DPD LDII Kab. Merangin

DPD LDII Kab. Merangin Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from DPD LDII Kab. Merangin, Religious organisation, Bangko.

*Pilkada Berpotensi Rawan, Ketum LDII Ingatkan Esensi Berdemokrasi*Jakarta (18/11). Potensi rawan dalam Pilkada hanya bi...
18/11/2024

*Pilkada Berpotensi Rawan, Ketum LDII Ingatkan Esensi Berdemokrasi*

Jakarta (18/11). Potensi rawan dalam Pilkada hanya bisa diredam bila para kontestan, pendukung, pemilih, penyelenggaran dan aparat menyadari esensi berdemokrasi. Salah satunya, adalah upaya mendudukkan kepala daerah yang terbaik, untuk memimpin suatu wilayah berdasarkan pilihan mayoritas dengan tertib dan aman.

Untuk itu, perlu kompetisi yang sehat disikapi dengan lapang dada dan sikap berpolitik yang dewasa. Hal tersebut ditekankan Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso, dalam keterangan pers pada Senin (18/11).

"Pilkada merupakan pesta demokrasi pada level kabupaten/kota dan provinsi. Primordialisme menjadi ciri khas dari Pilkada, di mana perasaan kesukuan dan tradisi, bahkan agama menjadi faktor yang sangat kuat bagi pemilih," paparnya.

KH Chriswanto mengingatkan, di tengah primordialisme yang menguat itu, semua pihak harus berupaya makin dewasa dalam berpolitik. Menurutnya, Pilkada adalah jalan untuk memberikan yang terbaik bagi pembangunan daerah, di atas kepentingan pribadi, kelompok, agama, kesukuan maupun kepentingan-kepentingan tertentu.

Ia pun mengingatkan, di tengah primordialisme perlu berdewasa dalam politik, "Primordialisme dalam konsep persatuan dan kesatuan, menciptakan kerawanan tersendiri. Kami mengimbau para kontestan dan pendukungnya, tidak menggunakan politik identitas," ujar KH Chriswanto mengingatkan.

Politik identitas pada era media sosial, seperti menyirami api dengan minyak. Penyebarannya sangat cepat sekaligus dampak kerusakannya juga meluas. Dalam kondisi tersebut, perpecahan dan tindakan intoleransi sangat mudah terjadi di tengah masyarakat yang beragam.

"Semua harus menyadari Indonesia itu unik. Sebuah provinsi atau kabupaten, memiliki puluhan suku di dalamnya. Bahkan kabupaten yang satu suku, memiliki adat istiadat yang berbeda," paparnya.

Menurutnya, Ini berkah tapi juga rawan bila ada pihak yang ingin merusak harmoni tersebut. Ia pun mengimbau untuk menjaga persatuan, ormas-ormas keagaman yang merupakan representasi masyarakat harus menegaskan dirinya netral aktif. Namun terus mendorong warganya untuk menggunakan hak pilihnya.

"Saat ormas keagamaan menunjukkan dukungannya secara terbuka, keberpihakan itu akan berdampak bagi warganya. Warga bisa jadi sasaran ketidakpuasan bila ada pihak yang kalah," ujar KH Chriswanto.

Menurutnya Pilkada memiliki dampak signifikan terhadap kondisi politik, sosial dan ekonomi. Untuk itu ia mendorong warga LDII untuk menyalurkan hak pilihnya dengan bijak dalam menentukan masa depan bangsa Indonesia, “Kami mendorong untuk menggunakan hak pilihnya dan ikut membantu agar penyelenggaraan Pilkada bisa berjalan dengan dengan baik, dan lancar,” lanjutnya.

Sementara terkait sikap LDII menghadapi Pilkada 2024, KH Chriswanto menegaskan LDII memegang teguh sikap netral aktif sebagai wujud komitmen menjaga kerukunan dan persatuan di tengah suasana politik yang kian memanas. Selain itu, LDII juga berharap Pilkada serentak di seluruh Indonesia dapat berjalan damai dan sukses.

