Pdt Nekson M Simanjuntak

Pdt Nekson M Simanjuntak Renungan Harian Sumber Kehidupan: memberikan kekuatan, inspirasi dan motivasi/spirit bagi pembaca.

04/06/2026

Hidup kita seperti pohon gandarusa di tepi sungai (Yesaya 44:4), ilustrasi yang sangat menarik menggambarkan kehidupan kita kini. Mungkin akan tumbuh subur karena berada di dalam sumber air tetap sangat rentan banjir dan hanyut.

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPANkekuatan, Inspirasi dan MotivasiKamis, 4 Juni 2026TUHAN ITU BAIKSelamat Pagi! Sahabat yang ...
03/06/2026

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN
kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Kamis, 4 Juni 2026

TUHAN ITU BAIK

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Ratapan 3:25 (TB) TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.

Lamentations 3:25 (RWV) The LORD is good to them that wait for him, to the soul that seeketh him.

Ada ungkapan: "pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada guna." Suatu ungkapan yang mengingatkan bahwa sebelum bertindak perhitungkanlah baik buruknya, karena setiap tindakan akan ada konsekwensinya. Setiap orang tentu berkeingingan agar setiap tindakan baik yang mendatangkan manfaat baik, namun jika sampai suatu tindakan dilakukan tetapi berdampak buruk yang merugikan sungguh hanya penyesalan yang akan terjadi.
Demikian bangasa Israel akhirnya menyesali diri di.oembuangan. Para nabi telah berulang kali mengingatkan tindakan mereka yang mendukakan Tuhan dan meninggalkan Tuhan. Tapi mereka tetap tidak memperhatikan suara nabi. Yeremia sendiri ditolak, bangsa Isrsel dan raja lebih mendengarkan nabi-nabi palsu ketimbang dirinya? Nabi-nabi palsu menyuarakan aman-aman tidak ada bahaya, tetapi tak terpikir mereka ditahlukkan oleh Babelonia dan diangkut ke pembuangan.

Penahlukan Babel sangat memerikan hati, semua kota itu habis terbakar dan tinggal puing dan tidak kalah menyedihkan hati bangsa Israel adalah Bait Allah di Yerusalem, tempat Allah bersemayam telah hansur dan tak satu batupun bertindih. Semua kejayaan bangsa Israel sebagai bangsa pilihan dan umat yang diberkati Allah telah sirna. Mereka semua diangkut ke pembuangan tahap demi tahap. Mereka semua meratapi Yerusalem, dulu kota yang indah, teduh dan damai, penuh s**acita dan pengharapan, kini gersang, kosong dan puing belaka.

Bagaimana bangsa Israel menangisi Yerusalem? Itulah isi kita ratapan.
Suatu kitab berisi ungkapan duka dari bangsa Israel yang terbuang di Babel. Mereka meratapi nasib umat buangan yang seolah lehilangan asa. Namun nabi Yerwmia bangkit, tetap memberikan pengharapan bagi bangsa Israel. Tuhan itu baik, kebaikannya akan tetap mereka rasakan sekalipun harus menjalani kepahitan.

Apakah kepahitan yang dialami bangsa Israel telah mengubah hakekat Allah? Kepahitan yang dialami bangsa Israel tak mengubah hakekat Allah yang baik. Allah tetap konsisten dengan janji kasihnya. Allah memelihara perjanjianNya. Allah itu baik dan orang percaya harus tetap berpengharapan padanya.
Ratapan 3:22-23 “Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmatNya, selalu baru tiap pagi, besar kesetiaanMu”.

Sahabat yang baik hati! Keadaan akan mempengaruhi cara pandang! Saat senang dan bahagia mungkin persepsi yang kita hasilkan adalah s**acita dan bahagia dan berseru Tuhan itu baik. Namun saat dirundung oleh berbagai beban dan penderitaan mungkin yang keluar adalah keluhan bahkan telah mengubah pandangan kepada Tuhan itu kejam dan mengutuki diri sendiri. Tidaklah demikian dengan nabi Yeremia, di dalam s**a dan duka dia tetap memahami Allah itu baik.
Yeremia adalah seorang nabi yang tetap berpikir tetap tentang Tuhan itu baik, pandangan itu disampaikan bukan saat bangsa Israel mengalami kebaikan tetapi saat bahagia dan susah, saat masih di Yerusalem dan saat menjalani masa-masa sulit di pembuangan. Tuhan itu baik, kaaihnya selalu baru tiap hari dan janjinya akan ditepati seperti fajar yang selalu menyingsing setiap hari tepat waktu. Pembuangan tak boleh menggeser pengharapan bangsa Israel kepada Tuhan. Demikianlah dengan kita, apapun keadaan dan kondisi yang kita alami percayalah Tuhan itu baik dan berharaplah hanya kepada Tuhan, Dia memberikan yang terbaik salam hidup kita.

Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin (NMS)

Ada banyak sahabat yang saling support dan menjadi top a streak! Mari ikuti renungan setiap pagi yang kami share menyema...
03/06/2026

Ada banyak sahabat yang saling support dan menjadi top a streak! Mari ikuti renungan setiap pagi yang kami share menyemangati kita dalam beraktifitas, digarami dan disirami oleh Firman Tuhan.
Big thanks to Taruli Malau, Kris Harefa, Morina Agustina Nadeak, Gusar Tampubolon, Melva Panjaitan, Tambos M Pardosi, Amida Siahaan, Emmy Gultom, Netty Herawaty, R E Hutauruk, Diana Simangunsong, Elseria Simbolon, Rosida Simatupang, Masda Gultom Amk, Tio Minnur Sinaga, Nurmala Simangunsong, Ulian P. Manullang, Hotma Farida Panjaitan, Rotua Tambunan, Bertani Tampubolon, Rogate Sinaga, Binur Tampubolon, Emmy Ambarita, Mantaria Butarbutar, Lenny Sinaga, Elly Simanjuntak, Sangap Pakpahan, Emi Hutajulu, Sahat Anggiat Silitonga, Ramada Ramada Sinaga, Juliaty Pasaribu Juli, Sianturi Waris, Bintang Maruli Siahaan, Len Siburian, JW Sihombing, Paima Aritonang, Manambual Siahaan, Taruli Ganda Simanjuntak, Mak Martohap Manullang, Julie Tambunan, Maryani Silaen, Enjen Simanjuntak, Dorkas Siburian

for all your support! Congrats for being top fans on a streak 🔥!

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi(Rabu, 03 Juni 2026)MINTA, CARI DAN KETOKLAH DI DALAM DOASelam...
02/06/2026

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP
Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
(Rabu, 03 Juni 2026)

MINTA, CARI DAN KETOKLAH DI DALAM DOA

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah kita menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman TUHAN.

Matius 7: 7 (TB) "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu."

Matthew 7: 7 (NKJV) "Ask, and it will be given to you; seek, and you will find; knock, and it will be opened to you."

Sahabat yang baik hati... Pada umumnya orang Kristen yang sejati adalah orang-orang yang menghidupi kebiasaan bertekun di dalam doa. Sebab doa adalah bagian penting dalam hidup orang percaya, dengan berdoa maka kita bisa mendengarkan suara Tuhan dan sebaliknya kita dapat berbicara dengan intim bersama dengan Tuhan. Itulah sebabnya perenungan yang paling sering dirasakan oleh orang-orang Kristen adalah bagaimana kita bisa mendapatkan atau menerima jawaban dari apa yang didoakan. Sebagaimana Alkitab memberi kesaksian bahwasanya doa orang benar bila dengan yakin didoakan maka sangatlah besar kuasanya.

Dalam ayat 7 kita dapat menemukan ada 3 kata yakni: “Mintalah, Carilah dan Ketoklah”. Kalau kita renungkan secara serius ketiga kata ini dirangkai dalam satu kesatuan yang memiliki makna bahwa perintah dari Tuhan Yesus dalam ayat renungan hari ini bukan hanya bicara tentang “meminta” saja, namun si peminta (pendoa) harus dalam sikap yang aktif untuk berusaha dan bekerja dengan sungguh-sungguh. Atau sebaliknya, kita bukan hanya “mencari” saja dalam artian bekerja terus menerus tanpa kenal lelah namun tidak menyerahkan secara penuh kepada Bapa serta memberitahukan akan hal apa saja yang kita butuhkan di dalam doa kita. Atau kita hanya dalam sikap “membuktikan” saja dalam artian hanya menagih-nagih apapun yang kita minta dalam doa tanpa melakukan aksi nyata, dan kita yakin bahwa tanpa bekerja dan berusaha dengan sungguh-sungguh maka Tuhan akan memberikan seperti yang kita inginkan. Sekali lagi, kita diingatkan tetap berusaha dengan sungguh-sungguh dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan di dalam doa yang penuh dengan pengharapan.

