Injil Yesus Kristus

Injil Yesus Kristus Memberitakan Injil dengan Terang Kristus Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman (Matius 28:19-20)

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.

Berpikirlah positif agar hidup menjadi bahagia. Nikmati saja hidupmu, jangan habiskan energi & waktumu untuk memikirkan ...
01/07/2025

Berpikirlah positif agar hidup menjadi bahagia.

Nikmati saja hidupmu, jangan habiskan energi & waktumu untuk memikirkan hal-hal yg buruk tentang orang lain, karena hidup hanya sementara.

Jika semuanya salah menurut pandanganmu, mungkin ada yg tidak beres didalam hatimu.

Please Like, Commen, Share & Follow 🙏

30/06/2025

Yesus cari saksi, bukan sarjana.

Tapi hari ini, tanpa gelar-kesaksianmu dianggap liar.
Meski hatimu menyala,
suaramu tak sah... karena tak ada S.Th di belakang nama."

Dulu bertobat, lalu bersaksi
Sekarang daftar sekolah Alkitab, lalu selfie.

Bukan panggilan-tapi ambisi.
Bukan mengenal Kristus-tapi mengejar kursi.

Yesus tak pernah dipanggil 'Pendeta Yesus'.
Tapi kita sibuk cari gelar, bukan mencari Tuhan.

Pertanyaannya: mau jadi saksi atau sekadar sarjana rohani yang sah narik perpuluhan?


29/06/2025

Apakah Gereja sudah Menjadi Kerajaan Dinasti Duniawi?

28/06/2025

"Gereja bukan kerajaan. Pendeta bukan raja.
Tapi kenapa makin banyak tahta di atas mimbar, dan jemaat dijadikan rakyat yang tak boleh bertanya?"

Yesus mencuci kaki murid, mereka malah cari murid yang bisa cuci mobil dan jaga citra.

Firman dipelintir jadi alat kontrol, dan ego dipoles jadi otoritas.

Yesus turun untuk melayani, bukan duduk minta disembah.

Pertanyaannya sederhana: kita ikut Yesus si Hamba, atau pendeta si Raja?


U A N G dan T E M A NMiliarder Hongkong, Li Ka-shing mengatakan: Hal apa yang tersulit? PINJAM UANG.Orang yang mau memin...
30/05/2025

U A N G dan T E M A N

Miliarder Hongkong, Li Ka-shing mengatakan: Hal apa yang tersulit? PINJAM UANG.

Orang yang mau meminjamimu uang, adalah pahlawanmu.
Apabila orang tersebut memberimu pinjaman tanpa syarat, maka ia adalah pahlawan tertinggi di antara pahlawan- pahlawanmu yang lain.
Sampai saat ini, pahlawan seperti ini tidak banyak.
Jika kamu sampai menemukan mereka, hargailah seumur hidupmu!

Orang bisa bersedia meminjamkan uang ketika kamu kesulitan, bukanlah karena ia punya banyak uang, tapi karena ia ingin MENARIKMU SAAT KAU JATUH.

Yang dipinjamkannya kepadamu juga bukanlah uang, melainkan ketulusan, kepercayaan, dukungan dan kesempatan untuk kamu berinvestasi di masa depan.

Saya sangat berharap sobat- sobat sekalian jangan sekali- kali menginjak KEPERCAYAAN, sekali orang lain kehilangan kepercayaan padamu, maka hidupmu pasti hancur!
Ingat, kepercayaan orang lain adalah harta seumur hidup!
Selain itu, tolong kamu catat perkataan di bawah ini:
Orang yang s**a inisiatif mentraktir, bukanlah karena ia punya banyak uang, tapi karena ia memandang pertemanan lebih penting dari pada hartanya.

Orang yang s**a mengalah saat bekerja sama, bukanlah karena ia takut, melainkan tahu apa artinya BERBAGI.

Orang yang bersedia bekerja lebih keras dari orang lain, bukanlah karena ia bodoh, tapi karena mengerti apa artinya TANGGUNG JAWAB.

Orang yang terlebih dulu minta maaf saat berdebat, bukanlah karena mengaku salah, melainkan tahu artinya MENGHARGAI.

Orang bersedia membantumu, bukan karena berhutang, tapi karena menganggapmu sebagai TEMAN.

Sudah berapa banyak orang yang tidak memperhatikan logika ini, Sudah berapa banyak orang yang menganggap pengorbanan orang lain adalah HAL YANG SEMESTINYA.

Bila orang tulus berjalan, ia akan jalan sampai ke dalam hati.
Bila orang munafik berjalan, cepat atau lambat ia akan ditendang sampai keluar dari pandangan orang lain!

Bila pertemuan di antara manusia adalah jodoh, maka hal yang diandalkan hanyalah KETULUSAN dan KEPERCAYAAN.

Anda ingin menjadi orang seperti apa, semuanya adalah pilihan anda sendiri.
Percayalah, hubungan antar manusia harus mengandalkan kepercayaan!
Terserah anda mau pinjam uang atau tidak, yang terpenting anda harus memberikan kepercayaan!
Ingat KEPERCAYAAN, KEJUJURAN, dan KETULUSAN.

