Pdt Nekson M Simanjuntak

Pdt Nekson M Simanjuntak Renungan Harian Sumber Kehidupan: memberikan kekuatan, inspirasi dan motivasi/spirit bagi pembaca.

Memang AI ini sangat membantu dalam banyak hal. Tadi saya minta dia membuatkan tata letak kalimat sapaan pagi ini. Bagus...
07/08/2026

Memang AI ini sangat membantu dalam banyak hal. Tadi saya minta dia membuatkan tata letak kalimat sapaan pagi ini. Bagus juga untuk menyapa dan menyemangati kita di siang hari ini. Secara khusus ya g mengampaikan pergumulannya dlm inbox kiranya diberi kekuatan dalam melampauhi pergumulan yang sedang dihadapi. Salam sehat dan tetap melangkah di dalam Tuhan.

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUPKekuatan, Inspirasi dan MotivasiJumat, 07 Agustus 2026ALLAH MENGASIHI ORANG YANG MEMBERI DENGAN...
06/08/2026

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP
Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Jumat, 07 Agustus 2026

ALLAH MENGASIHI ORANG YANG MEMBERI DENGAN SUKARELA DAN SUKACITA

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

2 Korintus 9:7
Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan s**acita.

II Corinthians 9:7 NKJV
So let each one give as he purposes in his heart, not grudgingly or of [a]necessity; for God loves a cheerful giver.

Memberi sesuai dengan berkat yang kita terima dari Tuhan adalah menjadi hal yang membahagiakan. Sebagaimana dalam Kisah Para Rasul 20:35 "Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima." Kebahagiaan dalam memberi adalah yang pertama: sebab ketika semua orang memberi, maka semua orang menerima. Jika semua orang hanya ingin menerima tetapi tidak ada yang mau memberi siapakah yang akan memberi?. kedua: memberi menolong kita untuk belajar merasa cukup. Ketiga: memberi menyatakan akan iman kepercayaan kita kepada Yesus, bahwa Dialah yang memelihara dan mencukupkan segala kebutuhan kita. keempat: memberi membuat kita semakin mengenal perbuatan Allah dalam hidup kita dan bergantung sepenuhnya pada kasih karunia Allah yang melimpah bagi kita. dan kelima: kebahagiaan memberi adalah bahwa memberi merupakan anugrah Tuhan bagi kita.

Kita mengetahui kebahagiaan dalam memberi ini dari perkataan Yesus dari Kisah Para Rasul 20:35. Namun dalam kenyataannya, sering sekali kita memiliki banyak pertimbangan dalam memberi. Pertimbangan dari dalam diri sendiri, pertimbangan kebutuhan untuk waktu yang akan datang, dan juga pertimbangan dari pandangan dari orang disekitar kita yang sering sekali menghambat kita untuk memberi. Yang lebih sering menghambat kita dalam memberi adalah kekhawatiran kita akan kebutuhan untuk waktu yang akan datang. Hati yang dipenuhi dan dikuasai oleh kekhawatiran hanya akan menghalangi kita melihat pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita dan menghambat kita untuk tergerak dalam memberi.

Hendaklah masing-masing memberi dengan kerelaan hati jangan dengan sedih atau terpaksa, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan s**acita. Si pemberi akan merasakan manfaat dari tindakan memberi, sipemberi akan merasakan kebahagiaan tersendiri ketika memberi dengan rela dan s**acita. Paulus mengatakan bahwa Allah sanggup memberi dan melimpahkan segala kasih karunia supaya kita berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. Mendengarkan ini, hendaknya kita jauh dari keterpaksaan dan kekhawatiran akan perjalanan hidup untuk masa depan dan hati kita tergerak untuk memberikan dari apa yang kita terima dari Tuhan. Sebab semua yang ada pada kita adalah yang kita terima dan apa yang kita berikan adalah juga yang diberikan oleh Allah bagi kita.

Orang-orang mungkin ragu untuk memberi bagi Allah dengan murah hati karena mereka khawatir tidak memiliki uang untuk kebutuhan mereka sendiri. Paulus meyakinkan jemaat Korintus bahwa Allah sanggup memenuhi kebutuhan mereka, maka yang lebih diutamakan dalam memberi adalah soal iman. Maka jangan membiarkan kurangnya iman menghalangi kita untuk memberi dengan s**acita dan murah hati. Sikap s**a memberi jauh lebih penting daripada jumlah yang diberikan. Allah memperhatikan bagaimana seseorang memberi dari apa yang ada padanya. Allah kita adalah Pemberi dengan s**acita. Pikirkanlah segala hal yang telah Allah lakukan untuk kita.

