Allahu Akbar

Allahu Akbar 'HIDUPKU MATIKU UNTUK ALLAH'

-KONTEN KREATOR RANDOM
-REUPLOAD KONTEN RANDOM
-VIDEO, REELS, SHORTS RANDOM
-VIDEO DAKWAH, HIBURAN DLL
-FOLLOW TO FOLBACK

Nangis banget lihatnya... Sudah lima hari berjualan karpet, tapi dadangan Kakek tidak ada yang belinya sama sekali. Bada...
31/07/2026

Nangis banget lihatnya... Sudah lima hari berjualan karpet, tapi dadangan Kakek tidak ada yang belinya sama sekali. Badannya sudah bungkuk, jalan pun pelan-pelan tapi tetap harus membawa dan menjajakan karpet dagangannya.

zenti hartanti, guru honorer SDN kadusewu kp Cijantur, Bogor harus membelah hutan untuk tiba disekolah.dengan sepeda mot...
29/07/2026

zenti hartanti, guru honorer SDN kadusewu kp Cijantur, Bogor harus membelah hutan untuk tiba disekolah.
dengan sepeda motornya, guru cantik Zenti harus menempuh jarak 8 km.
jika musim hujan tiba, ia harus rela berjalan kaki karena jalan jalan akan penuh lumpur.
bahkan pernah kejadian bannya kempes ditengah hutan, ia tidak bisa berbuat banyak hanya diam sendiri.
ia tetap bertahan karena melihat anak-anak sangat antusias belajar.

Alvi Noviardi, seorang guru honorer di Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial setelah kisahnya bekerja sebagai pemulu...
29/07/2026

Alvi Noviardi, seorang guru honorer di Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial setelah kisahnya bekerja sebagai pemulung barang bekas sepulang mengajar.
Menurut Alvi, penghasilannya sebagai guru honorer tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. "Uang dari bantuan enggak cukup untuk kebutuhan sehari-hari, makanya saya berinisiatif pulang sekolah mulung di jalan sampai ke rumah," ujarnya di Mapolres Cimahi
Alvi memulung barang-barang bekas, mulai dari botol plastik hingga paku, selama empat jam setiap hari.
Dari aktivitas memulung, Alvi mengaku mendapatkan hasil penjualan sekitar Rp 50 ribu per minggu.
Alvi juga mengaku sering bertemu dengan para siswanya saat memulung. Ia menegaskan bahwa ia tidak merasa malu dengan pekerjaan tersebut, karena menurutnya, baik mengajar maupun memulung adalah pekerjaan yang mulia dan halal.

pak pardi merupakan pria asal mojokerto dawar gendong yang menempuh perjalanan 8 jam ke surabaya dengan mengayuh sepeda ...
29/07/2026

pak pardi merupakan pria asal mojokerto dawar gendong yang menempuh perjalanan 8 jam ke surabaya dengan mengayuh sepeda ontel tua miliknya.
ia berjuang untuk mencari rezeki dijalan, ia juga mengaku setiap bulan sekali akan pulang ke mojokerto.
diketahui setiap malam pak pardi akan tidur dijalanan untuk beristirahat menunggu pagi dan kembali berjualan sapu.
sapu-sapu yang ia jual ini merupakan milik orang lain yang nantinya akan disetor setiap bulannya.
ia mengatakan penghasilnnya sebulan kadang-kadang menyentuh angka 1,6 juta.

Keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang bagi Aula Andika Fikrullah Al Balad, anak pedagang sayur di Aceh, dalam meraih ...
29/07/2026

Keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang bagi Aula Andika Fikrullah Al Balad, anak pedagang sayur di Aceh, dalam meraih mimpi.
Setelah 53 kali gagal mendapat beasiswa, Aula berhasil meraih beasiswa untuk kuliah S2 di Lehigh University yang masuk 50 besar universitas di Amerika.
Aula Terlahir dari orangtua yang sehari-harinya berdagang sayur di Gampong Lampasi, Darul Imarah, Aceh Besar untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Aulia mengaku ditinggal ayahnya pada tahun 2004. Pada waktu itu Aula masih kelas lima di bangku sekolah dasar. Dua orang kakaknya juga meninggal pada tahun yang sama, satu karena sakit dan satu lagi menjadi korban tsunami.
Keterbatasan ekonomi di keluarga tidak pernah membuat Aula berkecil hati dan patah semangat. Alhasil, segudang prestasi di dunia akademik selalu diraihnya. Mulai dari juara pidato, cerdas cermat, olimpiade fisika dan matematika, public speaking, hingga MTQ (Majelis Tilawatil Qur’an).