DOMBA MENGALAHKAN SERIGALAIzinkan saya menyampaikan sebuah cerita kepada Anda. Ada seseorang yang memiliki banyak padang...
17/04/2020

DOMBA MENGALAHKAN SERIGALA

Izinkan saya menyampaikan sebuah cerita kepada Anda. Ada seseorang yang memiliki banyak padang gembalaan, lalu ada segerombolan serigala datang dan menyerobot padang-padang gembalaan tersebut. Para serigala itu menyukai lahan ini dan menetap di sana. Nah, orang ini lalu mencari jalan untuk membebaskan padang gembalaannya dari kawanan serigala itu. Setelah memikirkan hal tersebut, dia lalu mengambil keputusan. Dia mengumpulkan sekawanan domba dan mengutus mereka ke tengah-tengah serigala, dia berharap dengan cara ini ia bisa menjinakkan serigala dan mendorong mereka keluar sehingga dia bisa menguasai lagi padang gembalaannya. Menurut Anda, apa yang akan terjadi pada domba-domba ini ketika mereka pergi ke tengah-tengah serigala? Para serigala itu akan mengepung domba-domba dan mulai mencabik dan memangsa mereka. Dan setelah memakan sebagian domba, ada beberapa serigala yang menjadi jinak dan sangat lembut. Dan banyak serigala itu yang mengalami perubahan.

Bagaimana Anda menilai cerita ini? Cerita yang sangat konyol! Saya tidak pernah mendengar hal yang seaneh ini! Bukan itu caranya untuk menangani serigala. Anda tidak mengirimkan domba-domba ke tengah-tengah serigala! Hal itulah yang dikerjakan oleh Yesus. “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala.” Anda mungkin berkata, “Wah, ini sungguh luar biasa! Apa sebetulnya yang sedang Yesus kerjakan?” Kita begitu terbiasa sekadar mendengarkan kalilmat ini sehingga karakter yang luar biasa dari kata-kata tersebut luput dari telinga kita.

Jika Anda ingin mengatasi gerombolan serigala tersebut, hal terakhir yang akan Anda lak*kan adalah mengutus domba ke tengah-tengah mereka. Mungkin Anda akan mengirim beberapa harimau atau singa ke tengah-tengah mereka, bukannya domba. Serigala adalah hewan yang buas dan bahkan harimau atau singa juga akan kesulitan jika berhadapan dengan mereka, karena mereka menyerang secara berkelompok. Macan tutul sekalipun enggan untuk berada terlalu dekat dengan kawanan serigala. Jadi, jika hewan-hewan yang sangat kuat saja akan kesulitan mengatasi serigala, apakah gunanya mengutus domba ke tengah-tengah mereka? Tentunya, dilihat dari sudut pandang manusia ini adalah hal paling bodoh yang dapat dilak*kan.

Seharusnya Yesus berkata, “Aku akan mengubah kalian menjadi sekawanan singa.” Dan tidak akan ada banyak kesulitan bagi singa untuk menghadapi serigala. Jika kita bisa mengubah orang menjadi singa atau harimau, saya yakin inilah hal yang akan kita katakan, “Aku akan menjadikan kamu singa-singa yang perkasa dan kalian akan mengelilingi dunia dan menaklukkannya.” Pernahkah terlintas di dalam benak manusia untuk melawan serigala dengan mengandalkan domba? Tentunya, Anda akan berkata, “Mengutus domba ke tengah-tengah serigala sama saja dengan mengirim mereka pada kematian yang sudah pasti.”

Apa yang dapat kita pahami dari ajaran ini? Bagaimana kita bisa memahami hal semacam ini? Akankah berhasil? Menurut perhitungan manusia, saya pikir Anda tidak perlu menjadi seorang jenius untuk melihat bahwa tindakan ini akan gagal. Cara Yesus mengerjakan sesuatu pasti akan gagal! Oh, kita sangat cerdik! Kita merasa bahwa kita lebih tahu cara yang lebih baik: “Kamu tidak bisa mengerjakan hal itu dengan cara seperti ini. Tunggu sampai aku turun tangan. Aku akan mengatasi masalah itu dengan senjata lengkap.”

Seringkali di dalam sejarah Gereja, Gereja memandang dirinya lebih pandai daripada Yesus. Jika Anda belum belajar tentang sejarah Gereja, Anda perlu melak*kannya sewaktu-waktu. Kadang-kadang hal itu cukup untuk membuat Anda menangis. Di tengah Gereja, akan selalu ada orang yang mengira bahwa dia lebih pandai daripada Yesus, begitu menurut perkiraan mereka. Maaf kalau saya sampai berkata seperti itu, tetapi hal ini juga merupakan peringatan bagi diri saya sendiri juga agar saya sendiri tidak memandang diri ini terlalu pandai.

Karena kepandaian kita, lalu kita memutuskan untuk menghadapi dunia dengan pedang. Kita berkata, “Laskar Kristen bangkit!” Pikirkanlah, jika suatu hari nanti kita semua orang Kristen bangkit sebagai satu angkatan perang, astaga! Tak akan ada angkatan perang yang sanggup menghadapi kita. Kita kumpulkan semua orang Kristen dan mempersenjatai mereka dengan senapan mesin. Kita akan berbaris maju dan menyapu semua angkatan perang karena mungkin jumlah kita sekitar 100 juta orang. Tak ada angkatan perang yang sanggup menghadapi kita. Sekalipun kita berperang secara gerilya di setiap negara, tak akan ada angkatan perang yang sanggup menghadapi kita.

