CMC Jemaat Bulusari Kediri

CMC Jemaat Bulusari Kediri CMC Bulusari Kediri dirintis oleh Ps Tjatur Harisantosa di Jl. GUNUNG BHUTAK RT 13/RW 3 TAROKAN

17/05/2026

MENJERITLAH KEPADA TUHAN
Mazmur 143

Ya TUHAN, dengarkanlah doaku,
berilah telinga kepada permohonanku Jawablah aku dalam kesetiaan-Mu, demi keadilan-Mu!
(Mzm. 143:1)

Ketenangan saya terusik sejenak mendengar suara burung mendecit keras kesakitan. Segera saya menghampiri kandang burung itu dan mencari sumber bunyi. Tikus berhasil menggigit burung itu! Tanpa pikir panjang, segera saya mengejar tikus itu untuk melepaskan dan menyelamatkan burung tersebut.

Pemazmur menjerit kepada TUHAN. Dalam doanya, ia memohon TUHAN melepaskan dirinya dari bahaya. Pemazmur adalah seorang yang dikejar-kejar oleh musuh-musuhnya. Ia diperlakukan sebagai orang yang sudah mati (Mzm. 143:3). Penderitaannya sangat hebat sehingga nyaris mematahkan semangatnya. Ia berkata, “Semangatku lemah lesu dalam diriku, hatiku tertegun dalam tubuhku” (Mzm. 143:4). Beruntunglah, ia masih mempunyai pengharapan. Dengan penuh penyerahan diri pemazmur mau berlindung kepada TUHAN. Ia berdoa, berteriak memohon belas kasihan-Nya dan menantikan pembebasan dari penderitaan-Nya.

Seperti pemazmur yang dikejar-kejar musuh, bisa jadi saat ini kita sedang dikejar-kejar masalah: dikejar-kejar utang, rasa bersalah, kecemasan, target dan lain sebagainya. Singkatnya, beban persoalan yang menakutkan. Apa yang dapat kita lakukan dalam posisi terjepit ini? Berdoa! Menjeritlah kepada TUHAN! Saya mengandaikan, saya rela beranjak meninggalkan kenyamanan karena mendengar jeritan burung kesakitan, apalagi TUHAN ketika mendengar jeritan anak-Nya! Yakinlah bahwa Dia akan bertindak!-tj-

Selamat pagi dan beraktivitas, terus jalin keintiman bersama Bapa. Tetap semangat dan antusias. Tuhan mengasihimu.
Hallelujah!
JLU FULL 🙏🕎✝️🛐💪🔥🌹🌹

16/05/2026

BELAJAR DARI JEMAAT TROAS
Kisah Para Rasul 20:7-12

Karena Paulus amat lama berbicara,
orang muda itu tidak dapat menahan kantuknya.
(Kis. 20:9)

Mengeluh. Tidak terkecuali dalam ibadah terjadi keluhan. Umat sering mengeluh pendeta berkhotbah dengan bahasa yang sulit dimengerti dan dengan durasi yang panjang, sehingga wajar dan manusiawi kalau umat tertidur.

Tertidur karena terlalu lama mendengar khotbah, itulah yang terjadi pada Eutikhus ketika Paulus dan teman-temannya mengadakan ibadah di Troas. Eutikhus tentu telah bekerja keras sepanjang hari, tubuhnya telah lelah. Ia memilih duduk di jendela untuk mendapatkan udara malam yang segar. Khotbah Paulus yang lama, kelelahan fisik ditambah angin malam membuatnya tidak berdaya menahan kantuk. Ia pun terjatuh dan mati. Apa yang terjadi kemudian? Alih-alih mencari kambing hitam siapa yang salah, mereka mencoba menolong. Ada orang yang mengangkat Eutikhus, dan Paulus segera sigap; ia merebahkan diri ke atas orang muda itu, Eutikhus pun hidup kembali. Ibadah dilanjutkan lagi.

