Masjid Al Falah MAN 2 Kota Malang

Masjid Al Falah MAN 2 Kota Malang Kemenag Kota Malang

Khutbah Sholat Jum’at dan Qunut Nazilah untuk Palestina dan Refleksi Fungsi MasjidKota Malang – Madrasah Aliyah Negeri (...
20/06/2025

Khutbah Sholat Jum’at dan Qunut Nazilah untuk Palestina dan Refleksi Fungsi Masjid

Kota Malang – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang menyelenggarakan Sholat Jum’at di Masjid Al-Falah yang diikuti oleh guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik serta masyarakat sekitarnya. Bertindak sebagai khotib, Ustadz H. Ahmad Hadiri, M.Ag., yang juga menjabat sebagai Kasi Bimas Kemenag Kota Malang, menyampaikan khutbah bertema fungsi masjid dalam kehidupan umat Islam.

Dalam khutbahnya, beliau menekankan bahwa masjid bukan sekadar tempat ibadah mahdhah seperti sholat, namun juga pusat kegiatan sosial dan pemberdayaan umat. “Masjid adalah media hubungan vertikal kepada Allah SWT, dan hubungan horizontal dengan sesama manusia,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa dalam Al-Qur’an, kata masjid disebut sebanyak 28 kali, menunjukkan peran sentralnya dalam peradaban Islam. "Masjid adalah milik Allah SWT dan harus dikelola dengan baik dengan mengedepankan kepentingan menyeluruh dan berkesinambungan untuk kebaikan keagamaan yang pernah dicontohkan Rasulullah SAW dan menyesuaikan masa kini, dalam rangka membangun peradaban Islam yang semestinya." jelasnya.

Sholat Jum’at kali ini juga disertai pembacaan Qunut Nazilah yang dipimpin oleh imam, Ustadz Ridlotullah Azhar, sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina. Hal ini selaras dengan seruan Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) melalui Ketua Umum H. Jusuf Kalla, yang mengajak umat Islam untuk memanjatkan doa khusus atas krisis kemanusiaan yang terjadi akibat agresi militer Israel dan penderitaan rakyat Palestina.

Kegiatan ibadah ini menjadi bagian dari penguatan nilai-nilai spiritual dan kepedulian global di lingkungan MAN 2 Kota Malang, sejalan dengan visi madrasah sebagai pusat lahirnya generasi berakhlak, berwawasan, dan peduli sesama. (SW)

Tiga Maqom Manusia dalam Al-Qur’an, Tema Khutbah Jumat KH. Zainur Rouf di Masjid Al-Falah MAN 2 Kota MalangKota Malang —...
13/06/2025

Tiga Maqom Manusia dalam Al-Qur’an, Tema Khutbah Jumat KH. Zainur Rouf di Masjid Al-Falah MAN 2 Kota Malang

Kota Malang — Suasana khidmat dan penuh makna menyelimuti pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Al-Falah MAN 2 Kota Malang pada Jumat (13/6/2025). Kegiatan keagamaan rutin ini menghadirkan tokoh istimewa, Dr. KH. Zainur Rouf, M.Ag, sebagai khatib. Beliau merupakan akademisi dan ulama terkemuka yang dikenal luas di lingkungan pesantren dan perguruan tinggi.

Salat Jumat kali ini dipimpin oleh Ustadz M. Farhan, S.Sos sebagai imam. Ia merupakan alumni MAN 2 Kota Malang yang pernah aktif sebagai qori' di masa studinya. Sementara itu, tugas sebagai bilal diamanahkan kepada peserta didik kelas X E 9, Ahmad Nahyan, yang melantunkan seruan sebelum khutbah dengan suara penuh semangat dan percaya diri.

Dalam khutbahnya, KH. Zainur Rouf menyampaikan tema mendalam bertajuk "Manusia dalam Al-Qur’an: Basyar, Naas, dan Insan". Beliau menjelaskan bahwa istilah manusia dalam Al-Qur’an dibedakan menjadi tiga maqom (tingkatan) berdasarkan kualitas spiritual, intelektual, dan emosionalnya.

