TAO TSM Bali

TAO TSM Bali Agama TAO yang mengAgungkan Maha Dewa Thai Shang Lao Jun (太上老君) sebagai Dewa Utama TAO , didampingi Dewa Er Lang Shen (二郎神) dan Dewi Jiu Tian Xuan Nv (九天玄女).

Yayasan TAO SEJATi
BCA 611.5888.688

Xie Shen En 🙏
Gong de Wu liang(功德无量)

Da Jia Xue Dao Hao,Di tengah kesibukan menjalani kehidupan, kita sering kali merasa lelah tanpa benar-benar tahu mengapa...
09/09/2026

Da Jia Xue Dao Hao,

Di tengah kesibukan menjalani kehidupan, kita sering kali merasa lelah tanpa benar-benar tahu mengapa.

Bukan hanya tubuh yang lelah, tetapi pikiran juga penuh dan hati terasa sesak.

Banyak hal yang dipikirkan dan dikejar, tetapi ketenangan justru terasa semakin jauh.

Bagaimana sembahyang dapat membantu kita menemukan kedamaian atau ketenangan?

Bacalah selengkapnya artikel "Menemukan Kedamaian dalam Sembahyang" di website Tao TSM!

Klik https://taotsm.org/menemukan-kedamaian-dalam-sembahyang/

Semoga bermanfaat 🙏🏻

.org

Di tengah kesibukan menjalani kehidupan, kita sering kali merasa lelah tanpa benar-benar tahu mengapa. Bukan hanya tubuh yang lelah, tetapi pikiran juga penuh dan hati terasa sesak. Banyak hal yang dipikirkan dan dikejar, tetapi ketenangan justru terasa semakin jauh. Dalam keadaan seperti itu, semba...

17/08/2026
06/08/2026

Merayakan Hari Kemuliaan
Dewa Guan Sheng Di Jun (關聖帝君)
Kamis, 6 Juli 2026, Imlek 24-6

#關聖帝君 #關公 #關羽 #關雲長

Guan Sheng Di Jun (關聖帝君)Teladan utama dari Dewa Guan Gong (關公) yang menjadi pedoman hidup manusia: 1. Kesetiaan (忠 Zhong...
23/07/2026

Guan Sheng Di Jun (關聖帝君)

Teladan utama dari Dewa Guan Gong (關公) yang menjadi pedoman hidup manusia:

1. Kesetiaan (忠 Zhong)

Tidak tergoyahkan oleh harta, jabatan, atau ancaman. Meskipun Cao Cao memberinya kemewahan, beliau tetap bertekad kembali kepada Liu Bei. Ajaran: setia pada janji, keluarga, dan kebenaran, tidak mudah berubah arah.

2. Keadilan & Integritas (义 Yi)

Menempatkan kebenaran di atas kepentingan pribadi. Guan Gong memaafkan Cao Cao di Jembatan Hua Rong karena berhutang budi, namun tetap tegas menegakkan aturan. Ajaran: berbuat adil, jujur, dan tidak mengambil keuntungan dengan cara yang salah.

3. Kejujuran & Memegang Janji (信 Xin)

Segala ucapannya dapat dipegang. Saat berjanji akan pergi jika menemukan tuannya, beliau benar-benar menepatinya.
Ajaran: menjadi orang yang dipercaya, menepati kata-kata, berintegritas, jujur, dan setia.

4. Keberanian yang Benar (勇 Yong)

Berani menghadapi bahaya demi melindungi yang lemah dan menegakkan kebaikan—bukan berani untuk berbuat jahat.
Ajaran: teguh menghadapi tantangan, berani menolak kesalahan, dan berani membela kebenaran.

5. Sopan Santun & Harga Diri (禮 Li)

Selalu menghormati orang lain dan menjaga martabat diri sendiri. Guan Gong tetap sopan meski memiliki kekuatan besar.
Ajaran: berperilaku hormat, menjaga tata krama, dan tidak sombong .

6. Kebijaksanaan & Kebajikan (仁 Ren)

Bertindak dengan hati nurani dan pikiran yang jernih. Guan Gong tidak sewenang-wenang, melainkan membedakan musuh dan orang yang berhak dihargai. Ajaran: berbuat baik kepada sesama, berpikir sebelum bertindak, dan tidak bertindak gegabah .

Hidup dengan setia, jujur, adil, berani, dan bermoral—itulah inti ajaran Dewa Guan Gong.

Perayaan hari Kemuliaan Dewa Guan Sheng Di Jun 關聖帝君 pada kalender Imlik 24-6.
tahun ini jatuh pada hari Kamis tanggal 6 Agustus 2026.