Setiap gereja mempunyai masalah. Bagaimana kita mengatasinya? Belajar dari jemaat di Troas, ibadah bersifat kekeluargaan. Mereka mulai dengan perjamuan kasih, pengajaran dan diskusi. Semua terlibat dan merasa sebagai kerabat dan keluarga. Ketika ada masalah, bahkan sangat fatal, tidak saling menyalahkan, tetapi mencari solusi. Solusinya adalah ibadah yang diterjemahkan dalam hidup: ringan tangan, menolong dan berdoa. Hasilnya? Nama Tuhan dimuliakan!-tj-

Selamat pagi dan Beribadah bersama keluarga, terus jalin keintiman bersama Bapa. Tetap semangat dan antusias. Tuhan mengasihimu.
Hallelujah!
JLU FULL 🙏🕎✝️🛐💪🔥🌹🌹

13/05/2026

SETIA DALAM PENDERITAAN
Wahyu 11:15-19

Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatan tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu ….
(Why. 11:19)

Pada masa awal gereja berdiri, ia selalu diperhadapkan dengan penganiayaan dan penderitaan. Demikian juga jemaat-jemaat di mana surat Wahyu Yohanes ditujukan. Mereka menderita oleh karena memilih beriman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Wahyu Yohanes memberi kekuatan dan pengharapan pada umat untuk tidak takut mengalami penderitaan, sebab pada akhirnya Yesuslah yang akan memberi kemenangan.

Ada kemenangan sehingga kerajaan-kerajaan dunia menjadi kerajaan-kerajaan milik Allah dan milik Dia yang diurapi. Kemenangan ini mengacu pada masa di mana Allah memegang kekuasaan yang besar (Why. 11:7). Meski kemudian terjadi perlawanan kembali dari musuh-musuh Allah, pada akhirnya semua kuasa yang melawan Allah itu akan dikalahkan dan mengalami penghukuman terakhir (Why. 11:18). Dalam pesta kemenangan itu “terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatan tabut perjanjian-Nya” (Why. 11:19). Tabut Perjanjian ada di Ruang Mahakudus, ruang yang tidak boleh dilihat oleh orang-orang biasa, bahkan Imam Besar pun hanya boleh masuk pada Hari Penebusan. Ini berarti bahwa sekarang kemuliaan Allah akan disingkapkan secara penuh!

Benar, musuh dan penderitaan tidak usah kita cari. Namun, andai kata pun tidak terelakkan lagi bahwa kita harus menderita karena iman kita, maka ingatlah Kitab Wahyu: pada akhirnya Kristuslah yang menang atas kuasa-kuasa jahat itu. Taat dan setialah!-tj-

Selamat Hari Kenaikan Tuhan Yesus dan beribadah bersama keluarga tercinta, terus jalin keintiman bersama Bapa. Tetap semangat dan antusias. Tuhan mengasihimu.
Hallelujah!
JLU FULL 🙏🕎✝️🛐💪🔥🌹🌹

12/05/2026

PERTOLONGAN TUHAN TIDAK PERNAH TERLAMBAT
Mazmur 130

Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.
(Mzm. 130:2)

Di ruang gawat darurat sebuah rumah sakit umum daerah, terlihat kesibukan luar biasa. Seolah tak ada jeda perawat dan dokter bahu-membahu menolong belasan pasien. Namun, tampak ada seorang ibu marah, membentak seorang perawat. Ia merasa tim medis di rumah sakit itu lamban dalam menangani anaknya yang sedang kesakitan. Pengalaman ibu tersebut bisa saja terjadi pada kita. Ketika kita atau orang yang kita kasihi sakit, maka kita menghendaki agar dokter atau tim medis segera menanganinya. Kita tidak mau terlambat dan menderita berkepanjangan!