“Netral artinya kita tidak berpihak pada salah satu calon kepada daerah atau partai manapun. Warga LDII harus berperan aktif menyerukan kepada warga LDII agar terlibat aktif menyukseskan Pilkada secara damai dan jurdil. Selain itu setiap warga LDII dilarang menunjukkan dukungan atau berpihak pada paslon tertentu. LDII merupakan bagian dari elemen bangsa, memiliki tanggung jawab turut menjaga kondusivitas, keamanan, dan ketertiban baik pada level nasional maupun provinsi dan kabupaten/kota,” ungkapnya.

DPP LDII Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Sumpah Pemuda untuk Hadapi Tantangan GlobalJakarta (28/10). Sumpah Pemuda ...
28/10/2024

DPP LDII Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Sumpah Pemuda untuk Hadapi Tantangan Global

Jakarta (28/10). Sumpah Pemuda yang dicetuskan pada 28 Oktober 1928 merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Para pemuda dari berbagai daerah yang tergabung dalam Kongres Pemuda II dengan berani menyatakan persatuan dalam satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa—yaitu Indonesia. Deklarasi ini menjadi simbol perlawanan terhadap kolonialisme, serta dorongan kuat untuk memperjuangkan kemerdekaan dan membangun identitas kebangsaan yang solid.

Meskipun Indonesia belum merdeka saat itu, para pemuda pada 1928 memiliki visi jauh ke depan, menyadari bahwa persatuan sangat penting untuk meraih cita-cita kemerdekaan. Sumpah Pemuda pun memberikan modal sosial yang penting dalam menyatukan berbagai suku, budaya, dan bahasa di Nusantara, yang menjadi dasar perjuangan hingga Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Ketua DPP LDII Edwin Sumiroza mengungkapkan saat itu para pemuda gigih memperjuangkan Sumpah Pemuda tidak sekadar punya modal pekik. Mereka mencetuskan visi tentang bagaimana bangsa ini harus merawat persatuan di masa depan. Mereka memperjuangkan persatuan dengan visi besar Bhinneka Tunggal Ika, yang menjaga harmoni di tengah keragaman.

“Sumpah Pemuda sebagai pemikiran Pemuda yang selalu maju dengan mimpi besar. Keberanian pemuda untuk bertekad menghimpun kekuatan bangsa saat itu melalui persatuan sebuah bangsa dari berbagai keragaman suku, budaya, agama dan bahasa,” ungkap Koordinator Bidang Pemuda, Kepanduan, Olahraga, Seni dan Budaya (PKOSB) DPP LDII.

Edwin menekankan bahwa toleransi menjadi modal utama dalam merajut persatuan di tengah keragaman tersebut. Dengan semangat itu, Sumpah Pemuda telah menjadi fondasi sosial dan budaya yang terus dijaga hingga kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Kini, semangat tersebut diharapkan terus hidup sebagai inspirasi bagi generasi muda untuk memperkokoh persatuan dan merawat kebhinekaan yang menjadi kekayaan Indonesia, terutama dalam menghadapi arus globalisasi di era modern.

“Di era globalisasi ini, pemuda Indonesia perlu lebih peka dan selektif terhadap informasi serta pengaruh dari luar. Tantangan yang kita hadapi hari ini berbeda, tetapi esensi yang diwariskan Sumpah Pemuda tetap sama—memupuk persatuan dalam keberagaman,” jelasnya.

Edwin menegaskan bahwa penguatan nasionalisme, wawasan kebangsaan, bela negara dan cinta tanah air harus tetap menjadi prioritas utama. Melalui pendidikan, budaya, dan karya, pemuda diharapkan mampu memperkuat identitas Indonesia di kancah internasional sambil tetap berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa.

“Bangga dan mencintai negeri ini adalah hal yang sangat penting. Pemuda kita harus berani berkarya untuk kemajuan dan membawa warna Indonesia di kancah global,” tambahnya.

