17/04/2020
DOMBA MENGALAHKAN SERIGALA
Izinkan saya menyampaikan sebuah cerita kepada Anda. Ada seseorang yang memiliki banyak padang gembalaan, lalu ada segerombolan serigala datang dan menyerobot padang-padang gembalaan tersebut. Para serigala itu menyukai lahan ini dan menetap di sana. Nah, orang ini lalu mencari jalan untuk membebaskan padang gembalaannya dari kawanan serigala itu. Setelah memikirkan hal tersebut, dia lalu mengambil keputusan. Dia mengumpulkan sekawanan domba dan mengutus mereka ke tengah-tengah serigala, dia berharap dengan cara ini ia bisa menjinakkan serigala dan mendorong mereka keluar sehingga dia bisa menguasai lagi padang gembalaannya. Menurut Anda, apa yang akan terjadi pada domba-domba ini ketika mereka pergi ke tengah-tengah serigala? Para serigala itu akan mengepung domba-domba dan mulai mencabik dan memangsa mereka. Dan setelah memakan sebagian domba, ada beberapa serigala yang menjadi jinak dan sangat lembut. Dan banyak serigala itu yang mengalami perubahan.
Bagaimana Anda menilai cerita ini? Cerita yang sangat konyol! Saya tidak pernah mendengar hal yang seaneh ini! Bukan itu caranya untuk menangani serigala. Anda tidak mengirimkan domba-domba ke tengah-tengah serigala! Hal itulah yang dikerjakan oleh Yesus. “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala.” Anda mungkin berkata, “Wah, ini sungguh luar biasa! Apa sebetulnya yang sedang Yesus kerjakan?” Kita begitu terbiasa sekadar mendengarkan kalilmat ini sehingga karakter yang luar biasa dari kata-kata tersebut luput dari telinga kita.
Jika Anda ingin mengatasi gerombolan serigala tersebut, hal terakhir yang akan Anda lak*kan adalah mengutus domba ke tengah-tengah mereka. Mungkin Anda akan mengirim beberapa harimau atau singa ke tengah-tengah mereka, bukannya domba. Serigala adalah hewan yang buas dan bahkan harimau atau singa juga akan kesulitan jika berhadapan dengan mereka, karena mereka menyerang secara berkelompok. Macan tutul sekalipun enggan untuk berada terlalu dekat dengan kawanan serigala. Jadi, jika hewan-hewan yang sangat kuat saja akan kesulitan mengatasi serigala, apakah gunanya mengutus domba ke tengah-tengah mereka? Tentunya, dilihat dari sudut pandang manusia ini adalah hal paling bodoh yang dapat dilak*kan.
Seharusnya Yesus berkata, “Aku akan mengubah kalian menjadi sekawanan singa.” Dan tidak akan ada banyak kesulitan bagi singa untuk menghadapi serigala. Jika kita bisa mengubah orang menjadi singa atau harimau, saya yakin inilah hal yang akan kita katakan, “Aku akan menjadikan kamu singa-singa yang perkasa dan kalian akan mengelilingi dunia dan menaklukkannya.” Pernahkah terlintas di dalam benak manusia untuk melawan serigala dengan mengandalkan domba? Tentunya, Anda akan berkata, “Mengutus domba ke tengah-tengah serigala sama saja dengan mengirim mereka pada kematian yang sudah pasti.”
Apa yang dapat kita pahami dari ajaran ini? Bagaimana kita bisa memahami hal semacam ini? Akankah berhasil? Menurut perhitungan manusia, saya pikir Anda tidak perlu menjadi seorang jenius untuk melihat bahwa tindakan ini akan gagal. Cara Yesus mengerjakan sesuatu pasti akan gagal! Oh, kita sangat cerdik! Kita merasa bahwa kita lebih tahu cara yang lebih baik: “Kamu tidak bisa mengerjakan hal itu dengan cara seperti ini. Tunggu sampai aku turun tangan. Aku akan mengatasi masalah itu dengan senjata lengkap.”