“Basyar adalah manusia dengan karakter paling dasar masih didominasi naluri, emosi, dan kebutuhan jasmaniah. Naas adalah manusia yang mulai mengoptimalkan akalnya dalam membangun peradaban, namun tetap rentan terhadap bisikan negatif. Sementara Insan adalah maqom tertinggi, yaitu manusia paripurna yang mampu menyeimbangkan akal, emosi, dan spiritualitasnya,” tutur KH. Zainur Rouf di hadapan para jamaah.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya proses peningkatan diri dari basyar menjadi naas yang baik, dan terus bertumbuh hingga menjadi insan yang tercerahkan. Maqom insan inilah, menurutnya, yang mampu melahirkan pribadi seperti ulul ilmi dan ulul albab orang-orang yang tak hanya berilmu luas, tetapi juga memiliki kejernihan hati untuk memberikan solusi bagi persoalan umat.

Kegiatan Salat Jumat ini menjadi salah satu sarana penting pembinaan karakter dan keagamaan di MAN 2 Kota Malang. Tidak hanya menjadi ajang ibadah, namun juga momen edukatif yang menanamkan nilai-nilai spiritual kepada seluruh civitas akademika, khususnya peserta didik.

“Materi khutbah hari ini sangat relevan dan menggugah kesadaran diri kami, terutama dalam menghadapi tantangan zaman modern yang sering membuat manusia kehilangan arah spiritual,” ujar Idris salah satu peserta didik kelas XI usai pelaksanaan Salat Jumat.

MAN 2 Kota Malang terus berkomitmen untuk menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan ruhiyah dan akhlakul karimah. Kegiatan seperti ini menjadi bagian integral dari pembentukan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. (SW)

Hidup Adalah Panggilan Allah, Prof. Zulfi Mubarak Sampaikan Pesan Kehidupan dalam Khutbah Jumat Kota Malang — Suasana kh...
06/06/2025

Hidup Adalah Panggilan Allah, Prof. Zulfi Mubarak Sampaikan Pesan Kehidupan dalam Khutbah Jumat

Kota Malang — Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al Falah MAN 2 Kota Malang saat pelaksanaan Sholat Jumat pada Jumat (6/6). Jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari guru dan tenaga kependidikan madrasah, santri Ma’had Al Qalam, hingga masyarakat sekitar, memadati masjid untuk menunaikan ibadah pekanan tersebut.

Pada kesempatan ini, Prof. Dr. Zulfi Mubarak, M.Ag. bertindak sebagai khatib dan menyampaikan khutbah yang menggugah kesadaran rohani dengan tema “Hidup adalah Panggilan Allah SWT.”

Dalam khutbahnya, Prof. Zulfi mengajak seluruh jamaah untuk merenungi bahwa hidup manusia adalah rangkaian panggilan dari Allah SWT. Panggilan tersebut datang dalam berbagai bentuk: dari adzan yang menyeru kepada shalat, panggilan ibadah haji bagi yang mampu, hingga panggilan terakhir yaitu kematian.

“Adzan adalah panggilan untuk tunduk kepada-Nya. Tapi betapa banyak orang yang tinggal dekat masjid justru enggan shalat berjamaah. Haji adalah panggilan menuju Baitullah, namun tak sedikit yang mampu secara materi tapi menunda-nunda. Dan kematian—itulah panggilan terakhir yang pasti datang,” tuturnya.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa hidup sejatinya adalah proses menjawab panggilan-panggilan tersebut dengan ketaatan, kesiapan hati, dan kesungguhan dalam beramal. Karena setiap detik kehidupan adalah kesempatan, dan waktu tidak pernah menjanjikan kepastian.

Pelaksanaan Sholat Jumat kali ini diimami oleh Ustadz Ridhotullah, sementara peran bilal diemban oleh Arie, salah satu santri Ma’had Al Qalam MAN 2 Kota Malang. Suasana ibadah berjalan tertib dan penuh kekhusyukan.

Kegiatan Sholat Jumat di Masjid Al Falah menjadi bagian penting dari pembinaan spiritual bagi seluruh warga madrasah dan masyarakat. Khutbah yang sarat makna seperti ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran akan nilai-nilai keimanan, serta membentuk pribadi yang senantiasa siap menyambut setiap panggilan dari Allah SWT. (SW)

Dari Mimbar Iduladha, KH. Sutiaji Tanamkan Nilai Pendidikan, Pengorbanan, dan Pentingnya BersyukurKota Malang – Nuansa k...
06/06/2025

Dari Mimbar Iduladha, KH. Sutiaji Tanamkan Nilai Pendidikan, Pengorbanan, dan Pentingnya Bersyukur

Kota Malang – Nuansa khidmat dan haru menyelimuti pelaksanaan Sholat Iduladha 1446 H yang digelar oleh MAN 2 Kota Malang di Masjid Al Falah pada Jumat pagi (6/6/2025). Ratusan jamaah yang terdiri dari guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan masyarakat sekitar masjid hadir memenuhi lokasi untuk bersama-sama menunaikan ibadah penuh makna ini.

