07/07/2026
Karomah Gus Baha Hingga Membuat Mbah Maimun Tercengang, Inilah Rahasia Yang Dimiliki
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang lebih dikenal dengan sapaan Gus Baha diyakini memiliki sejumlah karomah oleh sebagian orang.
Selain itu, Gus Baha dikenal sebagai sosok ulama yang sederhana, santun, dan kharismatik. Tidak hanya itu, Gus Baha juga diyakini memiliki karomah layaknya para wali Allah.
Gus Baha diyakini memiliki karomah melalui mata batinnya. Salah satu karomah Gus Baha yang terkenal yakni saat ia berkunjung ke makam Mbah Kholil Bangkalan.
Nampaknya, menjadi salah satu seorang wali Allah sudah menjadi cita-cita Gus Baha. Hal itu pernah diungkapkan Gus Baha dalam suatu kesempatan.
Gus Baha sendiri merupakan putra dari Kiai Nursalim, pengasuh pesantren al-Qur'an di Kragan, Narukan Rembang.
Ayah Gus Baha merupakan murid dari Kyai Arwani Kudus dan Kyai Abdullah Salam Kajen Pati. Keduanya merupakan ulama al-Qur'an besar yang pernah dimiliki oleh bangsa Indonesia.
Karomah wali yang dimiliki oleh Gus Baha ini tidak lepas dari didikan sang ayahandanya sejak kecil. Gus Baha kecil memulai menempuh gemblengan keilmuan dan hafalan al-Qur'an di bawah asuhan ayahnya.
Hingga pada usia yang masih sangat belia, konon Gus Baha telah mengkhatamkan al-Qur'an beserta qiroah nya dengan lisensi yang ketat dari ayahandanya.
Menginjak usia remaja, ayahanda Gus Baha menitipkan putranya itu untuk mondok kepada KH Maimun Zubair atau Mbah Maimun di pondok pesantren Al Anwar Sarang Rembang.
Di pondok pesantren Al Anwar inilah Gus Baha terlihat sangat menonjol dalam fan ilmu syariat seperti fikih, hadis dan Tafsir.
Saat mondok di Al Anwar ini, Gus Baha mampu menghatamkan hafalan Shohih Muslim lengkap dengan matan, rawi dan sanadnya.
Selain Shohih muslim, Gus Baha juga mengkhatamkan hafalan kitab Fathul Mu'in dan kitab-kitab gramatika Arab seperti Imrithi, dan Alfiyah Ibnu Malik.
Banyaknya hafalan yang dimiliki Gus Baha tersebut menjadikannya sebagai santri pertama Al Anwar yang memegang rekor hafalan terbanyak di eranya.
Bahkan tiap-tiap musyawarah yang akan Gus Baha ikuti, serta merta ditolak oleh kawan-kawannya. Sebab Gus Baha dinilai tidak berada pada level santri pada umumnya karena kedalaman ilmu keluasan wawasan dan banyaknya hafalannya.
Selain menonjol dengan keilmuannya, Gus Baha juga sosok santri yang dekat dengan Kyainya. Dalam berbagai kesempatan, Gus Baha sering mendampingi gurunya, yakni Mbah Maimun untuk berbagai keperluan. Mulai dari sekadar berbincang santai, hingga urusan mencari ta'bir, dan menerima tamu-tamu ulama besar yang berkunjung ke Al Anwar.
Karena kedekatannya dengan Mbah Maimun itu, Gus Baha dijuluki sebagai santri kesayangannya. Pernah pada suatu ketika, Gus Baha dipanggil untuk mencarikan ta'bir tentang suatu persoalan oleh Mbah Maimun.
Di saat inilah, kemampuan karomah Gus Baha muncul. Karena saking cepatnya, ta'bir itu ditemukan tanpa membuka dahulu referensi kitab yang dimaksud. Hingga Mbah Maimun pun terharu dan mengatakan, "Ha? Kamu memang benar-benar cerdas!,"
Selain itu, Gus Baha juga kerap dijadikan contoh teladan oleh Mbah Maimun dalam beberapa kesempatan. Mbah Maimun bercerita tentang profil santri ideal, santri yang sebenarnya itu seperti Gus Baha.
Terkait pendidikan Gus Baha, semenjak kecil hingga Gus Baha mengasuh pesantren warisan ayahnya sekarang, Gus Baha hanya mengenyam pendidikan dari dua pesantren, yakni pesantren ayahnya sendiri, dan pesantren Al Anwar Rembang.
Pernah suatu ketika, ayah Gus Baha menawarkan kepadanya untuk mondok di Yaman. Namun Gus Baha lebih memilih untuk tetap di Indonesia, berkhidmat kepada almamaternya.
Karomah lain yang dimiliki Gus Baha yakni tentang kesederhanaannya. Kesederhanaan Gus Baha bukanlah sebuah kebetulan. Namun merupakan hasil didikan ayahnya sejak kecil.
Gus Baha memang sosok yang sangat sederhana, kesederhanaannya bukan karena keluarga Gus Baha miskin.
Dari silsilah keluarga Gus Baha dari pihak ibu atau lebih tepatnya lingkungan keluarga di mana Gus Baha diasuh semenjak kecil, tiada satu keluarga pun yang miskin. Bahkan kakek Gus Baha dari jalur Ibu merupakan juragan tanah di desanya.
Karomah kesederhanaan Gus Baha sendiri konon merupakan karakter keluarga al-Qur'an yang dipegang erat sejak zaman leluhurnya.
Bahkan salah satu wasiat dari ayahnya adalah agar Gus Baha menghindari keinginan untuk menjadi manusia mulia dari pandangan keumuman makhluk atau lingkungannya.
Hal itu lah yang hingga kini mewarnai kepribadian dan kehidupan Gus Baha sehari-hari...