Allahu Akbar

Allahu Akbar 'HIDUPKU MATIKU UNTUK ALLAH'

-KONTEN KREATOR RANDOM
-REUPLOAD KONTEN RANDOM
-VIDEO, REELS, SHORTS RANDOM
-VIDEO DAKWAH, HIBURAN DLL
-FOLLOW TO FOLBACK

Seorang perwira menengah di Polda Jambi yang pernah menjalani hukuman pidana dalam kasus pem3rkos4an kembali aktif berdi...
06/06/2026

Seorang perwira menengah di Polda Jambi yang pernah menjalani hukuman pidana dalam kasus pem3rkos4an kembali aktif berdinas sebagai anggota Polri.

Sumber: Kompas.

Ini sih di luar nalar!
05/06/2026

Ini sih di luar nalar!

Sungguh sangat indah!
05/06/2026

Sungguh sangat indah!

Muhammad Saw 😇
05/06/2026

Muhammad Saw 😇

AssalamualaikumApa kabar semua?
05/06/2026

Assalamualaikum
Apa kabar semua?

Kakek 103 Th Banting Tulang Cari Nafkah Jualan Tisu Demi Sesuap Nasi103 tahun… di usia setua itu, seharusnya seseorang b...
31/05/2026

Kakek 103 Th Banting Tulang Cari Nafkah Jualan Tisu Demi Sesuap Nasi
103 tahun… di usia setua itu, seharusnya seseorang beristirahat.
Tapi Abah Idik masih berjalan kaki setiap hari, menyusuri jalanan sambil menjajakan tisu. Dengan tubuh yang lemah, tangan gemetar, dan langkah sempoyongan, Abah tetap berjualan meski pernah terjatuh hingga tangannya cedera.
Di balik itu, Abah juga menahan sakit dari penyakit saraf, nyeri hebat yang bisa datang tiba-tiba, hingga membuatnya tak bisa berdiri bahkan hanya untuk berbicara.
Saat kambuh, Abah hanya bisa terbaring sendirian di kontrakan kecilnya. Penghasilannya sangat kecil. Dari satu bungkus tisu, Abah hanya mendapat sekitar Rp2.000. Kini, kontrakan yang ia tinggali pun belum terbayar. Sementara pengobatan yang seharusnya rutin dijalani terhenti, karena BPJS-nya sudah tidak aktif.
Donasi https://kitabisa.com/campaign/ctabantuabahidik/story

31/05/2026

Diriku😭😭😭

30/05/2026

Negeri KONOHA saat

Jalan Kaki Sejauh 15KM, Kakek Renta Jual Tempe Demi Untung 1000 PerakDi usia 72 tahun, Kakek Senidin masih harus berjuan...
29/05/2026

Jalan Kaki Sejauh 15KM, Kakek Renta Jual Tempe Demi Untung 1000 Perak
Di usia 72 tahun, Kakek Senidin masih harus berjuang sendirian menapaki kerasnya hidup.
Setiap pagi, ia memikul dagangan tape dan berjalan kaki menempuh jarak hingga 15 kilometer. Langkahnya sering terhenti karena kelelahan, namun semangatnya untuk bertahan hidup tak pernah padam.
Dari hasil jualan tape, kakek hanya mendapat Rp1.000 per bungkus. Dalam sehari, ia hanya mampu membawa 10–20 bungkus saja. Sering kali, ia menahan lapar sampai sore menunggu dagangannya laku, baru kemudian bisa makan.
Tubuh Kakek Senidin kini semakin lemah. Kakinya sering sakit, tapi ia tetap memaksakan diri berjalan karena jika tak bekerja, ia tak punya uang untuk membeli makanan.
Lebih menyedihkan lagi, ia pernah ditipu orang yang membawa kabur uang hasil jerih payahnya. Sejak saat itu, Kakek hanya bisa pasrah, menelan pil pahit kehidupan seorang diri.
Kakek tinggal di gubuk kecil berukuran 3x4 meter yang masih beralaskan tanah. Istrinya sudah meninggal sejak 10 tahun lalu, sementara anaknya tinggal jauh dan jarang pulang.
Meski hidupnya penuh kesunyian, semangat Kakek Senidin tetap menyala—ia terus melangkah, meski pelan dan tertatih, demi bisa bertahan hidup di hari tuanya.