Bertindak sebagai imam adalah Ustadz Much. Muklis, M.Pd.I., Ketua Takmir sekaligus guru Pendidikan Agama Islam MAN 2 Kota Malang yang juga aktif membina kegiatan keagamaan di Ma'had. Sedangkan khatib adalah KH. Drs. Sutiaji, tokoh masyarakat yang juga dikenal sebagai mantan Wali Kota Malang.

Dalam khutbahnya, KH. Sutiaji mengajak seluruh jamaah untuk meneladani keikhlasan dan ketaatan Nabi Ibrahim AS serta Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah. Menurutnya, kisah kurban merupakan cermin keteladanan dan pendidikan karakter yang sangat relevan bagi generasi muda masa kini.

“Kurban bukan hanya ibadah fisik, tetapi pendidikan ruhani yang mengajarkan tentang pengorbanan, ketaatan, serta keikhlasan. Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengajarkan kepada kita bahwa menjalankan perintah Allah membutuhkan keyakinan, bukan keraguan,” tegas beliau.

Lebih lanjut, KH. Sutiaji menekankan pentingnya rasa syukur dalam kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Beliau mengajak jama'ah untuk mengambil hikmat yang terkandung dalam pendidikan yang diajarkan Nabi Ibrahim berakhlak baik kepada siapapun, dan selalu taat kepada Allah SWT.

“Syukur itu bukan hanya di lisan, tapi dibuktikan dengan semangat untuk berbagi yang terbaik dan niat yang lurus untuk menjadi insan yang bermanfaat, bagi sesama, agar mendapatkan Rahmat dan Ridho Allah SWT” ujarnya.

Setelah pelaksanaan Sholat Iduladha, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban yang berlangsung di area samping Masjid Al Falah, tepatnya di depan Gedung Sains Terpadu MAN 2 Kota Malang.

Hadir memberikan sambutan pembukaan kegiatan ini adalah Penasehat Takmir Masjid Al Falah sekaligus Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa momentum Iduladha adalah ajang pembelajaran nyata bagi peserta didik dalam menghayati nilai-nilai sosial keagamaan.

“Penyembelihan hewan kurban ini bukan hanya ritual, tetapi sarana edukasi yang kuat untuk menumbuhkan empati, semangat berbagi, dan kepedulian terhadap sesama. Ini adalah implementasi nyata dari pendidikan karakter yang kami tanamkan di madrasah,” ujar beliau.

Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan kurban merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan.

“Kita bersyukur masih diberi kesempatan untuk berkurban dan berbagi. Semoga ini menjadi amal jariyah dan pendidikan moral yang melekat dalam diri para peserta didik,” imbuhnya.

Hewan kurban yang disembelih di Masjid Al Falah MAN 2 Kota Malang terdiri dari dua ekor sapi dan dua puluh lima ekor kambing hasil partisipasi jama'ah, Santri Ma'had serta warga madrasah. Daging kurban direncanakan akan didistribusikan kepada warga sekitar, dan masyarakat yang membutuhkan.

Pembagian serta pendistribusian daging kurban oleh panitia yang terdiri dari pengasuh Ma'had, takmir dan peserta didik, serta pengasuh Ma’had. (SW)

Khutbah Ust. Dr. Halimy, Sampaikan Amal Shaleh di Awal Dzulhijjah Sangat Dicintai Allah SWTKota Malang — Suasana religiu...
30/05/2025

Khutbah Ust. Dr. Halimy, Sampaikan Amal Shaleh di Awal Dzulhijjah Sangat Dicintai Allah SWT

Kota Malang — Suasana religius menyelimuti pelaksanaan Shalat Jumat di Masjid Al-Falah MAN 2 Kota Malang pada Jumat (30/5/2025), bertepatan dengan 3 Dzulhijjah 1446 H. Shalat Jumat kali ini dipimpin oleh Ust. M. Muchlis, M.Pd.I sebagai imam, Aqsho dari kelas Xe 4 sebagai bilal, dan menghadirkan Ustadz Dr. Halimy Zuhdy, MA., dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai khatib.

