dari para imam dan orang-orang Lewi dalam sistim korban.

Dalam Perjanjian Baru tidak ada perintah atau rekomendasi kepada orang Kristen supaya tunduk kepada sistem persepuluhan sebagai hukum tertulis.
Paulus hanya mengajarkan bahwa orang-orang percaya sepatutnya menyisihkan sebagian dari penghasilan mereka untuk mendukung gereja (1 Korintus 16:1-2).

Perjanjian Baru tidak menentukan persentase penghasilan yang harus disisihkan tapi hanya mengatakan, “sesuai dengan apa yang kamu peroleh” (1 Korintus 16:2).
Gereja Kristen sekarang mengambil angka 10% dari Perjanjian Lama dan menerapkannya sebagai “rekomendasi minimum” bagi orang Kristen ketika memberi persembahan.

Meski demikian, orang Kristen tidak perlu merasa diwajibkan memberi persepuluhan. Orang Kristen sepatutnya memberi sesuai dengan apa yang mereka mampu, “sesuai dengan apa yang kamu peroleh.”

Kadang-kadang, ini berarti memberi lebih dari persepuluhan, kadang-kadang, ia kurang dari persepuluhan, asalkan kita memberi dengan sukacita.

Setiap orang Kristen perlu berdoa dengan sungguh-sungguh dan meminta hikmat dari Tuhan mengenai persembahannya, persepuluhan, dan berapa banyak yang harus dia berikan (Yakobus 1:5).

Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Tuhan mengasihi orang yang memberi dengan sukacita (2 Korintus 9:7).

Jadi berapapun yang diberikan, maka berilah dengan sukacita dan bukan dengan keterpaksaan dan dengan rasa tertekan....
Selamat memberi....
Tuhan memberkati....

22/10/2022

Apakah ajaran TRITUNGGAL tidak Alkitabiah.?

