01/06/2026
FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP
Kekuatan, inspirasi dan motivasi
Selasa, 02 Juni 2026
DIBERKATI ORANG YANG BERHARAP KEPADA TUHAN
Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.
Yeremia 17:7-8 (TB) Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
Jeremiah 17:7-8 (UKJV) Blessed is the man that trusts in the LORD, and whose hope the LORD is. For he shall be as a tree planted by the waters, and that spreads out her roots by the river, and shall not see when heat comes, but her leaf shall be green; and shall not be careful in the year of drought, neither shall cease from yielding fruit.
Sahabat yang terkasih, Di dalam kehidupan ini, setiap orang pasti memiliki tempat berharap. Ada yang berharap pada kekuatan diri sendiri, harta, jabatan, ataupun pertolongan manusia. Namun firman Tuhan dalam Kitab Yeremia 17:7-8 mengingatkan bahwa orang yang benar-benar diberkati adalah orang yang berharap kepada Tuhan dan mengandalkan Dia dalam seluruh hidupnya. Pengharapan kepada Tuhan tidak pernah sia-sia, sebab Tuhan adalah sumber kekuatan yang tidak pernah kering.
Sahabat yang terkasih, Nabi Yeremia menggambarkan orang yang berharap kepada Tuhan seperti pohon yang ditanam di tepi air. Pohon itu tetap hijau, akarnya kuat, dan tidak takut menghadapi musim panas. Gambaran ini menunjukkan bahwa kehidupan orang percaya akan tetap teguh meskipun menghadapi berbagai kesulitan dan pergumulan hidup. Kekuatan sejati bukan berasal dari keadaan yang nyaman, melainkan dari hubungan yang dekat dengan Tuhan.
Sahabat yang terkasih, Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali manusia mudah takut ketika menghadapi masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik keluarga, ataupun masa depan yang tidak pasti. Ketakutan itu muncul karena manusia merasa dirinya lemah dan terbatas. Namun firman Tuhan mengajarkan bahwa orang yang berharap kepada Tuhan akan memperoleh ketenangan hati. Sekalipun badai kehidupan datang, ia tetap memiliki pengharapan karena percaya Tuhan tidak meninggalkannya.
Sahabat yang baik hati, Pohon yang ditanam di tepi air tidak bergantung pada hujan semata, sebab akarnya terus mendapatkan sumber air. Demikian juga kehidupan orang percaya. Ketika kita memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan melalui doa, firman, dan iman yang hidup, maka jiwa kita akan terus dikuatkan. Dunia boleh berubah, tetapi kasih dan penyertaan Tuhan tetap sama dari dahulu, sekarang, dan selama-lamanya. Terkadang Tuhan mengizinkan kita melewati musim yang sulit supaya iman kita semakin bertumbuh. Dalam keadaan itu, Tuhan ingin kita belajar bersandar penuh kepada-Nya. Banyak orang hanya mencari Tuhan ketika mengalami masalah, tetapi firman ini mengajarkan agar kita terus berharap kepada Tuhan dalam segala keadaan, baik s**a maupun duka. Pengharapan yang benar adalah tetap percaya meskipun belum melihat jawaban Tuhan secara nyata.
Sahabat yang baik hati, Orang yang berharap kepada Tuhan juga akan menghasilkan buah dalam hidupnya. Buah itu terlihat melalui kesabaran, kasih, kerendahan hati, dan kesetiaan kepada Tuhan. Kehidupan yang dekat dengan Tuhan akan menjadi berkat bagi orang lain. Kehadirannya membawa penghiburan, damai sejahtera, dan penguatan bagi sesama yang sedang mengalami pergumulan hidup.
Sebaliknya, manusia yang hanya mengandalkan kekuatannya sendiri akan mudah kecewa dan goyah. Harta bisa habis, manusia bisa mengecewakan, dan kekuatan tubuh dapat melemah. Namun Tuhan tidak pernah berubah. Karena itu, firman Tuhan mengajak kita untuk tidak menjadikan dunia sebagai sandaran utama, melainkan menjadikan Tuhan sebagai dasar pengharapan hidup kita. Pengharapan kepada Tuhan bukan berarti hidup tanpa masalah. Orang percaya tetap menghadapi tantangan, air mata, dan pergumulan. Tetapi bedanya, orang yang berharap kepada Tuhan memiliki kekuatan untuk bertahan dan tidak menyerah. Tuhan memberikan damai sejahtera di tengah kesulitan dan memberikan pengharapan baru ketika manusia merasa putus asa.
Sahabat yang baik hati, Sebagai anak-anak Tuhan, marilah kita belajar mempercayakan seluruh hidup kepada-Nya. Jangan biarkan kekhawatiran menguasai hati kita. Ketika menghadapi persoalan hidup, datanglah kepada Tuhan dalam doa dan iman. Tuhan sanggup menolong, memulihkan, dan membuka jalan pada waktu-Nya yang indah. Orang yang berharap kepada Tuhan tidak akan dipermalukan. Kiranya melalui firman Tuhan dari Kitab Yeremia 17:7-8 ini, kita semakin diteguhkan untuk tetap berharap kepada Tuhan dalam segala keadaan. Jadilah seperti pohon yang akarnya terus melekat pada sumber air kehidupan, sehingga hidup kita tetap kuat, bertumbuh, dan menghasilkan buah yang memuliakan nama Tuhan. Amin. (BDS)