Tampaknya, pemazmur juga punya kegelisahan sama seperti kebanyakan orang. Dalam menghadapi kegetiran, bagaikan di jurang yang dalam, dia berseru, “Tuhan, dengarkanlah seruanku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku” (Mzm. 130:2)

Benarkah TUHAN tidak mendengar dan tidak menaruh perhatian? Ternyata tidak! TUHAN hadir sebagai penolong dan pembebas umat-Nya. Ia sangat tahu kapan waktunya dan dengan cara bagaimana Ia menolong umat-Nya. Maka, yang diperlukan dari kita adalah berpikir positif bahwa TUHAN tidak pernah lalai menepati janji-Nya. Ia akan bertindak sesuai dengan kapasitas-Nya. Hanya saja, yang dibutuhkan dari kita adalah menantikan pertolongan TUHAN dan berusaha hidup benar, bertobat dari segala tingkah laku yang salah.-tj-

Selamat pagi dan beraktivitas, terus jalin keintiman bersama Bapa. Tetap semangat dan antusias. Tuhan mengasihimu.
Hallelujah!
JLU FULL 🙏🕎✝️🛐💪🔥🌹🌹
berat semua orang Pengikut

10/05/2026

PINDAH RUMAH
Kolose 1:9-14

Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih ….
(Kol. 1:13)

Seandainya Anda pindah rumah, bagaimana perasaan Anda? Senang? Tergantung! Tentu menyenangkan, jika rumah baru yang akan kita tuju lebih besar, mewah dan berada dalam lingkungan yang asri. Sebaliknya, menyebalkan jika rumah baru itu adalah kontrakan, lebih kecil, di gang yang kumuh dengan lingkungan yang tidak nyaman. Namun, di antara yang menyenangkan dan menyebalkan itu ada suasana yang sama, yakni Anda pasti akan repot.

Perpindahan bisa terjadi juga dalam kehidupan rohani. Paulus menggunakan istilah itu. Tepatnya ia mengatakan, “Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa” (Kol. 1:13-14).

Meski “repot” karena harus meninggalkan kes**aan atau kesenangan kita yang berlawanan dengan kehendak Tuhan, namun semestinya kita memiliki keyakinan bahwa sekarang kita berada dalam Kerajaan Anak-Nya, yaitu Yesus Kristus. Ini jauh melebihi rumah mewah dalam sebuah kompleks asri! Pindah dalam “lingkungan” baru tentu menuntut kebiasaan lama harus ditinggalkan! Kini, hidup dalam wilayah Kerajaan Kristus harus sesuai dengan kaidah-kaidah yang diajarkan Yesus. Menghasilkan buah kebenaran dalam segala pekerjaan baik, sehingga kita layak di hadapan-Nya dan pantas disebut warga Kerajaan Allah!-tj-

Selamat pagi dan beraktivitas, terus jalin keintiman bersama Bapa. Tetap semangat dan antusias. Tuhan mengasihimu.
Hallelujah!
JLU FULL 🙏🕎✝️🛐💪🔥🌹🌹

berat semua orang Pengikut

09/05/2026

BIAS KONFIRMASI
Yesaya 59:9-19

Sebab itu keadilan tetap jauh dari pada kami dan kebenaran tidak sampai kepada kami. Kami menanti-nantikan terang, tetapi hanya kegelapan belaka ….
(Yes. 59:9)

Consitta ingin menurunkan berat badan. Dia memilih diet tertentu yang menurut anggapannya paling cocok. Setiap pagi, Sitta memeriksa perubahan berat badannya di timbangan. Jika beratnya berkurang, ia tersenyum dan menganggap program dietnya itu cocok. Jika timbangannya bertambah, ia mengabaikan dan menganggapnya sebagai fluktuasi normal. Selama beberapa bulan, ia hidup dalam ilusi bahwa dietnya berhasil, walau berat badannya tidak berubah.

Manusia s**a hidup dalam ilusi. Demikian juga dengan bangsa Israel, mereka hidup dalam ilusi bias konfirmasi. Apa itu? Mereka membuang informasi baru yang bertentangan dengan teori, kepercayaan dan keyakinan yang sudah ada. Lalu informasi baru apa yang mereka tolak? Yesaya menyerukan agar umat itu bertobat, melakukan apa yang TUHAN kehendaki. Namun, apa yang terjadi? Mereka tetap memegang teori, kepercayaan dan keyakinan yang sudah ada, yakni kami adalah bangsa pilihan, umat kesayangan Allah. Apa pun yang kami lakukan, Allah tetapi menyayangi kami!

