05/11/2020
IRONI DEMOKRASI, KESEJAHTERAAN YANG TERWAKILKAN
Kawan, mungkin engkau bosan mendengar celotehanku tentang Demokrasi. Setiap diriku berkeluh kesah akan nasib yang menimpa negeri ini, selalu demokrasi yang ku salahkan. Mulai dari masalah besar, hingga kepada persoalan kecilpun selalu Demokrasi yang menjadi pesakitan. Malang sekali dirimu Demokrasi, selalu dipersalahkan.
Apalah dayaku kawan. Memang itulah kenyataannya. Aku tak bisa lari dari kenyataan dan berhalusinasi bahwa masalah negeri ini hanya menyangkut persoalan oknum yang tidak amanah. Tidak kawan, aku tak bisa. Meskipun kilauan pedang dihadapanku, atau jeruji besi sekalipun tetap kebenaran ini yang akan aku sampaikan. Karena ini masalah prinsip. Sama halnya dengan hitungan 1 + 1 = 2. Maka tidak akan mungkin aku akan mengatakan hasilnya 7. Inilah namanya kebenaran.
Kawan, idealnya kita hidup dalam keadaan serba berkecukupan. Kita punya tambang emas, batubara, Migas, logam, hutan, laut dan kekayaan lainnya. Jumlahnya melimpah kawan. Semua itu seharusnya mampu mensejahterakan 250 juta lebih penduduk Negeri ini. Dengan fasilitas umum serba gratis mulai dari kesehatan, pendidikan, listrik dan bahan bakar. Kita tidak perlu menghabiskan waktu untuk menjadi pejuang rupiah hingga jarang berkumpul dengan keluarga dan jauh Agama.
Namun, pada kenyataanya seluruh kepemilikan umum itu dikuasai oleh segelintir asing, aseng dan asong. Mereka secara jumlah tidak bayak. Namun kekayaan 40 orang diantara mereka setara dengan 10 juta penduduk Indonesia. FANTASTIS !!!. Selamat Datang di Negara Kapitalis. Negara yang hanya berpihak kepada para Kapital (Pemilik Modal).
Mereka bisa demikian karena Demokrasi kawan. Demokrasilah yang memberikan jalan kepada mereka untuk menguasai kepemilikan umum. Dengan โberselingkuhโ dengan penguasa, maka terbitlah izin pengelolaan kekayaan alam tanpa memperhatikan lagi dampak terhadap lingkungan. DPR bukanlah hakikatnya adalah wakil rakyat. Tapi mereka adalah wakil para cukong dan konglomerat untuk mengambil proyek dipemerintahan. Itu sedikit yang bisa kuceritakan. Lain kali kita sambung lagi.
kunjungi Kami di:
https://yubi.id/pekanbarubersyariah