02/04/2026
🔰 Setiap Hari Tanpa Maksiat adalah Hari Raya
Dalam gemuruh kehidupan yang penuh dengan ujian dan godaan, manusia sering kali mencari kebahagiaan dalam perayaan-perayaan duniawi, hari-hari yang dihiasi dengan cahaya, tawa, dan kegembiraan sesaat.
Namun, di balik gemerlap itu, ada kebahagiaan yang lebih abadi, yang tidak terikat oleh waktu atau peristiwa tertentu.
Kebahagiaan sejati bukanlah pada hari-hari istimewa yang ditetapkan manusia, melainkan pada setiap detik yang diisi dengan ketaatan kepada Allah.
Setiap hari tanpa maksiat adalah hari raya, dan setiap momen yang digunakan untuk mengingat serta bersyukur kepada-Nya adalah perayaan sejati bagi seorang mukmin.
🟩 Al-Hasan -rahimahullah- berkata,
"كل يوم لا يعصى الله فيه فهو عيد، كل يوم يقطعه المؤمن في طاعة مولاه وذكره وشكره فهو له عيد
لطائف المعارف (ص: ٢٧٨)
"Setiap hari yang di dalamnya Allah tidak didurhakai adalah hari raya."
Setiap hari yang dilalui oleh seorang mukmin dalam ketaatan kepada Tuhannya, dalam mengingat dan mensyukuri-Nya, maka itu adalah hari raya baginya."
📕 Sumber: Latha’if al-Ma‘arif (hal. 278)
Sungguh indah kehidupan seorang mukmin yang menjadikan setiap harinya sebagai perayaan, bukan dengan gemerlap dunia, melainkan dengan ketenangan hati dalam ketaatan kepada-Nya.
Sebab sejatinya, kebahagiaan bukanlah tentang hari-hari yang dihiasi dengan pesta dan kemeriahan, melainkan tentang waktu-waktu yang dipenuhi dengan dzikir, syukur, dan ketundukan kepada Sang Pencipta.
Siapa pun yang memahami hakikat ini, akan menemukan bahwa setiap pagi yang ia jalani dalam kebaikan adalah anugerah, dan setiap malam yang ia akhiri dengan keikhlasan adalah kemenangan.
🟩 Faedah dari Nasihat ini:
Berikut beberapa faedah yang dapat diambil dari nasihat Al-Hasan rahimahullah:
1. Makna Sejati Hari Raya – Hari raya bukan hanya terbatas pada momen-momen tahunan yang dirayakan, tetapi setiap hari yang dipenuhi dengan ketaatan kepada Allah adalah hari raya sejati bagi seorang mukmin.
2. Kebahagiaan Hakiki – Kebahagiaan sejati tidak bergantung pada kesenangan duniawi, melainkan pada hubungan seseorang dengan Allah melalui ketaatan, dzikir, dan syukur.
3. Pentingnya Waktu dalam Ibadah – Seorang mukmin harus menghargai setiap harinya dan berusaha mengisinya dengan ibadah, karena waktu yang digunakan dalam ketaatan akan menjadi keberkahan dan kenikmatan yang abadi.
4. Menjauhi Maksiat sebagai Bentuk Kebahagiaan – Tidak hanya melakukan kebaikan yang membawa kebahagiaan, tetapi juga menjauhi dosa dan maksiat adalah bentuk keberuntungan yang menjadikan hari-hari seseorang penuh dengan ketenangan dan kedamaian.
5. Kesinambungan dalam Ketaatan – Seorang mukmin tidak hanya beribadah pada waktu-waktu tertentu saja, tetapi berusaha menjadikan setiap harinya sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
6. Syukur sebagai Sumber Kebahagiaan – Orang yang bersyukur atas nikmat Allah, sekecil apa pun itu, akan merasakan kebahagiaan sejati yang tidak bergantung pada keadaan dunia.
Dari sini, kita dapat belajar bahwa kehidupan seorang mukmin adalah perjalanan yang penuh makna ketika ia menjadikan ketaatan kepada Allah sebagai tujuan utama dalam setiap langkahnya.
✍️ Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah Al-Bughisiy -hafizhahullah-
___
Mari bergabung di grup saluran whatsApp Masjid As Sunnah Enrekang:
https://whatsapp.com/channel/0029VbBsOfeCXC3ODFWRiY0z
Instagram : https://www.instagram.com/masjid_assunah_enrekang_2020/
Facebook : https://www.facebook.com/masjid.enrekang?_rdc=1&_rdr #
Telegram : https://t.me/masjidassunnahenrekang
Salurkan donasi anda ke Masjid As Sunnah Enrekang :
Untuk Operasional Masjid dan Penyebaran Dakwah :
• BRI (Kode Bank 002) 0220-01-019792-53-7
a.n MAHAD AS SUNNAH
Untuk Pembangunan Masjid dan Gedung Sekolah :
• BSI (Kode Bank 451) 1100782305
a.n MASJID AS SUNNAH ENREKANG
• BPD SULSELBAR (Kode Bank 126) 121-202-000002827-4
a.n MASJID AS SUNNAH ENREKANG
• BRI (Kode Bank 002) 0220-01-018639-53-2
a.n MASJID AS SUNNAH ENREKANG
Info: 0821-9521-7797