IKMAL Al-Jihad

IKMAL Al-Jihad Akun Resmi IKMAL SMAN 1 Cicalengka yang diurus oleh Biro WARIS

أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُAssalamu'alaik...
10/08/2019

أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

Assalamu'alaikun Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Kami segenap keluarga besar Ikatan Keluarga Masjid Al-jihad mengucapkan Selamat hari raya idul adha 1440 H. Mohon maaf lahir batain dan semoga kita semua dapat berjumpa kembali dengan bulan Djulhijjah tahun berikutnya.
Aamiin Allaahumma aamiin.

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُتَقَبَ...
04/06/2019

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ
تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ وَجْعَلْنَا مِنَ الْعَائِدِين وَالْفَائِزِين
Assalamu'alaikun Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Kami segenap keluarga besar Ikatan Keluarga Masjid Al-jihad mengucapkan Selamat hari raya idul fitri 1440 H. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah menerima amalan kita semua selama bulan Ramadhan🙏dan semoga kita semua dapat berjumpa kembali dengan bulan Ramadhan tahun berikutnya.
Aamiin Allaahumma aamiin.

Zakat Fitri merupakan pembersih bagi yang berpuasa dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan kata-kata keji (yang dikerjaka...
30/05/2019

Zakat Fitri merupakan pembersih bagi yang berpuasa dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan kata-kata keji (yang dikerjakan waktu puasa), dan bantuan makanan untuk para fakir miskin”.(HR. Abu Daud)

Ayo sobat jihad kita bayar zakat😊

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Akhy wa Ukhty fillah😊Alhamdulillah kita dipertemukan kembali dengan bulan su...
07/05/2019

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Akhy wa Ukhty fillah😊

Alhamdulillah kita dipertemukan kembali dengan bulan suci penuh ampunan ini, semoga kita senantiasa diberi kelancaran dalam menjalankan puasa Ramadhannya. Aamiin.
Eh iya Akhy Ukhty sudah tahu d**g sama acara yang digelar tahunan oleh Rohis SMA Negeri 1 Cicalengka ini??

Yaa, Pekan Ta'lim Ramadhan. Dimana event ini merupakan event tahuna ter-Akbar lho. Kali ini PTR sudah menginjak tahun pelaksanaannya yang ke-26 sobat fillah. Maka dari itu, kami dari panitia Pekan Ta'lim Ramadhan ingin mengundang rekan-rekan sekalian pelajar SMA/SMK/MA/MAK se-Bandung Raya, Sumedang, dan Garut untuk ikut berpartisipasi dalam acra kami, tentunya dengan rangkaian acara yg lebih menarik dan pengis acara yang bukan hanya terkenal, namun juga berkualitas, diantaranya:

1. Ust. Rizal Fadli Nurhadi/Abu Takeru (Founder )
2. Ulum A Saif dan Febrianti Almeera (Couple Trainer Islamic Self Development & Founder )
3. Dodi Hidayatullah (Musisi Islami religi pelantun lagu "Do'a Rindu")

Waktu Pelaksanaan :
20-23 Mei 2019 (dilkasnakan selama 4 hari satu malam)

For more info
Stay tune di Media Sosial kami.
Untuk registrasi dan pendaftaran bisa hubungi CP yang tertera di pamflet atau anggota Rohis SMAN 1 Cicalengka lainnya atau melalui pendaftaran online di http://tiny.cc/PendaftaranPTR26danARPI
☎ 081214048459 (Asmi)
☎ 089655961074 (Chaerunnisa)
* Ayo buruan daftar kuota terbatas

Hiasi Ramadhanmu dengan hal-hal yang lebih bermanfa'at. Kapan lagi bersilaturrahmi dengan teman-teman se-Bandung Raya, Sumedang, dan Garut.




05/05/2019
Memaafkan merupakan sikap mulia yang amat dianjurkan. Terutama dalam  Islam. Seberat atau sepedih apa pun manusia mengal...
21/04/2019

Memaafkan merupakan sikap mulia yang amat dianjurkan. Terutama dalam Islam. Seberat atau sepedih apa pun manusia mengalami dampak akibat kesalahan yang dilakukan orang lain, Allah Swt tetap memerintahkan setiap hamba untuk melapangkan dada terhadap kesalahan sesama. Dalam Al-Quran Allah berfirman:

وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗوَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kalianbersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah. Dan hendaklah mereka memberi maaf dan berlapang dada. Apakah kalian tidak ingin Allah mengampuni kalian? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. An-Nur: 22).