#關聖帝君 #關公 #關羽 #關雲長

29/06/2026

Merayakan Hari Kemuliaan Maha Dewa Thày Shàng Lǎo Jūn
Senin, 29 Juni 2026 (imlik 15-5)

Kekuatan Gaib Tiada Tara, Menuntun Semua Umat Manusia, Jutaan Tahun Tanpa Henti, Umur Panjang Tiada Batas

恭祝 太上老君...
法力无边。普渡众生。万年不辍。万世无疆

谢神恩
Xie Shen En🙏🙂

#太上老君 #老子 #道德經

Merayakan Hari Kemuliaan Maha Dewa Thày Shàng Lǎo JūnSenin, 29 Juni 2026 (imlik 15-5)Kekuatan Gaib Tiada Tara, Menuntun ...
29/06/2026

Merayakan Hari Kemuliaan Maha Dewa Thày Shàng Lǎo Jūn
Senin, 29 Juni 2026 (imlik 15-5)

Kekuatan Gaib Tiada Tara, Menuntun Semua Umat Manusia, Jutaan Tahun Tanpa Henti, Umur Panjang Tiada Batas

恭祝 太上老君...
法力无边。普渡众生。万年不辍。万世无疆

谢神恩
Xie Shen En 🙏🙂

#太上老君 #老子 #道德經

Taishang Laojun (太上老君).Taishang Laojun (太上老君), yang secara harfiah berarti "Penguasa Agung  Tertua", bukan sekadar Dewa ...
20/06/2026

Taishang Laojun (太上老君).

Taishang Laojun (太上老君), yang secara harfiah berarti "Penguasa Agung Tertua", bukan sekadar Dewa biasa dalam Jajaran Kedewaan Tao dan mitologi rakyat Tiongkok. Beliau adalah Dewa tertinggi dalam panteon Taoisme, personifikasi dari Dao (Alam Semesta) itu sendiri, dan salah satu dari Sanqing (Tiga Dewa Murni) yang kesemuanya adalah sosok dari perwujudan Tai Shang dalam masa yang berbeda.
Namun, kisah yang paling menarik tentang Thay Shang adalah perpaduan antara Keagungan langit dan peran Nya di bumi sebagai filsuf legendaris, Laozi (老子).
Berikut adalah riwayat kisah menarik sang Penguasa Agung, dari penciptaan alam semesta hingga tungku alkimia.

1. Kelahiran yang Ajaib dan Nama "Anak Tua"
Sebelum bumi dan langit tercipta, Taishang Laojun sudah ada sebagai energi murni dari Dao. Namun, untuk membimbing umat manusia, beliau memutuskan untuk menjelma ke dunia manusia pada masa Dinasti Zhou (sekitar abad ke-6 SM).

> Legenda kelahiran (cerita rakyat):
> Ibunya mengandung diri Nya setelah melihat bintang jatuh (meteor). Kandungan tersebut tidak berlangsung selama 9 bulan, melainkan 81 tahun!
> Ketika akhirnya Laozi lahir dari ketiak kiri ibunya, Laozi sudah berwujud seorang bayi yang berambut putih keperakan dan memiliki janggut panjang, namun memiliki aura keagungan yang suci. Karena penampilannya yang langsung tua sejak lahir, beliau dinamai Laozi (老子 berarti "Anak Tua" atau "Guru Tua").

2. Sang Penjaga Perpustakaan dan Perjalanan ke Barat
Di bumi, Laozi hidup sebagai manusia biasa yang bijaksana. Laozi bekerja sebagai penjaga arsip sejarah di perpustakaan istana Dinasti Zhou. Di sinilah Beliau menumpuk kebijaksanaan mutlak. Bahkan filsuf besar Konghucu (Confucius) pernah menemuinya dan menyamakannya Laozi bagaikan "Naga yang menunggangi awan dan angin."
Melihat Dinasti Zhou yang mulai runtuh karena korupsi dan perang, Laozi memutuskan untuk meninggalkan peradaban dan pergi ke arah barat menuju Gurun Gobi dengan menunggangi seekor kerbau air berwarna biru tua.

Ketika sampai di gerbang Han Gu Guan 函谷关 (perbatasan barat), seorang Jenderal Yin Xi (尹喜) penjaga gerbang melihat aura ungu yang agung mendekat dari timur—pertanda seorang berkah langit akan datang. Yinxi memohon kepada Laozi untuk menuliskan kebijaksanaannya sebelum meninggalkan dunia fana.

Han Gu Guan adalah celah yang memisahkan bagian atas Sungai Kuning dan lembah Wei, tempat lahir peradaban Tiongkok dan ibu kota lamanya Xi’an, dari Dataran Tiongkok Utara yang subur.