Hal yang paling sulit dipahami mengenai Tritunggal adalah tidak adanya penjelasan yang cukup untuk itu. Tritunggal adalah konsep yang tidak mungkin dapat dimengerti secara penuh oleh manusia, apalagi untuk dijelaskan.
Tuhan jauh lebih besar dan agung dari kita, karena itu jangan berharap bahwa manusia dapat memahamiNya secara utuh.
Alkitab mengajarkan bahwa Bapa adalah Tuhan, Yesus adalah Tuhan, dan Roh Kudus adalah Tuhan. Alkitab juga mengajarkan bahwa hanya ada satu Tuhan. Meskipun kita memahami beberapa hal mengenai hubungan antar Pribadi dalam Tritunggal ini, pada akhirnya kita tetap tidak dapat mengerti secara utuh. Namun demikian, tidak berarti bahwa Tritunggal bukan konsep yang salah atau tidak alkitabiah.
Ketika mempelajari topik ini, kita perlu ingat bahwa kosakata “Tritunggal (Trinitas)” tidak pernah sekalipun digunakan dalam Alkitab. Istilah ini digunakan untuk menjelaskan ketritunggalan Tubuh, yaitu Tuhan yang terdiri dari tiga Pribadi yang berada bersama dalam kekekalan.
Harus benar-benar dimengerti bahwa ini TIDAK berarti ada tiga Tuhan.
Tritunggal berarti satu Tuhan yang terdiri dari tiga Pribadi. Tidak ada salahnya menggunakan istilah Tritunggal, walaupun istilah ini tidak ditemukan dalam Alkitab. Lebih gampang mengucapkan “Tritunggal” daripada mengatakan “Tuhan yang Esa yang terdiri dari tiga Pribadi yang berada bersama dalam kekekalan.”
Jika Anda keberatan dengan ini, coba pertimbangkan: kata kakek juga tidak ada dalam Alkitab walaupun kita tahu bahwa dalam Alkitab ada banyak kakek. Abraham adalah kakek dari Yakub. Jadi, mari kita jangan berhenti pada istilah “Tritunggal” itu saja.
Apa yang terpenting adalah konsep yang diwakili oleh kata “Tritunggal” ada dalam Alkitab. Setelah pendahuluan ini, kita baru akan melihat ayat-ayat Alkitab yang mendiskusikan Tritunggal.
1) Tuhan itu Esa: Ulangan 6:4; 1 Korintus 8:4; Galatia 3:20; 1 Timotius 2:5
2) Tritunggal terdiri dari tiga Pribadi: Kejadian 1:1; 1:26; 3:22; 11:7; Yesaya 6:8; 48:16; 61:1; Matius 3:16-17; Matius 28:19; 2 Korintus 13:14.
Untuk ayat-ayat dari Perjanjian Lama, pemahaman atas bahasa Ibrani sangatlah menolong. Dalam Kejadian 1:1, kata “Elohim” merupakan bentuk jamak. Dalam Kejadian 1:26; 3:22; 11:7 dan Yesaya 6:8, kata jamak “kita” yang digunakan.
Dalam bahasa Inggris hanya ada dua bentuk kata, tunggal dan jamak. Dalam bahasa Ibrani ada tiga macam bentuk kata: tunggal, dual dan jamak. Dalam bahasa Ibrani, bentuk dual digunakan untuk hal-hal yang berpasangan, seperti mata, telinga dan tangan.
Kata “Elohim” dan kata ganti “kita” dalam bentuk jamak- yang jelas berarti lebih dari dua – dan merujuk pada tiga atau lebih dari tiga (Bapa, Putera, dan Roh Kudus).
Dalam Yesaya 48:16 dan 61:1 sang Putera berbicara dan merujuk pada Bapa dan Roh Kudus. Bandingkan Yesaya 61:1 dengan Lukas 4:14-19 untuk melihat bahwa yang berbicara adalah Putera.
Matius 3:16-17 menggambarkan peristiwa pembaptisan Yesus. Dalam peristiwa ini kelihatan bahwa Tuhan Roh Kudus turun ke atas Tuhan Putera sementara pada saat bersamaan Tuhan Bapa menyatakan bagaimana Dia berkenan dengan sang Putera. Matius 28:19 dan 2 Korintus 13:14 adalah contoh ayat yang membahas mengenai tiga Pribadi berbeda dalam Tritunggal.
3) Pribadi-Pribadi dalam Tritunggal dibedakan dari satu dengan yang lainnya dalam berbagai ayat. Dalam Perjanjian Lama, “Bapa” berbeda dari “Tuhan” (Kejadian 19:24; Hosea 1:4).
TUHAN memiliki “Anak” (Mzmur 2:7; Amsal 30:2-4). Roh Kudus dibedakan dari “Bapa” (Bilangan 27:18) dan dari “Bapa” (Mazmur 51:12-14). Tuhan Putera dibedakan dari Tuhan Bapa (Mazmur 45:7-8; Ibrani 1:8-9).
Dalam Perjanjian Baru, Yohanes 14:16-17, Yesus berbicara kepada Bapa tentang mengutus Sang Penolong, yaitu Roh Kudus. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus tidak memandang diriNya sebagai Bapa atau Roh Kudus.
Perhatikan p**a saat-saat lain dalam kitab-kitab Injil ketika Yesus berbicara kepada Bapa. Apakah Dia berbicara kepada diri sendiri? Tidak. Dia berbicara kepada Pribadi lainnya dalam Tritunggal, - Sang Bapa.
4) Setiap Pribadi dalam Tritunggal adalah Tuhan. Bapa adalah Tuhan: Yohanes 6:27; Roma 1:7; 1 Petrus 1:2. Putera adalah Tuhan: Yohanes 1:1, 14; Roma 9:5; Kolose 2:9; Ibrani 1:8; Yohanes 5:20. Roh Kudus adalah Tuhan: Kisah Rasul 5:3-4; 1 Korintus 3:16 (Yang mendiami adalah Roh Kudus – Roma 8:9; Yohanes 14:16-17; Kisah Rasul 2:1-4).
5) Subordinasi dalam Tritunggal: Alkitab memperlihatkan bahwa Roh Kudus tunduk (subordinasi) kepada Bapa dan Putera, dan Putera tunduk (subordinasi) kepada Bapa. Ini adalah relasi internal dan tidak mengurangi atau membatalkan keilahian dari setiap Pribadi dalam Tritunggal.
Ini mungkin bagian dari Tuhan yang tidak terbatas yang tidak dapat dimengerti oleh pikiran kita yang terbatas.
Mengenai Putera, lihat Lukas 22:42; Yohanes 5:36; Yohanes 20:21; 1 Yohanes 4:14.
Mengenai Roh Kudus lihat Yohanes 14:16; 14:26; 15:26; 16:7, dan khususnya Yohanes 16:13-14.
6) Pekerjaan dari setiap Pribadi dalam Tritunggal: Bapa adalah Sumber utama atau Penyebab utama dari a) alam semesta (1 Korintus 8:6; Yohanes 1:3; Kolose 1:16-17); b) pewahyuan illahi (Yohanes 1:1; Matius 11:27; Yohanes 16:12-15; Wahyu 1:1); c) keselamatan (Yohanes 3:16-17); dan d) pekerjaan Yesus sebagai manusia (Yohanes 5:17; 14:10). Bapa MEMULAI semua ini.
Putera adalah agen yang melalui diriNya Bapa melakukan karya-karya sbb: a) penciptaan dan memelihara alam semesta (1 Korintus 8:6; Yohanes 1:3; Kolose 1:16-17); b) pewahyuan illahi (Yohanes 1:1; Matius 11:27; Yohanes 16:12-15; Wahyu 1:1); c) keselamatan (2 Korintus 5:19; Matius 1:21; Yohanes 4:42).
Bapa melakukan semua ini melalui Putera yang berfungsi sebagai agen Tuhan.

