Puji Syukur

Puji Syukur Puji Syukur merupakan buku liturgi resmi atau buku doa dan nyanyian Gerejawi umat Katolik di Indonesi Satunya adalah Madah Bakti.

Puji Syukur merupakan buku liturgi resmi atau buku doa dan nyanyian Gerejawi umat Katolik di Indonesia. Buku ini merupakan satu dari dua buku doa dan nyanyian yang luas dipakai di Indonesia. Buku Puji Syukur digunakan pada saat perayaan misa dan juga sebagai pedoman atau sarana berdoa di rumah. Dialarang Promosi Iklan di Page Ini.

Like and share page Kristen Katolik  🙏🏻
21/08/2021

Like and share page Kristen Katolik 🙏🏻

Saint of The Day
Santo Pius X (Paus ke 257)

Pius X adalah paus kita yang ke-257. Ia dilahirkan pada tahun 1835 di Riese, Italia dan diberi nama Giuseppe Sarto. Guiseppe (Yosef) adalah anak kedua dari delapan bersaudara. Dalam keluarga, ia biasa dipanggil dengan nama kesayangan "Beppi". Ayahnya seorang pegawai pos. Papa dan mama Sarto mengajarkan cinta kasih kepada Yesus dan Gereja-Nya kepada kedelapan anak mereka melalui teladan cinta kasih dalam rumah mereka.

Melebihi segalanya, Giuseppe ingin menyerahkan hidupnya untuk membawa banyak orang ke surga. Ia rindu menjadi seorang imam. Dan untuk itu, ia dan keluarganya harus banyak berkorban agar ia dapat bersekolah di seminari. Itu bukan masalah baginya. Ia bahkan biasa berjalan bermil-mil jauhnya dengan kaki telanjang ke sekolah agar sepatunya yang satu-satunya itu jangan sampai rusak. Ketika usianya 23 tahun, Giuseppe ditabhiskan menjadi seorang imam.

Don Sarto (sapaan orang Italia kepada para imam) berkarya di paroki-paroki miskin selama tujuhbelas tahun. Semua orang mengasihinya. Don Sarto biasa memberikan segala yang ia miliki demi membantu mereka yang membutuhkan. Seringkali saudarinya harus menyembunyikan sebagian pakaiannya agar jangan sampai Don Sarto tidak mempunyai pakaian untuk dikenakan. Bahkan setelah ia diangkat menjadi Uskup kota Mantua dan kemudian diangkat lagi menjadi Kardinal, ia masih s**a membagi-bagikan apa yang ia miliki kepada mereka yang berkekurangan. Ia bahkan tidak menyimpan apa-apa bagi dirinya sendiri.

Ketika Paus Leo XIII wafat pada tahun 1903, Kardinal Sarto diangkat menjadi paus. Ia memilih nama Pius X. Ketika Mama Sarto datang mengunjunginya di Vatican, Paus menunjukkan kepada ibunya cincin kepausannya. Mama Sarto berkata, "Kamu tidak akan mengenakan cincin itu hari ini, jika aku tidak terlebih dahulu mengenakan cincin ini.." sambil menunjukkan cincin perkawinannya.

Secara istimewa Paus Pius X dikenang karena kasihnya yang berkobar-kobar kepada Ekaristi Kudus. Bapa Suci mendorong semua orang untuk menyambut Yesus sesering mungkin, bahkan tiap hari! Ia juga menetapkan ketentuan yang mengijinkan anak-anak menyambut Komuni Kudus juga. Sebelumnya, anak-anak harus menunggu hingga usia 12-14 tahun untuk dapat menyambut Tuhan. Paus yakin bahwa Komuni Kudus memberi kekuatan yang diperlukan untuk melakukan segala sesuatu demi kasih kepada Yesus!

Paus Pius X percaya teguh dan amat mencintai iman Katolik. Ia menghendaki setiap orang Katolik mengenal dan mencintai keindahan kebenaran ajaran iman Katolik. Ia amat peduli pada tiap-tiap orang, mengenai kebutuhan rohani maupun kebutuhan jasmaninya. Ia mendorong para imam dan para katekis membantu orang banyak mengenal iman mereka. Paus mengerahkan banyak upaya untuk memperbaharui liturgi. Sepanjang hidupnya ia tertarik pada musik-musik sakral dan mendorong digunakannya Lagu-lagu Gregorian di setiap paroki.