Edwin mengajak generasi muda untuk meneladani semangat dan cita-cita Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari, “Mari beramal sholeh merawat kebhinekaan, bangun persatuan, dan wujudkan cita-cita kemerdekaan melalui inovasi dan karya yang membanggakan. Jadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai amal jariyah yang akan menginspirasi generasi mendatang,” tutup Edwin.

Senada dengan Edwin, Sekretaris Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya mengatakan semangat Sumpah Pemuda masih relevan dengan generasi muda saat ini, “Justru saat inilah generasi muda menghadapi tantangan besar agar Indonesia tetap eksis dalam dinamika global. Mereka juga menghadapi perubahan akibat era digital yang terbukti mulai menggerus nilai-nilai kebangsaan,” tanggapnya.

Untuk itu, Dody mengungkapkan LDII berkomitmen membangun generasi muda menjadi sumberdaya unggul membangun moral generasi penerus bangsa dengan karakter profesional religius. Salah satu tujuan pendidikan nasional adalah pembangunan karakter yang bersandar pada ideologi Pancasila. Penanaman nilai-nilai nasionalisme dan pembangunan karakter yang kuat menjadi keharusan.

“Kami berkomitmen membangun moral generasi penerus bangsa, yang menitikberatkan pada akhlakul karimah, alim faqih, dan mandiri. Dengan karakter itu, LDII bercita-cita besar sebagaimana para generasi muda pencetus sumpah pemuda mengenai negeri yang satu yakni makmur dan sejahtera yang terbebas dari penindasan. Pemahaman Pancasila dan budaya Indonesia yang kuat akan menjadi bekal bagi generasi muda untuk terjun ke masyarakat global, tanpa kehilangan ciri dan identitasnya sebagai bangsa Indonesia,” tutupnya.

Hari Santri 2024, DPP LDII Ajak Santri Tingkatkan Kontribusi Majukan NegeriJakarta (22/10). Hari Santri merupakan pengha...
22/10/2024

Hari Santri 2024, DPP LDII Ajak Santri Tingkatkan Kontribusi Majukan Negeri

Jakarta (22/10). Hari Santri merupakan penghargaan terhadap KH Hasyim Asy’ari, yang memfatwakan Resolusi Jihad, pada 22 Oktober 1945, yang mendorong para santri turut mempertahankan kemerdekaan dalam pertempuran Surabaya. Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP LDII saat ditemui di Kantor DPP LDII, Jumat (18/10).

“Kami warga LDII di seluruh Indonesia memaknai Hari Santri dengan meneladani daya juang mereka. Santri dalam era Indonesia modern dituntut untuk mendorong kemajuan di segala bidang. Mereka berdakwah dalam dimensi yang makin luas,” ujarnya.

KH Chriswanto menyebut, para santri tidak hanya sekadar mengajak kepada kebaikan dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah, tapi memberi teladan dengan berkiprah secara profesional di bidang ekonomi, politik, ekonomi, sosial budaya hingga teknologi tinggi.

“Inilah yang kami sebut insan profesional religius. Dengan semangat hari santri, mari menjadikan Indonesia negara maju yang bermartabat dan selalu memperoleh kebarokahan dan ridho Allah Subhana Wa Ta Ala,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah, Kediri, Jawa Timur, KH Sunarto mengatakan, setiap kali memperingati hari santri, seyogyanya momentum ini dijadikan sarana untuk merefleksi diri sejauh mana peranan yang telah dan akan terus dilakukan, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia para santri dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Peringatan Hari Santri tahun 2024 mengusung tema “Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan”. Tema tersebut menyiratkan dua makna sekaligus yakni makna historis dan makna kontekstual.

“Makna historis mengingatkan kepada kita tentang peran besar para ulama dan santri pada masa lampau, dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui resolusi jihad. Mereka berperang melawan kezaliman penjajah yang puncaknya terjadi pada tanggal 10 November 1945 yang kemudian dikenal sebagai Hari Pahlawan,” ungkapnya.