Kakek 68 Tahun Mulung Sampah Dalam Keadaan Lapar Hingga Tertidur di Jalanan“Dalam seminggu kadang cuma dapat dua puluh l...
27/05/2026

Kakek 68 Tahun Mulung Sampah Dalam Keadaan Lapar Hingga Tertidur di Jalanan
“Dalam seminggu kadang cuma dapat dua puluh lima ribu… itu pun sudah sangat disyukuri. Biasanya bapak belikan beras sedikit supaya bisa dimakan seminggu,” ucap Pak Ruhiyat lirih.
“Kadang kami harus menahan lapar sampai perut terasa sakit.”
Usia Pak Ruhiyat sudah 68 tahun. Di usia ketika banyak orang beristirahat menikmati masa tua, beliau justru masih harus berjalan dari kampung ke kampung dengan karung tua di pundaknya. Karung itu sudah kusam, penuh tambalan, tapi itulah satu-satunya “alat kerja” yang ia miliki untuk mencari makan.
Setiap pagi buta, sebelum matahari benar-benar muncul, Pak Ruhiyat sudah berjalan menyusuri jalanan yang masih sepi. Dengan langkah yang gemetar dan napas yang sering tersengal, ia memunguti botol plastik, kardus, dan barang bekas apa saja yang masih bisa dijual.
“Bapak cari rongsok… supaya bisa makan,” katanya pelan.
Jika ia terlambat datang ke tempat pembuangan sampah, biasanya semua barang yang bisa dijual sudah diambil pemulung lain. Karena itu, meski tubuhnya sering sakit dan lelah, Pak Ruhiyat tetap memaksa dirinya berangkat sejak pagi.
Sampah demi sampah dimasukkan ke dalam karungnya. Harapannya sederhana: hari ini dapat sedikit lebih banyak, supaya malam nanti ia tidak harus tidur dalam keadaan lapar.
Namun sering kali kenyataan berkata lain.
“Kalau tidak ada uang… alhamdulillah kadang bapak nemu makanan di tempat sampah,” ungkapnya dengan mata yang menunduk.
“Kalau makanannya masih bisa dicuci, bapak cuci saja… daripada tidak makan sama sekali.”
Hari-hari yang dijalani Pak Ruhiyat penuh dengan rasa lelah dan lapar. Kadang, ketika tubuhnya sudah tidak kuat lagi dan perutnya terasa perih karena kosong, ia hanya duduk di pinggir jalan… lalu tertidur.
“Saya kalau lapar biasanya tidur saja… biar laparnya tidak terlalu terasa,” katanya.
Karung berisi sampah sering menjadi bantalnya. Di antara bau sampah dan debu jalanan, lelaki tua itu tertidur karena kelelahan.
Di rumahnya yang sangat sederhana, istrinya menunggu dengan harapan yang sama setiap hari: semoga hari ini Pak Ruhiyat pulang membawa sedikit uang atau sekadar makanan.
Ketika sakit datang, mereka hanya bisa berbaring sambil menahan nyeri. Tak ada obat, tak ada uang untuk berobat. Hanya air mata dan doa yang mereka panjatkan agar rasa sakit itu segera berlalu.
Harapan Pak Ruhiyat sebenarnya tidak besar.
Ia tidak meminta rumah mewah atau hidup berlimpah. Ia hanya ingin memiliki sedikit modal usaha yang layak, supaya ia tidak lagi harus mengais sampah di usia senjanya.
Ia hanya ingin makan setiap hari… dan menjalani sisa hidupnya dengan sedikit ketenangan, sampai waktunya pulang untuk selamanya

Address

Trans Witihama
Adonara
86262

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Allahu Akbar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share