09/03/2025
Kitab Miftāhul Jannah adalah karya seorang ulama dari negeri Banjar bernama al-Fadhīl Muhammad Thaib Ibnu Mas‘ūd al-Banjāry. Dalam kitab tersebut disebutkan bahwa ada tujuh tempat dalam bacaan Al-Fatihah yang apabila salah membacanya, dapat membentuk nama setan. Kesalahan tersebut terjadi karena penyambungan huruf yang tidak tepat, sebagai berikut:
1. DULIL – Apabila huruf dal disambungkan dengan huruf lam, sehingga terdengar seperti satu kata. Seharusnya, huruf dal merupakan bagian dari kata al-hamdu.
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ (Alhamdu lillāhi)
2. HIRAB – Apabila huruf ha disambungkan dengan huruf ra, sehingga terdengar seperti satu kata. Seharusnya, huruf ha merupakan bagian dari kata lillaahi.
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (Alhamdu lillāhi rabbil ‘ālamīn)
3. KIYAU – Apabila huruf ka disambungkan dengan huruf ya, sehingga terdengar seperti satu kata. Seharusnya, huruf ka merupakan bagian dari kata maaliki.
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (Māliki yaumid-dīn)
4. KANA' – Apabila huruf ka disambungkan dengan huruf nun, sehingga terdengar seperti satu kata. Seharusnya, huruf ka merupakan bagian dari kata iyyaka.
اِيَّاكَ نَعْبُدُ (Iyyāka na‘budu)
5. KANAS – Apabila huruf ka disambungkan dengan huruf nun, sehingga terdengar seperti satu kata. Seharusnya, huruf ka merupakan bagian dari kata iyyaka.
وَاِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (Wa iyyāka nasta‘īn)
6. TA’ALAI – Apabila huruf ta disambungkan dengan huruf ‘ain, sehingga terdengar seperti satu kata. Seharusnya, huruf ta merupakan bagian dari kata an‘amta.
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ (Shirāthal-ladzīna an‘amta ‘alayhim)
7. BI‘ALAI – Apabila huruf ba disambungkan dengan huruf ‘ain, sehingga terdengar seperti satu kata. Seharusnya, huruf ba merupakan bagian dari kata ghayril maghdhuubi.
غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ (Ghayril maghdhūbi ‘alayhim)
(Lihat: Kitab Miftāhul Jannah, Terbitan al-Haramain, Hal. 36.)