Belajar Alkitab - GAPPI Getsemani

Belajar Alkitab - GAPPI Getsemani Gereja Alkitab Presbyterian Protestan Indonesia (GAPPI) Getsemani yang terletak di Batu Aji, Batam, Indonesia

04/08/2026

Part 1 Rangkuman mendalam dan terperinci untuk buku A History of the Reformation (Vol. 1) karya Thomas M. Lindsay

Book I - BAB I: Kekeisaran Kepausan (The Papacy) Klaim Supremasi Universal: Kepausan abad pertengahan mengklaim dirinya sebagai satu-satunya pewaris Kekaisaran Romawi kuno yang berdaulat atas dunia sipil (12). Klaim ini didasarkan pada dokumen hukum kanon yang dipalsukan, seperti dekretal palsu dari pseudo-Isidor dan Decretum of Gratian yang menggantikan hukum kanon lama (12). Landasan teologisnya meminjam visi puitis De Civitate Dei…...

Undangan khusus untuk kita yang rindu belajar Alkitab! Mari ikuti Bible Study malam ini jam 19.00 WIB. Kita akan lanjutk...
11/06/2026

Undangan khusus untuk kita yang rindu belajar Alkitab! Mari ikuti Bible Study malam ini jam 19.00 WIB. Kita akan lanjutkan studi kita dalam Kitab Kejadian.

Ikuti secara onsite di Gereja GAPPI Getsemani atau secara online melalui ZOOM:
https://telkomsel.zoom.us/j/92464906394?pwd=GqFYWMBUCMaH8wpJY6EbewyxSAVT4I.1
Meeting ID: 924 6490 6394
Passcode: Kejadian

Informasi hubungi Pdt. Shobastian (0822-8390-0205)

Silahkan datang GRATIS! Semua diundang! Tuhan memberkati! 🙏🏻☺️

BETAPA PENTING BAGIMU UNTUK TERTANAM DAN BERTUMBUH DALAM GEREJA YANG ALKITABIAH!
30/05/2026

BETAPA PENTING BAGIMU UNTUK TERTANAM DAN BERTUMBUH DALAM GEREJA YANG ALKITABIAH!

Namun, di sinilah letak masalah terbesarnya: Bagaimana mungkin Anda bisa menguji emas rohani jika Anda tidak pernah tahu seperti apa standar emas yang asli itu? Bagaimana Anda bisa mendeteksi ajara…

Fakta paling mengejutkan ketika kita membedah naskah asli adalah: dari 50 kali kemunculan kata glōssa dalam Perjanjian B...
23/05/2026

Fakta paling mengejutkan ketika kita membedah naskah asli adalah: dari 50 kali kemunculan kata glōssa dalam Perjanjian Baru, tidak ada satu pun ayat yang menyandingkan kata glōssa dengan pneuma untuk membentuk frasa "bahasa roh".
Mari baca dengan tuntas!

Fakta paling mengejutkan ketika kita membedah naskah asli adalah: dari 50 kali kemunculan kata glōssa dalam Perjanjian Baru, tidak ada satu pun ayat yang menyandingkan kata glōssa dengan pneuma unt…

Tahukah kamu? Bahwa di dalam Alkitab Bahasa Asli (Yunani) frasa "bahasa roh" itu tidak ada? Alkitab hanya menulis "γλῶσσ...
20/05/2026

Tahukah kamu? Bahwa di dalam Alkitab Bahasa Asli (Yunani) frasa "bahasa roh" itu tidak ada? Alkitab hanya menulis "γλῶσσα" (glossa/bahasa). Lalu kenapa ada ajaran tentang "bahasa roh?" Apakah ini benar-benar sesuai dengan Alkitab?
Mari kita ikuti Bible Study Kamis ini, 21 Mei 2026 jam 19.00 WIB di Gereja GAPPI Getsemani.
Mari sama-sama kita lihat apa kata Alkitab, bahkan dari bahasa aslinya (Yunani).

Ikuti secara onsite di Gereja GAPPI Getsemani atau secara online melalui ZOOM.
Informasi hubungi Pdt. Shobastian M.Div (0822-8390-0205)

Silahkan datang GRATIS! Semua diundang! 🙏🏻☺️

"Jika Roh Kudus sedang bekerja dengan sungguh-sungguh di dalam hidup Anda, dampaknya bukanlah Anda semakin sombong denga...
16/05/2026

"Jika Roh Kudus sedang bekerja dengan sungguh-sungguh di dalam hidup Anda, dampaknya bukanlah Anda semakin sombong dengan pengalaman spiritual Anda dan hanyut dalam sensasi-sensasi pengalaman yang tidak Alkitabiah. Dampaknya adalah: Anda akan semakin mencintai Yesus Kristus, semakin mengagumi anugerah-Nya di kayu salib, dan semakin rindu menaati perintah-Nya."