Namun demikian, ia menjelaskan bahwa ia beranggapan usaha untuk menggantikan segala bentuk musik Gereja lainnya dengan Lagu Gregorian tidaklah dikehendaki. Ia mendorong digunakannya juga komposisi modern dalam liturgi, selama komposisi modern ini memenuhi standard musik liturgi Gereja. Paus Pius X juga merevisi Ibadat Harian Gereja.

Ketika pecah Perang Dunia I, Paus merasa amat menderita. Ia tahu bahwa akan ada banyak orang terbunuh. Ia mengatakan, "Aku akan dengan senang hati menyerahkan nyawaku demi menyelamatkan anak-anakku yang malang dari penderitaan yang mengerikan ini."

Paus Pius X wafat pada tanggal 20 Agustus 1914. Dalam surat wasiatnya ia menulis, "Saya dilahirkan miskin, saya hidup miskin, saya berharap mati miskin." Paus Pius X dikanonisasi oleh Paus Pius XII pada tahun 1954. Pestanya dirayakan setiap tanggal 21 Agustus.

Sumber: katakombe.org ; luxveritatis7.wordpress.com

♡ Valentine ✞

Selamat pagi teman2, kemarin telah terjadi peretasan page Kristen Katolik oleh pihak yg tidak bertanggung jawab.AT selak...
21/08/2021

Selamat pagi teman2, kemarin telah terjadi peretasan page Kristen Katolik oleh pihak yg tidak bertanggung jawab.

AT selaku owner page sudah berusaha claim/ mengambil alih kembali page tsb namun gagal.

Owner dan kami para admin sudah dikick sehingga tidak bisa mengendalikan lagi.

Dengan ini kami menyerah dan memutuskan untuk membuat page yang baru.

Namun yang menjadi persoalan, tadi pagi masih terlihat aktivitas di story sedangkan hacker tidak mengubah nama dan icon yang membawa Kristen Katolik sebagai identitas kita.

Dengan ini kami mohon partisipasi teman2 untuk bersedia ikut melaporkan page ini 🙏🏻
Semoga usaha mereport massal bisa membuat page ini di banned dan ditutup permanen oleh facebook.

Langkah2 pelaporan sebagai berikut.

Page satu: Klik link menuju page Kristen Katolik 👇 https://www.facebook.com/KATOLIK.itu.Universal/

Page kedua: klik link menuju page Bangga Menjadi Katolik 👇
https://www.facebook.com/BANGGA.MENJADI.KATOLIK/

Kemudian seperti yang tertera pada gambar:

1. Klik menu titik tiga di bawah tombol like atau 👍

2. Klik "Cari dukungan atau laporkan Halaman"

3. Pilih opsi alasan pelaporan : "Penipuan dan Halaman Palsu" > "Subjek Halaman ini berubah"

4. Laporkan dan lanjutkan dengan unlike/blokir. Selesai.

Perlu diperhatikan alasan pelaporan harus sama agar peluang ditindaklanjuti segera dilakukan facebook.

Mohon bantuan untuk meneruskan pesan ini agar semakin banyak yg ikut mereport ya.

Terimakasih untuk partisipasi teman2 semua. Damai Kristus. 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

09/05/2021

*MADAH HARIAN MALAM (Minggu, 9 Mei 2021 - Hari Minggu Paskah VI)*

Kristus cahaya mulia
kegelapan Kau enyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kau lumpuhkan.

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut Rajanya.

Terpujilah Kristus Raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh Kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

DOA
Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentausa dalam damai-Mu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

ANTIFON PENUTUP
Ratu surga, bers**acitalah, alleluya.
Sebab Kristus yang telah kaukandung, alleluya.
Telah bangkit seperti diramalkan-Nya, alleluya.
Doakanlah kami kepada Allah, alleluya.

04/04/2021

*INSPIRASI PAGI*
Mengalami Yesus yang Bangkit
Senin, 5 April 2021 – Hari Senin dalam Oktaf Paskah

Matius 28:8-15

Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan s**acita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.”

Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata: “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.” Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan cerita ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

***

Bacaan Kitab Suci hari ini berisi tentang perjumpaan dua orang perempuan dengan Yesus yang bangkit (bacaan Injil, Mat. 28:8-15), dan bagaimana Petrus dengan berani tampil di depan umum untuk mewartakan siapakah Yesus Kristus itu (bacaan pertama, Kis. 2:14, 22-32).

Pada hari Pentakosta, Petrus tampil di depan orang banyak. Ia meringkas seluruh perjalanan hidup Yesus Kristus selama di dunia. Dengan terus terang dan penuh semangat, Petrus menjelaskan tentang karya-karya Yesus, hingga saat kematian dan kebangkitan-Nya. Petrus bersaksi dan mewartakan Kristus yang bangkit dengan sungguh-sungguh, dengan penuh keberanian, dan dengan keyakinan diri yang sangat kokoh.

Keberanian dan kepercayaan diri yang kokoh terlihat juga dalam bacaan Injil hari ini. Maria Magdalena dan Maria yang lain sebelumnya datang ke makam Yesus dengan perasaan sedih. Sikap itu berubah secara total, di mana mereka kemudian menjadi pribadi-pribadi yang penuh s**acita dan berani untuk mewartakan kebangkitan Kristus kepada murid-murid yang lain. Ini terjadi karena mereka dijumpai secara langsung oleh Yesus yang bangkit. Pengalaman perjumpaan sungguh merupakan pengalaman yang mengubah. Dari orang-orang yang ketakutan, putus asa, dan tak berpengharapan, mereka berubah menjadi saksi-saksi yang gigih dan berani.

Perayaan Paskah sesungguhnya merupakan perayaan perjumpaan dengan Kristus yang bangkit. Umat beriman diajak untuk menghidupi dan merasakan secara lebih dekat bagaimana rasanya berjumpa dengan Dia yang bangkit. Hanya dengan itu, orang bisa beralih dari cara hidup yang lama menuju cara hidup yang baru. Menjadi saksi kebangkitan Tuhan hanya bisa sungguh dihidupi jika orang sungguh merasakan secara mendalam pengalaman perjumpaan dengan Dia yang menderita dan bangkit dalam peristiwa Paskah. Merayakan Paskah berarti merayakan pengalaman konkret kebangkitan Kristus dengan seluruh jiwa dan raga kita. Perayaan ini harus menjadi dasar, sekaligus api yang mengobarkan semangat kesaksian kita.

*Timoteus Ata Leu Ehaq MSC* (Pengajar Filsafat di Seminari STF Pineleng, Manado)

04/04/2021

*MADAH HARIAN PAGI (Senin, 5 April 2021)*

Fajar menyingsinglah sudah
Langit menggemakan madah
Bumi bersorak-sorailah
Neraka mengadu kalah.

Kala raja nan perkasa
Menggempur markas neraka
Menggilas kuasa maut
Dengan gagah tanpa takut.

Meskipun tertutup batu
Dijaga banyak serdadu
Namun pemenang yang luhur
Bangkit mulya dari kubur.

Mulyalah Engkau ya Tuhan
Yang bangkit tak terkalahkan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulyalah kekal abadi. Amin.

DOA
Allah, sumber kehidupan, Engkau selalu menambah umat-Mu dengan anggota baru. Semoga kami, hamba-hamba-Mu ini, hidup sesuai dengan sakramen pembaptisan yang telah kami terima dalam iman. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

03/04/2021

*MADAH HARIAN PAGI (Minggu, 4 April 2021 - Hari Raya Paskah)*

Fajar menyingsinglah sudah
Langit menggemakan madah
Bumi bersorak-sorailah
Neraka mengadu kalah.

Kala raja nan perkasa
Menggempur markas neraka
Menggilas kuasa maut
Dengan gagah tanpa takut.

Meskipun tertutup batu
Dijaga banyak serdadu
Namun pemenang yang luhur
Bangkit mulya dari kubur.

Mulyalah Engkau ya Tuhan
Yang bangkit tak terkalahkan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulyalah kekal abadi. Amin.

