11/06/2026
๐ ASAL USUL NAMA MERAK: BUKAN DARI BURUNG, TAPI JEJAK KEJAYAAN INDUSTRI PERAK ZAMAN DULU
Kategori: Sejarah & Edukasi | Sumber: Dokumentasi Kebudayaan Banten & Penelitian Sejarah
MERAK, CILEGON โ Siapa yang tidak kenal Merak? Daerah paling ujung barat Pulau Jawa, gerbang utama penyeberangan ke Pulau Sumatera, dan dikenal sebagai kawasan pelabuhan yang sangat sibuk. Namun, tahukah Anda? Selama ini banyak dari kita salah kaprah mengenai arti nama Merak.
Banyak orang mengira nama Merak diambil dari nama hewan Burung Merak, karena konon dahulu kala banyak hewan indah berkicau di sini. Faktanya? Itu salah besar!
Arti asli nama Merak jauh lebih hebat, lebih bersejarah, dan menjadi bukti kejayaan masyarakat Banten di masa lalu. Nama ini memiliki hubungan erat dengan kemajuan ekonomi dan kerajinan tangan pada masa Kesultanan Banten, sekitar abad ke-16 hingga ke-17 Masehi.
โจ KETIKA MERAK MENJADI PUSAT INDUSTRI PERAK SE-NUSANTARA
Dulu, ratusan tahun silam, wilayah yang kini kita kenal sebagai Merak, Ciwandan, hingga sekitar Babakanturi, bukanlah kawasan hutan belantara atau pelabuhan penyeberangan seperti sekarang. Wilayah ini dikenal sebagai pusat kerajinan logam, tembaga, dan PERAK terbesar dan paling terkenal se-Nusantara.
Keahlian warga setempat dalam mengolah logam perak menjadi barang-barang bernilai tinggi sudah tersohor ke seantero wilayah kerajaan, bahkan terdengar hingga ke telinga saudagar asing dari Tiongkok, Arab, hingga Eropa.
Di tempat inilah para pengrajin ulung membuat berbagai pesanan, mulai dari perhiasan cantik, peralatan dapur, perlengkapan rumah tangga, gagang senjata, hingga perlengkapan kebesaran untuk istana Kesultanan Banten.
Karena kemasyhuran keahlian ini, jika ada orang dari jauh atau saudagar yang hendak memesan barang, mereka selalu mengucapkan kalimat:
"Arek MERAK ka Cilegon!"
Kalimat dalam bahasa Sunda-Banten kuno ini bukan berarti "Pergi ke tempat burung merak", melainkan artinya:
๐ "Mau MEMBUAT PERAK ke Cilegon!"
Ya! Kata "MERAK" pada asalnya adalah kata kerja, yang berarti aktivitas MEMBUAT PERAK.
Lama-kelamaan, seiring berjalannya waktu, bunyi ucapan itu melebur dan menyatu. Daerah tempat para pengrajin berkumpul dan bekerja itu pun akhirnya dinamakan PULO MERAK, yang artinya: Pulau atau Tempat Pembuatan Perak.
Jadi rumusannya sangat jelas:
MERAK โ BURUNG
MERAK = TEMPAT KERAJINAN PERAK
Memang ada versi cerita lain yang menyebutkan dahulu di sini banyak burung merak liar, namun berdasarkan penelitian sejarah dan bahasa, versi ini dianggap sebagai pendapat kedua, sedangkan arti utama yang paling kuat dan dibenarkan sejarah adalah versi kerajinan perak tersebut.
Seiring berkembangnya zaman, dibangunlah pelabuhan, jalan raya, dan kawasan industri. Nama Merak tetap melekat kuat sebagai identitas wilayah, namun sayangnya arti asli dan sejarah kejayaan itu perlahan hilang dan terlupakan di tengah masyarakat.
๐ BUKTI TERTULIS & SUMBER SEJARAH (TIDAK SEKADAR DONGENG)
Kisah ini bukan sekadar cerita turun-temurun tanpa bukti. Berikut adalah sumber resmi dan penelitian yang menjadi dasar kuat sejarah ini:
1. Buku Resmi Dinas Kebudayaan & Pariwisata Provinsi Banten (2014)
Judul: Toponimi Nama-nama Tempat Berdasarkan Cerita Rakyat, karya Juliadi & Neli Wachyudin. Buku ini menjadi acuan resmi pemerintah yang menjelaskan asal-usul nama daerah di Banten.
โ
2. Balai Pelestarian C***r Budaya Banten
Melalui peneliti sejarah Halwi Dahlan dan Drs. Nana Supriatna, dilakukan penelitian mendalam terhadap naskah kuno dan asal bahasa, yang memastikan bahwa kata "Merak" merujuk pada aktivitas pembuatan perak.
โ
3. Warisan Lisan Sesepuh Daerah
Narasumber lapangan seperti H. Muhyi, H. Tubagus Ahmad, dan para sesepuh Kampung Babakanturi serta Ciwandan, hingga kini masih menuturkan: "Dulu sini ramai tukang perak, sampai saudagar Cina & Arab pesan barang di sini."
โ
4. Dokumen Sejarah Kesultanan Banten
Sejarawan C. Guillot dan Hasan Muarif Ambary dalam bukunya mencatat Merak sebagai kawasan industri kerajinan yang sangat penting dan menjadi tumpuan ekonomi kerajaan.