Karpet Mesjid - Pusat Penjualan Karpet Mesjid

Karpet Mesjid - Pusat Penjualan Karpet Mesjid Jual Karpet Mesjid Turki dan Karpet Masjid Custom sesuai dengan permintaan Konsumen

PEMBERDAYAAN EKONOMI UMMAT MELALUI MASJIDGagasan tentang pemberdayaan masyarakat melalui masjid bukan merupakan hal baru...
28/07/2017

PEMBERDAYAAN EKONOMI UMMAT MELALUI MASJID

Gagasan tentang pemberdayaan masyarakat melalui masjid bukan merupakan hal baru. Ide ini sudah banyak dipaparkan oleh para pakar pemberdayaan dan keumatan. Hanya saja dalam tataran implementasinya sering tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini tidak lepas dari ketiadaan data pendukung tentang potensi keumatan yang komprehensif dan akurat sehingga proses pemberdayaan masyarakat bisa tepat sasaran. Dalam kondisi demikian inilah urgensitas pemetaan kondisi umat sangat diperlukan. Nurmahmudi Ismail dalam sebuah dialog di Jakarta Islamic Centre tanggal 17 Februari 2006 yang lalu, mengulas kembali gagasan tersebut. Dia menjelaskan bahwa dalam rangka perbaikan ekonomi keumatan sudah saatnya kembali ke masjid. Masjid merupakan basis terkecil yang paling dekat dengan masyarakat Muslim. Dia menjelaskan bahwa pengurus masjid seharusnya memiliki data tentang kondisi masyarakat Muslim di sekitarnya, baik kondisi ekonomi maupun kondisi sosialnya. Yang lebih penting lagi adalah data tentang kondisi keberagamaan masyarakat, khususnya gambaran aktivitas shalat lima waktu masyarakat. Selanjutnya data tersebut dipetakan dan dibuat dalam bentuk sistem informasi geografis keumatan. Senada dengan hal tersebut, Ketua DMI Provinsi DKI Jakarta, KH Zakky Mubarak menegaskan bahwa gagasan pemetaan potensi umat melalui masjid sesungguhnya sudah lama diopinikan. Hanya saja, dalam tataran pelaksanaannya agak sulit, perlu dana yang tidak sedikit, serta perlu menggalang kerjasama dengan berbagai pihak. Terlepas dari hal tersebut, pemetaan tersebut sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi umat secara riil. Selain itu, bisa diketahui p**a sejauhmana positioning masjid dengan jamaah atau lingkungannya sekaligus mengukur tingkat kapabilitas SDM masjid serta untuk menentukan bentuk dan sistem yang tepat dalam rangka pemberdayaan ekonomi umat. Rasulullah Muhammad SAW pun telah mencontohkan dalam membina dan mengurusi seluruh keperluan masyarakat, baik di bidang ekonomi, politik, sosial kemasyarakatan, pendidikan, angkatan bersenjata, dan lain sebagainya melalui masjid. Kuncinya pada pengelolaan masjidnya. Masjid Nabawi oleh Rasulullah SAW difungsikan sebagai (1) pusat ibadah, (2) pusat pendidikan dan pengajaran, (3) pusat informasi Islam, (4) pusat pengkajian dan penyelesaian problematika umat dalam aspek ekonomi, sosial, politik, dan lain-lain. Masih banyak fungsi masjid yang lain. Namun yang jelas pada zaman Rasulullah, masjid dijadikan oleh Beliau sebagai pusat peradaban. Pusat sumber inspirasi dalam mengembangkan syiar dan kemajuan ideologinya. Rasulullah SAW berhasil membina masyarakatnya meskipun komposisi struktur masyarakat yang ada ternyata masyarakat dengan multi ras, multi etnis dan multi agama. Akhirnya, masyarakat bentukan Rasulullah menjadi masyarakat yang disegani dan dikagumi baik lawan maupun kawan dan menjadi pemimpin di dunia pada masanya. Lebih kongkret lagi Ahmad Syafii Mufid, Kepala Bidang Diklat JIC, menambahkan bahwa masjid merupakan tempat disemaikannya segala sesuatu yang bernilai kebajikan, baik yang berdimensi ukhrowiyah yang transenden maupun nuansa duniawiyah dalam sebuah garis kebijakan dan kemaslahatan buat sesama. Namun dalam kenyataannya, fungsi masjid yang bernuansa duniawiyah kurang memiliki peran yang maksimal. Hal ini disebabkan di antaranya; Pertama, kesenjangan dalam memfungsikan masjid. Masjid belum difungsikan sebagaimana mestinya sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Pada umumnya, yang terjadi, masjid difungsikan hanya untuk kegiatan ibadah ritual sedangkan kegiatan ibadah sosial kemasyarakatan belum banyak diperbuat. Kedua, kesenjangan dalam organisasi kemasjidan. Organisasi yang menerima amanah tanggung jawab operasional kegiatan masjid, belum mampu berfungsi secara optimal dalam memberdayakan umat dalam arti yang ideal. Ketiga, kesenjangan dalam beribadah di masjid. Pada umumnya dalam beribadah di masjid, jamaah lebih cenderung melaksanakan kegiatan ibadah ritual. Masjid sebagai pusat peradaban Islam umumnya masih menjadi cita-cita. Keempat, kesenjangan program masjid. Program kegiatan yang dilaksanakan di masjid bersifat rutin ibadah ritual, sedang aspek sosial seperti pemberdayaan ekonomi umat, pendidikan, kesehatan, kesenian, dan olah raga, yang merupakan tuntutan kebutuhan bagi kehidupan jamaah, belum mendapatkan perhatian yang memadai. Dalam kerangka tersebut, Bidang Sosial Budaya Jakarta Islamic Centre (JIC) menggagas prototipe model pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui masjid yang diawali dengan sebuah program pemetaan kondisi sosial budaya masyarakat di sekitar masjid JIC. Menurut Ahmad Syafii Mufid, program pemetaan ini merupakan sesuatu yang baru dari yang pernah ada karena disusun dalam perspektif antriopologi.