Allah yang menciptakan kita, Allah memelihara kita, Allah mencukupkan segala kebutuhan kita, Allah melimpahkan segala kasih karunia bagi kita. Dan dalam semua ini, Allah menginginkan kita berkelebihan dalam pelbagai kebajikan. Artinya semua hal yang kita terima dari Allah akan berdampak bagi kita menjadi pribadi yang murah hati dalam memberi dan penuh dengan kebajikan sesuai dengan kehendak Allah.

Kiranya Allah memampukan kita dan menggerakkan hati kita menjadi pribadi yang berbahagia dalam memberi. Memberi dengan murah hati dan s**acita sebagai wujud dari iman kita kepada Allah di dalam Yesus Kristus yang mencukupkan segala kebutuhan kita dengan kasih karuniaNya. Amin (MP)

Dengan Rostina Sitanggang – Saya baru saja diakui sebagai salah satu penggemar beratnya! 🎉
06/08/2026

Dengan Rostina Sitanggang – Saya baru saja diakui sebagai salah satu penggemar beratnya! 🎉

Selamat merayakan hari mengikut halaman inj. Terima kasih atas semua dukungan Anda! Marten Hae Rike
06/08/2026

Selamat merayakan hari mengikut halaman inj. Terima kasih atas semua dukungan Anda! Marten Hae Rike

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUPKekuatan, Inspirasi dan MotivasiKamis, 06 Agustus 2026KEDAULATAN TUHANSelamat Pagi; Sahabat yan...
05/08/2026

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP
Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Kamis, 06 Agustus 2026

KEDAULATAN TUHAN

Selamat Pagi; Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan..

1 Tawarikh 29:11-12 (TB) Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala. Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya.

1 Chronicles 29:11-12 (NET) O Lord, you are great, mighty, majestic, magnificent, glorious, and sovereign over all the sky and earth! You have dominion and exalt yourself as the ruler of all.
You are the source of wealth and honor; you rule over all. You possess strength and might to magnify and give strength to all.

Sahabat yang baik hati! Pernahkah kita merasa lelah karena berusaha mengendalikan segala sesuatu? Kita merencanakan masa depan, mengatur keuangan, membangun karier, dan menjaga hubungan, namun seringkali hati kita gelisah karena menyadari betapa rapuhnya kendali kita atas hidup ini. Hari ini, firman Tuhan mengingatkan kita pada sebuah kebenaran yang sangat membebaskan: Ada Seorang yang benar-benar berkuasa dan berdaulat atas segalanya, dan Dia adalah Bapa kita.

Daud mengucapkan doa pujian ini ketika bangsa Israel memberikan persembahan untuk pembangunan Bait Allah. Meskipun rakyat telah memberi dengan s**acita, Daud mengingatkan bahwa semua yang mereka persembahkan sebenarnya berasal dari Tuhan.

Ayat ini adalah puncak doa Daud di hadapan seluruh jemaat Israel saat mempersembahkan bahan untuk pembangunan Bait Suci. Di tengah keramaian dan kemegahan persembahan, Daud tidak memuji dirinya atau rakyatnya, melainkan memusatkan seluruh perhatian pada Sumber dari segala sesuatu.

Ada tiga Kebenaran yang penting bagi kita dari renungan hari ini:

1. Segala Sesuatu adalah Milik-Nya (Ayat 11)
Daud berkata, "Punya-Mulah kebesaran... kehormatan... segala yang ada di langit dan di bumi." Ini berarti kita bukanlah pemilik utama atas hidup ini, melainkan pengelola (steward). Seringkali kita stres karena merasa "kehilangan" sesuatu seperti kehilangan waktu, uang, atau reputasi. Namun, ketika kita sadar bahwa semua itu pada mulanya adalah titipan Tuhan, kita bisa melepaskan kepemilikan yang mencekik. Hari ini, serahkan kembali segala kekhawatiranmu kepada Pemilik sah alam semesta.