Sahabat yang baik hati... Melalui renungan hari ini kita diajak untuk bertanya pada diri sendiri: apakah aku sungguh percaya bahwa Allah mendengarkan doaku? Apakah aku tetap tekun mencari kehendak-Nya ketika jawaban belum datang? Apakah doaku tercermin dalam sikap kasih kepada sesama? Maka dalam renungan hari ini kita diajak untuk menghayati kehidupan kita di tengah-tengah realitas hidup sehari-hari dalam keluarga, komunitas, dan pelayanan.

Tuhan Yesus mengajak kita semua untuk dengan percaya penuh berharap, tekun di dalam doa, dan tetap setia dalam berbuat baik. Maka dengan demikian, hidup kita menjadi kesaksian nyata bahwa Allah sungguh hadir dan bekerja. Firman Tuhan pada hari ini mengajak kita semua untuk merenungankan kedalaman dan intensitas relasi kita dengan Bapa. Maka ketika Yesus berkata, “Mintalah, carilah, ketoklah” hal ini bukan sekedar rumusan doa saja, namun melainkan undangan secara penuh agar kita membangun kepercayaan secara total kepada Allah. Sebab, iman bukanlah sekedar pengakuan dengan kata-kata saja, namun adalah sikap sebuah hidup yang berserah, setia dan terus berharap, bahkan dalam situasi yang gelap, dan jauh dari kepastian. Namun iman dan pengharapan kita harus tetap tertuju hanya kepada Allah saja.

Sahabat yang baik hati...! Mungkin dalam perjalanan kehidupan ini, kita sering mengalami situasi di titik terendah, dimana sudah meminta namun belum menerima, sudah mencari namun belum menemukan, sudah mengetuk namun pintu seakan tertutup. Maka pada saat inilah iman dan pengharapan kita diuji. Yesus tidak menjanjikan bahwa segala permintaan kita akan langsung terpenuhi sesuai kehendak kita, namun Ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun doa yang diabaikan oleh Allah Bapa kita. Sebab Allah senantiasa berkenan untuk mendengarkan jeritan hati, setiap air mata, dan setiap harapan yang kita panjatkan dalam keheningan yang mendalam. Tetaplah meminta dengan rendah hati, mencari dengan ketekunan dan mengetuk dengan harapan, sambil percaya bahwa Tuhan Allah kita senantiasa berkenan mau mendengar, membuka dan menjawab setiap doa dan harapan kita sesuai dengan waktu dan perkenananNya. Amin.! (PS)

Ibadah PenutupanTerima kasih kepada Pdt Mangido Tua Pandiangan atas kotbah yang bernas: melayani lebih sungguh, lam sumu...
02/06/2026

Ibadah Penutupan
Terima kasih kepada Pdt Mangido Tua Pandiangan atas kotbah yang bernas: melayani lebih sungguh, lam sumuring di ulaon ni Tuhan i. Pada Retreat dan Pembekalan SPH Sedistrik XVIII Jabaftengdiy 1-2 Juni 2026

BERITA DUKATelah meninggal dunia, Pdt Amir H Silitonga, STh (pendeta pensiun HKBP umur 87 tahun). Kiranya keluarga yang ...
02/06/2026

BERITA DUKA
Telah meninggal dunia, Pdt Amir H Silitonga, STh (pendeta pensiun HKBP umur 87 tahun). Kiranya keluarga yang ditinggal djberikan kekuatan dan penghiburan.
HKBP Distrik 18 Jabartengdiy
Praeses: Pdt Nekson M Simanjuntak

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUPKekuatan, inspirasi dan motivasiSelasa, 02 Juni  2026DIBERKATI ORANG YANG BERHARAP KEPADA TUHAN...
01/06/2026

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP
Kekuatan, inspirasi dan motivasi
Selasa, 02 Juni 2026

DIBERKATI ORANG YANG BERHARAP KEPADA TUHAN

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Yeremia 17:7-8 (TB) Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Jeremiah 17:7-8 (UKJV) Blessed is the man that trusts in the LORD, and whose hope the LORD is. For he shall be as a tree planted by the waters, and that spreads out her roots by the river, and shall not see when heat comes, but her leaf shall be green; and shall not be careful in the year of drought, neither shall cease from yielding fruit.