Jenderal Yin Xi menyambut kedatangan Laozi (老子) di Gerbang Han Gu Guan. Laozi pun turun dari kerbaunya dan menulis sebuah kitab pendek berisi 5.000 kata. Kitab itulah yang kita kenal sekarang sebagai Dao De Jing (道德經), fondasi utama ajaran Tao. Setelah menyerahkan kitab itu, Laozi melanjutkan perjalanannya ke barat, menghilang di balik kabut gurun, dan kembali ke wujud surgawinya sebagai Tai Shang Lao Jun 太上老君.

3. Sang Alkemis Agung
Kembali ke Istana Langit, Taishang Laojun tinggal di Istana Dou Shuai (Dou Shuai Gong / 輝煌兜率宮). Tugas utamanya adalah menjaga keseimbangan kosmis dan mengoperasikan Tungku Delapan Trigram Bāguà lú (八卦炉). Di dalam tungku ini, Beliau membakar api suci untuk menciptakan Pil Keabadian (Elixir of Immortality) dan menempa pusaka paling dahsyat di alam semesta.

Meskipun memiliki kekuatan kosmis yang maha dahsyat, Tai Shang Lao Jun selalu digambarkan sebagai sosok kakek tua yang bijaksana, memegang kipas Bajiao Shan (芭蕉扇) dan penuh kebajikan. Ia melambangkan konsep Wu Wei (bertindak tanpa memaksa, mengikuti aliran alam).
Bagi masyarakat Tionghoa dan penganut Taoisme, Thay Shang Lao Jun bukan hanya Dewa yang di Bài 拜神 di altar, melainkan pengingat bahwa kekuatan terbesar di alam semesta ini tidak melulu soal senjata atau kekuasaan, melainkan tentang kedamaian batin dan keselarasan dengan semesta.

Perayaan hari Kemuliaan Maha Dewa Tài shàng lǎo jūn 太上老君
tanggal 29 Juni 2026, Imlik 15-5

#太上老君 #老子 #道德經

Cao Guo Jiu (曹國舅)salah satu Dewa dari Delapan Dewa (Ba Xian) dalam Agama Tao. Di antara kedelapan dewa tersebut, ia dike...
15/06/2026

Cao Guo Jiu (曹國舅)

salah satu Dewa dari Delapan Dewa (Ba Xian) dalam Agama Tao. Di antara kedelapan dewa tersebut, ia dikenal sebagai Dewa yang berlatar belakang bangsawan dan anggota keluarga kekaisaran.

Berikut adalah ringkasan cerita dan asal-usul dari Cao Guo Jiu:

Latar Belakang Bangsawan
Nama aslinya adalah Cao Yi (atau Cao Jingxiu). Nama "Guo Jiu" sendiri sebenarnya bukan nama asli, melainkan gelar yang berarti "Paman Kaisar" (saudara laki-laki permaisuri). Beliau hidup pada masa Dinasti Song dan merupakan adik dari Ibu Suri Cao (Permaisuri Kaisar Renzong). Karena status sosialnya yang tinggi, sering digambarkan mengenakan pakaian resmi pejabat istana yang megah dan membawa papan penghormatan (paiban) dari batu giok atau kayu, seperti yang terlihat pada ilustrasi.

Cao Guo Jiu memiliki seorang adik laki-laki bernama Cao Er yang berwatak buruk. Adiknya sering menyalahgunakan kekuasaan kekaisaran untuk menindas rakyat, melakukan korupsi, bahkan terlibat dalam kasus pembunuhan.
Cao Guo Jiu berkali-kali menasihati adiknya, namun tidak pernah didengar. Karena merasa malu, bersalah, dan sadar bahwa kekayaan serta kekuasaan duniawi sering kali membawa petaka dan korupsi moral, Cao Guo Jiu memutuskan untuk:
* Meninggalkan seluruh jabatan kekaisarannya.
* Membagikan harta kekayaannya kepada fakir miskin.
* Pergi ke gunung terpencil untuk hidup sebagai pertapa demi menebus dosa keluarganya dan mencari ketenangan spiritual ( Xiu Tao).

Bertemu dengan Dewa dan Menjadi Abadi
Saat sedang bertapa di hutan, bertemu dengan dua dewa legendaris, yaitu Zhongli Quan dan Lü Dongbin. Kedua Dewa tersebut mengujinya dengan bertanya, "Apa yang sedang kamu Xiu (kultivasi)?"
Cao Guo Jiu menjawab, "Saya sedang Xiu Dao (mengkultivasi Tao - Jalan Kebenaran).

Ketika ditanya di mana Tao itu berada, ia menunjuk ke arah langit (Tian). Dan saat ditanya di mana Tian itu berada, beliau menunjuk ke arah hatinya.
Melihat pemahaman spiritualnya yang mendalam dan ketulusan hatinya yang telah melepaskan segala kemegahan duniawi, kedua dewa tersebut tersenyum. Mereka kemudian mengajarkan rahasia keabadian kepada Cao Guo Jiu, hingga akhirnya beliau diangkat menjadi salah satu dari Delapan Dewa.