2. Kekuatan Bukan dari Usaha Kita (Ayat 12a)
"Kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu, dan Engkau berkuasa atas segala-galanya." Di era yang menjunjung tinggi kerja keras dan kompetisi, kita bisa dengan mudah berpura-pura bahwa kesuksesan adalah hasil usaha kita semata. Ayat ini merendahkan hati kita. Setiap talenta, setiap kesempatan, dan setiap napas kehidupan adalah anugerah. Jika hari ini engkau merasa lemah atau tidak mampu menghadapi tantangan, ingatlah bahwa kekuatan sejati tidak datang dari dalam diri kita, tetapi dari Dia yang memegang seluruh jagat raya.

3. Di Tangan-Nya Ada Kuasa untuk Membesarkan (Ayat 12b)
"Dalam tangan-Mulah kuasa untuk membesarkan dan memberi kekuatan kepada semua." Ini adalah kabar baik bagi kita yang merasa kecil dan tidak berarti. Tuhan tidak hanya berkuasa atas alam, tetapi Dia juga berkuasa untuk mengangkat kita. Engkau tidak perlu menjilat atau mencari muka untuk mendapatkan kedudukan. Engkau tidak perlu putus asa karena merasa tidak cukup pintar atau tidak cukup kaya. Tuhan sanggup memberdayakan orang yang lemah dan membesarkan orang yang rendah hati. Yang Dia minta hanyalah kesediaan dan kerendahan hati untuk mengakui bahwa Dialah Raja.

Sahabat yang baik hati! Renungan ini mengajak kita untuk memeriksa hati tentang siapa yang berdaulat. Apakah kita masih mengakui Tuhan sebagai sumber segala berkat? Ataukah kita mulai mengandalkan kekuatan sendiri? Sikap hati yang benar adalah hidup dalam kerendahan hati, penuh ucapan syukur, dan setia mengelola setiap berkat yang Tuhan percayakan. Ketika kita menyadari bahwa semua berasal dari Tuhan, kita akan lebih mudah memberi, melayani, dan memuliakan nama-Nya tanpa mencari pujian bagi diri sendiri.

Marilah kita belajar seperti Daud, yang di tengah keberhasilan dan kelimpahan tidak meninggikan dirinya, tetapi meninggikan Tuhan. Semakin besar berkat yang kita terima, semakin besar p**a alasan kita untuk memuliakan Dia. Sebab segala kemuliaan memang hanya layak diberikan kepada Tuhan, Sang Pemilik langit dan bumi. Amin (PS).

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPANThanks atas interaksi bagi sahabat FB yang terus mendukung halaman ini.Kami mengharapkan an...
05/08/2026

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN

Thanks atas interaksi bagi sahabat FB yang terus mendukung halaman ini.
Kami mengharapkan anda bisa berkontribusi melalui saran dan komentar dan kesaksian. Selain itu kami juga mengharapkan dapat mengirimkan renungan ini kepada sahabat dan keluarga anda.

Renungan Harian: Firman Tuhan Sumber Kehidupan, kekuatan, Inspirasi dan Morivasi. Kami sajikan sebagai bahan renungan yang menyapa langsung dalam kehidupan sehari-hari. Harapan kami agar sahabat menjadikan Fimena Tuhan sebagai sumber kehidupan, kekuatan, inspirasi dan motivasi dalam kehidupan sehari-hari.

Big thanks to Rosariyanti Pardede, Tiarma Panggabean, Susiyanti Sitanggang, Trusia Sitompul, Hasianna Siahaan, Mak Sondang Silalahi, Asima Rohana, M Manik, Dermawi Silitonga, Ika Boru Limbong, Marice Doloksaribu, Rosianna Sihombing, Tidaya Tampubolon, Manna Lince Napitupulu, Minarsitorus Sitorus, Rauli Siahaan, Winerman Marbun, Marta Siregarsilali Manaham, Monica Marpaung, Malona Galingging, Sinta Simanjuntak, Farina Juliana, Lenny Sianturi, Sulastri Banjarnahor Lastri, Albertmanalu, Msimamora, Sonta Sibarani, Martini Purba, Tua Mardongan Napitupulu, Thiamsya Tambun, Rosima Natalia, Helmida Siringo-ringo, Roslyne Sihombing, Machlanessia Sibagariang

for all your support! Congrats for being top fans on a streak 🔥!