Di dalam sejarah, Gereja berkata, “Mari, kita akan memerangi musuh dengan pedang!” Dan prajurit perang salib lalu mengibarkan panji bergambar salib, dan mereka maju bertempur di dalam nama Allah. Kita perlu memaafkan kelakuan orang-orang itu, mereka telah lalai. Mereka tidak diajar oleh Firman Allah. Sangat banyak pertempuran berdarah yang terjadi atas nama salib karena orang-orang bodoh ini, yang tidak mengerti ajaran Yesus lalu mereka dengan ceroboh maju berperang dan mempermalukan Allah! Mereka berkata, “Mustahil! Engkau tak akan bisa menghadapi serigala dengan domba!” Demikianlah, para domba kemudian memutuskan untuk menjadi serigala juga, mengadu taring dan pedang. Setiap kali kita tidak mengikuti ajaran Yesus, kita akan menghadapi masalah. Akan tetapi memang sangat susah mengikuti ajaran Yesus karena memang sangat mustahil! Dia mengutus domba untuk melawan serigala. Bagi manusia, ini adalah hal yang mustahil.

Yesus mengajar kita untuk melak*kan hal yang tak masuk akal itu karena di saat domba menaklukkan serigala, maka kemuliaan itu buat Allah, bukan buat domba. Singa bisa membunuh serigala bukanlah hal yang mengejutkan. Kemuliaan itu buat singa. Serigala bisa membunuh serigala lainnya juga tidak terlalu mengejutkan. Kemuliaan itu bagi serigala pemenang. Akan tetapi, hal domba dapat mengalahkan serigala tidak pernah terjadi di dalam sejarah manusia! Dan inilah hal yang ingin Yesus lak*kan. Saat domba berangkat dan menaklukkan serigala, setiap mata akan memandang terbelalak! Jika Anda menyaksikan domba mengalahkan serigala, saya pikir Anda akan terbelalak kagum! Anda akan berkata, “Mustahil! Hal ini hanya dapat dilak*kan dengan kuasa Allah!” Itulah pokok utama Injil.

Jika kita, sebagai Gereja, bisa menghantam dunia sebagai serigala melawan serigala, itu bukanlah suatu kejutan. Jika para tentara perang salib bisa mengalahkan pas**an Muslim, apanya yang mengejutkan? Akan tetapi jika domba bisa mengalahkan serigala, itu baru mukjizat! Hanya dengan cara itu kita dapat melihat apa yang Allah kerjakan! Kita belum sampai pada pemahaman bahwa rencana Allah menaklukkan dunia akan dijalankan dengan kuasa-Nya dan bukan dengan kekuatan kita! Itulah hal yang ingin dikerjakan oleh Allah melalui Yesus yaitu untuk membuat dunia melihat mukjizat.

Yesus juga akan menunjukkan mukjizat lainnya: semakin dimangsa akan semakin bertambah jumlah domba. Hal itulah yang disaksikan oleh Kekaisaran Roma. Mereka tak dapat mempercayai apa yang mereka saksikan! Yesus mengutus murid-muridnya untuk menjelajahi seluruh kekaisaran Roma yang merupakan kerajaan terbesar di dunia saat itu dengan angkatan perang yang tak terkalahkan. Pas**an Roma memperoleh kemenangan di mana-mana. Para serigala ini tidak terkalahkan oleh siapapun. (Lambang kota Roma adalah gambar seekor serigala yang sedang menyusui beberapa bayi.)

Dan Yesus mengutus domba-domba itu ke tengah-tengah serigala. Kekaisaran Roma memang mampu untuk membinasakan domba-domba itu. Mereka membunuh banyak orang Kristen akan tetapi mukjizat terus terjadi. Semakin banyak domba (orang Kristen) yang mereka bunuh, semakin meningkat jumlah domba. Kemudian dunia melihat keajaiban! Serigala tunduk kepada domba, pada abad ke-4, kaisar Roma, Konstantin, menyerahkan pedangnya pada Gereja dan berkata bahwa Gereja telah menaklukkannya. Serigala dikalahkan oleh domba! Pernahkah Anda mendengar hal yang seajaib itu? Begitu banyak serigala yang diubah oleh kuasa Allah dan menjadi domba. Gereja mula-mula tidak pernah mengangkat pedang melawan Kekaisaran Roma. Akan tetapi, Gereja mengalahkan Kekaisaran Roma dalam waktu 300 tahun, hal yang tidak dapat dicapai oleh musuh duniawi Roma. Bukankah ini suatu hal yang istimewa?

Apakah Anda pikir ajaran Yesus itu suatu kebodohan? Dengarlah ucapan dari rasul Paulus di dalam 1 Korintus 1:25. Di sana dia berkata,

“Yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia.”

Apakah Anda pikir bahwa Allah itu sangat bodoh? Kebodohan-Nya jauh lebih cerdik daripada kepandaian Anda. Saya bermegah di dalam Injil justru karena ia adalah sesuatu hal yang tak pernah terbayangkan oleh manusia. Injil adalah sesuatu yang tak mungkin diciptakan oleh manusia karena tak mungkin terlintas di dalam benak manusia untuk mengerjakan hal tersebut dengan cara ini. Tak ada satu manusia pun di dunia ini yang akan melak*kan apa yang Yesus lak*kan. Tak satu manusia pun yang bermimpi untuk mengutus domba ke tengah-tengah serigala untuk menaklukkan para serigala itu. Jika Anda punya mata untuk melihat, maka Anda bisa melihat bahwa Injil itu berasal dari Allah; bahwa manusia tak akan pernah berpikir seperti itu karena baginya hal itu adalah mustahil untuk menjalankan hal ini. Akan tetapi, justru inilah yang Allah kerjakan, hal yang dinilai manusia sebagai yang mustahil.