Sahabat yang terkasih, Di dalam kehidupan ini, setiap orang pasti memiliki tempat berharap. Ada yang berharap pada kekuatan diri sendiri, harta, jabatan, ataupun pertolongan manusia. Namun firman Tuhan dalam Kitab Yeremia 17:7-8 mengingatkan bahwa orang yang benar-benar diberkati adalah orang yang berharap kepada Tuhan dan mengandalkan Dia dalam seluruh hidupnya. Pengharapan kepada Tuhan tidak pernah sia-sia, sebab Tuhan adalah sumber kekuatan yang tidak pernah kering.
Sahabat yang terkasih, Nabi Yeremia menggambarkan orang yang berharap kepada Tuhan seperti pohon yang ditanam di tepi air. Pohon itu tetap hijau, akarnya kuat, dan tidak takut menghadapi musim panas. Gambaran ini menunjukkan bahwa kehidupan orang percaya akan tetap teguh meskipun menghadapi berbagai kesulitan dan pergumulan hidup. Kekuatan sejati bukan berasal dari keadaan yang nyaman, melainkan dari hubungan yang dekat dengan Tuhan.

Sahabat yang terkasih, Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali manusia mudah takut ketika menghadapi masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik keluarga, ataupun masa depan yang tidak pasti. Ketakutan itu muncul karena manusia merasa dirinya lemah dan terbatas. Namun firman Tuhan mengajarkan bahwa orang yang berharap kepada Tuhan akan memperoleh ketenangan hati. Sekalipun badai kehidupan datang, ia tetap memiliki pengharapan karena percaya Tuhan tidak meninggalkannya.

Sahabat yang baik hati, Pohon yang ditanam di tepi air tidak bergantung pada hujan semata, sebab akarnya terus mendapatkan sumber air. Demikian juga kehidupan orang percaya. Ketika kita memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan melalui doa, firman, dan iman yang hidup, maka jiwa kita akan terus dikuatkan. Dunia boleh berubah, tetapi kasih dan penyertaan Tuhan tetap sama dari dahulu, sekarang, dan selama-lamanya. Terkadang Tuhan mengizinkan kita melewati musim yang sulit supaya iman kita semakin bertumbuh. Dalam keadaan itu, Tuhan ingin kita belajar bersandar penuh kepada-Nya. Banyak orang hanya mencari Tuhan ketika mengalami masalah, tetapi firman ini mengajarkan agar kita terus berharap kepada Tuhan dalam segala keadaan, baik s**a maupun duka. Pengharapan yang benar adalah tetap percaya meskipun belum melihat jawaban Tuhan secara nyata.

Sahabat yang baik hati, Orang yang berharap kepada Tuhan juga akan menghasilkan buah dalam hidupnya. Buah itu terlihat melalui kesabaran, kasih, kerendahan hati, dan kesetiaan kepada Tuhan. Kehidupan yang dekat dengan Tuhan akan menjadi berkat bagi orang lain. Kehadirannya membawa penghiburan, damai sejahtera, dan penguatan bagi sesama yang sedang mengalami pergumulan hidup.
Sebaliknya, manusia yang hanya mengandalkan kekuatannya sendiri akan mudah kecewa dan goyah. Harta bisa habis, manusia bisa mengecewakan, dan kekuatan tubuh dapat melemah. Namun Tuhan tidak pernah berubah. Karena itu, firman Tuhan mengajak kita untuk tidak menjadikan dunia sebagai sandaran utama, melainkan menjadikan Tuhan sebagai dasar pengharapan hidup kita. Pengharapan kepada Tuhan bukan berarti hidup tanpa masalah. Orang percaya tetap menghadapi tantangan, air mata, dan pergumulan. Tetapi bedanya, orang yang berharap kepada Tuhan memiliki kekuatan untuk bertahan dan tidak menyerah. Tuhan memberikan damai sejahtera di tengah kesulitan dan memberikan pengharapan baru ketika manusia merasa putus asa.

Sahabat yang baik hati, Sebagai anak-anak Tuhan, marilah kita belajar mempercayakan seluruh hidup kepada-Nya. Jangan biarkan kekhawatiran menguasai hati kita. Ketika menghadapi persoalan hidup, datanglah kepada Tuhan dalam doa dan iman. Tuhan sanggup menolong, memulihkan, dan membuka jalan pada waktu-Nya yang indah. Orang yang berharap kepada Tuhan tidak akan dipermalukan. Kiranya melalui firman Tuhan dari Kitab Yeremia 17:7-8 ini, kita semakin diteguhkan untuk tetap berharap kepada Tuhan dalam segala keadaan. Jadilah seperti pohon yang akarnya terus melekat pada sumber air kehidupan, sehingga hidup kita tetap kuat, bertumbuh, dan menghasilkan buah yang memuliakan nama Tuhan. Amin. (BDS)

Address

Jalan Cikajang 1 No 4, Antapani Bandung
Depok
40291

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pdt Nekson M Simanjuntak posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Pdt Nekson M Simanjuntak:

Share