Kisah perjuangan mbah Jariman, di usianya yang sudah menginjak 74 tahun, Mbah Jariman masih harus berjalan kaki hingga p...
29/07/2026

Kisah perjuangan mbah Jariman, di usianya yang sudah menginjak 74 tahun, Mbah Jariman masih harus berjalan kaki hingga puluhan kilometer dari pagi sampai malam demi menjajakan es cendolnya.

Penghasilannya sering kali tak menentu-bahkan tak jarang Mbah hanya membawa pulang Rp 40 ribu dalam sehari.

Namun, saat dagangannya tak habis, Mbah tidak mengeluh. Beliau justru membagikan es cendol tersebut secara gratis kepada anak-anak kecil yang tidak punya uang untuk membeli.

Dari rezeki yang pas-pasan itu, Mbah Jariman tetap bersyukur bisa menafkahi sang istri, menyisihkan sebagian uang untuk berinfak, dan menabung sedikit demi sedikit demi mewujudkan mimpinya menginjakkan kaki di Tanah Suci.

Sebuah tamparan keras untuk kita yang sering lupa bersyukur. Semoga Mbah Jariman selalu diberi kesehatan, kelancaran rezeki, Aamiin.

🌱 Puluhan Tahun Diejek Karena Menanam Pohon… Kini Ribuan Orang Menikmati Air Berkat Perjuangannya. Kisah Mbah Sadiman Bi...
29/07/2026

🌱 Puluhan Tahun Diejek Karena Menanam Pohon… Kini Ribuan Orang Menikmati Air Berkat Perjuangannya. Kisah Mbah Sadiman Bikin Merinding!
“Selama puluhan tahun, Mbah Sadiman dianggap gila. Padahal, yang ia lakukan hanyalah menanam pohon.”
Awal 1990-an, Perbukitan Gendol di Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, mulai kehilangan pepohonannya. Hutan yang dulu rimbun berubah tandus, tanah mengering, dan mata air yang menjadi tumpuan hidup warga satu per satu menghilang.
Melihat kondisi itu, Mbah Sadiman memilih bertindak. Dengan penghasilannya sebagai penyadap nira, ia membeli bibit pohon beringin sedikit demi sedikit. Bahkan, ia rela menukar kambing peliharaannya demi mendapatkan lebih banyak bibit untuk ditanam.
Hampir setiap hari, ia berjalan menyusuri lereng bukit, menanam pohon seorang diri. Tidak sehari, tidak setahun, melainkan lebih dari dua dekade. Banyak orang menertawakan dan menganggap usahanya sia-sia karena pohon-pohon itu tidak memberikan keuntungan secara langsung.
Namun Mbah Sadiman tidak pernah berhenti.
Puluhan tahun kemudian, ribuan pohon yang ia tanam berhasil menghijaukan sekitar 250 hektare perbukitan. Akar-akar pohon kembali menyimpan air hujan, dan mata air yang sempat mengering mulai mengalir lagi.
Kini, air tersebut dimanfaatkan oleh ribuan warga di beberapa desa untuk kebutuhan sehari-hari hingga mengairi lahan pertanian.
Mbah Sadiman tidak meninggalkan gedung megah atau harta yang melimpah. Ia meninggalkan hutan yang kembali hidup, mata air yang kembali mengalir, dan pelajaran bahwa satu orang yang mau peduli bisa mengubah masa depan banyak orang.
💚 Kadang, orang yang dianggap gila hari ini justru menjadi pahlawan yang dikenang di masa depan. Semoga kisah Mbah Sadiman menginspirasi kita untuk menjaga alam, sekecil apa pun langkah yang kita mulai.

Sebuah kisah teladan datang dari seorang kakek renta bernama Mbah Jariman, Setiap hari ia Jual Cendol Sering Tak Habis T...
29/07/2026