Seperti apa karakter domba itu? Domba, seperti yang Anda ketahui, dipersembahkan sebagai korban persembahan. Mengapa Yesus disebut sebagai Anak Domba Allah? Karena Yesus mempersembahkan dirinya sebagai korban penebus dosa dunia. Mengapa kita disebut domba seperti Yesus? Karena Anda dan saya akan dikorbankan. Kita semua, akan dikorbankan jika kita ingin berfungsi sebagai orang Kristen.

Siapkah Anda menjadi korban persembahan? Jangan menjadi domba kalau Anda tidak mau dikorbankan. Domba memang hewan korban. Adakah orang yang berkata bahwa menjadi orang Kristen itu mudah? Jika saya tidak mau dijadikan korban, maka saya tidak akan mau membuang-buang waktu saya dengan menjadi orang Kristen. Karena saya hanya akan menjadi pengunjung gereja saja. Saya hanya akan menjadi orang yang religius saja. Saya hanya akan menjadi salah satu orang religius penganut salah satu agama di dunia. Itu bukanlah panggilan yang Yesus berikan kepada kita. Perhatikanlah baik-baik untuk apa Yesus memanggil kita. Dia memanggil kita untuk menjadi domba. Tanyakanlah pada diri Anda: apa yang akan terjadi pada domba-domba yang pergi ke tengah-tengah kawanan serigala? Kebanyakan dari mereka akan mati.

Beberapa dari antara kita memang bersedia untuk mati. Beberapa dari antara kita, seperti Paulus, bersedia untuk dikorbankan sebagai persembahan. Dan kematian kita terjadi lewat berbagai macam cara. Kita tidak sekadar mati secara jasmani. Lagi p**a, tidak ada yang istimewa dengan hal tersebut. Kita semua akan mati, Kristen atau non-Kristen. Jadi menghadapi kematian bukanlah suatu kemuliaan yang besar. Yang penting adalah kesediaan untuk mati bagi Allah bukan hanya mati secara jasmani. Bagaimanapun juga, mati lebih mudah ketimbang menjalani hidup sebagai persembahan yang hidup.

Pikirkan tentang hidup sebagai persembahan yang hidup, yaitu hidup di tengah-tengah serigala. Hanya diperlukan satu atau dua detik bagi domba tersebut untuk mengalami kematian. Serigala-serigala itu hanya perlu menggigit leher Anda dan memutuskan urat nadi Anda, maka berakhirlah semuanya! Akan tetapi hidup sebagai domba di tengah-tengah serigala, setiap kali Anda menoleh maka yang Anda lihat adalah serigala lain yang sedang memelototi Anda, setiap saat Anda merasa seolah-oleh taring mereka siap menghunjam, saya pikir hidup bagi Kristus jelas lebih berat ketimbang mati bagi Kristus. Banyak dari antara kita yang akan berhasil menjadi martir, akan tetapi tidak akan banyak yang berhasil hidup bagi Kristus. Dan apa yang menjadi panggilan Yesus bagi kita adalah menjalani hidup yang penuh pengorbanan sebagai seorang murid, di mana kita bersedia untuk pergi ke dunia dengan dilengkapi oleh kuasa Allah dan juga siap untuk menderita.

Sama seperti ketika Allah menaklukkan Kekaisaran Roma lewat Gereja, Dia juga akan menjungkir-balikkan dunia ini melalui kita. Gereja akan menjungkirbalikkan dunia melalui penderitaan dan kematian. Persis seperti yang Yesus katakan di Yohanes 12:24, jika benih tidak mati, maka ia akan tetap sendiri saja, tetapi jika benih itu mati, maka ia akan menghasilkan banyak buah. Demikianlah orang-orang Roma menyiksa dan membunuh orang Kristen. Dan semakin banyak yang mereka bunuh, semakin banyak yang menjadi Kristen. Mereka mendapati bahwa kuasa Allah sedang diwujudkan melalui domba-domba itu.

Dan ada satu hal lagi. Paulus berkata di Filipi 3:10, “…dan persekutuan dalam penderitaan-Nya.” Dan di Filipi 1:29, dia berkata,
“Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.”

Demikianlah, di dalam penderitaan kita beroleh persekutuan dengan Yesus. Kemudian kita mengalami kuasa Allah. Ada begitu banyak orang Kristen tanpa kuasa sekarang ini karena mereka masih belum menjadi domba. Dan karena mereka masih belum menjadi domba, maka mereka belum memperoleh persekutuan dengan Anak Domba. Anak Domba hanya bersekutu dengan para domba, bukannya dengan serigala. Akibatnya para serigala tidak mengalami kuasa Allah.

Di Filipi 3:10, Paulus berkata,
“Yang k*kehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.”

Bersediakah Anda menjadi korban persembahan? Bersediakah Anda menjadi domba Allah? Bersediakah Anda memikul salib Anda? Dengan kata lain, bersediakah Anda menjadi orang Kristen, yaitu seorang murid sejati? Jika bersedia, maka Anda akan mengalami kuasa ajaib dari Allah dan menjadi alat-Nya, yaitu domba-Nya, untuk menaklukkan serigala. Itu adalah suatu keajaiban yang besar!

