15/06/2025
Agusman, S.Ag – Penyuluh Agama Islam yang Menyatukan Dakwah, Kesehatan, dan Kemanusiaan
Luwu Timur – Dalam semangat membumikan nilai-nilai agama di tengah masyarakat, peran Penyuluh Agama Islam tidak hanya berada pada ruang-ruang mimbar, tetapi menjangkau berbagai aspek kehidupan umat. Hal inilah yang dilakukan oleh Agusman, S.Ag, Penyuluh Agama Islam pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan.
Agusman adalah contoh nyata ASN Kementerian Agama yang menjalankan amanah dengan pendekatan inovatif dan penuh empati. Lulusan STAI As’adiyah Sengkang tahun 2016 ini memfokuskan penyuluhannya pada penguatan kesadaran kesehatan masyarakat melalui jalur keagamaan dan kerelawanan, terutama bersama generasi muda.
Selama lebih dari tiga tahun terakhir, Agusman aktif mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan isu kesehatan masyarakat, melalui berbagai kegiatan edukatif di lapangan. Ia membina langsung relawan KSR PMI Unit 003 UNISAD Sengkang dan menjadikan ruang-ruang komunitas sebagai wahana penyuluhan yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Dalam tugas dan fungsinya sebagai ASN Kemenag, Agusman telah mengikuti berbagai pelatihan strategis, di antaranya:
-Pelatihan Penggerak Moderasi Beragama (2023)
-Manajemen Kemasjidan (2023)
-Sekolah Penyuluh dan Penghulu Aktor Resolusi Konflik (SPARK, 2023)
-Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (2022)
Tak hanya itu, Agusman juga aktif dalam kepengurusan kelembagaan yang mendukung peran penyuluhan agama:
-Pengurus Wilayah IPARI Sulsel (2023–2027)
-Sekretaris PD IPARI Luwu Timur (2023–2027)
-Pengurus PD DMI Luwu Timur (2024–2029)
-Pendamping Proses Produk Halal (2023–sekarang)
-Anggota Tim Pencegahan Konflik Keagamaan di Kecamatan Burau (2025)
Dengan bekal keilmuan, jejaring kelembagaan, dan pendekatan sosial yang menyentuh, Agusman menjadikan penyuluhan agama sebagai wahana kolaboratif: mendekatkan nilai dengan kebutuhan masyarakat, menyatukan spirit keagamaan dengan penguatan kualitas hidup.
Saat ini, Agusman tengah mengikuti ajang Penyuluh Agama Islam Award, sebagai salah satu bentuk apresiasi atas dedikasi para penyuluh di seluruh Indonesia.
> “Menjadi penyuluh bukan hanya tentang bicara di depan, tetapi tentang hadir di tengah masyarakat, mendengar, merasakan, dan menyentuh dengan nilai,” ungkapnya.
Keluarga besar Kementerian Agama, khususnya di Luwu Timur, patut berbangga atas kiprah dan inovasi yang dilakukan oleh rekan kita ini.
Dukungan kita adalah bagian dari penguatan gerakan penyuluhan yang membumi, berdampak, dan terus relevan dengan kebutuhan zaman.