Jika Roh Kudus sedang bekerja dengan sungguh-sungguh di dalam hidup Anda, dampaknya bukanlah Anda semakin sombong dengan pengalaman spiritual Anda. Dampaknya adalah: Anda akan semakin mencintai Yes…

https://whatsapp.com/channel/0029VaMBCFaGOj9lerkYLm1L/330SELASA, 12 MEIPERUMPAMAAN TENTANG TALENTA – KE NEGERI YANG JAUH...
12/05/2026

https://whatsapp.com/channel/0029VaMBCFaGOj9lerkYLm1L/330

SELASA, 12 MEI

PERUMPAMAAN TENTANG TALENTA – KE NEGERI YANG JAUH

“…kepada masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.”

Ayat Hafalan: Matius 25:15 (LAI TB): Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.

BACAAN ALKITAB

MATIUS 25:14–30

14 "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.

15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.

16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.

17 Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.

18 Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.

19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.

20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.

21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.

23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.

25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!

26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?

27 Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.

28 Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.

29 Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

Perumpamaan tentang Sepuluh Gadis menekankan pentingnya kewaspadaan. Perumpamaan tentang Talenta mengajarkan bagaimana berjaga-jaga itu dijalankan. Sekadar setuju bahwa kewaspadaan itu penting tidaklah cukup. Tuhan menghendaki agar kita memahami bagaimana hidup dalam kewaspadaan yang nyata.

Perumpamaan tentang Talenta dimulai dengan seorang tuan yang pergi ke negeri yang jauh. Ia memanggil hamba-hambanya sendiri dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Kepada yang satu ia memberikan lima talenta, kepada yang lain dua, dan kepada yang lain lagi satu. Ia memberikannya sesuai dengan kemampuan masing-masing hamba. Setelah mempercayakan hartanya, ia pun berangkat.

Tuan itu melambangkan Yesus Kristus. Hamba-hamba-Nya melambangkan semua orang yang mengaku percaya. Talenta adalah satuan ukuran berat, sekitar 34 sampai 40 kilogram. Nilai satu talenta emas tentu jauh lebih tinggi daripada satu talenta perak. Dalam perumpamaan ini, talenta melambangkan harta, waktu, dan kemampuan yang dipercayakan kepada orang-orang yang mengaku percaya.

Kepastian bahwa tuan itu akan kembali adalah fakta yang diketahui semua hamba. Namun waktu kepulangannya tidak diberitahukan. Mereka harus berjaga-jaga dan hidup dengan kesadaran bahwa ia bisa datang kapan saja. Selama ia pergi, ia mengharapkan mereka mengusahakan dan mengembangkan apa yang telah dipercayakan kepada mereka. Harta itu bukan milik para hamba; semuanya milik tuan.

Karena itu, mereka tidak memiliki alasan untuk bermalas-malasan. Sang tuan telah memberikan tanggung jawab dan kuasa kepada mereka atas hartanya. Jika ia tidak mempercayakan apa pun kepada mereka, mungkin mereka punya alasan untuk tidak melakukan apa-apa. Namun kini mereka tidak memiliki alasan untuk menjadi lalai. Mereka tetaplah hamba, bahkan ketika tuan tidak hadir secara fisik. Mereka dituntut setia bukan hanya saat diawasi.

Selama masih menjadi hamba, mereka harus menggunakan waktu dengan bijaksana, terutama pada jam-jam kerja yang seharusnya diisi dengan tanggung jawab. Sekalipun mereka diizinkan beristirahat setelah bekerja, bahkan waktu istirahat pun tetap harus dipergunakan dengan hikmat.

APLIKASI: Setiap kesempatan, kemampuan, dan sumber daya yang dimiliki adalah titipan yang harus dikelola dengan setia selama masa penantian, sehingga hidup kita mencerminkan tanggung jawab yang sadar akan pertanggungjawaban kelak.

RENUNGAN: Apakah aku menggunakan hidup, waktu, dan segala milikku sebagai titipan yang harus dipertanggungjawabkan?

DOA: Bapa di sorga, berilah aku hikmat untuk mempergunakan hari-hariku dengan bijaksana demi kemuliaan-Mu dan kebaikan sesama. Amin.