MEMIHAK KRISTUS TAPI TIDAK BERSAMA KRISTUSYesus berkata, “Siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.” A...
15/04/2020

MEMIHAK KRISTUS TAPI TIDAK BERSAMA KRISTUS

Yesus berkata, “Siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.” Apakah Anda mengumpulkan bersama dia? Jika Anda tidak mengumpulkan bersama dia, berarti Anda mencerai-beraikan. Jadi, dari sini kita melihat bahwa tidak ada tempat netral di dalam hal bersama Kristus atau melawan Kristus. Di dalam peperangan rohani, tidak ada netralitas.

Saya pernah mendengarkan sebuah wawancara di radio, seseorang dari sebuah sekte Kristen yang sangat ketat, sedang diwawancarai. Wawancara ini membuat hati saya sangat muak. Sekte ini dikenal sebagai suatu persekutuan yang sangat ekstrim atau tertutup yang berlokasi di Inggris. Mereka berpikir bahwa hanya mereka saja yang akan diselamatkan; orang Kristen yang lainnya semua masuk neraka. Orang ini berkata, “Saya sangat prihatin pada nasib kalian semua.” Astaga! Dia begitu superior dan berada begitu tinggi sehingga dia hanya bisa berprihatin saja pada nasib orang Kristen yang lain. Apakah terlihat kasih Kristus di dalam orang-orang semacam ini? Namun apakah mereka memihak Gereja? Sudah pasti! Perhatikan saja wajah mereka yang merah seperti buah tomat saat berdebat, jelaslah mereka memihak pada Gereja. Mereka akan berkata, “Demi Kristus. Bagi Kristus dan Gereja!” Oh! Memang tidak dapat disangkal bahwa orang-orang dari persekutuan yang ekstrim ini memihak pada Kristus dan Gereja!

Mari kita kembali kepada para ksatria perang salib di abad pertengahan. Mereka berangkat ke Palestina untuk memerangi orang Arab, untuk membunuh orang Arab, untuk membebaskan Palestina, untuk merebut Palestina bagi Allah. Oh! Mereka berangkat, bertempur, dan mati demi salib, demi nama Yesus. Saat berangkat, mereka mengangkat sumpah di hadapan salib kayu. Bahkan bendera mereka memakai lambang salib berwarna merah. Mereka berangkat berperang demi Kristus dan Gerejanya. Siapa yang bisa menyangkal bahwa mereka ini memihak pada Kristus dan Gerejanya?

Lalu apa yang kita lihat di zaman sekarang ini? Kita melihat hal yang sama, kesetiaan pada Gereja, “Ini gerejaku. Aku dari aliran Pentakosta, Injili, atau apapun itu. Aku akan bertarung demi gerejaku! Jangan coba-coba berkata yang buruk tentang gerejaku atau kamu akan mendapatkan bengkak di matamu!” Demikianlah, saat bertingkah seperti ini, kita sangat yakin bahwa apa yang kita kerjakan itu adalah demi Kristus.

Saya rasa, saat ini, Anda sudah bisa melihat apa arti memihak pada Kristus dan memihak pada Gereja. Selanjutnya, kita akan melihat apa arti bersama Kristus, dan Anda akan mampu melihat perbedaan yang besar antara memihak pada Kristus, memihak pada Gereja dan bersama Krsitus.

Tragedi yang dialami gereja adalah bahwa ada begitu banyaknya orang yang memihak pada Kristus tetapi sedikit sekali yang bersama Kristus. Dan hari ini, saya ingin agar Anda camkan baik-baik pertanyaan ini, “Apakah Anda memihak Kristus atau Anda bersama Kristus?” Perbedaan antara keduanya sangatlah besar.

Paulus menggambarkan poin ini dengan sangat baik di dalam Filipi pasal 1 – ayat-ayat yang membuat hati saya sangat perih, akan tetapi, hal itu menunjukkan betapa baiknya pemahaman Paulus akan ajaran Yesus. Di Filipi 1:15 Paulus berkata bahwa ada orang yang memberitakan Kristus … dengan maksud baik. Kemudian di Filipi 1:16, dia menyampaikan tentang mereka yang memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil. Namun di Filipi 1:15a dan 17, disebutkan tentang orang lain yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, mengerjakan hal ini dalam kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas. Makna dari kepentingan sendiri tersebut adalah ambisi yang egois. Hal yang aneh adalah bahwa ternyata ada dua macam penginjil, ada dua macam orang Kristen: yang satu memberitakan Injil karena kasihnya kepada Yesus. Yang lainnya memberitakan Kristus karena semangat ambisi yang egois, karena mau mencari keuntungan sendiri.

Jadi, bukankah mereka yang memberitakan Kristus karena ambisi yang egois itu adalah mereka yang berpihak kepada Kristus? Tentu saja, mereka memihak Kristus; mereka mendapatkan keuntungan dari Kristus. Anda akan selalu memihak orang yang akan memberi Anda keuntungan pribadi. Demikianlah, di Filipi 1:18, kita mendapati bahwa orang-orang ini pada dasarnya memberitakan Kristus; Kristus diberitakan berdasarkan tujuan pribadi, yaitu berdasarkan motivasi yang salah.