Roh Kudus adalah alat yang dipakai Bapa untuk melakukan karya-karya berikut ini: a) penciptaan dan memelihara alam semesta (Kejadian 1:2; Ayub 26:13; Mazmur 104:30); b) pewahyuan illahi (Yohanes 16:12-15; Efesus 3:5; 2 Petrus 1:21); dan c) keselamatan (Yohanes 3:6; Titus 3:5; 1 Petrus 1:2); dan pekerjaan-pekerjaan Yesus (Yesaya 61:1; Kisah Rasul 10:38). Bapa melakukan semua ini dengan kuasa Roh Kudus.
Tidak ada ilustrasi-ilustrasi yang dengan akurat bisa menjelaskan Tritunggal. Contohnya Telur, bisa disebut telur karena terdiri dari kulit telur, putih telur dan kuning telur, semua adalah bagian dari telur dan bukan utuh adalah telur itu.
Bapa, Putera, dan Roh Kudus bukanlah bagian dari Tuhan yang namun setiap Pribadi ini adalah Tuhan.
Ilustrasi yang menggunakan air sedikit lebih bagus dalam menjelaskan Tritunggal, namun tetap tidak memadai. Cairan, uap, dan es adalah bentuk-bentuk dari air. Bapa, Putera dan Roh Kudus bukanlah bentuk-bentuk dari Tuhan, karena setiap Pribadi itu adalah Tuhan.
Dengan demikian, walaupun ilustrasi-ilustrasi ini memberi gambaran mengenai Tritunggal, gambaran yang diberikan tidak akurat. Tuhan yang tidak terbatas tidak dapat digambarkan secara penuh dengan ilustrasi yang terbatas.
Daripada menfokuskan diri pada konsep Tritunggal, cobalah memfokuskan diri pada kebesaran Tuhan dan kenyataan bahwa Dia jauh lebih agung dari kita.

“Oh, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Tuhan! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?” (Roma 11:33-34).