Sedangkan makna kontekstual, menurutnya adalah menegaskan kembali tentang peran ulama dan santri, terutama setelah selesai masa belajarnya. Untuk tetap melaksanakan amar makruf nahi munkar, dakwah yang sejuk, memiliki toleransi yang tinggi.

“Bisa saling menghormati dan menghargai terhadap perbedaan, keberadaan dan keyakinan kelompok masyarakat lain. Dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kesantunan dan kebajikan untuk bersama-sama memajukan bangsa dan negara, melawan kebodohan dan ketertinggalan,” urainya.

Dengan demikian, makna menyambung juang yang termaktub dalam tema tersebut bukanlah berperang, melainkan lebih diartikan sebagai perjuangan intelektual, yaitu perjuangan para ulama dan santri bersama komponen masyarakat lain, untuk menghilangkan kemiskinan dan kebodohan.

“Dengan berbekal ilmu pengetahuan keimanan dan ketakwaan yang dimiliki bisa memberikan kontribusi yang maksimal dalam merengkuh masa depan, yaitu menjadi bangsa yang cerdas, bermartabat, maju dan sejahtera,” tutupnya.

KH Sunarto yang juga Dewan Penasihat DPP LDII itu menegaskan, sejak awal berdirinya Pondok Pesantren Wali Barokah terus melaksanakan perbaikan dan penyempurnaan, sesuai dengan fungsi pesantren terutama di bidang pendidikan dan dakwah.

“Para pengasuh, guru dan pengurus pondok berkomitmen untuk mempersiapkan para santri agar menjadi juru dakwah, muballigh dan muballighot yang profesional religius, yakni berakhlakul karimah, berkarakter luhur, memiliki pengetahuan dan kefahaman agama yang kuat, mandiri serta berwawasan kebangsaan yang luas,” tegasnya.

PC LDII Bangko Helat Kerja Bakti Bangun Area Parkir dan Lapangan Bulu TangkisMerangin (21/10). PC LDII Bangko menghelat ...
21/10/2024

PC LDII Bangko Helat Kerja Bakti Bangun Area Parkir dan Lapangan Bulu Tangkis

Merangin (21/10). PC LDII Bangko menghelat kerja bakti pembangunan area parkir dan lapangan bulu tangkis di halaman Masjid Baitul Makmur, Merangin, Jambi, pada Minggu (20/10).

Sekretaris DPD LDII Merangin, Sobani mengungkapkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kelengkapan sarana ibadah, serta sarana olah raga bagi warga LDII dan sekitarnya.

“Semoga warga LDII, dan warga sekitar, dapat memanfaatkan fasilitas ini, untuk mengasah minat dan bakat, serta hobi bulu tangkis. Sehingga kebugaran terjaga dan dapat menunjang ketertiban beribadah,” ujarnya.

Kerja bakti tersebut, diawali dengan meratakan tanah, dilanjutkan dengan pengecoran. “Agar struktur tanah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” kata Sobani.

Selanjutnya, Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Huda, Luluk Miftahudin berpesan untuk menjaga fasilitas yang telah dibangun tersebut dengan sebaik-baiknya. “Mari jaga kebersihan dan keindahan lapangan bulu tangkis ini. Mari saling mengingatkan dan bekerja sama, agar lapangan ini terus berfungsi dengan optimal,” katanya.

Turut hadir dalam kerja bakti tersebut, Ketua PAC LDII Pematang Kandis Burusdianto, Ketua PC LDII Bangko Untung, dan Ketua Senkom Mitra Polri Kota Bangko Oetomo Sanjaya, serta warga PC LDII Kota Bangko.(Oetomo)

Kominfo dan DPP LDII Ingatkan Era Digital Membawa Kebaikan Sekaligus KemudaratanJakarta (20/20). Literasi digital merupa...
20/10/2024

Kominfo dan DPP LDII Ingatkan Era Digital Membawa Kebaikan Sekaligus Kemudaratan

Jakarta (20/20). Literasi digital merupakan kebutuhan mendesak, karena era digital memiliki sisi positif dan negatif. Orangtua harus mengawasi penggunaan gawai, agar anak terhindar dari efek negatif.