Ilusi keyakinan inilah yang menjadi penyebab keadilan, kedamaian dan kebaikan tidak terjadi! “Kami menanti-nantikan terang, tetapi hanya kegelapan belaka, menanti-nantikan cahaya, tetapi kami berjalan dalam kekelaman” (Yes. 59:9). Dosa adalah penghambat keselamatan dan ilusi bias konfirmasi membuat orang merasa tidak bermasalah dengan dosa. Pertobatan adalah jalan terbaik untuk menyambut keselamatan!-tj-

Selamat pagi dan Beribadah bersama keluarga, terus jalin keintiman bersama Bapa. Tetap semangat dan antusias. Tuhan mengasihimu.
Hallelujah!
JLU FULL 🙏🕎✝️🛐💪🔥🌹🌹
berat semua orang Pengikut

07/05/2026

FIRMAN YANG HIDUP DAN MENERANGI MANUSIA
Yohanes 1:1-9

Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
(Yoh. 1:4)

Pernahkah Anda bermain dengan anak kecil? Atau, mengamati seorang kakek bercengkrama dengan cucunya? Coba ingat kembali, apakah gaya dan ucapan anak kecil yang meniru gaya dan ucapan orang dewasa? Atau sebaliknya, si kakek menirukan berbicara dan berulah seperti cucunya? Pada umumnya orang dewasalah, si kakeklah yang bertingkah polah mengikuti bahasa dan gaya cucunya.

Mengapa orang dewasa memilih “bahasa” anak kecil, ketimbang meminta anak kecil memakai “bahasa” orang dewasa? Jawabannya jelas: itulah yang paling logis, agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Sebab, akan sangat sulit, bahkan tidak mungkin anak kecil diminta memakai bahasa orang dewasa.

Allah yang kita kenal adalah Allah yang selalu ingin berkomunikasi dengan kita. Dia ingin memperkenalkan siapa diri-Nya, apa yang dikehendaki-Nya. Dia ingin merangkul kita dengan kehangatan cinta-Nya. Sayangnya, kita tidak selalu mengerti bahasa pernyataan Allah. Syukurlah, Allah tidak menuntut kita memakai bahasa ilahi. Ia memilih bahasa manusia. Allah yang tadinya begitu jauh, kini diam di antara manusia. Firman yang sulit dimengerti, kini menjadi Manusia. Dalam diri manusia Yesus itulah “bahasa Ilahi” menjadi terang-benderang. Manusia menjadi mengerti apa artinya cinta kasih dan pengampunan; pemulihan dan pemeliharaan; kebajikan dan pengorbanan. Manusia dapat membedakan mana terang dan mana yang gelap!-tj-

Selamat pagi dan beraktivitas, terus jalin keintiman bersama Bapa. Tetap semangat dan antusias. Tuhan mengasihimu.
Hallelujah!
JLU FULL 🙏🕎✝️🛐💪🔥🌹🌹

berat semua orang Pengikut

27/04/2026

MENJADI SAUDARA ORANG BERDOSA
Ibrani 2:10-18

Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya ….
(Ibr. 2:17)

Tokoh pewayangan Bambang Sumantri lebih terkenal ketimbang adiknya, Bambang Sukrosono. Sumantri ditakdirkan sebagai seorang pemuda tampan penuh pesona, sementara sang adik punya penampilan menyeramkan. Meski berbeda fisik, kakak beradik ini semula saling menyayangi. Perlahan mereka tumbuh dan punya karakter berbeda. Sumantri adalah sosok ambisius haus jabatan, sedangkan Sukrosono figur bersahaja, tulus dan rela berkorban apa pun untuk kakaknya. Tragis, sang adik akhirnya menjadi korban karena kakaknya tidak mau dipermalukan lantaran memiliki adik buruk rupa.

