Dakwah Online Indonesia : Rebirth

Dakwah Online Indonesia : Rebirth Bersama menjadi Masyarakat Muslim yang cerdas

15/12/2025

Tes

23/07/2025

“Garam dan Air Dingin” ‎

‎Di kota Madinah, sekitar satu generasi setelah wafatnya Rasulullah, hidup seorang lelaki miskin bernama Rabiah Ar-Ra’yi. Ia bukan bangsawan, bukan saudagar, bukan p**a anak orang terpandang. Ia hanya seorang pencari ilmu, yang hidup di gubuk kecil dengan makanan seadanya. ‎ ‎Hampir setiap hari, menu makannya hanya garam dan air dingin. Bukan karena sedang diet zuhud, tapi karena tak punya apapun selain itu. Ia tidak punya baju ganti, bahkan sering terlihat dengan pakaian tambalan di mana-mana. ‎

‎Setiap kali lewat di pasar, anak-anak mengejeknya, “Itu dia si faqih tapi miskin! Mana kitabmu, Rabiah? Mungkin sudah kau gadaikan buat beli garam!” ‎ ‎Tukang roti menertawakannya, pedagang kain mencibirnya, “Kalau kau orang alim sungguhan, pasti Allah beri kekayaan!” ‎ ‎Tapi Rabiah hanya tersenyum. Ia tetap berjalan menuju masjid. Ia lebih haus akan ilmu daripada roti hangat. Ia lebih cinta pada kalimat Allah daripada pakaian mewah. ‎ ‎Pernah suatu hari ia jatuh sakit dan hanya punya air sumur untuk minum. Seorang murid bertanya, “Wahai ustadzku, tidakkah engkau merasa hina, hidup dalam kekurangan seperti ini?” ‎ ‎Rabiah menjawab dengan tenang, "Aku lebih memilih menjadi miskin namun menjaga imanku, daripada kaya tapi terikat pada dunia dan lalai dari akhirat." ‎ ‎Beberapa tahun kemudian, ilmunya dikenal hingga ke pelosok negeri.

Muridnya seperti Imam Malik, Sufyan Ats-Tsauri dan para ahli fikih menghormatinya. Bukan karena hartanya, tapi karena keteguhan imannya di masa sulit. ‎ ‎Jangan minder karena kekurangan harta dan jangan lemah karena dihina. Kadang Allah membuatmu “tidak punya apa-apa” agar engkau hanya bergantung pada-Nya. Dan itu... adalah bentuk cinta yang paling jujur dari langit.

Follow untuk dapetin konten self-growth lainnya

Sumber Tertera.

Nabi Musa AS pernah diwahyukan oleh Allah SWT untuk mengurus jenazah seorang lelaki pelaku maksiat semasa hidupnya. Namu...
17/02/2025

Nabi Musa AS pernah diwahyukan oleh Allah SWT untuk mengurus jenazah seorang lelaki pelaku maksiat semasa hidupnya. Namun, kala mengurus jenazah lelaki tersebut, Nabi Musa AS ditunjukkan oleh Allah SWT berupa akhir yang baik atau husnul khotimah pada jenazahnya.

Dinukil dari riwayat hadits dalam Kitab Ushfuriyah karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar al-Ushfuri, Nabi Musa AS mendapat wahyu dari Allah SWT untuk mengurus jenazah seorang lelaki di pembuangan sampah. Diketahui, warga di perkampungan tersebut membuangnya dan tidak ada yang mau mengurusnya karena perilaku fasik almarhum.

"Wahai Musa, di suatu perkampungan, ada seorang lelaki mati di pembuangan sampah. Ia adalah salah satu di antara kekasihku. Namun, para tetangganya tidak mau memandikan, mengafani, dan menguburkannya. Karena itu, pergilah, mandikan, kafani, salati, dan kuburkanlah sewajarnya,"

Sesampai Nabi Musa AS di perkampungan tersebut, beliau pun mulai menanyai warga tentang keberadaan si jenazah. Saat warga perkampungan mengabarkan bahwa jenazah dibuang di pembuangan sampah, mereka juga menceritakan perilaku si jenazah semasa hidupnya.