15/10/2022

"Perjanjian Lama adalah Perjanjian Baru yg masih tersembunyi, yg belum disingkapkan. Sedangkan Perjanjian Baru adalah Perjanjian Lama yg telah dinyatakan." Seluruh kitab dalam Perjanjian Lama itu intinya, esensinya sebenarnya mengacu, menunjuk kepada seorang Pribadi yg akan datang, yaitu Yesus Kristus (Luk 24:27), yg setelah beberapa abad lamanya pada akhirnya dinyatakan di dalam Perjanjian Baru (Kol 1:26-27).

05/10/2022

Siapakah Lucifer itu..? Apakah dia adalah iblis.?
Banyak orang bahkan sekelas pengajar dalam agama Kristen berpikir bahwa iblis itu adalah Lucifer dan itulah namanya..
Apakah benar demikian atau hanya berdasarkan tafsiran semata.?
Bahkan tidak sedikit yang gagal paham dengan Lucifer yang berarti Bintang Fajar yang dikenal Bintang Timur, yang diberikan juga sebagai gelar untuk Yeshua/Yesus dalam 2 Petrus 1:19, maka tidak jarang ada Gereja tua aliran Timur menyebut Yeshua/Yesus sebagai Bintang Timur yang membawa terang.
Banyak yang tersandung dengan tafsiran Yesaya 14:12 tentang sindiran untuk kerajaan Babel yang jatuh dan dihubungkan dengan iblis.
Salam cerdas...

04/10/2022

*Apakah predestinasi itu alkitabiah?*

JAWABAN

Roma 8:29-30 menyatakan, “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”

Efesus 1:5 dan pasal 11 mengatakan, “Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, … karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan—kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Tuhan, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya”

Banyak orang yang menentang doktrin predestinasi. Namun, doktrin predestinasi itu doktrin yg alkitabiah. Kuncinya itu berusaha memahami apa arti predestinasi, secara alkitabiah.

Kata-kata yang diterjemahkan sebagai “ditentukan/dipredestinasikan” dalam ayat-ayat di atas berasal dari kata Bahasa Yunani “proorizo,” yang memiliki pengertian “ditentukan sebelumnya,” “ditetapkan,” “diputuskan sebelumnya.”

Jadi, predestinasi itu ketika Elohim menentukan terjadinya hal-hal tertentu sebelum hal-hal itu terjadi. Apa yang Elohim tentukan sebelumnya?

Menurut Roma 8:29-30, Tuhan menentukan orang-orang tertentu untuk menjadi sama dengan AnakNya; dipanggil, dibenarkan dan dimuliakan. Pada hakekatnya, Tuhan yang menentukan orang-orang tertentu untuk diselamatkan. Berbagai ayat Alkitab menyebut orang-orang yang percaya pada Kristus sebagai orang-orang pilihan (Matius 24:22, 31; Markus 13:20, 27; Roma 8:33; 9:11; 11:5-7, 28; Efesus 1:11; Kolose 3:12; 1 Tesalonika 1:4; 1 Timotius 5:21; 2 Timotius 2:10; Titus 1:1; 1 Petrus 1:1-2; 2:9; 2 Petrus 1:10).

Predestinasi itu doktrin Alkitab yang menyatakan bahwa Tuhan dalam kedaulatanNya memilih orang-orang tertentu untuk diselamatkan.

Keberatan paling umum mengenai doktrin predestinasi ini bahwa Tuhan dianggap tidak adil. Mengapa Tuhan memilih individu-individu tertentu dan bukan yang lainnya?

Hal yang penting untuk diingat adalah bahwa tidak ada seorang pun yang layak untuk diselamatkan dari sejak semula. Kita semua telah berdosa (Roma 3:23) dan pantas untuk menerima hukuman kekal (Roma 6:23).

Sebagai hasilnya, adil jika Tuhan membiarkan kita semua melewatkan kekekalan di neraka. Sebaliknya, Tuhan memilih untuk menyelamatkan beberapa orang dari antara kita.

Pilihan Tuhan menunjukkan kemurahan pada beberapa orang, tidak berarti tidak adil terhadap yang lainnya. Tidak seorang pun pantas mendapat apa pun dari Tuhan. Karena itu, tidak seorang pun yang berhak untuk merasa keberatan kalau mereka tidak mendapatkan apa-apa dari Tuhan.