DOA
Allah, pemberi hidup, Engkau membukakan kami pintu kehidupan abadi karena kemenangan Putera-Mu atas maut. Kebangkitan-Nya kami rayakan hari ini. Semoga kami diperbaharui oleh Roh-Mu dan bangkit dalam terang kehidupan. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

03/04/2021

🌟DoaPagi🌟
04.04.2021 - Luk 24:13-35
Bapa, kisah Injil hari ini penuh makna bagi mereka yang ingin lebih dalam memahami Yesus.

Yang pertama yang sebaiknya diingat tentang Yesus ialah kesiapsediaan-Nya sebagai Guru bagi mereka yang mau menangkap arti nubuat-mubuat Perjanjian Lama tentang Mesias. Nubuat-nubuaut itu dengan jelas berbicara tentang penderiaan yang harus ditanggung oleh Yesus. Buat apa? Supaya Ia dicari sebagai yang hidup. Jangan lagi mencari-Nya sebagai orang mati. Yesus datang ke bumi bukan terutama untuk mati, melainkan untuk menghidupkan orang-orang mati lewat kebangkitan-Nya.

Kedua, berita tentang Yesus yang sudah bangkit, sudah diketahui oleh beberapa perempuan yang telah mengunjungi makan-Nya! Tetapi, apa yang terjadi? Para perempuan itu tidak dipercayai. Para rasul yang berkumpul di Yerusalm menganggap berita para perempuan itu sebagai hal yang tidak masuk di akal. Sesudah kebangkitan-Nya, Yesus lebih percaya pada beberapa perempuan yang selalu mengasihi-Nya daripada pada rasul-rasul yang sungguh sibuk dengan argumentasi tanpa usaha menemukan Yesus yang bukan sekali saja menunjukkan kuasa ilahi-Nya.

Yang ketiga, Petrus, pimpinan komunitas murid Yesus, adalah satu-satunya yang mengecek kebenaran berita para perempuan. Tetapi, dia begitu kaget, sehingga enggan bercerita lebih jauh tentang apa yang dia saksikan di makam Yesus.

Yang keempat, adalah pertemuan Yesus dengan dua murid yang sedang menuju kota Emais. Mereka sudah tahu bahwa Yesus bangkit dari mati. Tetapi, mereka pun tidak menerimanya sebagai kenyataan. Namun, Yesus menolong mereka untuk paham melalui tidakan dan kata yang mengingatkan Ekaristi kudus.

Yang kelima, mungkin paling penting untuk diingat: kedua murid itu, langsung pada malam itu, p**ang ke Yerusalem. Mereka tidak mau menyimpan berita s**acita itu buat mereka sendiri. Dua murid Yesus bukan rasul, tetapi mereka segera kembali ke Yerusalem, tempat berkumpulnya para rasul. Gereja sejati bukan hirarki saja tetapi semua orang yang telah menerima Yesus sebagai satu-satunya Andalan-Nya.

Bapa, sudilah melengkapi kekurangan refleksi dan doa ini. Engkau Mahabaik. Selalu ingat kami yang lemah. Amin.
🌿Stefan Leks🌿

30/03/2021

🌟DoaPagi🌟
31.03.2021 - Mat 26:14-25
Bapa, Yudas Iskariot pergi sendiri kepada imam-imam kepala Yahudi sambil bertanya apa yang akan mereka beri kepadanya sebagai upah atas kesediaannya menyerahkan Yesus.

Mereka langsung beri kepadanya 120 dinar, yang senilai upah seorang buruh selama empat bulan. Mulai saat itu, Yudas mencari kesempatan terbaik untuk mewujudkan rencananya.

Bapa, transaksi menyedihkan ini terjadi beberapa hari menjelang Hari Raya Paskah. Pada waktu itu, kota Yerusalem ramai dikunjungi para peziarah yang datang dari segala penjuru dunia. Jadi, ada banyak orang yang siap berdoa, memuji-muji Allah Israel, berpesta istimewa, tetapi ada p**a seorang murid Yesus yang memikirkan pengkhianatan.