Ayat di atas menegaskan bahwa memaafkan merupakan sikap mulia yang hendaknya dimiliki setiap orang karena Allah sendiri maha pemberi maaf dan menyayangi hamba-Nya. Pemberian maaf sebagaimana ditekankan dalam ayat ini tidak harus menunggu permintaan maaf. Substansi memaafkan berdasarkan ayat tersebut adalah berlapang dada dan membuka pintu maaf selebar-lebarnya kepada orang lain dengan kesadaran penuh bahwa kesalahan merupakan suatu keniscayaan yang pasti pernah dilakukan oleh setiap manusia.

Perintah memaafkan dalam ayat di atas juga mesti dipahami bahwa mengampuni kesalahan orang lain harus disertai keikhlasan, artinya melapangkan dada dan menyadari bahwa seluruh ganjalan yang selama ini tebersit dalam hati telah hilang sepenuhnya, sehingga yang tersisa adalah optimisme untuk menatap masa depan yang lebih damai dan tenteram.

Enggan memaafkan kesalahan orang lain, saudara atau kerabat, apalagi disertai sumpah serapah yang bisa mengancam keutuhan jalinan persaudaraan tidaklah mencerminkan sikap seorang muslim sejati. Oleh sebab itu islah, rekonsiliasi atau perbaikan hubungan antarpihak-pihak yang berselisih sangat dianjurkan dalam Islam.

Pada akhirnya, memaafkan dan meminta maaf hendaknya menjadi kesadaran bersama bahwa setiap kejadian di muka bumi ini telah ditakdirkan oleh Allah Swt. Setiap peristiwa di dunia ini merupakan ketetapan Allah yang tak seorang pun bisa menolaknya. Maka dari itu, seperih apa pun kejadian yang menimpa, kita harus menjadikannya sebagai pembelajaran, karena di balik semua kejadian di muka bumi ini pasti ada hikmah yang bisa kita ambil sebagai pembelajaran.



Sumber : https://www.aida.or.id/2018/11/3153/anjuran-saling-memaafkan-dalam-islam

21/04/2019

Memaafkan merupakan sikap mulia yang amat dianjurkan. Terutama dalam Islam. Seberat atau sepedih apa pun manusia mengalami dampak akibat kesalahan yang dilakukan orang lain, Allah Swt tetap memerintahkan setiap hamba untuk melapangkan dada terhadap kesalahan sesama. Dalam Al-Quran Allah berfirman:

وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗوَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kalianbersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah. Dan hendaklah mereka memberi maaf dan berlapang dada. Apakah kalian tidak ingin Allah mengampuni kalian? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. An-Nur: 22).

Ayat di atas menegaskan bahwa memaafkan merupakan sikap mulia yang hendaknya dimiliki setiap orang karena Allah sendiri maha pemberi maaf dan menyayangi hamba-Nya. Pemberian maaf sebagaimana ditekankan dalam ayat ini tidak harus menunggu permintaan maaf. Substansi memaafkan berdasarkan ayat tersebut adalah berlapang dada dan membuka pintu maaf selebar-lebarnya kepada orang lain dengan kesadaran penuh bahwa kesalahan merupakan suatu keniscayaan yang pasti pernah dilakukan oleh setiap manusia.

Perintah memaafkan dalam ayat di atas juga mesti dipahami bahwa mengampuni kesalahan orang lain harus disertai keikhlasan, artinya melapangkan dada dan menyadari bahwa seluruh ganjalan yang selama ini tebersit dalam hati telah hilang sepenuhnya, sehingga yang tersisa adalah optimisme untuk menatap masa depan yang lebih damai dan tenteram.

Enggan memaafkan kesalahan orang lain, saudara atau kerabat, apalagi disertai sumpah serapah yang bisa mengancam keutuhan jalinan persaudaraan tidaklah mencerminkan sikap seorang muslim sejati. Oleh sebab itu islah, rekonsiliasi atau perbaikan hubungan antarpihak-pihak yang berselisih sangat dianjurkan dalam Islam.