Hal tersebut ditekankan Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso, saat membuka webinar bertajuk ‘Pemanfaatan Teknologi dan Gadget untuk Kemandirian Ekonomi Keluarga’ pada Sabtu (19/10) di Kantor DPP LDII, Jakarta.

Kebutuhan terhadap literasi digital, mendorong DPP LDII menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengadakan webinar terkait penggunaan gawai. Menurutnya, generasi terus berganti sehingga pemahaman literasi perlu terus dilanjutkan.

Dua prinsip memahami literasi digital, adalah teknologi digital bisa mendatangkan petaka dan juga keuntungan. “Orang terjebak dengan pinjol, judi online, bahkan tawuran atau hal maksiat lain ya dari digital ini. Ini sisi negatif. Sisi lainnya perlu memahami agar bisa mengambil manfaatnya,” ujar KH Chriswanto.

Tanpa adanya pembekalan kepada orang tua, tentang mudarat dan kebaikan penggunaan gawai, bisa sangat berbahaya. “Maka literasi digital jadi prioritas untuk menjaga masyarakat, umat, dan orangtua agar tidak jadi sasaran berbagai hal negatif,” imbuhnya.

Menurutnya, DPP LDII juga melihat potensi yang besar dari internet untuk pemberdayaan ekonomi. “Digital bisa kita manfaatkan untuk pemberdayaan keluarga,” ujarnya.

Internet juga bisa membantu mendorong keberhasilan ekonomi keluarga seperti contoh, karyawan biasa mampu mengembangkan usaha. Mereka mampu berproduksi menjadi industri kecil keluarga, kemudian memasarkan produknya dengan cara digital marketing.

“Ketika keluarga dibangun dengan ekonomi yang mapan, keluarga bisa sejahtera, insya Allah lahir generasi yang terbaik,” tutur KH Chriswanto.

KH Chriswanto mengapresiasi kehadiran Ditjen Aplikasi Telematika (Aptika) Kominfo, dan berharap adanya kerja sama lanjutan untuk pembinaan umat. “Saya berharap jika seluruhnya menerapkan dan memahami literasi digital, kerja sama yang berlangsung menjadi lebih produktif,” ujarnya.

Senada dengan KH Chriswanto, Dirjen Aptika Kominfo Hokky Situngkir mengatakan, jaringan teknologi di Indonesia telah lebih terkoneksi dari sebelumnya. “Jika tidak waspada dan bijak dalam penggunaan gadget, Gen Z menghadapi banyak pengaruh negatif,” ujarnya.

Dengan adanya internet, ratusan perangkat atau aplikasi tumbuh dengan kecepatan 10 kali lipat. Keberadaan aplikasi menyumbang empat persen Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Karena itu, menurut Hokky, jika keluarga berhasil memanfaatkannya, pertumbuhan ekonomi ikut meningkat pada 2030 nanti.

Namun Indonesia juga menghadapi tantangan berbahaya seperti situs pornografi, judi online, dan berbagai hal negatif lainnya. Mengantisipasi hal itu, Hokky mengatakan, pihaknya membuat hotline untuk laporan pengaduan terkait penyalahgunaan aplikasi.

Ia juga mendukung upaya LDII yang memprioritaskan literasi digital untuk kemandirian keluarga. Pada kesempatan itu, Hokky juga memaparkan empat aspek literasi digital untuk menghadapi tantangan digital skill, ethics, culture, dan digital safety, “Regulasi mungkin mengatur situs-situs terlarang tersebut, tapi benteng pertahanan utama dari diri sendiri,” ujarnya.