Terima kasih sudah follow halaman ini.Dalam halaman ini anda akan mendapatkan renungan setiap pagi. Kiranya menyemangati...
05/08/2026

Terima kasih sudah follow halaman ini.
Dalam halaman ini anda akan mendapatkan renungan setiap pagi. Kiranya menyemangati dan menginspirasi kita beraktifitas setiap hari.

Shout out to my newest followers! Excited to have you onboard! Rostina Sitanggang, Antony LumbanRaja, Larisma Cute'z Simbolon, Pamoses Simatupang, Harmoko Simanjuntak, Nuraini Ani, Sonti Panjaitan, Tagor Silaban, Mei Bestina, Farida Naibaho, Aris Triwantara, Lamhot Sitorus, Lyly Marbase, David Marpaung, Heru Z, Berika Sirait, Louisa Puerba, Char Lo Silalahi, Putra Kembar, Hertasagala, Merdiana Toga Torop, Lambok Damanik, Oppung Tabitha, Berman Nainggolan Lumban Raja, Sariaman Bakara, Bungaria Situmorang, Jimmi Siringo, Joster, Rose Napitupuluspd Irm, Sukma Sukma, Murayama Sans, Olo Nainggolan, Mom's Regar, Arny Welmince Punuf

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPANKekuatan, Inspirasi dan MotivasiRabu, 05 Agustus 2026BERLARI UNTUK MEMPEROLEH MAHKOTASelama...
04/08/2026

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN
Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Rabu, 05 Agustus 2026

BERLARI UNTUK MEMPEROLEH MAHKOTA

Selamat pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

1 Korintus 9:24 (TB) Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!

1 Corinthians 9:24 (UKJV) Know all of you not that they which run in a race run all, but one receives the prize? So run, that all of you may obtain.

Sahabat yang baik hati, Rasul Paulus menggunakan gambaran perlombaan untuk menjelaskan kehidupan orang percaya. Sebagaimana seorang atlet berlatih dengan disiplin dan memiliki tujuan yang jelas, demikian p**a setiap pengikut Kristus dipanggil untuk menjalani hidup dengan kesungguhan. Iman bukanlah perjalanan yang dijalani dengan setengah hati, melainkan panggilan untuk terus bertumbuh dalam kesetiaan kepada Tuhan.

Sahabat yang terkasih
Kota Korintus dikenal sebagai salah satu pusat penyelenggaraan pertandingan olahraga pada masa itu. Masyarakat sangat memahami arti latihan, pengorbanan, dan semangat untuk meraih kemenangan. Paulus memakai gambaran yang akrab bagi mereka agar mereka menyadari bahwa kehidupan rohani juga memerlukan komitmen yang sungguh-sungguh.

Sahabat yang terkasih Semua Orang Berlari
Paulus berkata bahwa semua peserta turut berlari. Hal ini menggambarkan bahwa setiap orang percaya telah dipanggil untuk mengambil bagian dalam perjalanan iman. Tidak ada orang yang hanya menjadi penonton. Setiap orang memiliki tanggung jawab untuk hidup sesuai dengan panggilan Allah.

Sahabat yang terkasih Tujuan yang Jelas
Seorang pelari tidak berlari tanpa arah. Ia mengetahui garis akhir yang ingin dicapai. Demikian p**a orang percaya harus memiliki tujuan hidup yang berpusat kepada Kristus. Tujuan utama bukan sekadar mencapai keberhasilan duniawi, melainkan hidup yang memuliakan Tuhan dan memperoleh upah yang kekal.

Sahabat yang baik hati, Pentingnya Disiplin Rohani. Seorang atlet rela mengatur pola hidupnya demi kemenangan. Demikian juga kehidupan rohani membutuhkan disiplin melalui doa, pembacaan Firman Tuhan, penyembahan, dan ketaatan. Kebiasaan-kebiasaan ini membentuk karakter yang semakin serupa dengan Kristus.

Sahabat yang baik hati, Ketekunan Menghadapi Tantangan. Dalam perlombaan pasti ada rasa lelah, hambatan, bahkan keinginan untuk menyerah. Kehidupan orang percaya juga dipenuhi tantangan, baik berupa pencobaan, tekanan hidup, maupun kegagalan. Namun Firman Tuhan mengingatkan agar kita tetap berlari dengan tekun, sebab Tuhan memberikan kekuatan bagi mereka yang berharap kepada-Nya.