Nabi Musa AS yang mendengar banyak informasi mengenai perilaku buruk si jenazah pun bermunajat kepada Allah SWT. Ia berkata:

"Tuhanku, Engkau memerintahkanku untuk menguburkannya dan mensalatinya. Padahal, orang-orang menyaksikan keburukannya. Engkau lebih tahu daripada mereka tentang pujian dan cercaan,"

Allah SWT kembali menurunkan wahyu kepada Nabi Musa AS untuk membenarkan informasi tentang perilaku buruk jenazah yang didengarnya. Namun, Allah SWT juga menunjukkan amalan terakhir yang dilakukan oleh jenazah lelaki tersebut sebelum ia menemui ajalnya.

Usut punya usut, amalan terakhir yang dilakukan oleh lelaki tersebut adalah memohon ampun kepada Allah SWT. Menurut riwayat, ada tiga doa yang dipanjatkan oleh lelaki tersebut di hari-hari terakhirnya.

Pertama, lelaki tersebut mengakui perbuatan maksiat yang dilakukannya. Ia berdoa kepada Allah SWT:

"Wahai Tuhanku, sesungguhnya Engkau mengetahui perbuatan-perbuatan maksiatku yang sebenarnya juga aku benci dalam hati. Namun, ada tiga hal berkumpul bersamaku sehingga aku melakukan perbuatan maksiat yang sebenarnya aku benci dalam hati itu yaitu, hawa nafsu, teman yang buruk, dan iblis. Karena itu, ampunilah aku."

Kedua, sang lelaki juga mengakui bahwa tempatnya semasa hidup berada di lingkungan orang fasik. Meski demikian, ia juga pernah berada di sekitar orang sholeh dan mengaku lebih senang berada di sana.

"Wahai Tuhanku, Engkau tahu aku melakukan perbuatan maksiat, dan tempatku adalah bersama orang-orang fasik. Akan tetapi, sebenarnya aku juga senang bersama orang sholeh dan senang dengan sikap zuhud mereka. Tentu tempat bersama mereka lebih aku senangi daripada bersama orang fasik,"

Hingga, doa terakhir yang dipanjatkan lelaki tersebut adalah pernyataan dirinya yang berjanji akan mendahulukan hajat orang sholeh dibanding orang yang fasik. Di samping itu, ia juga memohonkan ampunan kepada Allah SWT sebagai doa terakhirnya.

"Wahai Tuhanku, seandainya Engkau memaafkan dan mengampuni dosa-dosaku, para wali, dan nabi akan merasa senang sedangkan setan-setan, musuhku dan musuhMu, akan sedih. Begitu pun sebaliknya,"

"Dan, aku pun tahu bahwa kegembiraan para kekasih kepadaMu lebih Engkau senangi daripada kegembiraan setan-setan dan pengikutnya. Karena itu, ampunilah dosa-dosaku, Ya Allah,"

Sebagai Dzat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Allah SWT pun mengampuni dosa-dosa jenazah lelaki tersebut karena amal terakhir yang dilakukannya. Mengenai hal ini, Rasulullah SAW juga mengabarkan dalam hadits bahwa amal seseorang dinilai dari akhir hayatnya. Dari Abu Umamah Al Bahilil disebutkan:

إذا أراد الله بعبد خيرا استعمله قيل : ما يستعمله ؟ قال : يفتح له عملا صالحا بين يدي موته حتى يرضي عليه من حوله

Artinya: "Jika Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, maka dia akan membuatnya banyak beramal," Beliau ditanya, "Bagaimana Allah membuatnya banyak beramal?" Beliau menjawab, "Diberinya taufiq untuk beramal sholeh sebelum mati, kemudian dia dicabut dalam keadaan seperti itu," (HR Ahmad).

-Umar

Wajah Breakout? Udah pakai skincare jerawat masih bandel?Yuk coba amalkan Do'a Ini-Umur
02/01/2025

Wajah Breakout? Udah pakai skincare jerawat masih bandel?

Yuk coba amalkan Do'a Ini

-Umur

25/12/2024

Orientalis selalu mengambarkan bahwa Rasulullah adalah jendral perang yang kejam, culas politiknya, keras wataknya, tamak akan harta, manuak nafsunya, mengidap gangguan jiwa dan segala sifat buruk disematkan padanya. Namun adakah hal yang dapat meyakinkan saya akan pribadi yang tingkat kepekaan emosialnya tinggi ini adalah pria yang kejam ?

Imam Asy-Suyuthi dalam Khaisaish Al-Kubra menceritakan:
Suatu hari, seorang sahabat kehilangan anaknya. Ia mencari anaknya dengan cemas, dan akhirnya ia menemukan anaknya sedang bermain bersama anak-anak lain. Di tempat yang tak jauh dari situ, ia melihat Rasulullah ﷺ duduk, mengamati anak-anak tersebut. Sang sahabat mendekati beliau dan mengucapkan salam.