Misalnya, saya memberikan uang kepada 5 dari 20 orang yang saya temui. Apakah 15 orang yang tidak menerima uang itu boleh kesal? Mungkin.

Apakah mereka berhak untuk kesal? Tidak.

Karena saya tidak berhutang sepeser pun kepada mereka. Saya memutuskan untuk bersikap murah hati terhadap beberapa orang.

Jika Tuhan menentukan siapa yang akan diselamatkan, tidakkah itu akan mengurangi kebebasan kita untuk memilih dan percaya kepada Kristus? Alkitab mengatakan bahwa kita tetap memiliki kehendak bebas untuk memilih – yang kita perlu lakukan hanyalah percaya kepada Yesus Kristus dan kita akan diselamatkan (Yohanes 3:16; Roma 10:9-10).

Alkitab tidak pernah menggambarkan Tuhan sebagai Pribadi yang menolak siapa pun yang percaya kepadaNya, atau mengusir orang yang mencari Dia (Ulangan 4:29). Entah bagaimana persisnya, dalam rahasia Tuhan, predestinasi sejalan dengan respon orang yang ditarik kepada Tuhan (Yohanes 6:44) dan percaya untuk diselamatkan (Roma 1:16).

Tuhan mempredestinasikan siapa yang akan diselamatkan, dan manusia mesti memilih Tuhan untuk diselamatkan. Kedua fakta ini sama benarnya. Roma 11:33 karena itu menyatakan, “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Tuhan! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!”
*Christ Centered*

27/08/2022

Apakah dosa itu.?
Apakah tentang perbuatan baik dan jahat.?
Jawabnya TIDAK...
Kita justru disebut sebagai manusia berdosa karena pelanggaran Adam dan Hawa yang memakan buah pengetahuan hal baik dan jahat.
Jadi sudah sangat jelas, kita berbuat dan tidak berbuat apapun, kita tetap disebut orang berdosa.
Jika demikian bagaimanakah kita bisa diselamatkan dari dosa.?
Jawabnya hanya satu, yaitu jika diberikan anugerah.
Dengan demikian sudah sangat jelas,bahwa keselamatan itu diraih dengan anugerah Tuhan dan bukan usaha manusia.

19/08/2022

Kegagalan orang Kristen adalah ketika memfokuskan tujuan hidup mereka hanya kepada perbuatan baik, moralitas, mujizat dan bukan pada karya Kristus.
EDM...

05/08/2022

"Iman yg lemah dapat bergantung, bertahan pada Kristus yg kuat." Iman seorang Petrus pernah lemah sehingga dia pun menyangkal Yesus. Namun demikian, rencana Tuhan atas dia tidak pernah gagal, bahkan Kristus sendiri yg berdoa bagi iman Petrus itu (Luk 22:32). Iman kita pun adakalanya lemah. Tapi kita tau bahwa Kristus bukan hanya Penulis, Penggagas, Pemulai iman kita, tapi DiA juga adalah Penyelesai, Penyempurna dari iman kita itu (Ibr 12:2).

*MENCERAHKAN DAN MENERANGI**PERTANYAAN*Apakah yang dimaksud dengan urapan itu? Apakah artinya diurapi itu.?*JAWABAN*Peng...
04/08/2022

*MENCERAHKAN DAN MENERANGI*

*PERTANYAAN*
Apakah yang dimaksud dengan urapan itu? Apakah artinya diurapi itu.?