Sumber: Republika Online

Masjid Sebagai Pusat Inkubator Ekonomi IslamPada zaman Rasullullah SAW, masjid berfungsi sebagai pusat kegiatan umat mus...
20/12/2016

Masjid Sebagai Pusat Inkubator Ekonomi Islam

Pada zaman Rasullullah SAW, masjid berfungsi sebagai pusat kegiatan umat muslim baik dalam penyebaran dakwah Islam dan ilmu pengetahuan, fasilitas sosial dan politik, hingga permasalahan ekonomi. Ketika umat Islam berhijrah ke Madinah, Rasulullah SAW melakukan kebijakan yang pertama sebagai kepala Negara sekaligus pemimpin agama yakni membangun masjid Nabawi sebagai Islamic Center. Masjid pertama yang didirikan Rasulullah ini menjadi tempat menyelesaikan berbagai masalah individu dan masyarakat, tempat menerima duta-duta asing, tempat pertemuan pemimpin-pemimpin Islam, tempat bersidang memutuskan suatu hukum, dan menjadi madrasah bagi orang-orang yang ingin menuntut ilmu, khususnya tentang ajaran Islam.

Dalam sistem ekonomi Islam, masjid Nabawi menjadi lokasi pertama didirikannya baitul maal. Baitul maal ini berfungsi sebagai pusat penghimpunan berbagai pendapatan Negara yang bersumber dari zakat, kharaj (pajak tanah), khums, jizyah, kaffarah dan penerimaan lainnya. Harta-harta tersebut disimpan di baitul maal dalam jangka waktu yang pendek untuk selanjutnya didistribusikan seluruhnya kepada masyarakat. Selain sebagai tempat pengump**an pendapatan Negara, Baitul maal juga berfungsi sebagai mediator investasi tabungan masyarakat. Dana baitul maal yang dialokasikan kepada masyarakat mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Akan tetapi karena Rasulullah SAW sangat mendorong umatnya agar melakukan investasi, maka peningkatan pendapatan masyarakat ini tidak serta merta meningkatkan Marginal Propensity to Consume. Berdasarkan sebuah penelitian, peningkatan pendapatan masyarakat justru berpengaruh pada peningkatan Marginal Propensity to Save. Sehingga tingkat investasi pada masa itu ikut meningkat.

Baitul maal mengalokasikan tabungan masyarakat tersebut untuk perdagangan dan kerajinan tangan, sedangkan aset fisik digunakan untuk pertanian. Bentuk hukum yang sesuai untuk semua kegiatan investasi ini adalah mudharabah, muzara’ah, musaqat, dan musyarakah. Baitul maal juga menggunakan metode lain untuk menginvestasikan tabungan masyarakat yaitu dengan memberikan pembiayaan qardhul hasan serta menganjurkan masyarakat untuk melakukan infak dan wakaf karena terdapat unsur spiritual dalam dua hal ini.

Pendirian baitul maal di masjid Nabawi pada masa Rasulullah SAW menunjukkan bahwa masjid bukan sekedar digunakan untuk kegiatan ibadah ritual tetapi juga sebagai pusat pengembangan berbagai sektor pemerintahan termasuk ekonomi. Pemanfaatan masjid sebagai pusat kegiatan ekonomi akan menyelaraskan kegiatan-kegiatan ekonomi dan keagamaan terutama dalam pengawasan kepatuhan syariah. Saat ini, fungsi masjid sebagai tempat praktik ekonomi umumnya berbentuk Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) dalam penghimpunan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS), serta lembaga keuangan mikro syariah yang melakukan penyaluran pembiayaan usaha. Beberapa lembaga keuangan syariah turut memanfaatkan masjid sebagai strategi untuk mempromosikan, menyalurkan, dan mengawasi pelaksanaan produk keuangan syariah.