Sementara ini, murid-murid Yesus yang lain -seturut petunjuk Yesus- sedang pergi ke kota, menghubungi seorang bapak yang sudah dikenal, sambil berkata, “Kata Guru, saat-Ku hampir tiba; di rumahmu Aku ingin merayakan Paskah bersama dengan murid-murid-Ku!” Malamnya semuanya siap. Malam itulah kini dikenal sebagai malam perjamuan terakhir Yesus bersama para murid-Nya.

Di saat yang demikian khusyuk, Yesus bersabda, “Sungguh Aku berkata kepadamu, salah seorang dari antara kamu akan menyerahkan Aku.” Murid-murid Yesus sangat sedih mendengarnya. Mereka masing-masing bertanya, “Kiranya bukan aku, ya Tuhan!?” Mereka sedih, tetapi apakah mereka sungguh paham sabda Yesus ini?

Bagaimana mereka mengartikannya? Sebab orang yang tak berminat mengkhianati, lebih-lebih yang tak pernah memikirkan kemungkinan seburuk ini, kiranya tidak begitu saja bisa membayangkan cara dan akibatnya!

Bapa, mengapa Yesus begitu berterus terang? Apakah Ia mau menyadarkan murid-murid-Nya supaya mereka selalu waspada? Ataukah Ia begitu menghargai kejujuran? Bukankah Ia pernah bersabda, “Tidak ada yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui!?” (Luk 12:2dst)

Ya! Dosa selalu s**a disembunyikan padahal kebiasaan menyembunyikan dosa dan menyimpannya dalam hati dapat menyebabkan penyakit jiwa yang paling parah. Termasuk dosa mengkhianati Yesus!

Sehari sebelum disalibkan, Yesus teguh berpegang pada sabda-Nya! Lebih baik mengejutkan orang, bahkan malu luar biasa daripada menyimpan dosa di hati yang jijik dengan baunya. Lebih baik segera meninggalkan hidup sebagai pemboros harta Bapa dan p**ang kepada-Nya daripada tetap mengurusi yang najis.

Bapa, di tengah perjamuan malam terakhir bersama para murid-Nya, Yesus mengucapkan kata kebenaran. Ia bukan hanya beri tahukan akan terjadi pengkhianatan! Ia malah membenarkan bahwa Yudaslah pengkhianat itu. Pada saat Yudas bertanya, “Bukan aku, ya Rabi!?” Yesus langsung menjawab, “Engkau telah mengatakannya!” Hanya Yudas menyapa Yesus “Rabi”. Murid-murid lain menyapa Yesus, “Tuhan”.

Bapa, inilah kisah paling menyedihkan... Sahabat berbalik menjadi bukan musuh saja melainkan malah pengkhianat. Bapa, kami semua rapuh, dan Engkau sering memandang kami sambil melihat betapa kami ‘main peranan orang gagah dan kuat’. Bapa, ampunilah kami. Buatlah kami selalu mengandalkan-Mu, hingga napas terakhir. Amin.
🌿Stefan Leks🌿

30/03/2021

*MADAH HARIAN PAGI (Rabu, 31 Maret 2021)*

Salib suci nan mulia
Kayu paling utama
Tiada yang menandingi
Daun bunga buahnya

Kayu paku bahagia
Memangku pangkal hidup
Pohon bungkukkan dahanmu
Lemaskanlah uratmu

Lembutkanlah juga kerasmu
Yang jadi bawaanmu
Sediakan batang empuk
Bagi tubuh rajamu.

Engkaulah kayu yang pantas.
Mentahtakan penebus
Menyajikan tempat labuh
Bagai bumi yang karam

Berhias darah suci
Anak domba sejati.
Terpuji terhormatilah
Allah mahakuasa

Bapa bersama putera
Dan Roh Kudus penghibur
Yang jaya bertakhta mulia
Selalu selamanya. Amin.

DOA
Tuhan yang maha bijaksana, menurut rencana-Mu Putra-Mu menanggung derita di kayu salib untuk mematahkan kuasa musuh kami. Semoga kami, hamba-hamba-Mu, Kauanugerahi kurnia kebangkitan. Demi Yesus Kristus Putra-Mu dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

30/03/2021

🌟DoaPagi🌟
30.03.2021 -
Yoh 13:21-33,36-38
Bapa, isi Injil hari ini sedih sekali. Ada dua berita yang sampai sekarang menggoncangkan pembacanya yang berusaha hidup sebagai murid Yesus, yaitu: Yudas akan mengkhianati, sedangkan Petrus akan menyangkal Yesus yang pernah diakui-Nya sebagai Mesias!