Terbalik dari kisah Sumantri dan Sukrosono, Yesus justru memandang kita sebagai saudara. Benar, mungkin saja penampilan kita tidak seburuk Sukrosono. Namun, bukankah perilaku kita penuh aib? Kita menjadi “buruk rupa” karena dosa! Yesus yang tidak mengenal dosa rela disamakan dengan saudara-saudara-Nya yang berdosa agar melalui penderitaan- Nya, Ia dapat mendamaikan seluruh umat manusia dengan Allah yang Mahakudus. Dialah yang memahami dan mengerti pergumulan dosa manusia, karena Dia telah sungguh-sungguh menjadi manusia. Yesuslah yang dapat menyelamatkan karena Dia sendiri tidak berdosa!

Yesus yang begitu mulia, tidak mengenal dosa, bersedia menjadikan semua manusia sebagai saudara-Nya. Maka, seharusnya kita juga mau menjadikan semua orang sebagai saudara kita!-tj-

Selamat pagi dan beraktivitas, terus jalin keintiman bersama Bapa. Tetap semangat dan antusias. Tuhan mengasihimu.
Hallelujah!
JLU FULL 🙏🕎✝️🛐💪🔥🌹🌹

23/04/2026

HIDUP BERSAMA TUHAN ADALAH KEBAHAGIAAN
Ibrani 11:23-28

Ia menganggap penghinaan akan Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir ….
(Ibr. 11:26)

Seorang anak sangat gemar bermain pasir. Ia bisa menghabiskan waktu berjam-jam di tepi pantai untuk membuat berbagai hal dari pasir. Orangtuanya berulang-ulang mengatakan dan mengingatkan bahwa mereka telah membelikan mainan yang jauh lebih baik, lebih bernilai dan lebih edukatif bagi si anak. Tetapi, si anak sudah kadung asyik dengan pasirnya dan menolak pemberian orangtuanya.

Musa adalah salah seorang pemimpin Israel yang tersohor. Dia juga seorang nabi dan perantara pemberian Taurat kepada Israel. Musa lahir di Mesir, di masa ketika sedang terjadi pembunuhan terhadap bayi-bayi orang Ibrani. Musa diselamatkan dan dibesarkan di istana Firaun oleh putri Firaun (Kel. 2:6,10). Namun, Musa rela meninggalkan kemewahan hidup di istana Firaun untuk kemudian mengembara di gurun dan menjadi pelayan Tuhan. Musa tidak terbius oleh kemewahan dan kenikmatan istana Firaun. Ia percaya Allah memiliki rancangan masa depan yang jauh lebih baik baginya. Iman kepada Allah memampukan Musa melihat jauh ke depan, melampaui keadaan yang dihadapinya.

Mari kita renungkan, apakah hidup kita merupakan hidup yang gampang dipuaskan; mudah merasa puas dengan hal-hal yang ada di dunia ini? Baiklah kita menyadari bahwa Tuhan menyediakan berkat yang jauh lebih baik dan lebih indah bagi kita, lebih dari yang kita lihat dan nikmati di dunia ini. Hidup bersama Tuhan adalah hal terbaik dan terindah: kebahagiaan.-tj-

Selamat pagi dan beraktivitas, terus jalin keintiman bersama Bapa. Tetap semangat dan antusias. Tuhan mengasihimu.
Hallelujah!
JLU FULL 🙏🕎✝️🛐💪🔥🌹🌹
semua orang berat Pengikut

22/04/2026

TUHAN MEMERDEKAKAN
Keluaran 6:2-8

“… Akulah, TUHAN, Allahmu, yang membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir… membawa kamu ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan ….”
(Kel. 6:6-7)

Saya mengunjungi pemakaman San Diego Hills beberapa kali untuk menguburkan jemaat. Di sana, saya mendapati kalimat yang bunyinya kira-kira (barangkali saya kurang tepat), “Selamat datang di tempat peristirahatan yang indah.” Saya lalu teringat beberapa nama perumahan atau kompleks, “Perumahan Harapan Indah,” “Perumahan Taman Gerbang Indah,” “Perumahan Gading Indah,” dan lainnya. Istilah atau nama-nama ini mengandaikan adanya suatu tempat yang lebih indah atau jauh lebih indah dengan tempat yang kita diami sekarang.