*JAWABAN*
Pengurapan berasal dari kebiasaan para gembala untuk melindungi domba dari kutu dan serangga lainnya sering masuk ke dalam bulu domba.
Ketika sampai ke dekat kepala domba, kutu dan serangga ini bisa masuk ke dalam liang telinga sehingga membunuh domba tersebut. Jadi, gembala-gembala di jaman dulu menuangkan minyak di atas kepala domba, Hal ini membuat bulu domba menjadi licin, sehingga mustahil bagi kutu atau serangga mendekati telinga domba. Dari kebiasaan inilah, urapan menjadi simbol dari berkat, perlindungan, dan pengesahan.
Kata Yunani yang dipakai di Perjanjian Baru untuk "mengurapi" adalah chrio, yang berarti "mengolesi atau menggosok dengan minyak" dengan maksud"untuk mentahbiskan pelayanan jabatan atau ibadah." Juga dipakai kata aleipho, yang berarti "untuk mengurapi." Pada zaman itu, orang diurapi dengan minyak untuk menyatakan berkat Tuhan atau mengesahkan panggilan hidup orang tersebut (Kel 29:7; Kel 40:9; 2 Raj 9:6; Pkh 9:8; Yak 5:14).
Seseorang diurapi untuk tujuan tertentu – untuk menjadi raja, menjadi seorang nabi, untuk membangun sesuatu, dll. Tidak ada yang salah dengan praktik mengurapi seseorang dengan minyak pada hari ini. Kita hanya perlu memastikan bahwa tujuan pengurapannya itu alkitabiah. Minyak urapan jangan dilihat sebagai "ramuan ajaib." Minyak itu sendiri tidak memiliki kekuatan apapun, meskipun sering dikatakan seorang yang mengaku pelayan bahwa ada kuasa dalam minyak urapan, jelas itu adalah penyesatan karena sesungguhnya yang berkuasa itu adalah Tuhan sendiri yang namaNya ditakuti oleh iblis, jika ada yang mengatakan bahwa minyak urapan itu memiliki kuasa, maka itulah pekerjaan iblis untuk mengalihkan fokus orang percaya kepada Tuhan dan berpindah pada minyak urapan, kita akan bisa langsung mengidentifikasi karena terlihat gamblang tentang pelayan tersebut, Hanya Tuhan yang bisa mengurapi seseorang untuk tujuan tertentu. Jika kita menggunakan minyak, itu seharusnya hanya menjadi simbol dari apa yang Tuhan lakukan.
Arti lainnya untuk kata diurapi adalah "yang terpilih." Alkitab menyatakan bahwa Yesus Kristus diurapi oleh Tuhan Bapa dengan Roh Kudus, untuk memberitakan Kabar Baik dan membebaskan mereka yang telah ditawan oleh dosa (Luk 4:18-19; Kis 10:38). Setelah Kristus meninggalkan bumi, Dia menganugerahkan karunia Roh Kudus kepada kita (Yoh 14:16).
Semua orang Kristen telah diurapi (1 Yoh 2:20). Mereka dipilih untuk tujuan tertentu, untuk mengerjakan sesuatu bagi Kerajaan surga. "Dialah Elohim yang meneguhkan kami bersama-sama kamu di dalam Kristus dan Dia telah mengurapi kita.
Dia juga telah memeteraikan kita dan memberikan jaminan Roh di dalam hati kita (2 Kor 1:21-22 IMB)

YESUS SUDAH BERKATA kepada murid²-Nya bahwa mereka diutus memberitakan Injil ke TENGAH² SERIGALA dan serigala yang dimak...
03/08/2022

YESUS SUDAH BERKATA kepada murid²-Nya bahwa mereka diutus memberitakan Injil ke TENGAH² SERIGALA dan serigala yang dimaksud di bukanlah hewan buas tetapi pekerja² curang, pelayan² palsu, nabi² palsu dan guru² palsu yang kelakuannya seperti SERIGALA.

Murid² diberi kuasa lalu diutus Tuhan BUKAN KE PADANG RUMPUT HIJAU tetapi ke tempat di mana banyak SERIGALA BUAS yang siap menerkam domba tanpa belas kasihan dan hidup mereka sendiri sehingga akan ada PERTARUNGAN SENGIT hingga nyawa mereka jadi taruhan memenangkan pertandingan iman.