Selanjutnya, Hokky berharap para stakeholder maupun masyarakat terus mendukung program Kominfo lewat perluasan kerja sama. “Seberapa hebat keuntungan dan kesejahteraan yang didapat dari teknologi, perlu diawasi agar tidak semakin tercemar hal negatif,” pungkasnya.

Ini Dia Pesan LDII untuk Presiden Prabowo dan Wapres Gibran di Hari PelantikanJakarta (20/10). Sidang Paripurna MPR RI m...
20/10/2024

Ini Dia Pesan LDII untuk Presiden Prabowo dan Wapres Gibran di Hari Pelantikan

Jakarta (20/10). Sidang Paripurna MPR RI melantik Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menjadi presiden dan wakil presiden RI pada Minggu (20/10). Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso mewakili warga LDII di seluruh Indonesia memberikan selamat sekaligus menitipkan pesan, agar program pembangunan selalu berorientasi merawat kebangsaan dan berkeadilan sosial.

“Masalah kebangsaan adalah masalah klasik bangsa Indonesia yang sering terabaikan. Padahal ketimpangan sosial, ekonomi, politik, dan dominasi kekuasaan oleh sekelompok golongan bisa membuyarkan kebangsaan kita yang telah dirintis sejak 1928,” ungkap KH Chriswanto Santoso.

Ia berpandangan setelah 1945, bangsa Indonesia menegakkan persatuan dan kesatuan dengan pendekatan yang keras. Setelah Reformasi, pendekatan militeristik untuk memperkuat persatuan bangsa mulai ditinggalkan, namun hasilnya belum maksimal karena berbagai faktor.

“Pada masa Orde Lama dan Orde Baru tuntutan kepada pemerintah pusat disikapi dengan cara militer. Saat Reformasi masalah anggaran yang kurang, premanisme politik, dan korupsi membuat pembangunan tersendat. Kelambanan pembangunan yang menerbitkan kekecewaan itu kemudian dipolitisasi oleh gerakan separatisme,” keluh KH Chriswanto.

Menurutnya, kesejahteraan sosial yang bisa diwujudkan dengan program pembangunan nasional bisa terus menyatukan bangsa Indonesia seabad lagi. Ia mengatakan, para generasi muda mendatang sudah semakin luntur pengetahuan mengenai sejarah bangsa, yang berakibat pada tuntutan pemerataan pembangunan untuk menghilangkan kesenjangan.

KH Chriswanto pun mengingatkan, agar perekat bangsa semakin kuat memerlukan dua pendekatan penting yakni, pertama pembangunan berkelanjutan untuk memastikan pemerataan kesejahteraan. Kedua, internalisasi nilai-nilai kebangsaan dengan cara kreatif semakin penting, di tengah gempuran ideologi transnasional.

“Pelajaran sejarah dan upacara bendera kerap dianggap tidak penting oleh generasi muda, untuk itu perlu cara kreatif agar identitas bangsa dapat terus dipertahankan, untuk merawat keindonesiaan kita,” papar KH Chriswanto. Persatuan dan kesatuan inilah yang jadi modal sosial untuk mencapai tujuan pembangunan nasional.

Menurutnya, bila dua hal tersebut dapat dilakukan Presiden Prabowo dan kabinetnya, bangsa Indonesia bisa melihat Indonesia seabad lagi sebagai negara yang maju dan utuh, tidak bercerai berai.

Sementara itu, Sekretaris Umum DPP LDII Dody Taufik Wijaya mengatakan, tantangan ke depan makin berat. Pelantikan Prabowo dan Gibran, menurut Dody sedang menghadapi senja peradaban dunia pasca-Perang Dingin. Perang berkelanjutan mengakibatkan harga energi tidak menentu, demikian p**a ekonomi dunia.

“Dunia sedang terpolarisasi untuk lepas dari kekuasaan dan hegemoni Amerika dan Eropa Barat. Tentunya mengakibatkan berbagai goncangan, baik ekonomi dan politik luar negeri. Aliansi Rusia, China, India dan negara-negara lain melawan Blok Barat merupakan tantangan bagi Indonesia, yang secara langsung juga mempengaruhi pembangunan nasional dan kesejahteraan rakyat,” tutur Dody.