Dalam kepercayaan Tao Tionghoa , Cao Guo Jiu adalah simbol dari pertobatan, ketulusan hati, dan penolakan terhadap korupsi materi. Papan penghormatan (paiban) yang selalu dibawanya dipercaya memiliki kekuatan untuk membersihkan lingkungan dari energi negatif dan melambangkan kedamaian.

#曹國舅

He Xian Gu (何仙姑)Satu-satunya tokoh wanita di antara Delapan Dewa (Ba Xian) dalam Kedewaan Tao. Ia sering digambarkan seb...
13/06/2026

He Xian Gu (何仙姑)

Satu-satunya tokoh wanita di antara Delapan Dewa (Ba Xian) dalam Kedewaan Tao. Ia sering digambarkan sebagai sosok wanita anggun yang memegang bunga teratai, membawa keranjang bunga, atau memakai daun teratai raksasa sebagai payung.

He Xian'gu lahir pada masa Dinasti Tang di wilayah Guangdong dengan nama asli He Qiong. Sejak kecil dikenal sebagai gadis yang sangat berbakti, cerdas, dan memiliki hati yang murni.
Saat menginjak usia remaja (sekitar 14-15 tahun), ia mendapatkan sebuah mimpi spiritual. Dalam mimpi tersebut, sesosok Dewa memintanya untuk naik ke sebuah gunung untuk mencari mata air. Keesokan paginya, karena merasa mimpinya bukanlah mimpi biasa, He Xian Gu berjalan mendaki gunung yang terjal itu. Setelah perjalanan panjang nan melelahkan, beliau menemukan mata air yang dimaksud. Karena sangat haus, He Xian Gu minum air itu. Tidak disangka, setelah minum air tersebut, He Xian Gu merasa badannya begitu ringan dan sanggup berlari dengan kencang. Beliau pun menuruni gunung dengan kecepatan yang luar biasa. Sesampainya di rumah, beliau menyadari bahwa dirinya diberikan kekuatan yang luar biasa. Dirinya tidak lagi merasakan lelah serta mampu mengeluarkan tenaga yang besar.

Walaupun demikian, He Xian Gu menggunakan kekuatannya itu untuk menolong orang-orang di sekitarnya. Beliau mendaki gunung untuk mengumpulkan tanaman obat-obatan untuk orang tuanya dan rakyat yang membutuhkan. Beliau juga mengajarkan cara bercocok tanam dan cara mengumpulkan tanaman obat-obatan. Oleh karena itu, banyak orang yang mengagumi kerja keras dan dedikasi beliau.

Saat kedua orang tuanya sakit, He Xian Gu pergi mengumpulkan buah-buahan terbaik dari pelbagai tempat dan merawat mereka dengan baik. Beliau menyadari bahwa kehidupan ini hanyalah sementara sehingga perbuatan yang dilakukan sehari-hari menjadi sangat penting. Ketika kedua orang tuanya tiada, He Xian Gu melanjutkan dedikasinya kepada masyarakat dengan membantu orang-orang yang membutuhkan.

Suatu ketika, Ratu Wu Ze Tian yang mengetahui tentang kesaktian He Xian Gu, berusaha memanggil beliau ke istana untuk berbagi rahasia tentang ilmu kesaktiannya. He Xian Gu yang menyadari bahwa Wu Ze Tian hanya berambisi untuk hidup abadi dan kekal, mengabaikan permintaan sang ratu dan pergi meninggalkan Guangzhou dan menghilang. Banyak orang yang percaya bahwa beliau telah menjadi dewi dan terbang ke kahyangan.

Simbolisme Bunga Teratai
Dalam mitologi, He Xian'gu hampir selalu membawa **bunga atau daun teratai**. Teratai ini bukan sekadar hiasan, melainkan simbol dari:

Kesucian diri:
Teratai tumbuh di dalam lumpur namun mekar dengan sangat bersih dan indah, melambangkan jiwa He Xian'gu yang tetap murni di tengah dunia fana.

Kesehatan tubuh dan mental:
Teratai tersebut dipercaya memiliki kekuatan untuk menyembuhkan penyakit dan memulihkan energi kehidupan.

Melalui kisah hidupnya, He Xian'gu dipuja oleh banyak orang (khususnya kaum wanita) sebagai simbol kesucian, keberbakian kepada orang tua, keanggunan, serta pelindung bagi kesehatan fisik dan mental.

#何仙姑

Address

Denpasar

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when TAO TSM Bali posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share