Dalam khutbahnya, Ustadz Halimy menyampaikan pesan mendalam tentang keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Beliau menegaskan bahwa hari-hari ini merupakan waktu yang sangat dicintai Allah SWT, dan merupakan momen yang penuh keberkahan untuk memperbanyak amal kebaikan.

“Tidak ada hari di mana amal saleh lebih dicintai oleh Allah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah,” tutur beliau, mengutip sabda Rasulullah SAW.

Ustadz Halimy mendorong para jamaah, khususnya peserta didik MAN 2 Kota Malang, untuk memperbanyak amal kebaikan seperti puasa sunnah, zikir, membaca Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, menjaga silaturahim, shalat sunnah, serta memperkuat tobat dan ketaatan kepada Allah SWT.

Beliau juga menekankan keutamaan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah yang tahun ini jatuh pada Kamis, 5 Juni 2025 sebagai salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Selain itu, beliau mengajak jamaah untuk mempersiapkan diri menyambut Idul Adha, hari raya umat Islam yang sarat makna pengorbanan dan ketakwaan.

Melalui khutbah yang disampaikan secara lugas dan menyentuh, Ustadz Halimy mengingatkan bahwa bulan Dzulhijjah adalah momentum istimewa untuk memperbaiki diri dan meraih pahala berlipat.

Suasana khidmat yang menyertai pelaksanaan Shalat Jumat di Masjid Al-Falah menambah semangat spiritual dan kesadaran ibadah di lingkungan MAN 2 Kota Malang. (SW)

Khutbah Jum'at, Ust Mujaini Sampaikan Keimanan dan Keyakinan sebagai Landasan Ibadah Haji dan KurbanKota Malang – Kegiat...
23/05/2025

Khutbah Jum'at, Ust Mujaini Sampaikan Keimanan dan Keyakinan sebagai Landasan Ibadah Haji dan Kurban

Kota Malang – Kegiatan Sholat Jumat rutin di Masjid Al-Falah MAN 2 Kota Malang kembali digelar pada Jumat (23/5) dengan penuh kekhusyukan. Petugas Jumat kali ini terdiri atas Ustadz Mujaini, S.Ag., M.Pd.I. sebagai khatib, Ust. H. Minhaju Zikri A., S.Si. sebagai imam, dan Antares Thufail F dari kelas XE 15 sebagai bilal. Kehadiran ketiganya memberikan nuansa khidmat dalam suasana spiritual yang kian mendalam, terlebih menjelang datangnya bulan Dzulhijjah.

Dalam khutbahnya, Ustadz Mujaini mengangkat tema "Keimanan dan Keyakinan sebagai Landasan Ibadah Haji dan Kurban". Ia menekankan bahwa dua ibadah utama di bulan Dzulhijjah tersebut bukanlah sekadar rutinitas tahunan atau seremoni keagamaan, melainkan ekspresi penghambaan sejati yang bertumpu pada iman dan takwa kepada Allah SWT.

“Ibadah haji sebagai rukun Islam kelima menuntut kesiapan lahir dan batin. Dibutuhkan keimanan yang kokoh untuk menjalankan setiap rangkaian manasik dengan tulus dan ikhlas,” ujar beliau di hadapan jamaah yang terdiri dari guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik MAN 2 Kota Malang serta masyarakat umum.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa ibadah kurban memiliki makna yang sangat dalam. “Kurban bukan hanya soal berapa ekor kambing atau sapi yang disembelih. Yang paling utama adalah bagaimana kita menanamkan keikhlasan dalam hati. Karena yang sampai kepada Allah bukanlah darah dan dagingnya, melainkan keikhlasan dan ketakwaan kita sebagai hamba,” ungkapnya seraya mengutip QS. Al-Hajj ayat 37.

Khutbah juga menyentuh QS. Al-Hajj ayat 27–28 yang mengisyaratkan bahwa ibadah haji adalah sarana untuk menyaksikan manfaat besar, baik spiritual maupun sosial, serta kesempatan untuk memperbanyak zikir kepada Allah dalam momentum yang agung.

“Melalui ibadah haji dan kurban, kita belajar bahwa semua bentuk ibadah harus dilandasi dengan iman dan keyakinan. Tanpa keduanya, ibadah hanya akan menjadi formalitas yang kehilangan makna,” tegas Ustadz Mujaini di akhir khutbahnya.