Janji Allah di ayat 6-8 ini dipenuhi ketika orang Yahudi meninggalkan Mesir. Dia memerdekakan Israel dari perbudakan, menjadi Allah mereka, dan menerima mereka menjadi umat- Nya. Kemudian Dia memimpin mereka menuju ke tanah perjanjian. Ketika orang Yahudi dimerdekakan dari perbudakan Mesir, mereka sedang melukiskan drama keselamatan seluruh umat manusia (kita). Ketika Allah menebus kita dari dosa, Dia membebaskan kita, menerima kita dan menjadi Allah kita. Lalu, Dia menuntun kita ke kehidupan yang baru ketika kita mengikuti-Nya.

Apakah saat ini kita merasa seolah hidup dalam perbudakan karena keadaan tertentu? Atau, merasa diperbudak oleh kecanduan terhadap hal tertentu, misalnya games, makanan, pornografi? Tuhan mampu membebaskan kita dari segala jerat yang memperbudak kita. Dengarkanlah suara-Nya, percayalah kepada-Nya dan hiduplah menurut kehendak-Nya.-tj-

Selamat pagi dan beraktifitas, terus jalin keintiman bersama Bapa. Tetap semangat dan antusias. Tuhan mengasihimu.
Hallelujah!
JLU FULL 🙏🕎✝️🛐💪🔥🌹🌹
berat semua orang Pengikut

21/04/2026

HIKMAT BERSIFAT ILAHI
Amsal 2:1-15

Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.

(Ams. 2:6)

Masih ingat kisah hikmat raja Salomo, bagaimana dia memutuskan untuk membelah tubuh bayi yang diperebutkan oleh dua orang perempuan? Menakjubkan, bukan? Ada p**a kisah fiksi mengenai dua orang perempuan yang berebut menantu. Salomo pun memecahkan kasus itu setelah memberi perintah, “Penggal menantu itu!” Perempuan A menyetujui, “Penggal saja, Raja! Penggal menantu kurang ajar itu!” Tetapi, perempuan B menjawab, “Jangan dipenggal, Raja. Berikan saja kepada perempuan A.” Salomo pun berkata, “A adalah mertuanya.” Bijaksana, bukan?

Hikmat datang dengan dua cara, yakni karunia dari Allah dan hasil pencarian yang sungguh-sungguh. Titik awal hikmat berasal dari Allah sendiri dan firman-Nya (Alkitab). Hikmat adalah karunia dari Allah untuk kita. Tetapi, Dia memberikannya hanya kepada orang-orang yang serius mencarinya. Hikmat Allah tersembunyi bagi orang yang bebal dan memberontak. Perlu usaha yang keras untuk bisa memiliki dan menggunakan hikmat. Jalan menuju hikmat atau kebijaksanaan adalah jalan yang panjang. Ketika kita berjalan di dalamnya, kita akan menemukan bahwa hikmat yang benar adalah milik Allah; Allah yang akan memimpin kita dan menghadiahkan ketulusan serta ketekunan kepada kita dalam mencarinya.

Mari kita gumuli hidup ini, apakah kita berhikmat di mata Allah? Banyak orang pandai, tetapi sedikit orang bijaksana. Apakah kita mencari hikmat seperti mencari perak? Hikmat ilahi hanya berasal dari Allah.-tj-

Selamat pagi dan beraktivitas. Terus jalin keintiman bersama Bapa, tetap semangat dan andalkan Tuhan Yesus selalu. Yesus Kristus mengasihimu. JLU FULL. Hallelujah!
🙏🤲🤝💪🔥🌹💐🌹

berat semua orang Pengikut

Address

Jalan Gunung Bhutak RT 10/RW 03, Kel. Bulusari Kec. Tarokan Kediri
Kediri
64152

Opening Hours

Monday 04:00 - 23:00
Tuesday 04:00 - 23:00
Wednesday 04:00 - 23:00
Thursday 04:00 - 23:00
Friday 04:00 - 23:00
Saturday 04:00 - 23:00
Sunday 06:00 - 23:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when CMC Jemaat Bulusari Kediri posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share