20/06/2026
Taishang Laojun (太上老君).
Taishang Laojun (太上老君), yang secara harfiah berarti "Penguasa Agung Tertua", bukan sekadar Dewa biasa dalam Jajaran Kedewaan Tao dan mitologi rakyat Tiongkok. Beliau adalah Dewa tertinggi dalam panteon Taoisme, personifikasi dari Dao (Alam Semesta) itu sendiri, dan salah satu dari Sanqing (Tiga Dewa Murni) yang kesemuanya adalah sosok dari perwujudan Tai Shang dalam masa yang berbeda.
Namun, kisah yang paling menarik tentang Thay Shang adalah perpaduan antara Keagungan langit dan peran Nya di bumi sebagai filsuf legendaris, Laozi (老子).
Berikut adalah riwayat kisah menarik sang Penguasa Agung, dari penciptaan alam semesta hingga tungku alkimia.
1. Kelahiran yang Ajaib dan Nama "Anak Tua"
Sebelum bumi dan langit tercipta, Taishang Laojun sudah ada sebagai energi murni dari Dao. Namun, untuk membimbing umat manusia, beliau memutuskan untuk menjelma ke dunia manusia pada masa Dinasti Zhou (sekitar abad ke-6 SM).
> Legenda kelahiran (cerita rakyat):
> Ibunya mengandung diri Nya setelah melihat bintang jatuh (meteor). Kandungan tersebut tidak berlangsung selama 9 bulan, melainkan 81 tahun!
> Ketika akhirnya Laozi lahir dari ketiak kiri ibunya, Laozi sudah berwujud seorang bayi yang berambut putih keperakan dan memiliki janggut panjang, namun memiliki aura keagungan yang suci. Karena penampilannya yang langsung tua sejak lahir, beliau dinamai Laozi (老子 berarti "Anak Tua" atau "Guru Tua").
2. Sang Penjaga Perpustakaan dan Perjalanan ke Barat
Di bumi, Laozi hidup sebagai manusia biasa yang bijaksana. Laozi bekerja sebagai penjaga arsip sejarah di perpustakaan istana Dinasti Zhou. Di sinilah Beliau menumpuk kebijaksanaan mutlak. Bahkan filsuf besar Konghucu (Confucius) pernah menemuinya dan menyamakannya Laozi bagaikan "Naga yang menunggangi awan dan angin."
Melihat Dinasti Zhou yang mulai runtuh karena korupsi dan perang, Laozi memutuskan untuk meninggalkan peradaban dan pergi ke arah barat menuju Gurun Gobi dengan menunggangi seekor kerbau air berwarna biru tua.
Ketika sampai di gerbang Han Gu Guan 函谷关 (perbatasan barat), seorang Jenderal Yin Xi (尹喜) penjaga gerbang melihat aura ungu yang agung mendekat dari timur—pertanda seorang berkah langit akan datang. Yinxi memohon kepada Laozi untuk menuliskan kebijaksanaannya sebelum meninggalkan dunia fana.
Han Gu Guan adalah celah yang memisahkan bagian atas Sungai Kuning dan lembah Wei, tempat lahir peradaban Tiongkok dan ibu kota lamanya Xi’an, dari Dataran Tiongkok Utara yang subur.
Jenderal Yin Xi menyambut kedatangan Laozi (老子) di Gerbang Han Gu Guan. Laozi pun turun dari kerbaunya dan menulis sebuah kitab pendek berisi 5.000 kata. Kitab itulah yang kita kenal sekarang sebagai Dao De Jing (道德經), fondasi utama ajaran Tao. Setelah menyerahkan kitab itu, Laozi melanjutkan perjalanannya ke barat, menghilang di balik kabut gurun, dan kembali ke wujud surgawinya sebagai Tai Shang Lao Jun 太上老君.
3. Sang Alkemis Agung
Kembali ke Istana Langit, Taishang Laojun tinggal di Istana Dou Shuai (Dou Shuai Gong / 輝煌兜率宮). Tugas utamanya adalah menjaga keseimbangan kosmis dan mengoperasikan Tungku Delapan Trigram Bāguà lú (八卦炉). Di dalam tungku ini, Beliau membakar api suci untuk menciptakan Pil Keabadian (Elixir of Immortality) dan menempa pusaka paling dahsyat di alam semesta.
Meskipun memiliki kekuatan kosmis yang maha dahsyat, Tai Shang Lao Jun selalu digambarkan sebagai sosok kakek tua yang bijaksana, memegang kipas Bajiao Shan (芭蕉扇) dan penuh kebajikan. Ia melambangkan konsep Wu Wei (bertindak tanpa memaksa, mengikuti aliran alam).
Bagi masyarakat Tionghoa dan penganut Taoisme, Thay Shang Lao Jun bukan hanya Dewa yang di Bài 拜神 di altar, melainkan pengingat bahwa kekuatan terbesar di alam semesta ini tidak melulu soal senjata atau kekuasaan, melainkan tentang kedamaian batin dan keselarasan dengan semesta.
Perayaan hari Kemuliaan Maha Dewa Tài shàng lǎo jūn 太上老君
tanggal 29 Juni 2026, Imlik 15-5
#太上老君 #老子 #道德經