16/10/2024
USTADZ WAHABI BELUM FAHAM FARDLUNYA WUDLU.
Abdulloh faizin
"Saya hanya meluruskan mereka yang berbahaya mereka meracuni umat, mereka telah mengawali tuduhan, saya akan berdosa jika umat dituduh yang bukan bukan dan dicekik dengan pemahaman bid,ah, umat lain dimaki maki dan disalahkan terus amaliyahnya, sekte wahabi merasa sunnah sendiri merasa benar sendiri yang lain sesat, pahami narasi ini"
Ustadz wahabi tidak faham ilmu fiqih tapi s**a membidahkan, buktinya fardlu wudlu saja belum faham, ini Ustadznya apalagi pengikut fanatik butanya. Sekali saya beri ilmu tentang syarat sahnya wudlu harus faham fardlunya bahkan tidak boleh meyakininya sebagai hal yang sunnah. Dengan kebodohan yang tidak terukur tapi merasa pintar dari para Ulama.
Apa yang disampaikan wahabi ini berbahaya sekali karena kontra dengan Al Quran Hadis ijmak dan Qiyas para Ulama, semua yang keluar dari mulutnya dari otaknya sendiri tanpa tahapan ilmu Ulama, atau secara sarkasmenya tidak pernah ngaji kepada para Ahli ilmu, dalam hal ini para. Ulama fiqih serta par mujtahidnya dengan alasan sudah mampu berijtihad sendiri walaupun salah langkah salah proses salah hasil.
Akhirnya ke sana kemari menunjuk bidah dan menjustifikasi orang lain tidak sunnah, fasik sampai musyrik bahkan kafir dengan tidak merasa bahwa otaknya dilengkapi oleh kedunguan dan kebodohan yang dibuat buat sendiri, karena merasa lebih benar dari kitabnya para Ulama, khutbah daurah sana sini dipenuhi cacian kepada muslim lain dengan memahami memaki ayat suci yang kitabnya kepada orang-orang kafir diarahkan kepada kaum muslimin.
Sungguh dakwah bedebah bidah dibalut sunnah dengan bumbu suudlan kepada sesama. Ini harus dihentikan supaya orang orang awam tidak jadi kurban dan akhirnya ibadahnya salah tidak sah tidak dapat nilai apa apa, masyarakat menjadi bodoh karena Ocehan Ocehan tak berilmu tanpa tahu sunnah dan fardlu, dan yang mengerikan propaganda wahabi seperti halnya hantu di siang bolong yang meracuni ummat dengan mimbar agitatisinya yang tak beraturan tanpa ilmu bebas tanpa batas. Naudhu billah.
Lamongan 16 oktober 24