25/05/2026
SENTILAN SELASA
(Lepas Bebas)
Dialog Yesus dan Petrus singkat tapi terasa amat mendalam.
"Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau," (Markus 10:28).
Jika dirumuskan secara ringkas, jawaban Yesus begini, "Setiap orang yang meninggalkan segala sesuatu, karena Aku dan karena Injil, ia akan memperolehnya seratus kali lipat, sekarang dan kelak," (10: 29-30).
***
Di dalam perkataan Petrus, terungkap representasi pergumulan setiap orang yang dengan sepenuh hati menjawab panggilan Tuhan.
Dalam menjawab panggilan-Nya, ia lepas bebas; bebas dari ikatan relasi kekeluargaan, kenalan, ekonomi, status sosial, dan sebagainya.
Ia diikat oleh ikatan baru yakni Yesus dan firman-Nya. Dengan ikatan baru ini, sebagaimana Yesus janjikan, ia akan memperoleh kembali apa yang telah ia lepaskan; segala sesuatu, tanpa kecuali, termasuk keluarga, kenalan, dan sebagainya. Ia memperolehnya kini dan kelak.
Seturut judul perikop Markus 10::28-31, inilah yang disebut upah mengikuti Yesus.
Namun Yesus mengingatkan Petrus (dan kita sekalian) bahwa dalam mengikuti Dia, penderitaan adalah sebuah jalan yang harus ditempuh. Tidak bisa tidak. Harus.
Jalan penderitaan itu menguji: (1) kemurnian hati atau kesungguhan mengikuti Dia (betul-betul lepas bebas atau tidak?), (2) keteguhan hati untuk mengikatkan diri pada Dia dan firman-Nya, (3) kebesaran harapan pada upah yang telah dijanjikan-Nya.
***
Kita sekalian telah, sedang, dan akan terus mengikuti Yesus. Kita harus terus menjaga ikatan pada-Nya.
Jika kita sempat lepas dari ikatan itu, kemudian mengikatkan diri pada yang lain, segeralah kembali mengikatkan diri pada Dia.
Apapun itu, ketaatan kita kepada Yesus, adalah yang pertama dan utama. Yang lain dilepaskan.
Teristimewa bagi mereka yang telah menempuh jalur panggilan khusus yakni imam dan biarawan-biarawati, semoga mereka betul-betul lepas bebas; bebas DARI ikatan duniawi serta bebas UNTUK mencintai-Nya dan melakukan firman-Nya.
_____
Avent Saur, SVD
Ende, 26-05-2026