Sebuah kisah teladan datang dari seorang kakek renta bernama Mbah Jariman, Setiap hari ia Jual Cendol Sering Tak Habis Tetap Rajin Sedekah dan menabung untuk naik haji.
Kisah Mbah Jariman, seorang lansia berusia 74 tahun asal Lampung Timur, merupakan potret nyata bahwa kedermawanan tidak diukur dari seberapa banyak harta yang kita miliki. Di tengah keterbatasan ekonomi dan usia senjanya, beliau tetap konsisten bersedekah membagikan es cendol gratis kepada anak-anak kecil saat dagangannya tidak habis terjual.
Berikut adalah poin-poin penting dari kisah perjuangan hidup Mbah Jariman:Perjuangan dan Prinsip Hidup Mbah Jariman
● Kerja Keras di Usia Senja: Setiap hari Mbah Jariman harus berjalan kaki hingga puluhan kilometer atau mengayuh sepeda usangnya dari pagi sampai malam demi menjajakan es cendol.
●¤Penghasilan Tidak Menentu: Pendapatan yang dibawa pulang sering kali pas-pasan, bahkan terkadang hanya berkisar Rp40.000 dalam sehari.
● Ikhlas Bersedekah: Alih-alih mengeluh atau meratapi dagangannya yang sering sepi, ia memilih membagikan es cendol yang tersisa secara gratis kepada anak-anak kecil yang kurang mampu di sekitarnya.
● Mimpi Mulia ke Tanah Suci: Dari keuntungan yang tidak seberapa, Mbah Jariman tetap menyisihkan sebagian kecil uangnya untuk berinfak dan menabung demi mewujudkan impiannya pergi naik haji bersama sang istri.
Kisah beliau menjadi tamparan keras sekaligus pengingat bagi banyak orang untuk selalu bersyukur dan tidak takut berbagi dalam kondisi apa pun.

SEDIH MELIHAT PENJUAL KANGKUNG BADANNYA KURUS KERING DAN SAAT KAMI HAMPIRI BELIAU SDG MAKAN DENGAN NASI GARAM DAN CABESa...
29/07/2026

SEDIH MELIHAT PENJUAL KANGKUNG BADANNYA KURUS KERING DAN SAAT KAMI HAMPIRI BELIAU SDG MAKAN DENGAN NASI GARAM DAN CABE
Saat kami sdg di Subang akan plg ke Bandung kami melintas di salah satu pasar, kami melihat abah sdg makan, dari jauh kami perhatikan ia makan sangat lahap..
Saat kami dekati ternyata ia hanya makan dgn garam dan cabe hijau di goreng saking tok punya apa apa di rumah & Abah cerita dr jam 5 sore sd jam 8 malam pas kami temui itu blm ada kangkung yg terjual pahl kangkung yg abah jual sgt segar.
Abah tinggal bersama istrinya berdua di kontrakan, perbulannya 500rb dan abah jg cerita sah nunggak beberapa bulan tidak bisa membayar, setiap bulannya abah hanya mampu membayar 300rb sdgkan kekurangannya abah selalu diberi keringanan oleh pemilik kontrakan
Kakak-kakak mari bantu abah Yuyut, kasian abah selalu kepikiran setiap tgl 25 harus membayar kontrakan.

Satu bungkus kecap bisa bua makan saya satu bulan, Kadang bisa sampai dua bulan." Lirih Mbah Sukiman, lansia sebatang ka...
29/07/2026

Satu bungkus kecap bisa bua makan saya satu bulan, Kadang bisa sampai dua bulan." Lirih Mbah Sukiman, lansia sebatang kara.
Hanya Mampu Makan Nasi Pakai Kecap, Mbah Sukiman Diupah Setahun Sekali Demi bisa makan nasi pakai kecap, Mbah 81 tahun ini jadi pengurus ternak tetangganya.
Setiap hari ia harus mencari rumput, membersihkan kotoran sapi, dan juga memberi makan sapi setiap sore dan pagi. Dengan kondisi tubuh yang sudah bungkuk, mbah harus kuat membawa tumpukan rumput yang ia ambil dari kebun. Bahkan seringkali mbah terjatuh karena tersandung dan tidak kuat menahan beban yang ia bawa.
Meski punggung, pinggang, dan kakinya terasa nyeri, mbah tidak bisa berhenti jika ingin bisa perut kosongnya terisi makanan. Mbah Sukiman jarang sekali memegang uang.
Sebagai pengurus ternak, beliau baru dibayar jika ada sapi yang terjual. Biasanya mbah dibayar setahun sekali. Dalam setahun paling uang yang beliau dapat hanya satu juta rupiah, itu berarti jatah makan mbah perharinya tak lebih dari Rp3.000/hari!
“Kalo sapinya laku dijual biasanya saya dapat 1 juta selama satu tahun merawat sapi kadang juga dapat 500 Ribu nang", Cerita Mbah Sukiman Mbah masih memaksakan diri untuk bekerja hampir 8 jam sehari.
Tubuhnya yang sudah sangat bungkuk masih terus mencari rumput, dan membersihkan kandang sapi. Dengan uang 3 ribu, tidak heran kalau mbah cerita, ia hanya makan nasi dengan kecap. Sebenarnya, untuk beli kecap dan nasi pun 3 ribu masih sangat kurang

Address

Trans Witihama
Adonara
86262

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Allahu Akbar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share