Kegiatan Sholat Jumat ini merupakan bagian dari program pembinaan spiritual rutin MAN 2 Kota Malang yang bertujuan untuk memperkuat karakter religius warga madrasah, khususnya peserta didik, di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. (SW)

Kado Terindah untuk Orang-Orang Bertakwa, Pesan Khutbah Jumat di Masjid Al Falah MAN 2 Kota MalangKota Malang – Masjid A...
09/05/2025

Kado Terindah untuk Orang-Orang Bertakwa, Pesan Khutbah Jumat di Masjid Al Falah MAN 2 Kota Malang

Kota Malang – Masjid Al Falah MAN 2 Kota Malang kembali menggelar ibadah sholat Jumat pada 9 Mei 2025 dengan penuh khidmat. Bertindak sebagai khotib adalah Ustadz AH. Fauzi Qusyairi, S.Ag., Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Klojen Kota Malang. Ustadz Moh. Farhan, S.Ag. menjadi imam, sementara Arie Zakaria dipercaya sebagai bilal.

Dalam khutbahnya, Ustadz Fauzi menyampaikan tema “Kado Terindah untuk Orang-Orang Bertakwa.” Ia menegaskan bahwa takwa merupakan wasiat Allah yang bersifat universal, ditujukan kepada seluruh umat manusia, dari generasi awal hingga akhir. Hal ini sebagaimana tersurat dalam QS. Al-Baqarah [2]: 183 tentang perintah puasa yang bertujuan membentuk pribadi muttaqin.

Lebih lanjut, beliau mengutip penjelasan para ulama seperti Syekh Jalaluddin dalam Tafsir Jalalain dan Syekh Abdullah Ba’lawi al-Hadad dalam Nashaih ad-Diniyah, bahwa ketakwaan mencakup pengamalan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan segenap jiwa dan raga, serta dibarengi rasa takut dan harap kepada Allah SWT.

Ustadz Fauzi menguraikan bahwa Allah telah menyiapkan berbagai "kado terindah" bagi orang-orang yang bertakwa, antara lain:

1. Ma‘iyah Ilahiyah (Kebersamaan Allah) – Orang bertakwa senantiasa dalam perlindungan dan pertolongan Allah, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Baqarah [2]: 194.
2. Ilmu Ladunni – Allah akan mengajarkan ilmu yang bermanfaat bagi mereka, seperti dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah [2]: 282.
3. Al-Furqan (Kemampuan Membedakan yang Benar dan Salah) – Allah akan memberikan jalan keluar dari kebingungan serta ampunan dan penghapusan dosa, sebagaimana tertulis dalam QS. Al-Anfal [8]: 29.
4. Keselamatan dari Neraka – Dalam QS. Maryam [19]: 72, Allah menjanjikan penyelamatan dari api neraka bagi orang-orang bertakwa.
5. Jalan Keluar dan Rezeki Tak Terduga – Allah menjamin jalan keluar dari kesulitan dan rezeki dari arah yang tak disangka, sebagaimana dijelaskan dalam QS. At-Talaq [65]: 2-3.

Sebagai penutup, khotib mengajak jamaah untuk terus berupaya meningkatkan kualitas ketakwaan dengan amal saleh, doa, dan tawakal kepada Allah. Sebab, kado terindah dari Allah bukan sekadar kenikmatan dunia, namun juga keselamatan dan kebahagiaan abadi di akhirat.

Sholat Jumat ini berlangsung dengan tertib dan menjadi momentum pengingat spiritual yang mendalam bagi keluarga besar MAN 2 Kota Malang. (SW)

Khutbah Jumat, Ust. Ula Ingatkan Makna Bulan Dzulqa’dah sebagai Momentum MuhasabahKota Malang — Mengawali bulan Dzulqa’d...
02/05/2025

Khutbah Jumat, Ust. Ula Ingatkan Makna Bulan Dzulqa’dah sebagai Momentum Muhasabah

Kota Malang — Mengawali bulan Dzulqa’dah 1446 H, Masjid Al Falah MAN 2 Kota Malang kembali menggelar Sholat Jumat dengan penuh kekhidmatan pada Jumat (2/5/2025). Ibadah Jumat ini menjadi momentum spiritual yang bermakna, mengingat Dzulqa’dah merupakan salah satu dari empat bulan haram dalam Islam yang dimuliakan dan dijadikan sebagai waktu untuk memperbanyak amal serta menjauhi segala bentuk kedzaliman.