INJIL KERAJAAN yang diberitakan akan mendapat penolakan, perlawanan hingga dianggap serangan sebab INJIL KERAJAAN akan meruntuhkan menara babel yang dibangun, membongkar kepalsuan dan menelanjangi ajaran sesat bahkan menyerang kedagingan serta keakuan agar semua tunduk pada Kepala Gereja, yaitu Yesus Kristus.

Serigala yang dimaksud adalah PEMERAS, PERAMPOK, YANG SANGAT RAKUS dengan uang dalam pelayanan gereja, harta dan kekayaan domba² atau orang percaya bahkan mereka dijadikan DOMBA SEMBELIHAN atau SAPI PERAHAN.

Sebelum murid² diutus, sebenarnya Yesus sudah berhadapan dengan SERIGALA, yaitu orang² Farisi HAMBA UANG ITU dan Yesus tidak segan menegur bahkan mengecam mereka hingga akhirnya Yesus dimusuhi, ditangkap dan disalibkan.

TIDAK CUKUP DI SITU, suatu kali Yesus datang ke Bait suci bukan untuk berkhotbah atau buat acara KKR tetapi MENJUNGKIR BALIKKAN meja penukar uang serta mengusir pedagang sebab telah berubah fungsi menjadi SARANG PENYAMUN oleh para Imam dan orang Lewi yang bertugas di sana demi mendapat uang untuk MEMPERKAYA DIRI.

Para rasul dalam pelayanannya pun berhadapan cukup keras dengan PARA SERIGALA bahkan berbenturan langsung dengan mereka dan Paulus menyebut mereka PELAYAN PERUT yang menipu orang² yang berhati tulus untuk mendapat keuntungan, Petrus dan Yohanes menyebut mereka nabi-nabi palsu yang hanya MENCARI KEUNTUNGAN dari pengajaran mereka yang sesat dalam pelayanan.

INGATLAH bahwa serigala ADA DI DALAM komunitas rohani dan bukan datang dari luar bahkan penyesatan DIMULAI DARI DALAM atau di tengah² umat Tuhan.

UMAT TUHAN HARUS SADAR dengan benar bahkan mengerti firman dengan benar agar dapat mengenali mereka sehingga dapat MENGHINDAR dari jeratannya dan MENINGGALKAN mereka.

Seringkali mereka sulit dikenali karena MENYAMAR seperti malaikat terang, mereka berjubah rohani dan berkata² manis bahkan mengutip ayat² firman namun untuk memperkaya diri dan mencari keuntungan.

Bagi mereka, jabatan adalah KEKUASAAN untuk memerintah, PELAYANAN adalah ladang basah untuk meraup kekayaan. Mereka ENGGAN ditegur, menolak bahkan marah jika kesalahannya dikoreksi. Sejumlah alasan rohani akan diluncurkan sebagai usaha untuk membela diri terlebih jika hal itu MENYINGGUNG HARGA DIRI, mengganggu kepentingan dan mengusik kenyamanan yang membuat keuntungan berkurang.

GAYA HIDUP MEWAH adalah hal utama yang nampak kita lihat sebab itu dipakai sebagai alat ukur diberkati Tuhan itu sebabnya mereka disebut HAMBA MAMON.

HAI UMAT TUHAN, jangan mudah tergiur dengan janji² manis mereka tentang berkat, kelimpahan, kekayaan dan kemakmuran. BERDOALAH minta tuntunan dan kepekaan dari Roh Kudus untuk mengenali serta memisahkan diri dari mereka.

KETAHUILAH bahwa mereka sebenarnya TIDAK PEDULI akan keselamatanmu, ajaran mereka ABU-ABU terhadap kekudusan dan STANDAR HIDUP Kristen pun tidak jelas bahkan BUKAN BERITA UTAMA bagi mereka tetapi yang terpenting baginya hanya menyentuh soal perkara² yang fana, kelimpahan hidup, kenyamanan dan kekayaan materi. WASPADALAH...!!!

01/08/2022

Address

Perumahan Asri Lanjutan
Manado
95554

Telephone

+81340086464

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pastor Ervan Daud M posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Pastor Ervan Daud M:

Share