Seringkali di dalam sejarah Gereja, Gereja memandang dirinya lebih pandai daripada Yesus. Jika Anda belum belajar tentang sejarah Gereja, Anda perlu melak*kannya sewaktu-waktu. Kadang-kadang hal itu cukup untuk membuat Anda menangis. Di tengah Gereja, akan selalu ada orang yang mengira bahwa dia lebih pandai daripada Yesus, begitu menurut perkiraan mereka. Maaf kalau saya sampai berkata seperti itu, tetapi hal ini juga merupakan peringatan bagi diri saya sendiri juga agar saya sendiri tidak memandang diri ini terlalu pandai.
Karena kepandaian kita, lalu kita memutuskan untuk menghadapi dunia dengan pedang. Kita berkata, “Laskar Kristen bangkit!” Pikirkanlah, jika suatu hari nanti kita semua orang Kristen bangkit sebagai satu angkatan perang, astaga! Tak akan ada angkatan perang yang sanggup menghadapi kita. Kita kumpulkan semua orang Kristen dan mempersenjatai mereka dengan senapan mesin. Kita akan berbaris maju dan menyapu semua angkatan perang karena mungkin jumlah kita sekitar 100 juta orang. Tak ada angkatan perang yang sanggup menghadapi kita. Sekalipun kita berperang secara gerilya di setiap negara, tak akan ada angkatan perang yang sanggup menghadapi kita.
Di dalam sejarah, Gereja berkata, “Mari, kita akan memerangi musuh dengan pedang!” Dan prajurit perang salib lalu mengibarkan panji bergambar salib, dan mereka maju bertempur di dalam nama Allah. Kita perlu memaafkan kelakuan orang-orang itu, mereka telah lalai. Mereka tidak diajar oleh Firman Allah. Sangat banyak pertempuran berdarah yang terjadi atas nama salib karena orang-orang bodoh ini, yang tidak mengerti ajaran Yesus lalu mereka dengan ceroboh maju berperang dan mempermalukan Allah! Mereka berkata, “Mustahil! Engkau tak akan bisa menghadapi serigala dengan domba!” Demikianlah, para domba kemudian memutuskan untuk menjadi serigala juga, mengadu taring dan pedang. Setiap kali kita tidak mengikuti ajaran Yesus, kita akan menghadapi masalah. Akan tetapi memang sangat susah mengikuti ajaran Yesus karena memang sangat mustahil! Dia mengutus domba untuk melawan serigala. Bagi manusia, ini adalah hal yang mustahil.
Yesus mengajar kita untuk melak*kan hal yang tak masuk akal itu karena di saat domba menaklukkan serigala, maka kemuliaan itu buat Allah, bukan buat domba. Singa bisa membunuh serigala bukanlah hal yang mengejutkan. Kemuliaan itu buat singa. Serigala bisa membunuh serigala lainnya juga tidak terlalu mengejutkan. Kemuliaan itu bagi serigala pemenang. Akan tetapi, hal domba dapat mengalahkan serigala tidak pernah terjadi di dalam sejarah manusia! Dan inilah hal yang ingin Yesus lak*kan. Saat domba berangkat dan menaklukkan serigala, setiap mata akan memandang terbelalak! Jika Anda menyaksikan domba mengalahkan serigala, saya pikir Anda akan terbelalak kagum! Anda akan berkata, “Mustahil! Hal ini hanya dapat dilak*kan dengan kuasa Allah!” Itulah pokok utama Injil.
Jika kita, sebagai Gereja, bisa menghantam dunia sebagai serigala melawan serigala, itu bukanlah suatu kejutan. Jika para tentara perang salib bisa mengalahkan pas**an Muslim, apanya yang mengejutkan? Akan tetapi jika domba bisa mengalahkan serigala, itu baru mukjizat! Hanya dengan cara itu kita dapat melihat apa yang Allah kerjakan! Kita belum sampai pada pemahaman bahwa rencana Allah menaklukkan dunia akan dijalankan dengan kuasa-Nya dan bukan dengan kekuatan kita! Itulah hal yang ingin dikerjakan oleh Allah melalui Yesus yaitu untuk membuat dunia melihat mukjizat.