Bertindak sebagai khatib adalah Ustadz Miftachul Ula, BISS., M.Ag., yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas MAN 2 Kota Malang. Ust. Ula, sapaan akrabnya, dalam khutbahnya mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan bulan Dzulqa’dah sebagai momen refleksi, muhasabah diri, dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT serta dengan sesama manusia.

Ia juga menyampaikan pentingnya menjaga semangat ibadah yang telah dibangun di Bulan Ramadhan dan memperkuat nilai-nilai kemenangan spiritual yang dirayakan di Bulan Syawal.

“Ramadhan telah mendidik kita dalam kesabaran, kejujuran, dan pengendalian diri. Syawal menjadi simbol kemenangan, namun Dzulqa’dah adalah saat untuk mempertahankan dan meningkatkan ketakwaan itu. Jangan sampai semangat ibadah kita hanya bertahan di Ramadhan saja,” ujar beliau.

Sholat Jumat kali ini juga diwarnai dengan kolaborasi apik antara unsur pendidik dan peserta didik. Ustadz Ridhotullah, pengasuh Ma'had Al Qalam, bertindak sebagai imam, sementara Tsabbit Qolbi dari kelas XI MIPA 7 bertugas sebagai bilal.

Sementara itu, Kepala Madrasah Dr. H. Samsudin, M.Pd. menyampaikan kegiatan Sholat Jumat di Masjid Al Falah merupakan agenda rutin yang tidak hanya berfungsi sebagai ibadah wajib sepekan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan spiritual serta penguatan karakter religius bagi seluruh warga madrasah.

“Melalui Sholat Jumat yang tertib dan terarah, kita menanamkan nilai-nilai ketakwaan dan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual,” ungkap Kepala Madrasah.

Masjid Al Falah terus menjadi jantung spiritual madrasah dalam menumbuhkan budaya religius dan memperkuat jati diri peserta didik sebagai generasi penerus bangsa yang beriman, berakhlak mulia, dan peduli terhadap lingkungan sosial. (SW)

Jangan Tergesa-gesa dalam Salat, tapi Segerakan Lima Hal Ini: Pesan Khutbah Jumat Dr. KH. Samsudin, M.Pd.Kota Malang (MA...
25/04/2025

Jangan Tergesa-gesa dalam Salat, tapi Segerakan Lima Hal Ini: Pesan Khutbah Jumat Dr. KH. Samsudin, M.Pd.

Kota Malang (MAN 2) — Bertempat di Masjid MAN 2 Kota Malang, khutbah Jumat tanggal 25 April 2025 disampaikan oleh Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. KH. Samsudin, M.Pd. Dalam khutbah tersebut, beliau menegaskan pentingnya melaksanakan ibadah salat dengan penuh kekhusyukan dan ketenangan, tanpa tergesa-gesa.

“Salat adalah momen sakral antara hamba dan Rabb-nya. Maka janganlah tergesa-gesa dalam mengerjakannya. Tergesa-gesa itu dari setan, kecuali dalam lima perkara,” ungkap beliau mengawali khutbahnya.

Beliau mengutip sebuah riwayat dari Abu Abdurrahman as-Sulami dalam kitab Tabaqat as-Sufiyah, bahwa tergesa-gesa itu sejatinya dilarang dalam Islam, kecuali dalam lima hal berikut:

1. Memberikan hidangan kepada tamu. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya orang terbaik di antara kalian adalah yang memberi makan." Memberi makan adalah bentuk memuliakan tamu yang sangat dianjurkan.
2. Segera mengurus jenazah. Nabi SAW bersabda: "Bersegeralah dalam (mengurus) jenazah. Jika ia orang shalih maka kebaikanlah yang kalian persembahkan kepadanya, tetapi jika tidak, maka keburukanlah yang kalian lepaskan dari pundak kalian."
3. Menikahkan anak gadis. Menunda pernikahan dikhawatirkan membuka pintu fitnah. Oleh karenanya, menikahkan anak gadis bila telah siap adalah bagian dari sunnah yang perlu disegerakan.
4. Membayar hutang. Beliau mengutip hadits Nabi SAW: "Sesungguhnya yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang."
5. Segera bertaubat dari dosa. Tak ada yang tahu kapan ajal menjemput. Nabi SAW mengajarkan doa: "Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Pengampun."