Masjid merupakan basis terkecil untuk mengetahui kondisi umat muslim. Setiap masjid biasanya memiliki pengurus masjid yang menjadi sumber daya potensial yang bisa dilibatkan dalam pengembangan ekonomi Islam khususnya dalam pemetaan kondisi umat Islam di lingkungan sekitar masjid tersebut, misalnya dalam hal pelaksanaan ibadah sholat 5 waktu berjamaah. Kegiatan ekonomi yang Islami didasari oleh keimanan seorang muslim yang taat dalam beribadah, sehingga pengembangan ekonomi Islam akan selaras dengan niat untuk menjauhi larangan-larangan Allah termasuk riba. Melalui kegiatan di masjid, baik dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pembinaan keagamaan, ataupun pemberdayaan ekonomi akan mampu memperkuat peran masyarakat dalam melakukan berbagai kegiatan sesuai syariat Islam. Wallahu’alam

Masjid Tertua di Indonesia.Masjid Agung Demak ternyata bukanlah masjid tertua di Indonesia. di tanah Jawa sudah berdiri ...
25/11/2015

Masjid Tertua di Indonesia.
Masjid Agung Demak ternyata bukanlah masjid tertua di Indonesia. di tanah Jawa sudah berdiri sebuah masjid bahkan sebelum kerajaan Majapahit berdiri, juga tentu saja sebelum kehadiran wali sango untuk menyebarkan Islam di tanah Jawa. Begitu banyak literatur dalam dan luar negeri yang terlanjur mencantumkan Masjid Agung Demak sebagai masjid tertua di Indonesia termasuk wikipedia.
Masjid saka tunggal atau Masjid Saka Tunggal Baitussalam berada di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Tepatnya berada di titik koordinat geografi 7°28'26.05"S 109° 3'20.32"E. disebut Masjid saka tunggal karena masjid ini hanya memiliki satu tiang penyangga tunggal. Saka tunggal yang berada di tengah bangunan utama masjid, saka dengan empat sayap ditengahnya yang akan nampak seperti sebuah totem, bagian bawah dari saka itu dilindungi dengan kaca guna melindungi bagian yang terdapat tulisan tahun pendirian masjid tersebut.
Masjid saka tunggalmenjadi satu satunya masjid di p**au Jawa yang dibangun jauh sebelum era Wali Sembilan (Wali Songo) yang hidup sekitar abad 15-16M. Sedangkan masjid ini didirikan tahun 1288 Masehi sebagaimana tertulis di prasasti yang terpahat di saka masjid itu. lebih tua dari kerajaan majapahit yang berdiri tahun 1294 Masehi. Diperkirakan masjid ini berdiri ketika masa kerajaan Singasari, 2 abad sebelum Wali Songo. Sekaligus menjadikan Masjid saka tunggal Baitussalam sebagai Masjid Tertua di Indonesia.
Sejarah Masjid saka tunggalsenantiasa terkait dengan Tokoh penyebar Islam di Cikakak, bernama Mbah Mustolih yang hidup dalam Kesultanan Mataram Kuno. Itu sebabnya, tidak heran bila unsur Kejawen masih cukup melekat. Dalam syiar Islam yang dilakukan, Mbah Mustolih memang menjadikan Cikakak sebagai "markas" dengan ditandai pembangunan masjid dengan tiang tunggal tersebut. Beliau dimakamkan tak jauh dari Masjid saka tunggal.

Karpet Masjid Costum
www.karpetmesjid.co.id

Bagi Anda yang membutuhkan karpet masjid dengan desain ekslusif dan bebas sesuai selera dan kebutuhan Anda, maka karpet ...
19/11/2015

Bagi Anda yang membutuhkan karpet masjid dengan desain ekslusif dan bebas sesuai selera dan kebutuhan Anda, maka karpet masjid handmade ini adalah solusinya. Karpet handmade artinya adalah karpet yang dibuat langsung secara manual dengan tangan manusia, bukan cetakan mesin. Dengan tenaga ahli kami yang sudah berpengalaman ini, Anda akan mendapatkan karpet dengan kualitas karya seni terbaik, rapi serta nyaman untuk digunakan saat sholat di atasnya. Karpet ini juga bisa digunakan untuk musholla kantor, apartemen maupun perumahan.

Karpet handmade ini juga dikenal sebagai karpet custom design, karena Anda bisa membuat karpet dengan desain bebas sesuai selera Anda. Ada juga yang menyebutnya dengan karpet handtufted, yang artinya karpet yang terbuat dari benang yang ditembakan (tufted) dengan tangan.

Untuk pengerjaan karpet handmade, Anda bisa beri tahu kami motif seperti apa yang Anda inginkan. Atau, jika Anda sudah punya desain sendiri, kami siap mengerjakannya persis sepertinya yang Anda inginkan. Namun, jika Anda belum mendapatkan ide akan seperti apa motif dan warna karpet shalat yang Anda inginkan, Anda bisa melihat beberapa katalog karpet masjid handmade kami di koleksi foto kami.

Untuk konsultasi langsung tentang kebutuhan karpet masjid Anda, Silahkan hubungi kami, akan akan sangat senang melayani.

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Karpet Mesjid - Pusat Penjualan Karpet Mesjid posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Karpet Mesjid - Pusat Penjualan Karpet Mesjid:

Share