Belum lagi persoalan energi, pangan, dan lingkungan yang terus rusak akibat perubahan iklim. Semua persoalan itu membutuhkan pemikiran dan upaya berbagai pihak. Menurut Dody, LDII telah menjalankan “8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa”, berupa kebangsaan, keaganaan (dakwah), pendidikan umum, ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan, ekonomi syariah, kesehatan, teknologi digital/AI, dan energi baru terbarukan, bertujuan untuk membantu pemerintah menghadapi masalah global itu.

“Kami meminta delapan program kerja LDII tersebut, juga menjadi program prioritas pemerintah. LDII memiliki kapabilitas, namun memerlukan otoritas yang dimiliki pemerintah untuk mempercepat pelaksanaan program-program tersebut,” pungkas Dody.

‎اَلْحَمْدُ للَّهِ جَزَا كُمُ الله خَيْرًاTerima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presi...
20/10/2024

‎اَلْحَمْدُ للَّهِ جَزَا كُمُ الله خَيْرًا
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH. Maruf Amin beserta jajarannya atas dedikasinya memimpin Indonesia periode 2019-2024. LDII mengapresiasi berbagai perkembangan dan kemajuan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH. Maruf Amin.

Selanjutnya, menyambut kepemimpinan baru, kami mengucapkan selamat bekerja, bertugas dan mengemban amanah kepada Presiden Bapak Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Semoga di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo dan Mas Gibran, Indonesia semakin maju, adil, makmur, sejahtera, dan berdaya saing tinggi.

LDII berkomitmen untuk terus melanjutkan kerja sama dan mendukung pemerintahan baru dalam berbagai program strategis demi kemajuan bangsa.

Dengan kolaborasi dan gotong royong yang kuat, kami yakin Indonesia akan menjadi bangsa besar yang mampu menghadapi tantangan global dan mewujudkan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045.
---------------
Follow & Subscribe
Website : www.ldii.or.id | www.nuansaonline.net
Youtube : LDII TV
Facebook : Lembaga Dakwah Islam Indonesia
Twitter :
Instagram :
Tiktok :

17/10/2024

Merangin (17/10). Menjelang Pilkada serentak 2024, Ketua DPD LDII Kabupaten Merangin, Sofyan menegaskan pihaknya berprinsip netral aktif. Hal tersebut ia ungkapkan di kantor DPD LDII Merangin, Jambi, pada Selasa (15/10). “Warga LDII Merangin siap menyukseskan Pilkada serentak yang akan dilaksanaka...

16/10/2024
LDII Hadiri Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Pengambilan Sumpah Presiden dan Wakil PresidenDepok (15/10). Presiden Joko Wi...
15/10/2024

LDII Hadiri Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Pengambilan Sumpah Presiden dan Wakil Presiden

Depok (15/10). Presiden Joko Widodo menghadiri apel kesiapan pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden 2024, di Markas Komando Korps Brigade Mobil Kepolisian Republik Indonesia (Mako Brimob Polri) Kelapa Dua, Kota Depok, Jawa Barat pada Senin (14/10). Saat tiba di Mako Brimob, Presiden Jokowi disambut oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Usai menerima penghormatan dari jajar kehormatan, Presiden menaiki kendaraan taktis Maung menuju ke mimbar kehormatan. Apel diawali dengan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, Presiden didampingi Kapolri menuju ke mimbar apel dan memperoleh penghormatan kebesaran.

Pada kesempatan ini, Presiden mendapat penghargaan medali kehormatan, keamanan dan keselamatan publik Loka Praja Samrakshana dan pemberian warga kehormatan Korps Brimob Polri. Kapolri memberikan langsung penghargaan tersebut atas jasa luar biasa, terhadap pengembangan dan kemajuan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan serta penegakan hukum demi keamanan masyarakat, bangsa, dan negara.