Sahabat yang terkasih, Fokus kepada Garis Akhir. Pelari yang baik tidak terus-menerus menoleh ke belakang. Ia memusatkan pandangan pada tujuan. Demikian p**a orang percaya hendaknya tidak terus terikat pada masa lalu, penyesalan, ataupun keberhasilan yang telah dicapai, melainkan terus maju mengikuti kehendak Tuhan.

Sahabat yang baik hati, Menghindari Gangguan
Banyak hal dapat mengalihkan perhatian kita dari perlombaan iman, seperti kesibukan yang berlebihan, godaan dosa, ambisi yang tidak sehat, atau kecanduan terhadap teknologi. Orang percaya perlu memiliki hikmat untuk memilih apa yang benar-benar membangun kehidupan rohani.

Pada masa sekarang, manusia hidup dalam dunia yang penuh informasi dan distraksi. Media sosial, hiburan tanpa batas, serta tekanan untuk selalu tampil sempurna sering kali menguras perhatian dan waktu. Ayat ini mengingatkan agar kita tetap memprioritaskan hubungan dengan Tuhan di tengah derasnya arus kehidupan modern. Bekerja dengan Integritas
Perlombaan iman juga terlihat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di tempat kerja, sekolah, maupun dalam keluarga. Orang percaya dipanggil untuk menunjukkan kejujuran, tanggung jawab, dan kasih dalam setiap tindakan. Kemenangan sejati bukan hanya tentang pencapaian, tetapi tentang kesetiaan kepada Tuhan.

Sahabat yang baik hati, Tidak Mudah Menyerah
Sering kali hasil yang kita harapkan tidak segera terlihat. Namun seperti seorang pelari yang terus melangkah hingga garis akhir, orang percaya dipanggil untuk tetap setia meskipun menghadapi proses yang panjang. Tuhan menghargai ketekunan dan kesetiaan umat-Nya.

Menjadi Teladan bagi Orang Lain
Perjalanan iman seseorang dapat menginspirasi banyak orang. Ketika kita hidup dengan disiplin, kasih, dan integritas, orang lain dapat melihat karya Tuhan melalui kehidupan kita. Perlombaan iman bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga menjadi kesaksian bagi dunia. Pengharapan akan Mahkota Kekal
Hadiah yang dimaksud Paulus jauh lebih besar daripada penghargaan dunia. Orang percaya menantikan kehidupan kekal bersama Kristus. Pengharapan ini memberi kekuatan untuk tetap setia sekalipun harus menghadapi berbagai pengorbanan di dunia.

Sahabat yang baik hati,
Renungan ini mengajak kita bertanya kepada diri sendiri: Apakah saya masih berlari dengan semangat yang sama seperti ketika pertama kali mengenal Tuhan? Apakah hidup saya masih memiliki arah yang jelas untuk memuliakan-Nya? Sudahkah saya menjaga disiplin rohani di tengah berbagai kesibukan? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi kesempatan untuk memperbarui komitmen kita kepada Tuhan.

Sahabat yang terkasih
1 Korintus 9:24 mengajarkan bahwa kehidupan orang percaya adalah sebuah perlombaan yang membutuhkan tujuan, disiplin, ketekunan, dan iman yang teguh. Di tengah perubahan zaman, tantangan teknologi, serta berbagai tekanan kehidupan, panggilan Tuhan tetap sama: berlarilah sedemikian rupa sehingga memperoleh hadiah yang telah Ia sediakan. Kiranya setiap langkah hidup kita dipenuhi semangat untuk mengasihi Tuhan, melayani sesama, dan tetap setia sampai akhir perlombaan iman. Amin (BDS)

04/08/2026

Ada aja wahana tempat wisata ini ya g membuat sensasi. Ini namanya bersepada diatas Agin.
Ini bukan sekedar photo booth tetapi juga nyali dan keberanian.
Bagi anda yang mau uji nyali boleh ke Kemjni g Sky View ini

Address

Jalan Cikajang 1 No 4, Antapani Bandung
Depok
40291

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pdt Nekson M Simanjuntak posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Pdt Nekson M Simanjuntak:

Shortcuts

Share