Khutbah yang sarat makna tersebut diakhiri dengan doa agar seluruh jamaah senantiasa berada dalam lindungan dan bimbingan Allah SWT.

Salat Jumat kali ini dipimpin oleh imam Ust. Fauzan, sementara tugas bilal diamanahkan kepada Ahmad Husein, peserta didik kelas XI MANPK. Ketiganya melaksanakan tugas dengan penuh khidmat.

Pesan yang disampaikan dalam khutbah ini menegaskan keseimbangan dalam Islam: ketenangan dalam ibadah dan kesigapan dalam amal sosial. Semoga menjadi pengingat bagi civitas akademika MAN 2 Kota Malang untuk senantiasa bersikap bijak dan bersegera dalam kebaikan. (SW)

Ratusan Jamaah Mendengarkan Khutbah Jumat, Prof. Dr. KH. Kasuwi Saiban Ingatkan Pentingnya HusnudzonKota Malang – Suasan...
18/04/2025

Ratusan Jamaah Mendengarkan Khutbah Jumat, Prof. Dr. KH. Kasuwi Saiban Ingatkan Pentingnya Husnudzon

Kota Malang – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Al Falah MAN 2 Kota Malang saat ratusan jamaah mengikuti pelaksanaan Sholat Jum’at, Jumat (18/4). Para jamaah terdiri dari santri Ma’had Al Qalam dan masyarakat sekitar yang antusias datang sejak awal waktu untuk menunaikan ibadah sekaligus menyimak khutbah penuh hikmah.

Sholat Jum’at kali ini dipimpin oleh Ustadz Ridhotullah sebagai imam, sementara Muhammad Tsabbit Qolby, peserta didik kelas XI MIPA 4, bertugas sebagai bilal. Adapun yang bertindak sebagai khatib adalah Prof. Dr. KH. Kasuwi Saiban, M.Ag., Ketua BAZNAS sekaligus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang.

Dalam khutbahnya, Prof. Kasuwi menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menghindari prasangka buruk (su’udzon) dan menumbuhkan prasangka baik (husnudzon) dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa su’udzon bisa menjadi sumber perpecahan dan dosa yang membinasakan.

"Su’udzon adalah perilaku yang membinasakan. Itu adalah sifat orang-orang munafik dan musyrik," tegasnya di hadapan jamaah.

Prof. Kasuwi juga mengingatkan bahwa Allah SWT telah melarang mencari-cari kesalahan orang lain, memata-matai, maupun menguping pembicaraan secara sembunyi-sembunyi. Sebaliknya, husnudzon atau berbaik sangka, menurutnya, adalah cermin kematangan spiritual.

"Husnudzon kepada Allah adalah kunci kemenangan, keselamatan, dan kemuliaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat," tambahnya.

Menariknya, khutbah tersebut juga menyinggung momen kebersamaan umat beragama, karena bertepatan dengan peringatan Jumat Agung oleh umat Kristiani. Prof. Kasuwi menjelaskan perbedaan pandangan antara Islam dan Kristen mengenai peristiwa penyaliban, dengan merujuk pada Surat An-Nisa ayat 157.

Di akhir khutbah, ia membawakan kisah-kisah teladan dari manusia shaleh dan durhaka sebagai bahan renungan. Manusia shaleh, menurutnya, ditandai dengan keikhlasan, ketundukan kepada Allah, kerendahan hati, serta komitmen menebar kebaikan. Sedangkan mereka yang durhaka cenderung bersikap angkuh, menolak kebenaran, dan gemar menyebar fitnah.

"Kisah-kisah mereka menjadi cermin dan pelajaran, agar kita semua mampu menjaga hati dari keburukan dan senantiasa berada dalam jalan yang diridhai Allah SWT," tutupnya.

Sholat Jum’at kali ini menjadi momen reflektif yang menguatkan spiritualitas jamaah, sekaligus mempertegas peran Masjid Al Falah MAN 2 Kota Malang sebagai pusat dakwah yang mencerdaskan dan menyejukkan. (SW)

Address

Jalan Bandung No 7
Malang
65113

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Masjid Al Falah MAN 2 Kota Malang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Masjid Al Falah MAN 2 Kota Malang:

Share