Kamaruz Ansoruzzaman

Kamaruz Ansoruzzaman Kadang baca, kadang nulis, banyak ngopinya ☕ | Knowledge dissemination Sesekali baca, sesekali nulis, banyak ngopi

20/09/2026

SERUAN WARGA NU: JAGA MARWAH NU, KEMBALIKAN GRATIFIKASI

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Syuriyatan wa Tanfidziyatan PWNU dan PCNU se-Indonesia, para pemilik suara Muktamar,

Jika menjelang atau saat Muktamar menerima sesuatu dari pihak lain, demi menjaga diri dan marwah NU, segera kembalikan melalui GOL KPK:

https://gol.kpk.go.id/login

Batas lapor gratifikasi 30 hari kerja. OTT KPK di suatu kementerian bisa menelusuri ke arah penerima. Jangan tunggu diperiksa. Kembalikan sekarang, bebaskan diri, bersihkan nama NU.

Mari jaga NU tetap bersih, bermartabat, dan istiqamah. Semoga Allah menjaga jamiyah kita.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Share dan suarakan sebanyak mungkin ke seluruh group WA NU jika masih peduli dan cinta pada jam’iyah NU ini.

QuasarFrontend description

Gus Yahya Cholil Staquf, Jenengan Pendekar SaestuBelajar dari Gus Yahya Cholil Staquf itu seperti diingatkan kembali ten...
01/09/2026

Gus Yahya Cholil Staquf, Jenengan Pendekar Saestu

Belajar dari Gus Yahya Cholil Staquf itu seperti diingatkan kembali tentang arti keanggunan dalam berpolitik dan berorganisasi. Beliau mengajarkan bahwa jabatan sama sekali tidak perlu diperjuangkan mati-matian, apalagi sampai mengorbankan integritas. Bahkan ketika harus kalah dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum PBNU sekalipun, beliau tetap tenang, tidak menjelekkan lawan, dan tidak menyalahkan siapa pun. Bagi beliau, kalah dengan kepala tegak jauh lebih terhormat daripada menang tapi harus membengkokkan nilai-nilai kebenaran. Yang paling membekas adalah seni perlawanannya, menghadapi segala bentuk serangan justru dengan "tidak melawan". Tanpa drama, tanpa caci maki, dan selalu mengedepankan adab serta ketenangan kelas tinggi.

Di balik gayanya yang tenang, Gus Yahya ini sebenarnya paket komplit. Beliau punya visi masa depan yang sangat tajam dan melompat jauh ke depan, didukung dengan jaringan global yang luar biasa luas. Namun, sebesar apa pun kelasnya di panggung dunia, karakternya tetap merdeka, tidak bisa didekte oleh kepentingan sempit dan tidak pernah silau oleh kilau kekuasaan. Ada independensi pemikiran yang bikin siapa pun segan, tapi di saat yang sama tetap merangkul dengan kehangatan khas santri.

Yang paling keren, sedalam apa pun beliau menyelami peradaban dan pendidikan modern, akar keislamannya tidak pernah tercabut dari bumi pesantren. Gus Yahya berhasil membuktikan bahwa kita bisa menjadi sosok yang sangat modern, rasional, dan mendunia tanpa perlu kehilangan identitas serta ketawaduan seorang santri. Dari beliau kita belajar "menjadi kuat itu tidak harus bising, dan menjadi besar itu dimulai dari menjaga adab."

Terima kasih banyak, Gus Yahya, atas segala dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin PBNU periode 2022-2026. Selamat kembali ke pangkuan pesantren, kembali mengasuh dan menemani masyarakat pelosok kampung dalam kehangatan ngaji rutin Selasa dan Jumat pagi. Doa dan harapan terbaik selalu menyertai langkah panjenengan, semoga senantiasa dianugerahi kesehatan, keberkahan umur, serta terus menjadi sumur keilmuan dan keteladanan yang tak pernah kering bagi umat dan bangsa

Salam.
Aris Shoimin

Sebuah potret atas masih berlanjutnya ketidakberdayaan kita dalam mempertahankan prinsip
31/08/2026

Sebuah potret atas masih berlanjutnya ketidakberdayaan kita dalam mempertahankan prinsip

Terima kasih, Gus Yahya, atas pengabdian luar biasa selama masa jabatan Anda. Banyak legacy dan insight yang Anda warisk...
31/08/2026

Terima kasih, Gus Yahya, atas pengabdian luar biasa selama masa jabatan Anda. Banyak legacy dan insight yang Anda wariskan untuk NU, baik untuk struktural maupun kultural.

Gus Yahya telah menancapkan fondasi tata kelola organisasi yang transformatif melalui berbagai program "Governing NU", agar NU menyambut abad ke-2 nya tumbuh lebih modern, profesional, dan akuntabel.

Terlepas dari jabatan yang diemban, sosok Gus Yahya secara pribadi juga mengajarkan banyak hal.

Saya melihat Gus Yahya sebagai pribadi yang tenang. Diterpa masalah dari pihak internal maupun eksternal, ia tetap kalem dan teduh. Tak pernah membalas dengan kata kasar, apalagi bersikap kasar kepada mereka yang menyerangnya bertubi-tubi.

Tak sekali pun ia berucap buruk tentang para ulama maupun para syuriah, bahkan kepada sesama pengurus tanfidziyah yang berbeda arah dengannya. Meski dipecat dan diopinikan negatif dari segala penjuru, ia tetap memilih bersikap dalam koridor adab dan tertib organisasi. Untuk itu, saya menyampaikan salut yang sebesar-besarnya kepada panjenengan.