Namun, anehnya, setelah Yudas meninggalkan tempat para rasul berkumpul, Yesus justru menubuatkan kemuliaan-Nya sebagai Putra Manusia dan kemuliaan Bapa-Nya. Nubuat ini akan terwujud dalam waktu singkat! Demikianlah sabda Yesus!

Sungguh, hidup Yesus adalah misteri yang tak terselami. Ia datang dari surga demi kepentingan manusia semata-mata, tetapi pada hari-hari menjelang wafat-Nya, dua rasul seolah kehilangan arah hidupnya. Daripada semakin mengandalkan Yesus, mereka mulai mengandalkan diri yang serba rapuh!

Mereka seolah lupa bahwa pada saat mereka akan menghadapi bahaya, setan segera akan ‘menabrak’ mereka yang lemah. Kehadiran setan itu di tengah komunitas Yesus, dengan jelas dan tegas disebut oleh Yohanes, penyusun kisah ini.

Ya, setan selalu paling aktif di antara murid-murid Yesus yang dekat dengan Guru mereka. Ia selalu mau menghancurkan kasih. Ia siap berbuat apa saja untuk menimbulkan kegelisahan dalam hati manusia yang baik. Petrus menyangkal Yesus justru karena tiba-tiba ketakutan akan ditangkap seperti Yesus jika dirinya ketahuan sebagai juru bicara para rasul.

Tiga hari sebelum disalibkan, Yesus tidak menyembunyikan kebenaran yang Dia baca dalam hati dua rasul pilihan-Nya. Seandainya Ia tidak berbicara, Ia takkan diakui sebagai Guru yang paling istimewa. Yesus buka suara supaya semua murid-Nya yang Dia basuh kakinya jangan menciut keberaniannya saat mereka akan melihat Yesus ada dalam bahaya, sehingga mulai memikirkan bagaimana menyelamatkan diri sendiri.

“Hai Petrus, Engkau siap menyerahkan nyawamu demi Aku?” - tanya Yesus. “Sungguh, aku jamin dan yakin: Sebelum ayam berkokok (pagi-pagi buta) , engkau telah menyangkal Aku tiga kali!”

Engkau siap mati untuk Aku? Kalau ya, seharusnya saat ini engkau minta pertolonganku agar ini jangan terjadi daripada nanti bukan sekali atau dua kali saja bertindak seolah engkau tak mengenal Aku!

Bapa, ini pengajaran yang sedih untuk dibaca. Namun, Yesus selalu jujur terhadap murid-murid-Nya. Ia mau menyatakan: hai Yudas dan Petrus, kamu tidak mengandalkan Aku. Maka setan akan menabrakmu dengan ganas karena ia tahu inti kelemahanmu. Kalian memang tidak mau menjadi benih yang mati di tanah untuk berbuah. Kalian mau mempertahankan hidup yang fana ini!

Bapa, setelah diberi sepotong roti, Yudas meninggalkan teman-temannya. Ia menempuh jalan pengkhianatan. Petrus tetap bersama teman-temannya. Sesudah kebangkitan Yesus, ia tetap bersama dengan mereka. Ia mendapat rahmat istimewa dari-Mu, Bapa, sebab ia menyadari kerahiman-Mu. Dosa selalu jahat, tetapi pendosa selalu bisa diampuni sebab seandainya ini tak mungkin, maka Tuhan bukan kasih.

Bapa, bimbinglah kami lewat sabda Yesus. Lindungilah kami dari jahatnya kesombongan dan dari ego yang selalu mengandalkan diri. Bapa, tataplah kami dari surga lewat luka-luka Yesus, Putra-Mu yang terkasih. Bebaskanlah kami dari yang Jahat. Amin.
🌿Stefan Leks🌿

Address

Aruidas

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Puji Syukur posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share