Selanjutnya, Presiden memberikan tanda kehormatan Nugraha Sakanti kepada tujuh satuan kerja Polri. Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 138/TK Tahun 2024 yang ditetapkan di Jakarta, pada tanggal 14 Oktober 2024, tentang penganugerahan tanda kehormatan Nugraha Sakanti.

Tanda kehormatan tersebut diberikan kepada kesatuan kerja di lingkungan Polri, yaitu Korbrimob Polri, Bareskrim Polri, Baharkam Polri, Korlantas Polri, Divisi Hubungan Bidang Internasional Polri, Densus 88 Antiteror Polri, dan Pusdokkes Polri. Penghargaan ini diterima oleh pimpinan masing-masing satuan. Seperti satuan Korbrimob Polri diterima oleh Kakorbrimob Polri Komjen Imam Widodo, Satuan Bareskrim Polri diterima oleh Kabareskrim Porli Komjen Wahyu Widada.

Lalu, Satuan Baharkam Polri diterima oleh Kabaharkam Polri Komjen Fadil Imran, Satuan Korlantas Polri diterima oleh Irjen Aan Suhanan, Satuan Divhubinter Polri diterima oleh Kadivhubinter Polri Irjen Krishna Murti, Satuan Densus 88 Antiteror Polri diterima oleh Kadensus Irjen Sentot Prasetyo, dan Satuan Pusdokkes Polri diterima oleh Kapusdokkes Irjen Asep Hendradiana.

Nugraha Sakanti merupakan tanda kehormatan yang diberikan pada satuan kerja Polri yang dinilai telah berjasa di bidang kepolisian serta bermanfaat bagi bangsa dan negara. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa pemberian tanda kehormatan Nugraha Sakanti oleh Presiden Joko Widodo kepada tujuh satuan kerja (satker) Polri menjadi amanah untuk bekerja lebih baik.

“Penganugerahan yang diberikan oleh Bapak Presiden kepada kita ini, sekaligus menjadi amanah dari Bapak Presiden agar kami semua ke depan bekerja dengan lebih baik sesuai dengan apa yang menjadi harapan dan amanah rakyat,” kata Kapolri.

Apel diikuti 15.000 personel Polri dan dihadiri tokoh-tokoh masyarakat, pimpinan organisasi kemasyarakatan dan pengasuh pondok pesantren. DPP LDII dalam kegiatan tersebut diwakili Ketua DPP LDII Rulli Kuswahyudi.

Pada kesempatan itu Rulli mengungkapkan bahwa acara tersebut memperlihatkan kesiapan Polri dalam mengawal proses pelantikan. “Kita melihat Polri sudah sangat siap untuk menjaga jalannya proses pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. LDII sebagai bagian dari masyarakat siap bekerja sama dan mendukung terciptanya kamtibmas,” ujar Rulli.

LDII seperti yang diputuskan dalam Rakornas LDII 2024 menegaskan komitmennya dalam mendukung program prioritas pemerintah yang telah selaras dengan hasil Rakernas LDII 2023, seperti kebangsaan, keagamaan, pendidikan, kesehatan, pembangunan SDM, teknologi digital, ekonomi syariah, ketahanan pangan, lingkungan hidup, serta energi baru terbarukan. “Harapan kami, dengan program-program ini, Indonesia dapat menjadi negara yang mandiri dan mampu mencapai visi Indonesia Emas 2045,” tambah Rulli.

Lebih lanjut, Rulli menyampaikan pentingnya peran generasi muda dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, terutama menuju visi Indonesia Emas 2045. “Kami berharap generasi muda diberikan peran yang lebih besar dalam pembangunan. Dengan SDM yang berkualitas dan kompetensi yang baik, generasi ini akan mampu mengisi berbagai bidang pembangunan yang ada,” tambahnya.

Address

Bangko

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when DPD LDII Kab. Merangin posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share