15/09/2016
Pertemuan Pemprov Bengkulu dengan Tim Kajian Daerah Wantannas (Dewan Ketahanan Nasional)
Kamis (15/9) di kantor gubernur.
*Kondisi Provinsi Bengkulu, Wantanas Bakal Sampaikan Ke Jokowi*
KAJIAN daerah (kajida) ke Provinsi Bengkulu, tim Wantannas (dewan ketahanan nasional) temukan sejumlah persoalan. Antara lain soal krisis listrik, minimnya akses konektivitas, juga soal tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hasil tinjauan di lapangan serta pemaparan pihak Pemerintah Provinsi Bengkulu, bakal disampaikan kepada Presiden Jokowi. Tujuannya, agar ada solusi mengenai pelbagai masalah yang selama ini menghambat perkembangan.
"Permasalahan dari sini kami tampung, kami akomodir dan analisis terlebih dahulu. Selanjutnya, akan kami teruskan kepada presiden untuk mencari solusinya,” tutur Deputi Pengembangan, Khairul Arifin di Bengkulu, pada Kamis (15/9).
Khairul menceritakan, timnya telah berkunjung ke Kabupaten Kepahiang dan temukan potensi luarbiasa. Namun, kondisinya belum berikan 'feed back' positif terhadap daerah maupun Provinsi Bengkulu. Seperti hasil komoditas kopi yang melimpah, belum mengangkat nama Bengkulu dan dampak kesejahteraan yang signifikan. Begitu juga dengan listrik di PLTA Musi yang mengasilkan 210 megawatt, ternyata kondisi daerah 180 derajat karena masih saja mengalami krisis listrik. Padahal, menurut informasi yang mereka dapatkan, Provinsi Bengkulu hanya memerlukan 140 sampai 145 megawatt saja.
"Karena tidak interkoneksi dengan Sumatera, dan jaringan dari PLTA Musi yang langsung ke sejumlah daerah masih sangat terkendala. Ini juga persoalan yang akan kita sampaikan," katanya juga menerangkan bahwa keterjaminan pasokan listrik merupakan aspek penting untuk masuknya investor.
Dalam pertemuan Pemprov Bengkulu bersama tim Wantannas di kantor gubernur itu, Plt Sekda Sudoto ungkapkan rencana Gubernur Ridwan Mukti membangun empat koridor untuk konektifitas antar provinsi. Terang Sudoto, dengan akses konektifitas maka akan mempermudah jalur distribusi sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat. Tak hanya itu, Plt Sekda juga paparkan target Ridwan Mukti untuk meretas keterisolasian desa-desa di sejumlah kabupaten se-Provinsi Bengkulu.
Menanggapi hal itu, Wantannas siap dorong dan komunikasikan dengan kementerian terkait. Pihaknya optimis, jalan penghubung antar provinsi bisa dibangun meski di kawasan hutan lindung.
"Beralih status tidak bisa, tetap milik perhutani. Kalau sekedar untuk akses jalan saya kira bisa, semacam ijin hak guna pakai," terang Khairul dan pertegas soal dibangun jalan, "sangat mungkin untuk dibangun jalan. Ini perlu kita komunikasikan."
Saat itu, hadir tim Wantannas Deputi Pengembangan Marsda TNI Khoirul Arifin, Pembantu Deputi Urusan Hukum dan Perundang-undangan, Brigjend Pol Sukma Edi Mulyono, Pembantu Deputi Urusan Pertahanan Keamanan dan Kedeputian Pengembangan, Brigjend TNI Afanti S Uloli. Analisis Kebijakan Bidang Pengembangan Keuangan dan Moneter Kedeputian, Any Hendriatny serta Analisis Kebijakan Bidang Pengembangan Militer dan Kepolisian, Sutarno. Setelah kemarin (Rabu, 14/9) berkunjung dan lakukan pertemuan dengan Pemkab Kepahiang, Kajida tim Wantannas hari ini, mereka akan berkunjung dan gelar pertemuan juga dengan Kapolda Bengkulu.
"Kita terimakasih betul ya, dengan kehadiran Wantannas ini kita bisa sampaikan segala permasalahan dan kondisi riil. Kita yakin ini akan disampaikan ke Presiden," ucap Sudoto mengapresiasi.