Waspadailah motivasi Anda di saat Anda memberitakan Injil. Apa motivasi Anda dalam memberitakan Injil? Jika seorang pendeta memberitakan Injil karena pekerjaan ini adalah sumber penghasilannya, tentu saja dia akan berpihak kepada Kristus. Jika Anda tidak punya Kristus, maka Anda tidak punya sumber pendapatan. Selanjutnya, tentu saja Anda akan berpihak kepada Kristus. Jika mereka tidak memberitakan Kristus, akan kemana nasib mereka berujung? Mungkin mereka akan menjadi pencuci piring. Mereka tidak tahu bagaimana melak*kan pekerjaan lain, jadi mereka harus memberitakan Kristus.
Jadi, apakah yang menjadi motivasi Anda dalam memberitakan Kristus? Hal itu akan mengungkapkan mengapa Anda berpihak kepada Kristus. Ini adalah pokok yang sangat penting.

Saat kita baca di Matius 7:21 misalnya, kita menemukan orang-orang yang mengusir setan di dalam nama Yesus, yang mengerjakan berbagai mukjizat di dalam nama Yesus, yang berseru kepada Yesus, “Tuhan, Tuhan!” Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Menjauhlah daripada-Ku, kalian pembuat kejahatan.” Apakah orang-orang ini tidak memihak pada Kristus? Tentu saja mereka memihak pada Kristus. Jika tidak, mana mungkin mereka berseru, “Tuhan! Tuhan!”? Buat apa mereka mengerjakan banyak hal itu demi namanya? Mereka memang sangat memihak Kristus. Akan tetapi mereka tidak bersama Kristus. Dan karena mereka tidak bersama Kristus, maka Yesus berkata, “menjauhlah daripadaku, kalian pembuat kejahatan.” “Jangan datang kemari dan berseru, ‘Tuhan! Tuhan!’ Kalian tidak bersama aku. Kalian memang memihak aku, tetapi kalian tidak bersama aku.” Saudara, hal ini berarti: Jangan berpikir bahwa Anda adalah orang Kristen hanya karena Anda memihak Kristus.

Menjadi orang Kristen berarti bersama Kristus. Akan tetapi, karena banyak orang yang tidak memisahkan dengan tegas makna keduanya, maka mereka mencampur-adukkan makna memihak Kristus dengan bersama Kristus. Dan mereka membayangkan karena mereka memihak Kristus, maka mereka diselamatkan. Saya harap Anda perhatikan bahwa tak seorang pun yang akan memihak Kristus jika mereka tidak punya kepercayaan kepada Kristus. Orang-orang di dalam Matius 7:21 berseru, “Tuhan! Tuhan!” tentu saja, mereka percaya kepada Kristus, jika tidak, mereka tidak mungkin mengusir setan di dalam nama Yesus. Dan sama seperti orang yang ada di dalam Markus pasal 9 ini, jelas dia percaya kepada kuasa di dalam nama Yesus. Jika dia tidak mempercayai kuasa di dalam nama Yesus, dia tidak akan mengusir setan dengan nama Yesus. Dan oleh karena itu, kita bisa melihat betapa besar perbedaan makna memihak pada dengan bersama. Dan saya harap sekali lagi, pastikanlah apakah Anda baru sekadar memihak Kristus atau Anda sudah bersama Kristus.

Bersama dengan Yesus berarti, seperti yang kita lihat di Matius 11:29, mengenakan k*knya. Saat kita mengenakan k*knya adalah saat di mana kita benar-benar bersama dia dan kita tahu bahwa mengenakan k*knya berarti memikul salib Anda. Dan semua ini secara ringkasnya bermakna bahwa setiap orang yang tidak memikul salibnya tidak akan bisa bersama dengan Kristus. Salib itulah yang menyatukan kita dan membuat kita bersama Kristus. Sudahkah Anda memikul salib sebagai murid Kristus? Apakah Anda mengenakan k*k Kristus? Jika Anda mengenakan k*k Kristus, jika Anda menjadi satu dengan Kristus, berarti Anda benar-benar bersama Dia, berarti Anda menjadi satu dengan Dia di dalam hati, pikiran, jiwa dan kekuatan Anda. Anda ikut pergi kemana pun Dia pergi. Segenap hasrat Anda adalah untuk menyenangkan hatiNya, mengasihi dan memuliakan Dia. Selanjutnya, sikap hati Anda akan sangat berbeda. Anda tidak akan pernah memberitakan Injil atas dorongan perselisihan untuk menghancurkan orang lain, untuk menyedihkan hati orang lain, agar bisa berkata, “Lihat! Aku berkhotbah lebih bagus daripada kamu.” Anda tidak akan pernah bermimpi untuk melak*kan hal itu.

Kiranya Allah menunjukkan kepada Anda di mana Anda berada, dan memberi Anda kasih karunia untuk bisa bertekad mengikut teladan Yesus, untuk bisa berkata, “Tuhan, aku bukan siapa-siapa, aku ini lemah, tetapi melalui-Mu aku bisa mengerjakan segalanya.” Demikianlah, sekarang ini, di dalam banyak gereja, ada banyak orang yang sekadar berpihak kepada Kristus, akan tetapi sangat sedikit yang bersama Kristus. Di mana kedudukan Anda?