“Ya Rasulullah, saya telah mencari anak saya, dan saya menemukannya sedang bermain di sini. Apakah saya boleh membawanya p**ang?” tanya sang sahabat.

Rasulullah ﷺ menjawab, “Biarkan anakmu bermain sedikit lebih lama.”

Sang sahabat pun pergi dan kembali beberapa saat kemudian. Rasulullah ﷺ masih berada di tempat yang sama, memandangi anak-anak yang bermain. Sekali lagi, sang sahabat memohon izin untuk membawa anaknya p**ang, dan Rasulullah ﷺ kembali meminta agar anak itu tetap bermain.

Sang sahabat pergi dan kembali lagi setelah beberapa waktu. Ketika ia meminta izin untuk membawa anaknya, kali ini Rasulullah ﷺ memberikan izin. “Sekarang kamu boleh mengambil anakmu.”

Sebelum sang sahabat sempat menghampiri anaknya dan memanggilnya, Rasulullah ﷺ memanggilnya kembali.

“Panggil anakmu, tetapi jangan panggil dengan sebutan ‘Anakku’,” kata Rasulullah ﷺ.

Sahabat itu merasa heran dan bertanya, “Ya Rasulullah, jika saya memanggilnya dengan kata ‘Anakku’, apakah itu masalah?”

Dengan mata yang mulai berkaca-kaca, Rasulullah ﷺ menjawab, “Wahai sahabatku, di antara anak-anak itu ada beberapa anak yatim. Jika kamu memanggil anakmu dengan kata ‘Anakku’, mereka mungkin akan merasa kehilangan ayah mereka dan hati mereka akan menjadi sedih. Aku meminta agar kamu memanggil anakmu hanya dengan namanya, agar mereka tidak merasakan kesedihan yang mendalam.”

Sang sahabat pun mengambil anaknya dan kembali ke hadapan Rasulullah ﷺ untuk mengucapkan salam perpisahan. Namun ia kembali bertanya, “Ya Rasulullah, mengapa engkau duduk di sini, memandangi anak-anak ini?”

Rasulullah ﷺ, dengan air mata yang menetes, menjawab, “Aku duduk di sini, memandang mereka, agar mereka tahu bahwa meskipun mereka tak memiliki ayah, mereka tetap memiliki Rasulullah ﷺ yang akan merawat dan menjaga mereka.”

Dalam menyambut Ramadan, Rasulullah SAW telah menuntun umatnya untuk meluaskan dan melapangkan hati dengan satu doa. Doa...
21/12/2024

Dalam menyambut Ramadan, Rasulullah SAW telah menuntun umatnya untuk meluaskan dan melapangkan hati dengan satu doa. Doa Ramadan ini juga terdapat dalam hadist At-Tirmidzi nomor 3.451.

-Umar

Yuk baca Alkahfi-Umar
20/12/2024

Yuk baca Alkahfi

-Umar

-Umar
19/12/2024

-Umar

-Umar
18/12/2024

-Umar

Day 5حَدَّثَنَا عَبْدَانُ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنْ الزُّهْرِيِّ ح و حَدَّثَنَا بِ...
12/12/2024

Day 5

حَدَّثَنَا عَبْدَانُ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنْ الزُّهْرِيِّ ح و حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنَا يُونُسُ وَمَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ نَحْوَهُ قَالَ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

Telah menceritakan kepada kami Abdan, ia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Abdullah, ia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Yunus, dari az-Zuhri. -Dan diriwayatkan dari jalur lain- Telah menceritakan kepada kami Bisyir bin Muhammad, ia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Abdullah, ia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Yunus dan Ma'mar, dari az-Zuhri dengan riwayat yang sama, ia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Ubaidullah bin Abdillah, dari Ibnu 'Abbas, ia berkata: "Bahwasanya Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling dermawan, terutama pada bulan Ramadan ketika malaikat Jibril 'alaihissalam menemuinya. Sesungguhnya Jibril 'alaihissalam kerapkali menemui beliau pada setiap malam di bulan Ramadan, di mana Jibril 'alaihissalam mengkaji Al-Qur'an bersama beliau. Sungguh Rasulullah ﷺ jauh lebih bermurah hati daripada angin yang berembus."

Yuk amalkan Guys
11/12/2024

Yuk amalkan Guys

Address

Bukittinggi
26191

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dakwah Online Indonesia : Rebirth posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share