Yesus juga akan menunjukkan mukjizat lainnya: semakin dimangsa akan semakin bertambah jumlah domba. Hal itulah yang disaksikan oleh Kekaisaran Roma. Mereka tak dapat mempercayai apa yang mereka saksikan! Yesus mengutus murid-muridnya untuk menjelajahi seluruh kekaisaran Roma yang merupakan kerajaan terbesar di dunia saat itu dengan angkatan perang yang tak terkalahkan. Pas**an Roma memperoleh kemenangan di mana-mana. Para serigala ini tidak terkalahkan oleh siapapun. (Lambang kota Roma adalah gambar seekor serigala yang sedang menyusui beberapa bayi.)
Dan Yesus mengutus domba-domba itu ke tengah-tengah serigala. Kekaisaran Roma memang mampu untuk membinasakan domba-domba itu. Mereka membunuh banyak orang Kristen akan tetapi mukjizat terus terjadi. Semakin banyak domba (orang Kristen) yang mereka bunuh, semakin meningkat jumlah domba. Kemudian dunia melihat keajaiban! Serigala tunduk kepada domba, pada abad ke-4, kaisar Roma, Konstantin, menyerahkan pedangnya pada Gereja dan berkata bahwa Gereja telah menaklukkannya. Serigala dikalahkan oleh domba! Pernahkah Anda mendengar hal yang seajaib itu? Begitu banyak serigala yang diubah oleh kuasa Allah dan menjadi domba. Gereja mula-mula tidak pernah mengangkat pedang melawan Kekaisaran Roma. Akan tetapi, Gereja mengalahkan Kekaisaran Roma dalam waktu 300 tahun, hal yang tidak dapat dicapai oleh musuh duniawi Roma. Bukankah ini suatu hal yang istimewa?
Apakah Anda pikir ajaran Yesus itu suatu kebodohan? Dengarlah ucapan dari rasul Paulus di dalam 1 Korintus 1:25. Di sana dia berkata,
“Yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia.”
Apakah Anda pikir bahwa Allah itu sangat bodoh? Kebodohan-Nya jauh lebih cerdik daripada kepandaian Anda. Saya bermegah di dalam Injil justru karena ia adalah sesuatu hal yang tak pernah terbayangkan oleh manusia. Injil adalah sesuatu yang tak mungkin diciptakan oleh manusia karena tak mungkin terlintas di dalam benak manusia untuk mengerjakan hal tersebut dengan cara ini. Tak ada satu manusia pun di dunia ini yang akan melak*kan apa yang Yesus lak*kan. Tak satu manusia pun yang bermimpi untuk mengutus domba ke tengah-tengah serigala untuk menaklukkan para serigala itu. Jika Anda punya mata untuk melihat, maka Anda bisa melihat bahwa Injil itu berasal dari Allah; bahwa manusia tak akan pernah berpikir seperti itu karena baginya hal itu adalah mustahil untuk menjalankan hal ini. Akan tetapi, justru inilah yang Allah kerjakan, hal yang dinilai manusia sebagai yang mustahil.
Seperti apa karakter domba itu? Domba, seperti yang Anda ketahui, dipersembahkan sebagai korban persembahan. Mengapa Yesus disebut sebagai Anak Domba Allah? Karena Yesus mempersembahkan dirinya sebagai korban penebus dosa dunia. Mengapa kita disebut domba seperti Yesus? Karena Anda dan saya akan dikorbankan. Kita semua, akan dikorbankan jika kita ingin berfungsi sebagai orang Kristen.
Siapkah Anda menjadi korban persembahan? Jangan menjadi domba kalau Anda tidak mau dikorbankan. Domba memang hewan korban. Adakah orang yang berkata bahwa menjadi orang Kristen itu mudah? Jika saya tidak mau dijadikan korban, maka saya tidak akan mau membuang-buang waktu saya dengan menjadi orang Kristen. Karena saya hanya akan menjadi pengunjung gereja saja. Saya hanya akan menjadi orang yang religius saja. Saya hanya akan menjadi salah satu orang religius penganut salah satu agama di dunia. Itu bukanlah panggilan yang Yesus berikan kepada kita. Perhatikanlah baik-baik untuk apa Yesus memanggil kita. Dia memanggil kita untuk menjadi domba. Tanyakanlah pada diri Anda: apa yang akan terjadi pada domba-domba yang pergi ke tengah-tengah kawanan serigala? Kebanyakan dari mereka akan mati.