KUASA KEBANGKITAN YESUS ADALAH KUASA YANG MENJADIKAN KITA MANUSIA BARUKuasa Allah yang membangkitkan Yesus adalah kuasa ...
12/04/2020

KUASA KEBANGKITAN YESUS ADALAH KUASA YANG MENJADIKAN KITA MANUSIA BARU

Kuasa Allah yang membangkitkan Yesus adalah kuasa yang sama yang menjadikan kita manusia baru. Apakah Anda sudah menjadi manusia baru? Jika Anda berkeyakinan bahwa hanya dengan mempercayai bahwa Yesus telah mati bagi Anda, maka Anda diselamatkan, maka Anda belum mencapai keselamatan sesuai dengan makna Alkitab. Hidup Yesuslah yang akan menyelamatkan Anda. Tanpa kuasa Allah yang membangkitkan Yesus itu berkerja di dalam diri Anda dan menjadikan Anda manusia baru, maka Anda tidak akan diselamatkan.

Menjadi orang Kristen bukan persoalan reformasi; kekristenan adalah masalah penciptaan ulang, kebangkitan atau kelahiran kembali. Kita memiliki banyak ‘orang Kristen yang direformasi’ sekarang ini. Yang saya maksudkan adalah orang yang menjadi Kristen karena menginginkan reformasi moral. Mereka berkata, “Tidaklah baik menjadi orang nakal, jahat, bejat dan tanpa etika. Jadi aku akan membenahi moralku. Dari sekarang, aku ingin menjadi orang baik.” Ini hal yang sangat bagus, dan memang sangatlah bagus memiliki hasrat seperti itu, akan tetapi makna Kristen bukan seperti itu. Menjadi seorang Kristen berarti Allah menjadikan Anda sebagai manusia baru lewat kuasa kebangkitan-Nya.

Saya bacakan 1 Petrus 1:3. Bagaimana kita dilahirkan kembali? Bagaimana kita ‘lahir baru’?
Terpujilah Allah dan Bapa Tu(h)an kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan.

Dengan cara apa Anda lahir baru? Allah telah melahirkan kita kembali lewat kebangkitan Yesus Kristus. “Melahirkan kita kembali’ berarti menjadikan kita manusia baru lewat kebangkitan kembali dari antara orang mati. Kebangkitan harus menjadi realitas di dalam kehidupan Anda sekarang ini, jika tidak maka Anda tidak akan diselamatkan di masa yang akan datang.

Apakah yang terjadi saat baptisan? Saat dibaptis Anda mati bersama Kristus. Anda dikuburkan bersama dia saat Anda masuk ke dalam air, dan Anda bangkit kembali dalam hidup yang baru. Tidaklah cukup dengan hanya mati bersama dengan Kristus. Bagaimana kita menjadi manusia baru? Oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati. Ini berarti tanpa kebangkitan Yesus, maka tidak akan ada hidup kebangkitan; tak akan ada hidup yag baru. Tanpa kebangkitan Yesus Kristus, kita tidak akan memiliki hidup yang baru, hidup kebangkitan atau kekuatan untuk mematahkan kuasa dosa di dalam kehidupan kita ini. Itulah poin yang pertama.

Menjadi seorang Kristen berarti diubah, bukan diperbaiki; kita bukan menjadi ‘orang Kristen yang diperbaiki’ melainkan menjadi ‘orang Kristen yang diubah/transformasi’; suatu manusia baru yang punya dinamika hidup yang baru. Menjadi orang baik itu bagus tetapi kuasa Allah tidak ada di dalamnya. Menjadi orang Kristen bukan sekadar menetapkan untuk menjadi orang yang baik. Seorang perampok bank bisa saja menetapkan bahwa merampok bank itu tidak baik. Dia sudah bosan merampok bank. Mulai saat ini, dia tidak mau lagi merampok bank. Ini adalah suatu keputusan moral, keputusan yang bagus, akan tetapi itu tidak membuatnya menjadi orang Kristen. Dia baru menjadi Kristen saat kuasa hidup kebangkitan Yesus masuk ke dalam dirinya dan menjadikan dia manusia baru. Dia telah dibangkitkan dari antara orang mati bersama-sama dengan Kristus. [Dengan demikian, kuasa Allah telah masuk ke dalam kehidupannya untuk mematahkan kuasa dosa yang telah memperbudaknya.] Itulah poin yang pertama. Demikianlah, kita melihat dari Kitab Suci bahwa kelahiran kembali berkaitan dengan kebangkitan Kristus, bukan dengan kematian Kristus.

Hal yang kedua merupakan kelanjutan dari poin pertama. Allah tidak sekadar membangkitkan kita untuk masuk ke dalam hidup yang baru kemudian membiarkan kita. Kita tidak dibiarkan berjuang sendiri. Allah tidak berkata, “Baik, sekarang kamu adalah manusia baru. Aku telah memberikan hidup kebangkitan(resurrected life) kepadamu. Sekarang kamu harus berjuang sendiri.” Jika Anda hanya dibiarkan sendiri, apakah yang akan terjadi? Anda akan seperti baterai yang terisi tetapi semakin lama akan makin kehilangan kekuatannya. Hal ini terjadi pada banyak orang Kristen. Mereka memulai dengan sangat baik. Mereka datang kepada Tuhan, mereka mendapatkan isi ulang rohani, kemudian baterainya melemah dan semakin melemah… pada akhirnya, apakah yang terjadi? Tak ada lagi sisanya. Akhirnya, suatu hari, terangnya padam, beterainya mati dan berakhirlah sudah.
Yang lebih buruk lagi adalah, baterai itu sangat berat. Yang tadinya diharapkan untuk menjadi sumber kekuatan malah menjadi beban.