Pada akhirnya, memaafkan dan meminta maaf hendaknya menjadi kesadaran bersama bahwa setiap kejadian di muka bumi ini telah ditakdirkan oleh Allah Swt. Setiap peristiwa di dunia ini merupakan ketetapan Allah yang tak seorang pun bisa menolaknya. Maka dari itu, seperih apa pun kejadian yang menimpa, kita harus menjadikannya sebagai pembelajaran, karena di balik semua kejadian di muka bumi ini pasti ada hikmah yang bisa kita ambil sebagai pembelajaran.



Sumber : https://www.aida.or.id/2018/11/3153/anjuran-saling-memaafkan-dalam-islam

Mari kita saling memaafkan,agar hidup tidak bermusuhan.
06/03/2019

Mari kita saling memaafkan,agar hidup tidak bermusuhan.

Bismillahirrahmanirrahim...  Assalamualaikum wr.wb🎉"Hadirillah & syiarkanlah"🎉🎀"CHEXO BERSHOLAWAT"🎀 Dalam rangka Maulid ...
08/12/2018

Bismillahirrahmanirrahim...
Assalamualaikum wr.wb

🎉"Hadirillah & syiarkanlah"🎉

🎀"CHEXO BERSHOLAWAT"🎀
Dalam rangka Maulid nabi besar Muhammad Saw

Yng akan dilaksanakan pada:
📆Hari dan tanggal:
*Kamis, 13 Desember 2018
📌Tempat : *lapang SMAN 1 Cicalengka
⏰ Pukul : *07.00 (seperti biasa s/d selesai)

Dan di hadiri oleh :
🔹 Mubaligh:
1.Ustd.Fuad ginan Burhanuddin
*(Pimp.ponpes Darusallam madinaturrosul)*

🔸Dimeriahkan oleh :
1. Hadroh assaury (lakbok pangsor)

*_Catat tanggalnya!!!_

*Info panitia* :
📲Ikhwan :
(Ripal)
0895414523157
📲Akhwat :
(Syaffa)
089656142392

“Barangsiapa yang memberi petunjuk pada kejelekan, maka ia akan mendapatkan dosa dari perbuatan jelek tersebut dan juga ...
09/09/2018

“Barangsiapa yang memberi petunjuk pada kejelekan, maka ia akan mendapatkan dosa dari perbuatan jelek tersebut dan juga dosa dari orang yang mengamalkannya setelah itu tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun juga.” (HR. Muslim no. 1017)

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang memberi petunjuk pada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengikutinya. Sedangkan barangsiapa yang memberi petunjuk pada kesesatan, maka ia akan mendapatkan dosa seperti orang yang mengikutinya. Aliran pahala atau dosa tadi didapati baik yang memberi petunjuk pada kebaikan atau kesesatan tersebut yang mengawalinya atau ada yang sudah mencontoh sebelumnya. Begitu p**a aliran pahala atau dosa tersebut didapati dari mengajarkan ilmu, ibadah, adab dan lainnya.” Apalagi apabila dosa tersebut adalah dosa-dosa besar seperti zina, riba, bahkan kesyirikan. Dan apabila orang yang mengajarkan keburukan tersebut tidak sempat memberitahu kebaikan atau berita benarnya kepada orang yang sudah terjerumus, bukankah akan menjadi tanggungan kita di akhirat kelak?

Semoga ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala menjaga kita semua dari perbuatan yang dapat menyusahkan kita di akhirat kelak, dan semoga kita semua diberikan hidayah oleh ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala.

SMA adalah usia rawan di mana anak remaja bisa terjebak ke dalam pergaulan bebas, tidak punya pacar bisa jadi salah satu...
02/08/2018

SMA adalah usia rawan di mana anak remaja bisa terjebak ke dalam pergaulan bebas, tidak punya pacar bisa jadi salah satu cara mencegahnya
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’: 32).
Sumber : https://remajaislam.com/1003-mending-jomblo-daripada-dosa.html

Address

Jl. H Darham 42 Cicalengka
Kab. Bandung
40397

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when IKMAL Al-Jihad posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share