Beberapa dari antara kita memang bersedia untuk mati. Beberapa dari antara kita, seperti Paulus, bersedia untuk dikorbankan sebagai persembahan. Dan kematian kita terjadi lewat berbagai macam cara. Kita tidak sekadar mati secara jasmani. Lagi p**a, tidak ada yang istimewa dengan hal tersebut. Kita semua akan mati, Kristen atau non-Kristen. Jadi menghadapi kematian bukanlah suatu kemuliaan yang besar. Yang penting adalah kesediaan untuk mati bagi Allah bukan hanya mati secara jasmani. Bagaimanapun juga, mati lebih mudah ketimbang menjalani hidup sebagai persembahan yang hidup.
Pikirkan tentang hidup sebagai persembahan yang hidup, yaitu hidup di tengah-tengah serigala. Hanya diperlukan satu atau dua detik bagi domba tersebut untuk mengalami kematian. Serigala-serigala itu hanya perlu menggigit leher Anda dan memutuskan urat nadi Anda, maka berakhirlah semuanya! Akan tetapi hidup sebagai domba di tengah-tengah serigala, setiap kali Anda menoleh maka yang Anda lihat adalah serigala lain yang sedang memelototi Anda, setiap saat Anda merasa seolah-oleh taring mereka siap menghunjam, saya pikir hidup bagi Kristus jelas lebih berat ketimbang mati bagi Kristus. Banyak dari antara kita yang akan berhasil menjadi martir, akan tetapi tidak akan banyak yang berhasil hidup bagi Kristus. Dan apa yang menjadi panggilan Yesus bagi kita adalah menjalani hidup yang penuh pengorbanan sebagai seorang murid, di mana kita bersedia untuk pergi ke dunia dengan dilengkapi oleh kuasa Allah dan juga siap untuk menderita.
Sama seperti ketika Allah menaklukkan Kekaisaran Roma lewat Gereja, Dia juga akan menjungkir-balikkan dunia ini melalui kita. Gereja akan menjungkirbalikkan dunia melalui penderitaan dan kematian. Persis seperti yang Yesus katakan di Yohanes 12:24, jika benih tidak mati, maka ia akan tetap sendiri saja, tetapi jika benih itu mati, maka ia akan menghasilkan banyak buah. Demikianlah orang-orang Roma menyiksa dan membunuh orang Kristen. Dan semakin banyak yang mereka bunuh, semakin banyak yang menjadi Kristen. Mereka mendapati bahwa kuasa Allah sedang diwujudkan melalui domba-domba itu.
Dan ada satu hal lagi. Paulus berkata di Filipi 3:10, “…dan persekutuan dalam penderitaan-Nya.” Dan di Filipi 1:29, dia berkata,
“Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.”
Demikianlah, di dalam penderitaan kita beroleh persekutuan dengan Yesus. Kemudian kita mengalami kuasa Allah. Ada begitu banyak orang Kristen tanpa kuasa sekarang ini karena mereka masih belum menjadi domba. Dan karena mereka masih belum menjadi domba, maka mereka belum memperoleh persekutuan dengan Anak Domba. Anak Domba hanya bersekutu dengan para domba, bukannya dengan serigala. Akibatnya para serigala tidak mengalami kuasa Allah.
Di Filipi 3:10, Paulus berkata,
“Yang k*kehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.”
Bersediakah Anda menjadi korban persembahan? Bersediakah Anda menjadi domba Allah? Bersediakah Anda memikul salib Anda? Dengan kata lain, bersediakah Anda menjadi orang Kristen, yaitu seorang murid sejati? Jika bersedia, maka Anda akan mengalami kuasa ajaib dari Allah dan menjadi alat-Nya, yaitu domba-Nya, untuk menaklukkan serigala. Itu adalah suatu keajaiban yang besar!