Silakan LIKE dan SHARE agar pelayanan ini dapat berkembang lebih luas lagi dan menjadi berkat bagi banyak orang, demi kemuliaan nama Tuhan.

Follow Belajar Alkitab ⛪📖's WhatsApp channel. Bagi setiap orang yang mau belajar Alkitab.. Join 25 followers for the latest updates.

09/05/2026

SABTU, 9 MEI

PERUMPAMAAN TENTANG SEPULUH GADIS – GADIS-GADIS YANG BIJAKSANA

“…Mempelai datang! Songsonglah dia!”

Ayat Hafalan: Matius 25:4 (LAI TB) sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.

BACAAN ALKITAB

MATIUS 25:1–13

1 "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.

2 Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.

3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,

4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.

5 Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.

6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

7 Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.

8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.

9 Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.

10 Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.

11 Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!

12 Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.

13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."

Seperti telah disebutkan sebelumnya, perumpamaan adalah gambaran situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari yang memiliki makna rohani, dan Yesus tidak menilai moralitas atau etika setiap unsur dalam perumpamaan tersebut. Ia memakai kebiasaan hidup pada zaman-Nya untuk menyampaikan kebenaran rohani. Dengan pengertian ini, tindakan gadis-gadis bijaksana yang tidak membagikan minyak mereka bukanlah suatu kekurangan moral, melainkan sesuai dengan kebiasaan yang berlaku.

Lima gadis yang bijaksana melambangkan orang-orang percaya yang telah dilahirkan kembali. Persiapan mereka menunjukkan bahwa mereka sungguh percaya akan kepastian kedatangan mempelai laki-laki. Mereka membawa minyak yang cukup untuk menyalakan pelita mereka, apa pun waktu kedatangannya. Mereka memberikan bukti nyata atas iman dan kesiapan mereka melalui persiapan yang berkelanjutan. Kedatangan mempelai laki-laki melambangkan kedatangan Kristus kembali.

Percaya akan kedatangan Kristus berarti juga percaya akan kematian dan kebangkitan-Nya. Iman yang hanya berupa persetujuan mental tidak berkenan kepada Allah. Iman sejati harus disertai ketaatan, yang terlihat dalam kehidupan yang dipersiapkan dengan sungguh-sungguh, sebagaimana dicontohkan oleh gadis-gadis yang bijaksana. Jika kita sungguh percaya bahwa Kristus akan datang kembali, maka kita sadar bahwa kita akan mempertanggungjawabkan hidup kita di hadapan-Nya. Setiap aspek kehidupan kita harus memuliakan Allah.

Hubungan suami-istri harus mencerminkan kasih Kristus kepada jemaat, suami mengasihi istri seperti Kristus mengasihi jemaat dan menyerahkan diri-Nya baginya. Istri tunduk kepada suami seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala rumah tangga sebagaimana Kristus adalah Kepala jemaat. Anak-anak menghormati dan menaati orang tua di dalam Tuhan. Orang percaya melayani dengan kekudusan, digerakkan oleh kasih Kristus dan kasih kepada-Nya. Mengampuni dalam segala keadaan, sebagaimana Allah telah mengampuni kita di dalam Kristus, adalah norma hidup setiap orang percaya.

Gadis-gadis yang bijaksana memahami alasan mereka menunggu dan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Mereka tahu tujuan penantian mereka. Ketika seruan tengah malam terdengar bahwa mempelai laki-laki datang, mereka siap. Tidak ada waktu untuk mencari minyak tambahan pada saat terakhir. Tidak ada kesempatan untuk persiapan mendadak. Saat itu juga atau tidak sama sekali. Syukur kepada Allah, mereka selalu siap!

APLIKASI: Iman yang sejati kepada Kristus harus terlihat dalam kehidupan yang terus-menerus dipersiapkan dalam kekudusan, ketaatan, dan kasih, sehingga kapan pun Ia datang, kita didapati siap tanpa perlu persiapan mendadak.

RENUNGAN: Bagaimana jika Kristus datang malam ini, apakah aku siap?

DOA: Bapa, tolonglah aku untuk menjadi bijaksana dan selalu siap menyambut Juruselamatku. Amin.

Silakan LIKE dan SHARE agar pelayanan ini dapat berkembang lebih luas lagi dan menjadi berkat bagi banyak orang, demi kemuliaan nama Tuhan.

Address

Jln. Gereja, Samping SMAN 5, Kav. Lama, Batu Aji
Batam
29422

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Belajar Alkitab - GAPPI Getsemani posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Belajar Alkitab - GAPPI Getsemani:

Shortcuts

Share