Menjadi seorang Kristen berarti bersatu sedemikian rupa dengan Kristus sehingga hidupnya secara terus menerus mengalir ke dalam Anda. Itulah makna menjadi orang Kristen. Bukan sekadar persoalan memutuskan bahwa menjadi orang jahat itu tidak baik, dan sekarang Anda ingin menjadi orang baik. Bukan sekadar masalah moral dan etika; ini adalah masalah rohani. Ini adalah masalah hidup Kristus, hidup kebangkitan Kristus yang secara terus menerus mengalir ke dalam diri Anda, setiap saat. Yesus menggambarkan poin ini di Yohanes 15:5 dengan berbicara tentang pokok anggur:
“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam aku dan aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”

Itulah makna menjadi orang Kristen. Jika saya dibiarkan menjadi orang baik dengan kekuatan saya sendiri, saya tidak yakin bahwa saya akan bisa bertahan lama. Apakah insentif, dinamika, atau kuasa yang akan menggerakkan Anda dari dalam? Yang menggerakkan kita adalah kuasa dari hidup kebangkitan Kristus.

Mari kita masuk ke poin yang ketiga. Hidup Kristus mengalir di dalam diri kita; Kristus hidup di dalam kita dan karena itu kita menjadi perwujudan Kristus di dunia. Saat orang lain mengamati kita, mereka memikirkan tentang Kristus. Segala kesalahan yang kita perbuat sebagai seorang Kristen, akan mempermalukan nama Kristus. Inilah alasan mengapa dulunya untuk waktu yang lama saya tidak mau menjadi orang Kristen; karena saya melihat perilaku orang Kristen yang sangat menjijikkan menurut saya.

Jika Anda menjadi orang Kristen, ingatlah ini, Kristus yang hidup di dalam diri Anda, Anda membawa nama Kristus. Anda bisa saja membuat orang lain tidak mau menjadi orang percaya. Sanggupkah Anda memikul tanggung jawab akibat membuat orang lain tidak mau datang kepada Kristus? Sanggupkah Anda memikul tanggung jawab jika ada orang lain yang akhirnya tak pernah masuk ke dalam hidup yang kekal karena melihat teladan buruk Anda? Sanggupkah Anda memikul tanggung jawab tersebut? Saya harap jika Anda tidak akan berminat untuk menjadi ‘orang Kristen yang sekadar direformasi’. Sudah cukup banyak orang yang telah mempermalukan nama Yesus di mata dunia, Anda tidak perlu menambahkan nama Anda di dalam daftar tersebut. Cukup sudah tindakan-tindakan yang mempermalukan nama Kristus.

Apakah standar yang ditetapkan bagi orang Kristen? Standarnya tidak kurang dari kesempurnaan. Bukan saya yang mengatakan hal itu; Yesus yang mengatakannya. Di Matius 5:48, Yesus berkata,

“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Ini bukan suatu anjuran. Ini adalah suatu perintah. Menjadi sempurna bukan berarti dalam sekejap semua kelemahan moral Anda langsung lenyap.

Menjadi sempurna di sini berarti, kesempurnaan di dalam kasih Anda, di dalam komitmen Anda kepada Allah dan kepada sesama manusia. Anda akan berkata, “Itu sangat susah.” Memang benar, bukan saja susah tetapi malah mustahil! Inilah alasannya mengapa saya katakan bahwa Anda tidak akan bisa menjadi Kristen tanpa pertama-tama dilahirkan kembali oleh hidup kebangkitan Kristus; dibangkitkan kembali dari antara orang mati. Anda tidak akan bisa menjadi Kristen jika hidup Kristus tidak terus mengalir ke dalam diri Anda.

Dapatkah Anda saling mengasihi dengan sempurna? Dapatkah saya mengasihi Anda dengan kekuatan saya sendiri? Itu mustahil. Bukan sekadar susah, ini adalah persoalan yang bahkan tak terbayangkan. Oleh sebab itu hidup kebangkitan Kristus sangat mutlak perlu bagi keselamatan kita. Saya tidak bisa hidup sebagai orang Kristen tanpa kuasa yang datang dari Allah.

Kitab Suci memberitahu kita bahwa jika Anda tidak mengalami kuasa kebangkitan Allah sekarang, maka harapan Anda untuk mengalami kuasa kebangkitan Allah di masa depan hanya sekadar khayalan belaka. Jika Anda tidak mengalami kuasa Allah sekarang, berdasarkan apa Anda bisa mengalami kuasa Allah di masa depan? Apakah dasar dari jaminan semacam itu?

Alkitab berkata kepada kita bahwa, jika Anda mengalami kuasa kebangkitan Allah sekarang, kuasa yang mengubah hidup Anda dari dalam – perubahan itu merupakan suatu proses, tetapi Anda sudah mulai mengalami proses itu – maka Anda akan mengalami kuasa kebangkitan Allah di masa depan. Kita mengalami kebangkitan secara rohani di masa kini, dan itu adalah jaminan bahwa kita akan mengalami kebangkitan secara jasmani di masa depan.

Address

Indonesia Raya
Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Injil Yesus Kristus posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share