31/08/2026

Realistis saja. Di zaman sekarang, mana ada yang gak perlu dana. Berbuat baik pun perlu dana-nya. Kegiatan, majelis, ponpes dll.

31/08/2026

Seporsi kunci kemenangan:

1. Rekom AHWA (komposisi wajib 6 orang pro)
2. Mengerakan perubahan mekanisme dari One Man one Vote menjadi kedaulatan AHWA.

Memang hebat 👏

30/08/2026

Semoga poro Kiai, dan seluruh pengurus yang menjadi peserta diberikan kesehatan. Pada belum tidur semua itu kayaknya..

SURAT TERBUKA (HARAPAN) UNTUK MUKTAMIRINBismillahirrahmanirrahimKepada Yth.Seluruh Pengurus NU yang Memiliki Hak Suara d...
30/08/2026

SURAT TERBUKA (HARAPAN) UNTUK MUKTAMIRIN

Bismillahirrahmanirrahim

Kepada Yth.
Seluruh Pengurus NU yang Memiliki Hak Suara di Muktamar ke-35
di tempat.

Dari saya, Kamaruz Ansoruzzaman, Generasi Muda NU, Nahdliyin sejak lahir.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sejujurnya, program yang digagas Gus Yahya, mulai dari Digdaya NU, Sa'adatuna, hingga program lain yang terangkum dalam istilah "Governing NU", sangat membanggakan bagi saya sebagai warga nahdliyin.

Program ini pada dasarnya adalah fondasi tata kelola. Jika tata kelola sudah presisi dan memiliki pakem yang jelas, saya percaya NU ke depan akan semakin maju, mampu berinovasi lebih percaya diri, serta berjalan secara profesional dan akuntabel.

Namun, ada satu persoalan mendasar yang menurut saya menjadi lubang terbesar dari program Gus Yahya ini: waktu.

Mematangkan program sebesar ini tidak bisa diselesaikan hanya dalam lima tahun, mengingat ekosistem yang diurus NU sangat luas dan kompleks. Ini adalah revolusi sistem, dan setiap perubahan sistem membutuhkan waktu untuk diuji, diperbaiki, hingga akhirnya menjadi kebiasaan baru di seluruh struktur NU, dari PBNU sampai ranting.

Karena itu, izinkan saya menitipkan harapan ini dengan sepenuh hati khususnya kepada para Kiai yang punya hak suara: berikan kesempatan kepada Gus Yahya untuk menuntaskan fondasi ini hingga periode keduanya selesai. Bukan untuk siapa-siapa, melainkan untuk NU yang kita dan jutaan nahdliyin lain cintai ini.

Sebab, apabila fondasi ini telah berdiri kokoh, wajah baru bisa datang kapan saja tanpa perlu ada yang dikhawatirkan. Karena yang diwariskan bukan lagi program yang rentan terhenti di tengah jalan, melainkan sistem yang siap dilanjutkan oleh siapa pun yang kelak dipercaya oleh Muktamirin berikutnya.

Demikian harapan ini saya titipkan, dari seorang nahdliyin kepada para penjaga amanah jam'iyyah. Semoga Kiai, Para Ketua Pengurus NU berkenan mempertimbangkannya dengan hati yang jernih.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Kamaruz Ansoruzzaman
—Nahdliyin—

Semoga Kyai Sepuh berkenan menyelamatkan marwah dan kehormatan Nahdlatul Ulama dengan menerima amanah sebagai Rais Aam.D...
30/08/2026

Semoga Kyai Sepuh berkenan menyelamatkan marwah dan kehormatan Nahdlatul Ulama dengan menerima amanah sebagai Rais Aam.

Di tengah dinamika Muktamar yang semakin menghangat, harapan terbesar seluruh Nahdliyin tentu bukan kemenangan satu pihak atas pihak lainnya, melainkan agar NU tetap utuh, teduh, bermartabat, dan terhindar dari mafsadat yang lebih besar.

Dalam kaidah fiqh, ketika dihadapkan pada keadaan yang berpotensi menimbulkan kemudaratan, memilih jalan yang paling mampu mencegah mafsadat adalah bagian dari ikhtiar menjaga kemaslahatan.

Karena itu, ketika para muktamirin memberikan dukungan suara kepada Kyai Sepuh, sesungguhnya yang sedang disampaikan bukan semata mata pilihan terhadap seorang figur.

Di dalamnya terdapat amanah, harapan, dan kepercayaan agar NU memiliki jalan keluar yang bermartabat dari dinamika yang sedang berlangsung.

Mandat para muktamirin adalah suara jam’iyyah yang patut dihormati. Dan ketika suara itu meminta Kyai Sepuh berkenan menerima amanah sebagai Rais Aam, kiranya permintaan tersebut dapat dipandang sebagai ikhtiar bersama untuk menjaga kehormatan NU.

Semoga Kyai Sepuh berkenan menerima mandat tersebut. Bukan karena mengejar jabatan, tetapi karena kesediaan untuk memikul amanah ketika NU membutuhkan keteduhan, kebijaksanaan, dan keteguhan seorang ulama.

Semoga Allah memberikan petunjuk kepada Kyai Sepuh untuk mengambil keputusan terbaik bagi Nahdlatul Ulama. Keputusan yang menjaga persatuan, menyelamatkan marwah jam’iyyah, dan menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh Nahdliyin.

Address

Jalan Hassanuddin, No, 02 Gedung NU Kota Banjarmasin
Banjarmasin
70248

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kamaruz Ansoruzzaman posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Kamaruz Ansoruzzaman:

Shortcuts

Share